Tugas Mandiri KEHAMILAN

Download Tugas Mandiri KEHAMILAN

Post on 05-Sep-2015

212 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

TUGAS

TRANSCRIPT

<p>Airin Alia H</p> <p>1102011015</p> <p>FISIOLOGI JANIN</p> <p>Kehamilan</p> <p>Gambar 1. FertilisasiANIMASIReproduksi manusiaPeristiwa fertilisasi terjadi di saat spermatozoa membuahi ovum di tuba fallopi. Hasil fertilisasi disebutzigot. Zigot membelah secara mitosis menjadi dua, empat, delapan, enam belas dan seterusnya. Pada saat 32 sel disebutmorula. Kemudian morula berubah bentuk menjadiblastosityaitu bola padat yang membentuk suatu rongga yang diisi oleh cairan yang dikelurkan oleh tuba fallopi. Rongga ini disebutblastosoel. Lapisan terluar blastosit disebuttrofoblasmerupakan dinding blastosit yang berfungsi untuk menyerap makanan dan merupakan calon tembuni atau ari-ari (plasenta), sedangkan masa di dalamnya disebut simpul embrio (embrionik knot) merupakan calon janin. Blastosit ini bergerak menuju uterus untuk mengadakan implantasi (perlekatan dengan dinding uterus).</p> <p>Gambar 2. Morula</p> <p>Gambar 3. BlastositPada hari ke-4 atau ke-5 sesudah ovulasi, blastosit sampai di rongga uterus, hormon progesteron merangsang pertumbuhan uterus, dindingnya tebal, lunak, banyak mengandung pembuluh darah, serta mengeluarkan sekret seperti air susu (uterin milk) sebagai makanan embrio.</p> <p>Enam hari setelah fertilisasi, trofoblas menempel pada dinding uterus (melakukan implantasi) dan melepaskanhormon korionik gonadotropin. Hormon ini melindungi kehamilan dengan cara menstrimulasi produksi hormon estrogen dan progesteron sehingga mencegah terjadinya menstruasi. Trofoblas kemudian menebal beberapa lapis, permukaannya berjonjot dengan tujuan memperluas daerah penyerapan makanan. Embrio telah kuat menempel setelah hari ke-12 dari fertilisasi.</p> <p>Gambar 4. Perkembangan zigotSetelah terjadi implantasi, blastosit akan mengalami tahap perkembangan selanjutnya yaitu menjadigastruladanneurula. Selanjutnya zigot ini akan berkembang menjadi embrio.</p> <p>Gambar 5. Gastrula</p> <p>Gambar 5. NeurulaJika kehamilan terjadi di luar rahim maka kehamilan tersebut disebut kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan).</p> <p>1. Pembuatan Lapisan LembagaSetelah hari ke-12, tampak dua lapisan jaringan di sebelah luar disebut ektoderm, di sebelah dalam endoderm. Endoderm tumbuh ke dalam blastosoel membentuk bulatan penuh. Dengan demikian terbentuklah usus primitif dan kemudian terbentuk pulakantung kuning telur (Yolk Sac)yang membungkus kuning telur. Pada manusia, kantung ini tidak berguna, maka tidak berkembang, tetapi kantung ini sangat berguna pada hewan ovipar (bertelur), karena kantung ini berisi persediaan makanan bagi embrio.</p> <p>Di antara lapisan ektoderm dan endoderm terbentuk lapisan mesoderm. Ketiga lapisan tersebut merupakanlapisan lembaga (Germ Layer). Semua bagian tubuh manusia akan dibentuk oleh ketiga lapisan tersebut. Ektoderm akan membentuk epidermis kulit dan sistem saraf, endoderm membentuk saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan, mesoderm membentuk antara lain rangka, otot, sistem peredaran darah, sistem ekskresi dan sistem reproduksi.</p> <p>2. Membran (Lapisan Embrio)Terdapat 4 macam membran embrio, yaitu :</p> <p>a. Kantung Kuning Telur (Yolk Sac)Kantung kuning telur merupakan pelebaran endodermis berisi persediaan makanan bagi hewan ovipar, pada manusia hanya terdapat sedikit dan tidak berguna.</p> <p>b. AmnionAmnion merupakan kantung yang berisi cairan tempat embrio mengapung. Kantung amnion menghasilkan ciran amnion/air ketuban. Cairan amnion berfungsi melindungi janin dari tekanan atau benturan.</p> <p>c. AlantoisAlantois berfungsi sebagai organ respirasi dan pembuangan sisa metabolisme. Pada mammalia dan manusia, alantois merupakan kantung kecil dan masuk ke dalam jaringan tangkai badan, yaitu bagian yang akan berkembang menjadi tali pusat/tali ari-ari. Alantois mengandung pembuluh darah.