vaksinasi tugas mandiri

28
Erika Anggraini 1102011088 L.I 1. Memahami dan Menjelaskan Anatomi Organ Limfoid L.O. 1.1. Memahami dan menjelaskan anatomi makroskopik organ limfoid L.O. 1.2. Memahami dan menjelaskan anatomi mikroskopik organ limfoid L.I 2. Memahami dan Menjelaskan Kekebalan Tubuh L.O. 2.1. Memahami dan menjelaskan definisi kekebalan tubuh L.O. 2.2. Memahami dan menjelaskan mekanisme kekebalan tubuh L.I 3. Memahami dan Menjelaskan Antigen L.O. 3.1. Memahami dan menjelaskan definisi antigen L.O. 3.2. Memahami dan menjelaskan klasifikasi antigen L.I 4. Memahami dan Menjelaskan Antibodi L.O. 4.1. Memahami dan menjelaskan definisi antibodi L.O. 4.2. Memahami dan menjelaskan klasifikasi antibodi L.I 5. Memahami dan Menjelaskan Vaksinasi dan Imunisasi L.O. 5.1. Memahami dan menjelaskan definisi vaksinasi dan imunisasi L.O. 5.2. Memahami dan menjelaskan jenis dan jadwal imunisasi L.I 6. Memahami dan Menjelaskan Vaksin dalam Perspektif Islam Anatomi makroskopik dan mikroskopik organ limfoid 1. Thymus Thymus merupakan organ yang terletak dalam mediastinum di depan pembuluh-pembuluh darah besar yang meninggalkan jantung, yang termasuk dalam organ limfoid primer. Limfosit yang terbentuk mengalami proliferasi tetapi sebagian akan mengalami kematian, yang hidup akan masuk ke dalam peredaran darah sampai ke organ limfoid sekunder dan mengalami diferensiasi menjadi limfosit T. Limfosit ini akan mampu mengadakan reaksi

Upload: erikaeriki

Post on 31-Jan-2016

265 views

Category:

Documents


0 download

DESCRIPTION

hgfds

TRANSCRIPT

Page 1: vaksinasi tugas mandiri

Erika Anggraini1102011088

L.I 1. Memahami dan Menjelaskan Anatomi Organ LimfoidL.O. 1.1. Memahami dan menjelaskan anatomi makroskopik organ limfoidL.O. 1.2. Memahami dan menjelaskan anatomi mikroskopik organ limfoid

L.I 2. Memahami dan Menjelaskan Kekebalan TubuhL.O. 2.1. Memahami dan menjelaskan definisi kekebalan tubuhL.O. 2.2. Memahami dan menjelaskan mekanisme kekebalan tubuh

L.I 3. Memahami dan Menjelaskan Antigen L.O. 3.1. Memahami dan menjelaskan definisi antigenL.O. 3.2. Memahami dan menjelaskan klasifikasi antigen

L.I 4. Memahami dan Menjelaskan AntibodiL.O. 4.1. Memahami dan menjelaskan definisi antibodiL.O. 4.2. Memahami dan menjelaskan klasifikasi antibodi

L.I 5. Memahami dan Menjelaskan Vaksinasi dan Imunisasi L.O. 5.1. Memahami dan menjelaskan definisi vaksinasi dan imunisasiL.O. 5.2. Memahami dan menjelaskan jenis dan jadwal imunisasi

L.I 6. Memahami dan Menjelaskan Vaksin dalam Perspektif Islam

Anatomi makroskopik dan mikroskopik organ limfoid

1. Thymus

Thymus merupakan organ yang terletak dalam mediastinum di depan pembuluh-pembuluh darah besar yang meninggalkan jantung, yang termasuk dalam organ limfoid primer. Limfosit yang terbentuk mengalami proliferasi tetapi sebagian akan mengalami kematian, yang hidup akan masuk ke dalam peredaran darah sampai ke organ limfoid sekunder dan mengalami diferensiasi menjadi limfosit T. Limfosit ini akan mampu mengadakan reaksi imunologis humoral. Proses invulsi disebut sebagai age invultion, dimulai sejak masa kanak-kanak. Proses tersebut dapat dipercepat sebagai akibat berbagai rangsangan, misalnya penyakit, stress, kekurangan gizi, toksis atau ACTH, proses ini disebut sebagai accidental involution. Thymus mengalami involusi secara fisiologis dengan perlahan-lahan. Cortex menipis, produksi limfosit menurun sedang parenkim mengkerut diganti oleh jaringan lemak yang berasal dari jaringan pengikat interlobuler.

MakroskopikLetaknya di mediastinum superior. Berat mencapai 30-40 gram pada masa pubertas, kemudian mengalami involusi sampai akhirnya hanya berupa jaringan lemak. Bentuknya

Page 2: vaksinasi tugas mandiri

segitiga, pipih dan berwarna kemerahan. Terdiri dari 2 lobus yang masing-masing dihubungkan dengan jaringan ikat.

Mikroskopik Tiap lobus terdiri dari lobulus dengan ukuran 0,5 – 2 mm yang terdiri dari jaringan parenkim berbentuk polihedral. Jaringan parenkim thymus terdiri dari anyaman sel-sel retikuler saling berhubungan tanpa adanya jaringan pengikat lain, diantara sel retikuler terdapat limfosit. Sel retikulernya berbentuk stelat seperti didalam nodus lymphaticus dan lien, tetapi berasal dari endoderm. Hubungan ini lebih jelas di daerah medulla sampai membentuk struktur epitel yang disebut corpuskulum hassalli (thymic corpuscle). Masing-masing lobus terdiri dari cortex dan medulla.

a. CortexLimfosit dihasilkan di daerah cortex sehingga sebagian besar populasi sel di cortex adalah limfosit dari berbagai ukuran. Limfosit besar banyak terdapat di bagian perifer dan makin kedalam jumlah limfosit kecil makin bertambah, sehingga cortex bagian dalam sangat padat oleh limfosit kecil. Dalam cortex terjadi proses proliferasi dan degenerasi, dan terdapat makrofag yang walaupun sedikit merupakan penghuni tetap dalam cortex. Kadang-kadang juga ditemukan sedikit plasmasit dalam parenkim.

b. MedullaPada medulla, banyak terdapat sel retikuler dengan berbagai bentuk, kadang mempunyai tonjolan dan kadang tidak mempunyai tonjolan sitoplasma. Ada pula sel retikuler yang berbentuk gepeng dan tersusun konsentris membentuk corpusculum Hassali. Sel-selnya berhubungan sebagai desmosom. Bagian tengahnya mengalami degenerasi dan kadang-kadang kalsifikasi. Limfosit terdapat tidak begitu banyak dan hanya dari jenis bentuk kecil. Perbedaan dengan limfosit cortex karena bentuk yang tidak teratur dengan sitoplasma lebih banyak. Dalam medulla terdapat jenis sel lain dalam jumlah kecil seperti makrofag dan eosinofil.

2. Nodus Limfatikus

Nodus lymphaticus berfungsi sebagai filtrasi terhadap limfe yang masuk karena terdapat sepanjang pembuluh limfe sehingga akan mencegah pengaruh yang merugikan dari bakteri tersebut. Fungsi imunologis nodus lymphaticus disebabkan adanya limfosit dan plasmasit dengan bantuan makrofag untuk mengenal antigen dan pembuangan antigen fase terakhir. Nodus lymphaticus juga merupakan tempat penyebaran sel-sel yang baru dilepas oleh thymus atau sumsum tulang.

MakroskopikNodus lymphaticus merupakan organ kecil yang terletak berderet-deret sepanjang pembuluh limfe. Jaringan parenkimnya merupakan kumpulan yang mampu mengenal antigen yang masuk dan memberi reaksi imunologis secara spesifik. Organ ini berbentuk seperti ginjal atau oval dengan ukuran 1-2,5 mm. Bagian yang melekuk ke dalam disebut hillus, yang merupakan tempat keluar masuknya pembuluh darah. Pembuluh limfe aferen masuk melalui permukaan konveks dan pembuluh limfe eferen keluar melalui hillus. Nodus lymphaticus tersebar pada ekstrimitas, leher, ruang retroperitoneal di pelvis dan abdomen dan daerah mediastinum.

Mikroskopik

Page 3: vaksinasi tugas mandiri

Nodus lymphaticus terutama terdiri atas jaringan limfoid yang ditembusi anyaman pembuluh limfe khusus yang disebut sinus lymphaticus. Nodus lymphaticus dibungkus oleh jaringan pengikat sebagai kapsula yang menebal di daerah hillus dan beberapa jalur menjorok ke dalam sebagai trabekula. Parenkim diantara trabekula diperkuat oleh anyaman serabut retikuler yang berhubungan dengan sel retikuler. Diantara anyaman ini diisi oleh limfosit, plasmasit dan sel makrofag. Parenkim nodus lymphaticus terbagi atas cortex dan medulla, dengan perbedaan terdapat pada jumlah, diameter dan susunan sinus.Dinding pembuluh limfe yang tipis mudah ditembus oleh makromolekul dan sel-sel yang berkelana dari jaringan pengikat, sehingga tidak dijumpai adanya barier yang mencegah bahan-bahan antigenik, baik endogen maupun eksogen. Sel bakteri dapat dengan mudah melintasi epidermis dan epitel membrana mukosa yang membatasi ruangan dalam tubuh, yang apabila luput dari perngrusakan oleh fagosit dalam darah maka akan berproliferasi dan menghasilkan toksin yang mudah masuk dalam limfe.

3. Limpa/ Lien

Lien merupakan organ limfoid yang terletak di cavum abdominal di sebelah kiri atas di bawah diafragma dan sebagian besar dibungkus oleh peritoneum. Lien merupakan organ penyaring yang kompleks yaitu dengan membersihkan darah terhadap bahan-bahan asing dan sel-sel mati disamping sebagai pertahanan imunologis terhadap antigen. Lien berfungsi pula untuk degradasi hemoglobin, metabolisme Fe, tempat persediaan trombosit, dan tempat limfosit T dan B. Pada beberapa binatang, lien berfungsi pula untuk pembentukan eritrosit, granulosit dan trombosit. Primordium lien tampak pada embrio umur 8-9 minggu sebagai suatu penebalan jaringan mesenkim pada mesogastrium dorsalis. Sel-sel mesenkim memperbanyak diri dengan mitosis membentuk hubungan melalui tonjolannya sebagai rangka retikuler dalam pulpa alba dan pulpa rubra. Kemudian muncul sel primitif basofil yang berasal dari sel-sel induk dalam saccus vitelinus, hepar atau medulla oseum.Limfosit dalam lien sebagian beupa limfosit T, sebagian dari medulla oseum yang dibawah pengaruh Limfosit B. Makrofag dalam lien kemungkinan berasal dari sel induk dalam medulla osseum. Apabila lien diangkat, maka fungsinya akan diambil alih oleh organ lain. Apabila terjadi luka, akan terjadi kesembuhan dengan timbulnya jaringan pengikat.

MakroskopikLetaknya di hypochondrium kiri dibawah diafragma. Merupakan organ limfatik yang terbesar. Berat limpa rata-rata berkisar antara 75-100 gram. Pada dewasa berukuran 12x7x4 cm atau seukuran kepalan tangan, biasanya sedikit mengecil dengan bertambahnya umur sepanjang tidak disertai adanya patologi lainnya. Limpa kira kira ditutupi oleh iga 9 samapai iga 11, pada permukaan bawah diafragma. Darah arteri dipasok melalui arteri lienalis. Darah balik disalurkan melalui vena lienalis yang bergabung dengan vena mesentika superior yang membentuk venaporta.

Mikroskopik Lien dibungkus oleh jaringan padat sebagai capsula yang melanjutkan diri sebagai trabecula. Capsula akan menebal di daerah hilus yang berhubungan dengan peritoneum. Dari capsula melanjutkan serabut retikuler halus ke tengah organ yang akan membentuk anyaman. Pada sediaan terlihat adanya daerahbulat keabu-abuan sebesar 0,2-0,7 mm, daerah tersebut dinamakan pulpa alba yang tersebar pada daerah yang berwarna merah tua yang dinamakan pulpa ruba.

a. Pulpa albaPulpa alba membentuk selubung limfoid periarterial (periarterial limfoid sheats/PALS) di

Page 4: vaksinasi tugas mandiri

sekitar arteri yang baru meninggalkan trabecula, selubung tersebut mengikuti arteri sampai bercabang-cabang menjadi kapiler

b. Pulpa rubraPulpa rubra terdiri atas pembuluh-pembuluh darah besar yang tidak teratur sebagai sinus renosus dan jaringan yang mengisi diantaranya sebagai splendic cords of Billroth. Warna merah pulpa rubra disebabkan karena eritrosit yang mengisi sinus venosus dan jaringan diantaranya. Di dalam celah pulpa terdapat sel-sel bebas seperti makrofag, semua jenis sel dalam darah dengan beberapa plasmasit. Bagian tepi pulpa alba terdapat daerah peralihan dengan pulpa rubra sebesar 80-100 mikron, daerah ini dinamakan zona marginalis yang mengandung sinus venosus kecil. Zona marginais merupakan pulpa rubra yang menerima darah arterial sehingga merupakan tempat hubungan pertama antara sel-sel darah dan partikel dengan parenkim lien.

Capsula dan TrabeculaCapsula dan trabecula terdiri atas jaringan pengikat padat dengan sel otot polos dan anyaman serabut elastis. Permukaan luar terdiri dari sel mesotil sebagai bagian peritoneum. Trabecula merupakan lanjutan kapsula yang membawa arteri, vena dan pembuluh limfe. Trabecua mengandung lebih banyak serabut elastis dan beberapa serabut sel otot polos.

Sinus Venosus dan VenaSinus venosus terdapat di seluruh pulpa rubra dan banyak sekali terdapat di sekeliling pulpa alba. Pembuluh-pembuluh darah ini dapat disebut sinus venosus sebab lumennya tidak teratur lebarnya (12-40 mikron).Dindingnya terdiri atas endotil dan lamina basalis. Sitoplasma mengandung dua macam filament yang tersusun sejajar sumbu panjang dan tidak terdapat intercellular junction. Kemampuan fagositosis sangat terbatas. Sinus venosus akan mengalirkan darah ke vena pulpa yang menpunyai dinding terdiri atas endotil memanjang, lamina basalis dan selapis tipis otot pos. Selanjutnya vena pulpa akan bermuara ke vena trabecula yang akan berkumpul di hilus sebagai vena lienalis.

4. Tonsilla

Lubang penghubung antara cavum oris dan pharynx disebut faucia. Di daerah ini membran mukosa tractus digestivus banyak mengandung kumpulan jaringan limfoid dan terdapat infiltrasi kecil-kecil diseluruh bagian di daerah tersebut. Selain itu diyemukan juga organ limfoid dengan batas-batas nyata.

Rangkaian organ limfoid ini (cincin Waldeyer) meliputi:

a. Tonsila LingualisTonsilla lingualis terdapat pada facies dorsalis radix linguae sebagai tonjolan-tonjolan bulat. Pada permukaannya terdapat lubang kecil yang melanjutkan diri sebagai celah invaginasi(crypta) yang dilapisi oleh epitel gepeng berlapis. Crypta tersebut dikelilingi oleh jaringan limfoid. Sejumlah limfosit yang mengalami infiltrasi dalam epitel dan berkumpul dalam crypta yang kemudian mengalami degenerasi dan membentuk suatu kumpulan dengan sel epitel yang sudah terlepas bersama bakteri sebagai detritus. Kadang-kadang dalam crypta bermuara kelenjar mukosa. Dalam jaringan limfoid tampak adanya nodus lymphaticus.

b. Tonsila PalatinaDiantara arcus glossoplatinus dan arcus pharyngopalatinus terdapat ua buah jaringan limfoid

Page 5: vaksinasi tugas mandiri

dibawah membrane mukosa yang masing-masing disebut tonsilla palatine. Epitel bersama jaringan pengikat yang menutupi mengadakan invaginasi membentuk crypta sebanyak 10-20 buah. Pada dasar crypta, batas antara epitel dan jaringan limfoid kabur karena infiltrasi limfosit dalam epitel. Limfosit yang telah melintasi epitel bersama dengan leukosit dan sel epitel yang mati sebagai corpusculum salivarius. Terdapat nodulus lymphaticus sebesar 1-2 mm dengan germinal centernya tersusun berderet dalam jaringan limfoid yang difus. Antara nodulus lymphaticus yang satu dengan yang lain dipisahkan oleh jaringan pengikat (capsula) yang mengandung limfosit, mast sell dan plasmasit. Apabila ditemukan granulosit, hal ini menunjukkan adanya radang.

c. Tonsila PharyngealisPada atap dan dinding dorsal nasopharynx terdapat kelompok jaringan limfoid yang ditutupi pula oleh epitel yang dinamakan tonsilla pharyngealis. Jenis epitelnya sama dengan epitel tractus respiratorius ialah epitel semu berlapis bercillia dengan sel piala. Epitelnya tidak mengadakan invaginasi membentuk crypta tetapi melipat-lipat. Pada puncak lipatan banyak infiltrasi limfosit, dibawah epitel terdapat nodulus lymphaticus yang mengikuti lipatan-lipatan. Jaringan limfoid ini dipisahkan oleh capsula tipis jaringan pengikat dan diluar capsula terdapat kelenjar-kelenjar campuran yang saluran keluarnya menembus jaringan limfoida bermuara didalam saluran lipatan epitel.