</p> <p>d. KorionKorion adalah dinding berjonjot yang terdiri dari mesoderm dan trofoblas. Jonjot korion menghilang pada hari ke-28, kecuali pada bagian tangkai badan, pada tangkai badan jonjot trofoblas masuk ke dalam daerah dinding uterus membentuk plasenta. Setelah semua membran dan plasenta terbentuk maka embrio disebut janin/fetus.</p> <p>Gambar 6. Janin dan membran embrioniknya3. PlasentaPlasenta berbentuk seperti cakram dengan garis tengah 20 cm, dan tebal 2,5 cm. Ukuran ini dicapai pada waktu bayi akan lahir, tetapi pada waktu hari ke 28 setelah fertilisasi plasenta berukuran kurang dari 1 mm. Plasenta berperan dalam pertukaran gas, makanan dan zat sisa antara ibu dan fetus. Pada sistem hubungan plasenta, darah ibu tidak pernah berhubungan dengan darah janin, meskipun begitu virus dan bakteri dapat melalui penghalang (barier) berupa jaringan ikat dan masuk ke dalam darah janin. Plasenta akan dilepaskan oleh rahim dan dikeluarkan segera setelah bayi dilahirkan.</p> <p>Catatan :Makin tua kandungan, jumlah estrogen di dalam darah makin banyak, progesteron makin sedikit. Hal ini berhubungan dengan sifat estrogen yang merangsang uterus untuk berkontraksi, sedangkan progesteron mencegah kontraksi uterus. Hormon oksitosin yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis juga berperan dalam merangsang kontraksi uterus menjelang persalinan. Progesteron dan estrogen juga merangsang pertumbuhan kelenjar air susu, tetapi setelah kelahiran hormon prolaktin yang dihasilkan kelenjar hipofisislah yang merangsang produksi air susu.Pada fase kehamilan , hormon-hormon yang berperan adalah:</p> <p> Progesteron dan EstrogenHingga kehamilan bulan ke 3-4 hormon ini diproduksi oleh korpus luteum. Secara berangsur-angsur fungsi korpus luteum diganti oleh plasenta.</p> <p> ProlaktinYakni hormon yang merangsang kerja kelenjar susu untuk memproduksi ASI, sehingga pada saat diperlukan siap berfungsi. Hormon ini juga mengatur metabolisme pada ibu, sehingga kebutuhan zat oleh tubuh ibu dapat dikurangi dan dialirkan ke janin. Hormon ini diproduksi oleh plasenta.</p> <p>PersalinanGambar 6. KelahiranSetelah tumbuh di dalam rahim lebih kurang selama 40 minggu, maka bayi dalam rahim sudah sempurna dan siap lahir. Hormon yang berperan dalam proses kelahiran antara lain:</p> <p>1. Hormon relaksin, mempengaruhi peregangan otot pada simfisis pubis.</p> <p>2. Hormon estrogen, berperan mengatasi pengaruh hormon progesteron yang menghambat kontraksi dinding rahim.</p> <p>3. Hormon prostaglandin, berperan mengatasi pengaruh hormon progesteron. Hormon ini diproduksi oleh semua sel.</p> <p>4. Oksitosin, berpengaruh pada kontraksi dinding uterus.Menjelaskan Mekanisme Persalinan Normal</p> <p>Secara singkat dapat disimpulkan bahwa selama proses persalinan, janin melakukan serangkaian gerakan untuk melewati panggul [ cardinal movements of labor ] yang terdiri dari :1) Desensus </p> <p>2) Fleksi </p> <p>3) Putar paksi dalam ( internal rotation ) </p> <p>4) Ekstensi </p> <p>5) Putar paksi luar ( external rotation ) </p> <p>6) Ekspulsi </p> <p>Bahu dicekap dan tubuh dilahirkan kearah os pubis. Tindakan ini kadang dapat dibantu dengan membawa bahu kearah belakang terlebih dahulu baru kemudian kearah atas. Tubuh dan tungkai dilahirkan dengan mudah. Mulut dan hidung dibersihkan. Umumnya anak akan segera menangis dan diletakkan diantara tungkai ibu dan kemudian dilakukan pemotongan talipusat. Setelah bahu depan lahir, dilakukan traksi curam atas kepala kearah simfisis pubis. Tindakan ini memungkinkan bahu depan bebas dari perineum dan dapat dilahirkan Perineum sering mengalami cedera akibat persalinan bahu dan khususnya bila persalinan dikerjakan secara terburu buru dan tidak memperhatikan adanya kontraksi uterus.RESTITUSI sekarang terjadi dan kemudian terjadi Putar Paksi Luar akibat bahu yang sedang memasuki panggul. Kepala dicekap, jari-jari tangan kiri didekat dagu dan rahang dan jaring tangan kanan dibawah oksiput. Dilakukan traksi kepala kearah anus untuk membebaskan bahu depan dari tepi bawah simfisis.