Definisi kekebalan tubuhSistem kekebalan atau imunitas adalah suatu sistem pertahanan yang digunakan untuk melingdungi tubuh dari infeksi penyakit atau kuman yang berbeda dari protein tubuh kitaatau antigen.(http://biologimediacentre.com/sistem-kekebalan-tubuh/)

Faktor Kekebalan Tubuh ( Faktor Imun ) adalah Kombinasi dari berbagai Faktor yang berfungsi Protektif Untuk Mencegah dan Melawan Berbagai Jenis Penyakit dan Infeksi. Setiap Faktor berperan Khusus dalam Pertahanan Tubuh terhadap serangan Organisme Penyebab Penyakit ( Patogen ). Berbagai Faktor ini juga menyeimbangkan Faktor Pengaturan Fungsi Imun. Secara bersama, berbagai Faktor yang tergolonjg Faktor Imun ini membantu mencegah Penyakit.(http://igg-plus.8m.com/faktor_kekebalan_tubuh.html)

Macam Sistem Kekebalan

1. Sistem Kekebalan Alami

Jika tubuh terserang suatu penyakit, misalnya campak, tubuh akan membentuk antibodi untuk melawan campak. Dibentuknya antibodi ini menyebabkan tubuh menjadi kebal (imun) terhadap campak. Kekebalan (imunitas) terhadap suatu penyakit yang dimiliki tubuh tanpa perlakuan tertentu ini dinamakan kekebalan alami/kekebalan perolehan (aquired immune). Contoh kekebalan alami yang lain adalah kebalnya bayi terhadap beberapa penyakit setelah menyusu pada hari pertama. Di dalam air susu ibu tersebut terkandung kolostrum yang kaya antibodi dan mineral. Kekebalan bayi ini bertahan beberapa hari sampai beberapa minggu.

Bagaimana tubuh dapat mengingat dan mengenali antigen yang pernah menyerang sebelumnya? Ternyata ada sel-sel khusus yang bertugas untuk mengingat dan mengenal antigen yang disebut sel-sel memori. Inilah ciri khas sistem kekebalan tubuh: pengingatan/pengenalan dan pengkhususan. Pengenalan artinya sel-sel memori mampu mengingat dan mengenal antigen yang pernah menyerang tubuh. Sedangkan kekhususan berarti satu antibodi hanya cocok untuk satu antigen tertentu. Sebagai contoh antibodi cacar hanya cocok untuk antigen cacar dan tidak cocok untuk antigen lainnya.

Page 6: vaksinasi tugas mandiri

Fagosit mononuklearTerdiri atas monosit dalam sirkulasi dan makrofag dalam jaringan. Pada dasarnya,monositdan makrofag sama-sama mempunyai fungsi yang sama, yaitu untuk fagositosis mikroba patogen,melepas mediator inflamasi dan sitokin, serta mempresentasikan antigen dari patogen yang dicerna kepada sel limfosit T. Penghancuran kuman (fagosit) dilakukan dengan membentuk fagolisoson yaitu fusi antar fagosom yang didalamnya terdapat patogen dan lisosom, yang akan mendestruksi patogen, baik dengan menggunakan enzim pencernaan dari lisosom maupun menggunakan spesies oksigen reaktif. Hal ini juga mengawali pengelepas mediator inflamasi maupun sitokin yang akan menginduksi baik sel imun spesifik maupun non spesifik lainnya.

Fagosit polimorfonuklear atau granulocyteMerupakan 60-70% dari seluruh jumlah darah putih normal dan dapat keluar dari pembuluh darah (kemotaksis/ respon inflamasi). Granulosit dibagimenurut pewarnaan histologiknya menjadi neutrofil, eosinofil dan basofil. Sel-sel ini mempunyai granul-granul yang mengandung enzim pencernaan.

NeutrofilMerupakan sel pertma yang dikerahgkan ketempat bakteri masuk. Fungsi utama neutrofil adalah fagositosis, baik dengan jalur oksigen dependen dan independen. Neutrofil juga dapat mengenal patogen secara langsung

EosinofilMerupakan 2-5% dari sel darah putih. Eosinofil jugaberfungsi sebgaia fagosit,dnegan cara melepaskan isi granulnya yang bersifat toksik ke sel sasaran. Sel ini berperan penting pada infeksi parasit.

Basofil berjumlah sangat sedikit,sekitar <0,5% dari seluruh sel darah putih. Basofil dapat berfungsi sebagai fagosit dengan memiliki enzim pencernaan(protease) tapi fungsi utamanyadengan melepas mediator inflamasi, seperti histamin,leukotrien,heparin, dl

Sel mastadalah sel yg dalam struktur, fungsi dan proliferasinya serupa dengansel basofil, bedanya adalah sel mast hanya ditemukan dalam jaringan yg berhubungan dengan pembuluh darah. Sel mast diaktifkan dengan pengaruh PAF, C3a,C5a dan mediator lainnya.Bila sudah teraktivasi, maka sel mast akan degranulasi mengeluarkan berbagai sitokin yg berperan dalam proses inflamasi.

Sel Natural Killer (NK)termasuk sel limfosit karena berkembang dari sel asal progenitor yg sama dengan sel B dan T. Sel NK dapatmengenali dan membunuh berbagai selyg sudah terinfeksi tanpa bantuan tambahan untuk aktivasinya. Sel NK mengandung perforinyg dapat melubangi membran sel sasaran dan granzim untuk sitotoksik, sama seperti Th. Selini memproduksi IFN-γ dan TNF-α yg merupakan sitokin proinflamasi serta berperan dalam pengaktifan makrofag dan regulator sel Th

Sel Dendritik(SD)merupakan antigen presenting cell(APC) paling efektif karena l e t a k n y a y g s t r a t e g i s d i t e m p a t - t e m p a t m i k r o b a m a s u k t u b u h . S D m e n g e n a l i a n t i g e n , m e n g a w a l i r e s p o n i m u n i t a s s e l u l e r d a n h u m o r a l y g m e n g a k t i f k a n s e l T d a n s e l B . A P C mempresentasikan peptida antigen ke sel T CD4 melalui MHC-II atau ke sel T CD* melaluiMHC-I, sehingga dapat mengaktifkan kedua sel tersebut.

Page 7: vaksinasi tugas mandiri

2. Sistem Kekebalan Didapat

Kekebalan didapat adalah suatu bentuk kekebalan tubuh yang sengaja dibuat atau ditumbuhkan melalui pemberian vaksin. Vaksin adalah bibit penyakit (kuman/antigen) yang telah dilemahkan. Proses pemberian vaksin dalam tubuh disebut vaksinasi. Contohnya jika menginginkan tubuh memproduksi antibodi tetanus, maka seseorang disuntik bakteri tetanus yang telah dilemahkan. Vaksin tetanus yang masuk tersebut akan dianggap tubuh sebagai antigen sehingga tubuh akan memproduksi antibodi. Akibatnya tubuh menjadi kebal terhadap tetanus jika suatu saat penyakit tersebut menyerang. Kekebalan yang dibuat oleh tubuh dengan pemberian vaksin ini dinamakan kekebalan buatan dan termasuk kekebalan aktif karena tubuh membentuk antibodi sendiri.

Cara lain untuk menumbuhkan kekebalan pada tubuh adalah dengan menyuntikkan serum. Serum adalah plasma darah yang telah mengandung antibodi untuk melawan antigen tertentu. Pembuatan serum dilakukan dengan menyuntik kuda atau kelinci dengan vaksin tertentu. Setelah tubuh kelinci atau kuda membentuk antibodi, kemudian plasma darah yang mengandung antibodi diisolasi. Umumnya pemberian serum dilakukan untuk pengobatan dan bukan pencegahan. Misalnya seseorang yang digigit ular berbisa ditolong dengan menyuntikkan serum anti bisa ular. Pemberian serum seperti ini disebut dengan kekebalan pasif karena tubuh tidak membentuk antibodi sendiri.

Semua langkah untuk membuat tubuh menjadi kebal (imun) baik dengan vaksinasi maupun pemberian serum seperti di atas disebut dengan imunisasi. Dengan memahami sistem kekebalan di atas, kita tahu ada 2 jenis imunisasi, yaitu imunisasi alamiah dan imunisasi buatan. Seseorang yang pernah terinfeksi suatu penyakit dan akhirnya memperoleh kekebalan disebut memperoleh imunisasi alamiah. Sebaliknya jika memperoleh kekebalan karena pemberian vaksin atau serum disebut imunisasi buatan (artifisial).

Imunitas humoral (sel limfosit B)merupakan 5-25% dari limfosit dalamdarah. Sel B matang mengekspresikan reseptor BCR pada permukaan sel yg berperan dalamdiversitas, spesifitas dan memori Sel B menggunakan antibodi sebagai reseptor sel yg dapatmengenal antigen bebas. BCR yg mengikat antigen asing akan memicu 4 proses : proliferasi, d i f f e r e n s i a s i m e n j a d i s e l p l a s m a y g m e m p r o d u k s i a n t i b o d i , m e m b e n t u k s e l m e m o r i d a n mempresentasikan antigen ke sel T. Sel B dapat pula diaktifkan sel T, baik secata T dependen d a n T I n d e p e n d e n . F u n g s i a n t i b o d i s e c a r a u m u m n y a a d a l a h u n t u k n e t r a l i s a s i a n t i g e n , opsonisasi dan lisis sel

Imunitas seluler (sel limfosit T)dibentuk dari sel progenitor asal sumsumt u l a n g , y g k e m u d i a n b e r m i g r a s i k e t i m u s d a n k e m u d i a n b e r d i f f e r e n s i a s i m e n j a d i s e l T m a t a n g . K e m a m p u a n s e l l i m f o s i t T m a t a n g m e n g e n a l a n t i g e n a s i n g d i m u n g ki n k a n o l e h e k s p r e s i r e s e p t o r T C R , y a n g m a n a d a p a t m e n g e n a l a nt i g e n y g d i i k a t M H C d a n dipresentasikan sel APC. Sel limfosit T dibagi menjadi menjadi 2 sel yg mempunyai fungsiyg berbeda, yaitu sel Th(CD4) dan Tc(CD8).

Mekanisme kekebalan tubuhBakteri masuk ke dalam jaringan terjadi inflamasi didaerah inflamasi terjadi dilatasi pembuluh darah dinding endoteliel lengket dan menangkap neutrofil neutrofil keluar sebagai serangan pertama (karena jumlahnya banyak darah)makrofag keluar sebagai serangan kedua (saat didalam pembvuluh darah namanya monosit)

Page 8: vaksinasi tugas mandiri

Jika bakteri dimakan oleh neutrofil, bakteri akan dipecah menjadi antigen (epitop) lalu di lepas ke sistem limfatik

Jika bakteri dimakan oleh makrofag, makrofag akan membuat MHC-II (Makro Histocompatible Compenent) yang akanmenempel pada epitop dan akan membawa mereka ke permukaan makrofag. Lalu makrofag akan mengantarkannya ke sistem limfoid. Setiap sel limfosit mempunya sel T helper yang spesifik dan mempunyai 2 tangan yaitu:1. T cell reseptor (untukmengecek antigen)2. CD4 (untuk mengecek MHC-II)Selain mengantarkan antigen dan MHC-II ke nukleus limfosit, makrofag juga mengirim sinyal ke sel limfosit yaitu Interleukin 1, setelah itu akan ada personal contact yang menyebabkan terjadi interleukin 2.

Setelah terjadi personal contact, maka sel T helper itu akan menghasilkan B cell growth factor (interleukin 4).

Pada sel limfosit B, akan menerima antigen yang telah dilepas secara bebas oleh neutrofil. Dan akan menempelsecara spesifik di B cell reseptor. Setelah mereka menempel maka akan menghasilkan protein CD 79 yang akan mengirim sinyalke nukleus untuk menghasilkan protein tempat menempelnya B cell growth factor (interleukin 4). Setelah itu maka sel limfosit B akan memperbanyak diri dan akan menghasilkan antibodi (1000 buah per detik). lalu antibodi akan membunuh bakteri tersebut.

Definisi Antigen Istilah antigen mengandung dua arti arti, pertama untuk menggambarkan molekul memacu respon imun (juga disebut imunogen) dan kedua untuk menunjukan molekul yang dapat bereaksi dengan antibodi sel T yang sudah disenitasi.(barawidjaja, 2006)

Antigen yaitu setiap substansi asing yang dapat menginduksi timbulnya respon imun.(bloom, 2002)

Bahan yang dapat berinteraksi dengan produk respon imun yang dirangsang oleh imunogenik spesifik seperti antibodi/ TCR.(imunologi fkui)

Antigen ditemukan di permukaan seluruh sel, tetapi dalam keaadan normal, sistem kekebalan seseorang tidak bereaksi terhadap selnya sendiri. Sehingga dapat dikatakan antigen merupakan sebuah zat yang menstimulasi tanggapan imun, terutama dalam produksi antibodi. Antigen biasanya protein atau polisakarida, tetapi dapat juga berupa molekul lainnya. Permukaan bakteri mengandung banyak protein dan polisakarida yang bersifat antigen, sehingga antigen bisa merupakan bakteri, virus, protein, karbohidrat, sel-sel kanker dan racun.Secara fungsional antigen dibagi menjadi 2 bagian yaitu:

1. Imunogen, yaitumolekul besar (disebut molekul pembawa). Bagian dari molekul antigen besar dikenai oleh sebuah antibode (oleh reseptor sel T) atau bagian antigen yang dapat membuat kontak fisik dengan reseptor antibodi, bisa juga disebut determinan antigen atau epitop.

2. Hapten,yaitu kompleks yang teridri atas molekul kecil. Bahan kimia ukuran kecil seperti dinitrofenol dapat diikat antibodi, tetapi bahan tersebut sendiri tidak dapat mengaktifkan sel B (tidak imunogenik). Untuk mengacu respon antibodi, bahan kecil tersebut perlu diikat oleh molekul besar. Hapten merupakan sejumlah molekul kecil yang dapat bereaksi dengan antibodi namun tidak dapat menginduksi produksi antibodi.

Page 9: vaksinasi tugas mandiri

Klasifikasi Antigen1. Pembagian antigen menurut epitop:

a. Unideterminan,univalenHanya ada satu jenis determinan/ epitop pada satu molekul

b. Unideterman, multivalenHanya ada satu jenis epitop tetapi ada dua atau lebih determinan tersebut itu ditemukan pada satu molekul

c. Multideterminan, univalenBanyak epitop yang bermacam-macam tetapi hanya satu dari setiap macamnya (kebanyakan protein)

d. Multideterminan, multivalenBanyak macam determinan dan banyak dari setiap macam pada satu molekul

2. Pembagian antigen menurut spesifisitas:a. heteroantigen, yang dimiliki oleh banyak spesiesb. xenoantigen, yang hanya demiliki oleh banyak spesies tertentuc. aloantigen (isoantigen), yang spesifik untuk individu dalam satu spesiesd. Antigen organ spesifik, yang hanya diiliki organ tertentue. Autoantigen, yang dimiliki alat tubuh sendiri

3. Pembagian antigenmenurut ketergantungan terhadap sel T:a. T dependen, yang memerlukan pengenalan oleh sel T terlebih dahulu untuk dapat

menimbulkan respon antibodib. T independen, yang dapat merangsang sel B tanpa bantuan sel T untuk membentuk

antibodi

4. Pembagian antigen menurut sifat kimiawi, yaitu:a. Hidrat arang (polisakarida)

Hidrat arang pada umumnya imunogenik. Glikoprotein yang merupakan bagian permukaan sel banyakmikroorganisme dapat menimbulkan respons imun terutama pembentukan antibodi. Contoh lain adalah respons imun yang ditimbulkan golongan darah ABO, sifat antigen dan spesifitas imunnya berasal dari polisakarida pada permukaan sel darah merah

b. Lipid Lipid biasanya tidak imunogenik, tetapi menjadi imunogenik bila diikat oleh protein pembawa. Lipid dianggap tidak hapten, contohnya adalah sfingolipid

c. Asam nukleatAsam nukleat tidak imunogenik, tetapi dapat menjadi imunogenik bila diikat protein molekul pembawa. Dna dalam bentuk heliksnya biasanya tidak imunogenik. Respons imun terhadap DNA terjadi pada penderita dengan LES.

d. ProteinKebanyakan protein adalah imunogenik dan pada umumnya multideterminan dan univalen.