</p> <p>Faktor penting yang memegang peranan dalam persalinan.1) Power. </p> <p>Yaitu faktor kekuatan ibu yang mempengaruhi dalam persalinan. </p> <p>i. His </p> <p>ii. Kontraksi otot dinding perut. </p> <p>iii. Kontraksi diafragma pelvis atau kekuatan mengedan. </p> <p>iv. Ketegangan dan kontraksi ligamentum rotundum. </p> <p>2) Passage. </p> <p>Yaitu : keadaan jalan lahir. </p> <p>i. Jalan lahir lunak. </p> <p>ii. Jalan lahir keras. </p> <p>3) Passenger. </p> <p>Yaitu faktor yang ada pada janin dan plasenta. </p> <p>Faktor penunjang yang turut berperan pada persalinan : </p> <p>1. Penolong </p> <p>2. Peralatan </p> <p>3. Faktor khusus </p> <p>Selain kedua faktor tersebut di atas ditambah lagi dengan satu faktor khusus, sebagai contoh antara lain : </p> <p>ii. Jarak kehamilan &lt; 2 tahun </p> <p>iii. Umur ibu &lt; 20 tahun dan &gt; 35 tahun </p> <p>iv. Penyakit ibu </p> <p>v. Perdarahan antepartum </p> <p>vi. Infertilitas </p> <p>vii. Grandemulti( Manuaba, 1998)Fase fase persalinan nomal </p> <p>Kala I yaitu dimulai dengan waktu serviks membuka karena his, kontraksi uterus teratur, makin lama, makin kuat, makin sering, makin terasa nyeri, disertai pengeluaran lendir darah dan berakhir setelah pembukaan serviks lengkap yaitu bibir portio tidak dapat diraba. Selaput ketuban biasanya pecah spontan pada akhir kala I. Terdapat fase laten berlansung selama 8 jam dan fase aktif selama 6 jam. Peristiwa yang penting dalam kala ini adalah keluar lendir darah (bloody show) dengan lepasnya mucous plug, terbukanya vaskular pembuluh darah serviks, pergeseran antara selaput ketuban dengan dinding dalam uterus. Ostium uteri internum dan eksternum terbuka menjadikan serviks menipis dan mendatar dan selaput ketuban pecah spontan( Manuaba, 1998).</p> <p>Kala II berlangsung selama 2 jam, dimulai dengan pembukaan serviks dengan lengkap dan berakhir dengan saat bayi telah lahir lengkap. Sebelumnya his menjadi lebih kuat, lebih sering, lebih lama, sangat kuat. Kadang kala, selaput ketuban mungkin juga pecah spontan pada awal Kala II. Pada kala ini, ibu selalunya rasanya ingin mengedan makin kuat sehingga perineum meregang dan anusnya membuka. Bagian terbawah janin turun hingga dasar panggul. Sedangkan kepala dilahirkan lebih dahulu, dengan suboksiput di bawah simfisis, selanjutnya dilahirkan badan dan anggota badan janin. ( Manuaba, 1998) </p> <p>Kala III dimulai pada saat bayi lahir dengan lengkap dan berakhir dengan lahirnya plasenta . Ini ditandai dengan perdarahan baru atau kadang kala dari tidak disertai perdarahan. Pada keadaan normal, kontraksi uterus bertambah keras, fundus setinggi pusat, plasenta lepas 5-15 menit setelah bayi lahir. (Manuaba, 1998) </p> <p>Kala IV dimulai dengan observasi selama 2 jam post partum. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan seperti vital sign ibu dalam batas normal, apakah kontraksi uterus baik, pastikan bahwa perdarahan per vaginam kurang dari 500 cc, plasenta dan selaput ketuban sudah lahir lengkap , pastikan kandung kemih harus kosong dan jika terdapat luka-luka di perineum harus dirawat segera. ( Manuaba, 1998)Menjelaskan Definisi Anemia pada Ibu Hamil</p> <p>Anemia adalah keadaan saat jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah berada dibawah normal.</p> <p>Wanita hamil atau dalam masa nifas dinyatakan menderita anemia bila kadar hemoglobinnya dibawah 10 g/dL. Perubahan fisiologis yang terjadi pada kehamilan sering menyulitkan diagnosis dan penatalaksanaan penyakit-penyakit kelainan darah. Penurunan kadar Hb pada wanita sehat yang hamil disebabkan ekspansi volume plasma yang lebih besar daripada peningkatan volume sel darah merah dan hemoglobin. Hal ini terutama terjadi pada trimester kedua.