Perbandingan pengenalan antigen oleh sel B dan sel TCiri-ciri Sel B Sel TInteraksi dengan antigen Melibatkan kompleks biner membran

imunoglobulin dan antigenMelibatkan kompleks TCR, antigen dan molekul MHC

Ikatan antigen larut Ya TidakKeterlibatan MHC Tidak diperlukan Diperlukan untuk

Page 10: vaksinasi tugas mandiri

mempresentasikan antigen yang sudah diproses

Kandungan kimiawi antigen

Protein, polisakarida.lipid Umumnya protein, tetapi beberapa lipid dan glikolipid ditemukan padamolekul serupa MHC

epitop Mudah diakses, hidrofilik, peptida bergerak mengandung asam aminosekuensial dan nonsekuensial

Peptida internal linear yang dihasilkan oleh antigen dan berikatan dengan MHC

Definisi antibodiAntibodi (juga dikenal sebagai immunoglobulin, disingkat Ig) adalah protein globulin gamma yang ditemukan dalam darah atau cairan tubuh lainnya pada vertebrata, dan digunakan oleh sistem kekebalan tubuh untuk mengidentifikasi dan menetralisir benda asing, seperti bakteri dan virus. Mereka biasanya terbuat dari struktur dasar unit-masing-masing dengan dua rantai berat besar dan dua lampu kecil rantai-untuk membentuk, misalnya, dengan satu unit monomer, dimer dengan dua unit atau pentamers dengan lima unit. (http://www.news-medical.net/health/Antibody-What-is-an-Antibody-(Indonesian).aspx )

Antibodi adalah suatu zat yang dibentuk oleh tubuh, yang berasal dari protein darah jenis gama-globulin dan berfungsi untuk melawan antigen (zat asing/protein asing) yang masuk ke dalam tubuh. Berbagai jenis antibodi bekerja dengan beberapa cara untuk melawan antigen:

a. Opsonin adalah antibodi yang bekerja dengan merangsang leukosit untuk menyerang antigen atau kuman.b. Lisin adalah antibodi yang bekerja dengan cara menghancurkan antigen (lisis).c. Presipitin adalah antibodi yang bekerja dengan cara mengendapkan antigen (presipitasi), dand. Aglutinin adalah antibodi yang bekerja dengan cara menggumpalkan antigen (aglutinasi).

(http://biologimediacentre.com/sistem-kekebalan-tubuh/)Klasifikasi antibodiInteraksi antigen dengan antibodi bersifat non-covalen dan pada umumnya sangat spesifik. Antibodi hanya diproduksi oleh limfosit B dan disebarkan keseluruh tubuh secara eksositosis dalam bentuk plasma dan cairan sekresi. Mereka membentuk sel B antigen reseptor yang spesifik. Antibodi ditemukan dalam plasma juga berikatan dengan reseptor spesifik untuk daerah konstan (Fc) dari imunoglobulin. Mereka juga ditemukan dalam cairan sekresi seperti mukus, susu dan keringat.Pada dasarnya satu unit struktur antibodi pada mamalia adalah glikoprotein (berat molekul sekitar 150.000 dalton) yang terdiri dari empat rantai polipeptida. Semua antibodi mempunyai bentuk struktur yang sama yaitu dua rantai pendek (VL) dan dua rantai panjang (VH). Bentuk tersebut dihubungkan dengan bentuk kovalen (disulfida) dan erat hubungannya dengan sequens asam amino yang mempunyai struktur sekunder dan tertier.Setiap rantai pendek (VL) berat molekulnya sekitar 25.000 dalton, dimana ada dua jenis rantai pendek yaitu lambda (λ) atau kappa (κ). Pada manusia terdiri dari 60% adalah kappa dan 40% lambda, sedangkan pada mencit 95% kappa dan 5% lambda. Satu molekul antibodi hanya mengandung lambda saja atau kappa saja dan tidak pernah keduanya.

Setiap rantai panjang (VH) mempunyai berat molekul sekitar 50.000 dalton, yang terdiri dari daerah variabel (V) dan konstan ©. Rantai panjang (VH) dan rantai pendek (VL) terdiri dari sejumlah homolog yang mengandung kelompok sequence asam amino yang mirip tetapi tidak identik. Unit-unit homolog tersebut terdiri dari 110 asam amino yang disebut domain

Page 11: vaksinasi tugas mandiri

imunoglobulin. Rantai panjang mengandung satu domain variabel (VH) dan tiga dari empat domain konstan lainnya (CH1, CH2, CH3, CH4, bergantung pada klas dan isotipe antibodi). Daerah antara CH1 dan CH2 disebut daerah hinge (engsel), yang memudahkan pergerakan / fleksibilitas dari lengan Fab dari bentuk Y molekul anti bodi tersebut. Hal itu menyebabkan lengan tersebut dapat membuka atau menutup untuk dapat mengikat dua antigen determinan yang terpisahkan oleh jarak diantar kedua lengan tersebut.

Rantai panjang juga dapat meningkatkan fungsi aktifitas dari molekul antibodi. Ada 5 klas antibodi yaitu: IgG, IgA, IgM, IgE dan IgD, yang dibedakan menurut jenis rantai panjangnya masing-masing yaitu: γ, α, μ, ε dan δ. Klas antibodi IgD, IgE dan IgG terbentuk dari struktur tunggal, sedangkan IgA mengandung dua atau tiga unit dan IgM terdiri dari 5 yang dihubungkan dengan sambungan disulfida. Antibodi IgG dibagi menjadi 4 subklas (disebut juga isotipe) yaitu IgG1, IgG2, IgG3, dan IgG4.

Struktur dan fungsi IgG dapat dipecah oleh enzim pepsin dan papain menjadi beberapa fragmen yang mempunyai sifat biologi yang khas. Perlakuan dengan pepsin dapat memisahkan Fab2 dari daerah persambungan hinge (engsel). Karena Fab2 adalah merupakan molekul bivalen sehingga ia dapat mempresipitasi antigen. Enzim papain dapat memutus daerah hinge diantara CH1 dan CH2 untuk membentuk dua fragmen yang identik dan dapat bertahan dengan reaksi antigen-antibodi dan juga satu non-antigen-antibodi fragmen yaitu daerah fragmen kristalisabel (Fc). Bagian Fc ini adalah glikosilat yang mempunyai banyak fungsi efektor (yaitu: binding komplemen, binding dengan sel reseptor pada makrofag dan monosit dan sebagainya) dan dapat digunakan untuk membedakan satu klas antibodi dengan lainnya.

Imunoglobulin A (IgA).Imunoglobulin A adalah antibodi sekretori, ditemukan dalam saliva, keringat, air mata, cairan mukosa, susu, cairan lambung dan sebgainya. Yang aktiv adalah bentuk dimer (yy), sedangkan yang monomer (y) tidak aktif. Jaringan yang mensekresi bentuk bentuk dimer ini ialah sel epithel yang bertindak sebagai reseptor IgA, yang kemudian sel tersebut bersama IgA masuk kedalam lumen. Fungsi dari IgA ini ialah:- Mencegah kuman patogen menyerang permukaan sel mukosa- Tidak efektif dlam mengikat komplemen- Bersifat bakterisida dengan kondisinya sebagai lysozim yang ada dalam cairan sekretori yang mengandung IgA- Bersifat antiviral dan glutinin yang efektif

Imunoglobulin D (IgD)Imunoglobulin D ini berjumlah sedikit dalam serum. IgD adalah penenda permukaan pada sel B yang matang. IgD dibentuk bersama dengan IgM oleh sel B normal. Sel B membentuk IgD dan IgM karena untuk membedakan unit dari RNA.

Imunoglobulin E (IgE)Imunoglobulin E ditemukan sedikit dalam serum, terutama kalau berikatan dengan mast sel dan basophil secara efektif, tetapi kurang efektif dengan eosinpphil. IgE berikatan pada reseptor Fc pada sel-sel tersebut. Dengan adanya antigen yang spesifik untuk IgE, imunoglobulin ini menjadi bereaksi silang untuk memacu degranulasi dan membebaskan histamin dan komponen lainnya sehingga menyebabkan reaksi anaphylaksis. IgE sangat berguna untuk melawan parasit.

Imunoglobulin M (IgM)Imunoglobulin m ditemukan pada permukaan sel B yang matang. IgM mempunyai waktu

Page 12: vaksinasi tugas mandiri

paroh biologi 5 hari, mempunyai bentuk pentamer dengan lima valensi. Imunoglobulin ini hanya dibentuk oleh faetus. Peningkatan jumlah IgM mencerminkan adanya infeksi baru atai adanya antigen (imunisasi/vaksinasi). IgM adalah merupakan aglutinin yang efisien dan merupakan isohem- aglutinin alamiah. IgM sngat efisien dalam mengaktifkan komplemen. IgM dibentuk setelah terbentuk T-independen antigen, dan setelah imunisasi dengan T-dependent antigen.

Imunoglobulin G (IgG)Imunoglobulin G adalah divalen antigen. Antibodi ini adalah imunoglobulin yang paling sering/banyak ditemukan dalam sumsum tulang belakang, darah, lymfe dan cairan peritoneal. Ia mempunyai waktu paroh biologik selama 23 hari dan merupakan imunitas yang baik (sebagai serum transfer). Ia dapat mengaglutinasi antigen yang tidak larut. IgG adalah satu-satunya imunoglobulin yang dapat melewati plasenta. Kemampuannya melewati plasenta untuk setiap jenis hewan berturut-turut adalah: Rodentia>primata>anjing/kucing> manusia=babi=kuda. IgG adalah opsonin yang baik sebagai pagosit pada ikatan IgG reseptor. Imunoglobulin ini merangsang “antigen-dependen cel-mediated cytotoxicity” (ADCC)-IgG Fab untuk mengikat target sel, “Natural Killer”(NK) Fc-reseptor, mengikat Ig Fc, dan sel NK membebaskan citotoksik pada sel target. IgFc juga mengaktifkan komplemen, menetralkan toksin, imobilisasi bakteri dan menghambat serangan virus.

Klas Tempat Fungsi

IgG Bentuk antibodi utama di sirkulasi Mengikat patogen, mengaktifkan komplemen, meningkatkan fagositosis

IgM Di sirkulasi, antibodi terbesar Aktifkan komplemen, menggumpalkan sel

IgA Di saliva dan susu Mencegah patogen menyerang sel epitel traktus digestivus dan respiratori.

Ig D Di sirkulasi dan jumlahnya paling rendah Menandai kematuran sel B

Ig E Membran berikatan dengan reseptor basofil dan sel mast dalam jaringan

Bertanggung jawab dalam respon alergi dan melindungi dari serangan parasit cacing

IgG1-4 IgA IgM IgD IgESifat utama Paling banyak

ditemukan dalam cairan tubuh terutama

Ig utama dalam sekresiseomukosa untuk menjaga permukaan luar

Aglutinator yang sangat efektif; diproduksi

Umumnya ditemukan dalam limfosit

Pengerahan agens anti mikrobial. Meningkat

Page 13: vaksinasi tugas mandiri

ekstraselular untuk memerangi mikroorganisme dan toksinnya

tubuh dini pada respons imun. Pertahanan terdepan terhadap bakteremia

pada infelksi parasit. Berperan pada gejala alergi atopi

fungsi OpsonisasiADCCImunitas neonatal

Proteksi terhadap mukosa disekresi dalam air susu

Mengikat komplemenOpsonin baik

Menimbulkan alergi, syok anafilaksis. Pertahanan terhadap parasit

Ikatan sel Mononuklear limfositNeutrofiltrombosit

Limfositneutrofil

LimfositReseptor sel B

Reseptor sel B

Sel mastBasofillimfosit

Definisi vaksinasi dan imunisasi

Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya bagi seseorang. Imunisasi berasal dari kata imun yang berarti kebal atau resisten. Imunisasi terhadap suatu penyakit hanya akan memberikan kekebalan atau resistensi pada penyakit itu saja, sehingga untuk terhindar dari penyakit lain diperlukan imunisasi lainnya.Imunisasi biasanya lebih fokus diberikan kepada anak-anak karena sistem kekebalan tubuh mereka masih belum sebaik orang dewasa, sehingga rentan terhadap serangan penyakit berbahaya. Imunisasi tidak cukup hanya dilakukan satu kali, tetapi harus dilakukan secara bertahap dan lengkap terhadap berbagai penyakit yang sangat membahayakan kesehatandan hidup anak.Tujuan dari diberikannya suatu imunitas dari imunisasi adalah untuk mengurangi angka penderita suatu penyakit yangsangat membahayakan kesehatan bahkan bisa menyebabkan kematian pada penderitanya. Beberapa penyakit yangdapat dihindari dengan imunisasi yaitu seperti hepatitis B, campak, polio, difteri, tetanus, batuk rejan, gondongan, cacarair, tbc, dan lain sebagainya.Macam-macam / jenis-jenis imunisasi ada dua macam, yaitu imunisasi pasif yang merupakan kekebalan bawaan dari ibu terhadap penyakit dan imunisasi aktif di mana kekebalannya harus didapat dari pemberian bibit penyakit lemah yangmudah dikalahkan oleh kekebalan tubuh biasa guna membentuk antibodi terhadap penyakit yang sama baik yang lemah maupun yang kuat.Teknik atau cara pemberian imunisasi umumnya dilakukan dengan melemahkan virus atau bakteri penyebab penyakit lalu diberikan kepada seseorang dengan cara suntik atau minum / telan. Setelah bibit penyakit masuk ke dalam tubuh kita maka tubuh akan terangsang untuk melawan penyakit tersebut dengan membantuk antibodi. Antibodi itu uumnya bisa terus ada di dalam tubuh orang yang telah diimunisasi untuk melawan penyakit yang mencoba menyerang.Vaksinasi adalah sebuah senyawa antigen yang berfungsi untuk meningkatkan imunitas tubuh terhadap virus. Terbuat dari virus yag telah dimatikan atau “dilemahkan” dengan menggunakan bahan-bahan tambahan lainnya seperti formalaldehid, thymerosal dan lainnya. Sedangkan vaksinasi adalah suatu usaha memberikan vaksin tertentu ke dalam tubuh untuk menghasilkan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit /virus tersebut.Vaksin secara arti berasal dari bahasa latin ’vacca = melemahkan’. Definisi lengkapnya kurang lebih adalah suatu kuman (bakteri/virus) yang sudah dilemahkan yang kemudian dimasukkan ke dalam tubuh seseorang untuk membentuk kekebalan tubuh (imunitas) secara aktif. Cara memasukkannya

Page 14: vaksinasi tugas mandiri

bisa dengan disuntik ataupun dengan oral (diteteskan – red). Fungsi utama dari vaksin adalah untuk pencegahan terhadap suatu penyakit yang diakibatkan oleh kuman.

Jenis dan jadwal imunisasi1. Vaksin BCG

Jadwal pemberian:

Diberikan 1 kali pada umur antara 0-2 bulan

Cara Pemberian dan Dosis:

• Sebelum disuntikkan vaksin BCG harus dilarutkan terlebih dahulu. Melarutkan dengan

menggunakan alat suntik steril (ADS 5 ml)

• Dosis pemberian: 0,05 ml sebanyak 1 kali

• Disuntikkan secara intrakutan di daerah lengan kanan atas (insertio musculus deltoideus) ,

dengan menggunakan spuit suntik (ADS 0,05 ml)

• Vaksin yang dilarutkan harus digunakan sebelum lewat 3 jam

2. Vaksin DPT

Jadwal Pemberian:

Diberikan 3 kali (DPT 1,2,3), selang 4 minggu, umur antara 2-11 bulan

Cara Pemberian dan Dosis

• Sebelum digunakan vaksin harus dikocok terlebih dahulu agar suspensi menjadi homogen

• Disuntikkan secara im dengan dosis pemberian 0,5ml sebanyak 3 dosis

• Dosis pertama diberikan pada anak umur 2 bulan, dosis selanjutnya diberikan dengan

interval paling cepat 4 minggu

• Di unit pelayanan statis, vaksin DPT yang telah dibuka hanya boleh digunakan selama 4

minggu, dengan ketentuan:

• vaksin belum kadaluarsa

• vaksin disimpan dalam suhu 2 0 C s/d 8 0 C

• tidak pernah terendam air

• sterilitasnya terjaga

• VVM masih dalam kondisi terjaga

• Di Posyandu vaksin yang sudah terbuka tidak boleh digunakan lagi untuk hari berikutnya

3. Vaksin Jerap TT

Jadwal Pemberian

Pada WUS atau ibu hamil, dosis primer diberi 2 kali, ke 3 kali waktu 6 bulan kemudian.

Diberikan 5 kali, ke 4 dan ke 5 diberikan interval minimal 1 tahun setelah pemberian ke 3

dan ke 4.

Cara Pemberian dan Dosis

• Sebelum digunakan vaksin harus dikocok lebih dahulu agar suspensi menjadi homogen

• Untuk mencegah tetanus/tetanus neonatal terdiri dari 2 dosis primer yang disuntikkan

secara im atau sc dalam, dengan dosis pemberian 0,5 ml dengan interval 4 minggu.

Page 15: vaksinasi tugas mandiri

Dilanjutkan dengan dosis ke 3 setelah 6 bulan berikutnya. Untuk mempertahankan

kekebalan terhadap tetanus pada WUS, maka dianjurkan diberikan 5 dosis. Dosis ke empat

dan ke lima diberikan dengan interval minimal 1 tahun setelah pemberian dosis ke 3 dan ke

4. Imunisasi TT dapat diberikan secara aman selama masa kehamilan bahkan pada periode

trimester pertama.