</p> <p>Pada akhir kehamilan, ekspansi plasma menurun sementara hemoglobin terus meningkat. Pada saat nifas, bila tidak terjadi kehilangan darah dalam jumlah besar, konsentrasi hemoglobin tidak berbeda dengan saat hamil. Biasanya hal ini bertahan selama beberapa hari sebelum akhirnya meningkat ke nilai sebelum hamil.</p> <p>Menjelaskan Etiologi Anemia pada Ibu Hamil</p> <p>Penyakit yang menyebabkan anemia dalam kehamilan:</p> <p>Yang didapat: anemia defisiensi besi, anemia akibat perdarahan, anemia akibat radang atau keganasan, anemia megaloblastik, anemia hemolitik didapat, anemia aplastic atau hipoplastik.</p> <p>Yang diturunkan/herediter: thalassemia, hemoglobinopati sel sabit, anemia hemolitik herediter.</p> <p>Dua penyebab yang paling sering ditemukan adalah anemia akibat defisiensi besi dan akibat perdarahan.</p> <p>Menjelaskan Tatalaksana Anemia pada Ibu Hamil</p> <p> Anemia defisiensi besi</p> <p>Pemeriksaan awal yang dilakukan adalah pemeriksaan darah tepi lengkap, sediaan apus darah tepi, pengukuran konsentrasi besi serum, dan/atau ferritin serum. Gambaran morfologi eritrosit mikrositik hipokrom lebih jarang ditemukan pada wanita hamil daripada wanita biasa dengan Hb sama. Diagnosis pada wanita dengan anemia sedang biasanya berdasarkan penghapusan penyebab anemia yang lain. Jika wanita tersebut diberikan terapi besi adekuat, terdapat peningkatan hitung retikulosit.</p> <p>Penatalaksanaannya berupa pemberian Fe sulfat, fumarat, atau glukonat secara oral dengan dosis 1 x 200 mg. Tidak perlu diberikan asam askorbat atau sari buah. Jika tidak dapat secara oral, berikan secara parenteral. Untuk memenuhi cadangan besi, berikan terapi sampai 3 bulan setelah anemia diperbaiki.</p> <p>Jarang dilakukan transfuse kecuali terdapat juga hipovolemia atau harus dilakukan operasi darurat.</p> <p> Anemia akibat perdarahan</p> <p>Biasanya lebih jelas ditemukan pada masa nifas, dapat disebabkan plasenta previa atau solusio plasenta, atau anemia sebelum melahirkan. Pada awal kehamilan, sering disebabkan aborsi, kehamilan ektopik, dan mola hidatidosa. Perdarahan massif harus segera ditangani untuk mengembalikan dan mempertahankan perfusi organ vital. Setelah hipovolemia teratasi dan hemostasis tercapai, lakukan terapi pemberian Fe. Pada wanita dengan anemia sedang yang Hbnya &gt;7 g/dL, tidak demam, dan stabil tanpa risiko perdarahan berikutnya. Terapi Fe selama 3 bulan lebih baik daripada transfuse darah. Anemia megaloblastik</p> <p>Biasanya disebabkan defisiensi asam folat, sering ditemukan pada wanita yang jarang mengkonsumsi sayuran hijau segar atau makanan dengan protein hewani tinggi. Gejalanya meliputi mual, muntah, dan anoreksia yang bertambah berat.</p> <p>Pada pemeriksaan sediaan hapus darah, ditemukan tanda awal berupa hipersegmentasi neutrophil. Sesuai perkembangan anemia, produksi eritrosit menurun, makrositik, meskipun bila sebelumnya terdapat mikrositik karena anemia defisiensi besi. Dalam keadaan demikian, makrositik yang baru terbentuk tidak dapat dideteksi dengan pengukuran HER, tapi melalui pemeriksaan sediaan apus darah tepi. Pada sumsum tulang terjadi eritropoesis megaloblastik dan bila anemia bertambah berat, dapat terjadi trombositopenia dan leukopenia. Fetus tidak terpengaruh oleh anemia yang diderita ibu, namun dapat menderita cacat bawaan.</p> <p>Penatalaksanaannya berupa pemberian asam folat 1 mg/hari secara oral, diet yang bergizi, dan besi. Biasanya 4-7 hari setelah terapi dimulai, hitung retikulosit mulai meningkat dan leukopenia serta trombositopenia yang terjadi terkoreksi.</p> <p>Pencegahannya melalui pemberian asam folat 4 mg/hari sebelum dan selama kehamilan.</p> <p>Menjelaskan Komplikasi Anemia pada Ibu Hamil</p> <p>Abortus, persalinan preterm, partus lama karena inersia uteri, perdarahan pascapersalinan karena atonia uteri, s...</p>