• Di unit pelayanan statis, vaksin TT yang telah dibuka hanya boleh digunakan selama 4

minggu dengan ketentuan:

1. vaksin belum kadaluarsa

2. vaksin disimpan dalam suhu 2 0 C s/d 8 0 C

3. tidak pernah terendam air

4. sterilitasnya terjaga

5. VVM masih dalam kondisi A dan B

• Sedangkan di posyandu vaksin yang sudah terbuka tidak boleh digunakan lagi untuk hari

berikutnya

4. Vaksin DT

Jadwal Pemberian

Dianjurkan pada usia 8 tahun (usia anak SD)

Cara Pemberian dan Dosis

• Sebelum digunakan vaksin harus dikocok terlebih dahulu agar suspensi menjadi homogen

• Disuntikkan secara im atau sc dalam, dengan dosis pemberian 0,5 ml. Dianjurkan untuk

anak usia di bawah 8 tahun. Untuk usia ≥ 8 tahun lebih dianjurkan imunisasi dengan vaksin

Td

• Di unit pelayanan statis, vaksin TT yang telah dibuka hanya boleh digunakan selama 4

minggu dengan ketentuan:

1. vaksin belum kadaluarsa

2. vaksin disimpan dalam suhu 2 0 C s/d 8 0 C

3. tidak pernah terendam air

4. sterilitasnya terjaga

5. VVM masih dalam kondisi A dan B

• Sedangkan di posyandu vaksin yang sudah terbuka tidak boleh digunakan lagi untuk hari

berikutnya.

5. Vaksin Polio

Jadwal Pemberian

Diberikan 4 kali (Polio 1, 2, 3, 4) selang 4 minggu, umur antara 0-11 bulan

Cara Pemberian dan Dosis

• Diberikan secara oral (melalui mulut), 1 dosis adalah 2 (dua) tetes sebanyak 4 kali (dosis)

pemberian dengan interval setiap dosis minimal 4 minggu

Page 16: vaksinasi tugas mandiri

• Setiap membuka vial baru harus menggunakan penetes (dropper) yang baru

• Di unit pelayanan statis, vaksin polio yang telah dibuka hanya boleh digunakan selama 2

minggu dengan ketentuan:

1. vaksin belum kadaluarsa

2. vaksin disimpan dalam suhu 2 0 C s/d 8 0 C

3. tidak pernah terendam air

4. sterilitasnya terjaga

5. VVM masih dalam kondisi A atau B

• Sedangkan di posyandu vaksin yang sudah terbuka tidak boleh digunakan lagi untuk hari

berikutnya

6. Vaksin Campak

Jadwal Pemberian

Pemberian 1 kali, umur antara 9 – 11 bulan

Cara Pemberian dan Dosis

• Sebelum disuntikkan vaksin campak terlebih dahulu harus dilarutkan dengan pelarut steril

yang telah tersedia yang berisi 5 ml cairan pelarut

• Dosis pemberian 0,5 ml disuntikkan secara subcutan pada lengan kiri atas, pada usia 9-11

bulan. Dan ulangan (booster) pada usia 6 – 7 tahun (kelas 1 SD) setelah catch-up campaign

campak pada anak SD kelas 1-6.

7. Vaksin Hepatitis B

Jadwal pemberian

Pemberian 3 kali selang 4 minggu, umur antara 0-11 bulan.

Cara Pemberian dan Dosis

• Sebelum digunakan vaksin harus dikocok terlebih dahulu agar suspensi menjadi homogen

• Vaksin disuntikkan dengan dosis 0,5 ml atau 1 buah HB PID, pemberian suntikan secara im,

sebaiknya pada anterolateral paha

• Pemberian sebanyak 3 dosis

• Dosis pertama diberikan pada usia 0-7 hari, dosis berikutnya dengan interval minimum 4

minggu (1 bulan)

Untuk Hepatitis B vial

• Di unit pelayanan statis, vaksin Hep B yang telah dibuka hanya boleh digunakan selama 4

minggu dengan ketentuan:

a. Vaksin belum kadaluarsa

b.Vaksin di simpan dalam suhu 2 0 C s/d 8 0 C

c. Tidak pernah terendam air

d. Sterilitasnya terjaga

e. VVM masih dalam kondisi A dan B

Page 17: vaksinasi tugas mandiri

• Sedangkan di Posyandu vaksin yang sudah terbuka tidak boleh digunakan lagi untuk hari

berikutnya

8. Vaksin DPT-HB

Vaksin mengandung DPT berupa toxoid difteri dan toxoid tetanus yang dimurnikan dan

pertusis yang inaktivasi serta vaksin Hepatitis B yang merupakan sub unit vaksin virus yang

mengandung HbsAg murni dan bersifat non infectious.

Jadwal Pemberian

Dosis pertama umur 2 bulan, diberikan 3 kali, dosis selanjutnya dengan interval minimal 4

minggu

Cara Pemberian dan Dosis

• Pemberian dengan cara im, 0,5 ml sebanyak 3 dosis

• Dosis pertama pada usia 2 bulan, dosis selanjutnya dengan interval minimal 4 minggu

• Di unit pelayanan statis, vaksin DPT-HB yang telah dibuka hanya boleh digunakan selama 4

minggu, dengan ketentuan:

1. vaksin belum kadaluarsa

2. vaksin disimpandalam suhu 2 0 C s/d 8 0 C

3. tidak pernah terendam air

4. Sterilitasnya terjaga

5. VVM masih dalam kondisi A dan B

Page 18: vaksinasi tugas mandiri

Imunisasi dalam perspektif islam

Sebagai seorang muslim, semua jalan keluar telah diberikan oleh agama islam. Oleh karena itu berupaya kembali kepada Allah dan rasul-Nya.

�ن �م� ف�إ ع�ت �از� �ن ء� ف�ي ت ي� د�وه� ش� �ل�ى ف�ر� �ه� إ س�ول� الل و�الر" “Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya),” [An-Nisa-59]

Imunisasi dan vaksinasi adalah suatu hal yang berbeda dimana sering terjadi kerancuan.-Imunisasi: pemindahan atau transfer antibodi [bahasa awam: daya tahan tubuh] secara pasif. Antibodi diperoleh dari komponen plasma donor yang sudah sembuh dari penyakit tertentu.-Vaksinasi: pemberian vaksin [antigen dari virus/bakteri] yang dapat merangsang imunitas [antibodi] dari sistem imun di dalam tubuh. Semacam memberi “infeksi ringan”.[Pedoman Imunisasi di Indonesia hal. 7, cetakan ketiga, 2008, penerbit Depkes]

Pro-kontra imunisasi dan vaksin

Pendapat kontra: Vaksin haram karena menggunakan media ginjal kera, babi, aborsi bayi, darah orang yang

tertular penyakit infeksi yang notabene pengguna alkohol, obat bius, dan lain-lain. Ini semua haram dipakai secara syari’at.

Page 19: vaksinasi tugas mandiri

Efek samping yang membahayakan karena mengandung mercuri, thimerosal, aluminium, benzetonium klorida, dan zat-zat berbahaya lainnya yg akan memicu autisme, cacat otak, dan lain-lain.

Lebih banyak bahayanya daripada manfaatnya, banyak efek sampingnya. Kekebalan tubuh sebenarnya sudah ada pada setiap orang. Sekarang tinggal bagaimana

menjaganya dan bergaya hidup sehat. Konspirasi dan akal-akalan negara barat untuk memperbodoh dan meracuni negara berkembang

dan negara muslim dengan menghancurkan generasi muda mereka. Bisnis besar di balik program imunisasi bagi mereka yang berkepentingan. Mengambil uang

orang-orang muslim. Menyingkirkan metode pengobatan dan pencegahan dari negara-negara berkembang dan

negara muslim seperti minum madu, minyak zaitun, kurma, dan habbatussauda. Adanya ilmuwan yang menentang teori imunisasi dan vaksinasi. Adanya beberapa laporan bahwa anak mereka yang tidak di-imunisasi masih tetap sehat, dan

justru lebih sehat dari anak yang di-imunisasi.

Pendapat yang pro: Mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena telah banyak kasus ibu hamil membawa virus

Toksoplasma, Rubella, Hepatitis B yang membahayakan ibu dan janin. Bahkan bisa menyebabkan bayi baru lahir langsung meninggal. Dan bisa dicegah dengan vaksin.

Vaksinasi penting dilakukan untuk mencegah penyakit infeksi berkembang menjadi wabah seperti kolera, difteri, dan polio. Apalagi saat ini berkembang virus flu burung yg telah mewabah. Hal ini menimbulkam keresahan bagi petugas kesahatan yang menangani. Jika tidak ada, mereka tidak akan mau dekat-dekat. Juga meresahkan masyarakat sekitar.

Walaupun kekebalan tubuh sudah ada, akan tetapi kita hidup di negara berkembang yang notabene standar kesehatan lingkungan masih rendah. Apalagi pola hidup di zaman modern. Belum lagi kita tidak bisa menjaga gaya hidup sehat. Maka untuk antisipasi terpapar penyakit infeksi, perlu dilakukan vaksinasi.

Efek samping yang membahayakan bisa kita minimalisasi dengan tanggap terhadap kondisi ketika hendak imunisasi dan lebih banyak cari tahu jenis-jenis merk vaksin serta jadwal yang benar sesuai kondisi setiap orang.

Jangan hanya percaya isu-isu tidak jelas dan tidak ilmiah. Contohnya vaksinasi MMR menyebabkan autis. Padahal hasil penelitian lain yang lebih tersistem dan dengan metodologi yang benar, kasus autis itu ternyata banyak penyebabnya. Penyebab autis itu multifaktor (banyak faktor yang berpengaruh) dan penyebab utamanya masih harus diteliti.

Jika ini memang konspirasi atau akal-akalan negara barat, mereka pun terjadi pro-kontra juga. Terutama vaksin MMR. Disana juga sempat ribut dan akhirnya diberi kebebasan memilih. Sampai sekarang negara barat juga tetap memberlakukan vaksin sesuai dengan kondisi lingkungan dan masyarakatnya.

Mengapa beberapa negara barat ada yang tidak lagi menggunakan vaksinasi tertentu atau tidak sama sekali? Karena standar kesehatan mereka sudah lebih tinggi, lingkungan bersih, epidemik (wabah) penyakit infeksi sudah diberantas, kesadaran dan pendidikan hidup sehatnya tinggi. Mereka sudah mengkonsumsi sayuran organik. Bandingkan dengan negara berkembang. Sayuran dan buah penuh dengan pestisida jika tidak bersih dicuci. Makanan dengan zat pengawet, pewarna, pemanis buatan, mie instant, dan lain-lain. Dan perlu diketahui jika kita mau masuk ke beberapa negara maju, kita wajib divaksin dengan vaksin jenis tertentu. Karena mereka juga tidak ingin mendapatkan kiriman penyakit dari negara kita.

Page 20: vaksinasi tugas mandiri

Ada beberapa fatwa halal dan bolehnya imunisasi. Ada juga sanggahan bahwa vaksin halal karena hanya sekedar katalisator dan tidak menjadi bagian vaksin Contohnya Fatwa MUI yang menyatakan halal. Dan jika memang benar haram, maka tetap diperbolehkan karena mengingat keadaan darurat, daripada penyakit infeksi mewabah di negara kita. Harus segera dicegah karena sudah banyak yang terjangkit polio, Hepatitis B, dan TBC.

Kewajiban taat terhadap pemerintah/waliyul ‘amrHal ini berkaitan dengan program “wajib” pemerintah berkaitan dengan imunisasi -yang dikenal dengan PPI [Program Pengembangan Imunisasi]- di mana ada lima vaksin yang menjadi imunisasi “wajib”.Sudah menjadi aqidah ahlus sunnah wal jamaah bahwa umat islam wajib mentaati pemerintah. Berikut dalil-dalilnya.

Allah Ta’ala berfirman,

�ا �ه�ا ي ي� "ذ�ين� أ �وا ال �م�ن �ط�يع�وا آ "ه� أ �ط�يع�وا الل س�ول� و�أ �ول�ي الر" م�ر� و�أ

� �م� األ� �ك م�ن“Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara 

kamu.” [An Nisa’: 59]

Kita wajib taat kepada pemerintah baik dalam hal yang sesuai dengan syari’at maupun yang mubah, misalnya taat terhadap lampu lalu lintas dan aturan di jalan raya. Jika tidak, maka kita berdosa. Bahkan jika pemerintah melakukan sesuatu yang mendzalimi kita, kita harus bersabar. Kita tidak boleh melawan pemerintah dengan melakukan demonstrasi apalagi melakukan kudeta dan pemberontakan karena lebih besar bahayanya dan juga akan menumpahkan darah sesama kaum muslimin.

Dari Hudzaifah bin Al-Yaman radhiallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

�ون� �ع�د�ى ك �م"ة3 ب ئ� � أ �د�ون� ال �ه�ت �ه�د�اى� ي � ب �ون� و�ال �ن ت �س� "ت�ى ي ن �س� �ق�وم� ب ي ال3 ف�يه�م� و�س� �ه�م� ر�ج� �وب �اط�ين� ق�ل�وب� ق�ل ي ف�ى الش"

�م�ان� ث �س� ج� �ن �ف� ق�ل�ت� ق�ال� «. إ �ي �ع� ك ص�ن� �ا أ ول� ي س� "ه� ر� �ن� الل �ت� إ ك د�ر�

� �ك� أ م�ع� » ق�ال� ذ�ل �س� �ط�يع� ت م�ير� و�ت� �أل �ن� ل ض�ر�ب� و�إ

ك� ذ� ظ�ه�ر� �خ� �ك� و�أ م�ع� م�ال �ط�ع� ف�اس� و�أ“Nanti setelah aku akan ada seorang pemimpin yang tidak mendapat petunjukku (dalam ilmu) dan tidak pula melaksanakan sunnahku (dalam amal). Nanti akan ada di tengah-tengah mereka orang-orang yang hatinya adalah hati setan, namun jasadnya adalah jasad manusia.“Aku berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang harus aku lakukan jika aku menemui zaman seperti itu?”Beliau bersabda, ”Dengarlah dan taat kepada pemimpinmu, walaupun mereka memukul punggungmu dan mengambil hartamu. Tetaplah mendengar dan ta’at kepada mereka.” [HR. Muslim no. 1847]

Kita baru diperbolehkan untuk tidak taat jika melihat pemerintah berada pada kekufuran yang nyata, jelas, dan bukan kekufuran yang dicari-cari dan dibuat-buat.

P تروا أن إال وأطيعوا، سمعوا P كفرا برهان الله من عليه عندكم بواحا“Mendengar dan taatlah kalian (kepada pemerintah kalian), kecuali bila kalian melihat kekafiran yang nyata dan kalian memiliki buktinya di hadapan Allah.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Page 21: vaksinasi tugas mandiri

Maka kesimpulan yang diambil:

Imunisasi dan vaksin mubah, silahkan jika ingin melakukan imunisasi jika sesuai dengan keyakinan. Silahkan juga jika menolak imunisasi sesuai dengan keyakinan dan hal ini tidak berdosa secara syari’at. Silahkan sesuai keyakinan masing-masing. Yang terpenting kita jangan berpecah-belah hanya karena permasalahan ini dan saling menyalahkan.

Berikut adalah fatwa tentang bolehnya imunisasi dan vaksin serta menunjukkan bahwa semacam imunisasi sudah ada dalam syari’at. Atau yang dikenal sekarang dengan imunisasi syari’at.

Ketika Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah ditanya tentang hal ini,

كالتطعيم؟ الداء وقوع قبل التداوي في الحكم هو ما

“Apakah hukum berobat dengan imunisasi sebelum tertimpa penyakit seperti imunisasi?”

Beliau menjawab,

بأس فال بسببها الداء وقوع من يخشى أخرى أسباب أو وباء لوجود الداء وقوع خشي إذا بالتداوي بأس ال من: »الصحيح الحديث في وسلم عليه الله صلى النبي لقول منه يخشى الذي البالء لدفع الدواء بتعاطي

وقوعه قبل البالء دفع باب من وهذا( « 1 )سم وال سحر يضره لم المدينة تمر من تمرات بسبع تصبحالدفاع، باب من بذلك بأس ال مكان أي في أو البلد في الواقع الوباء ضد وطعم مرض من خشي إذا فهكذا

منه يخشى الذي المرض بالدواء يعالج النازل، المرض يعالج كما .

“La ba’sa (tidak masalah) berobat dengan cara seperti itu jika dikhawatirkan tertimpa penyakit karena adanya wabah atau sebab-sebab lainnya. Dan tidak masalah menggunakan obat untuk menolak atau menghindari wabah yang dikhawatirkan. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits shahih (yang artinya),“Barangsiapa makan tujuh butir kurma Madinah pada pagi hari, ia tidak akan terkena pengaruh buruk sihir atau racun”