tugas mandiri IKM

Download tugas mandiri IKM

Post on 22-Nov-2015

98 views

Category:

Documents

7 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>BAB IPENDAHULUAN</p> <p>1.1 Latar BelakangSalah satu indikator keberhasilan pembangunan kesehatan di Indonesia adalah meningkatnya usia harapan hidup (UHH) manusia Indonesia. Hampir setiap tahunnya negara Indonesia selalu menempati peringkat keempat dunia, untuk kategori penduduk orang berusia lanjut terbanyak di dunia yaitu setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Hal itu didorong dengan keberhasilan pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan nasional telah mewujudkan hasil yang positif diberbagai bidang, yaitu adanya kemajuan ekonomi, perbaikan lingkungan hidup terutama dibidang kesehatan sehingga dapat meningkatkan umur harapan hidup manusia.</p> <p>Sehat merupakan hak azasi setiap manusia. Sehat adalah keadaan dimana fisik, mental, dan sosial dalam keadaan baik tidak hanya terbebas dari penyakit. Menurut UU Kes 23/1992, kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial, yang memungkinkan setiap orang hidup produkif secara sosial dan ekonomi.</p> <p> Salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah semakin meningkatnya usia harapan hidup penduduk. Dengan semakin meningkatnya usia harapan hidup penduduk, menyebabkan jumlah penduduk lanjut usia terus meningkat dari tahun ke tahun. Menurut Undang-undang Nomor 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, yang dimaksud dengan lanjut usia adalah penduduk yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas.</p> <p>Selain itu menteri kesehatan RI telah menetapkan program jangka menengah tahun 20102014 yang disusun dalam sebuah rencana strategis Depkes. Pembangunan kesehatan yang dilaksanakan saat ini juga mengacu pada Undang-undang No. 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional tahun 2005-2025 dengan member perhatian khusus pada penduduk yang renatan yaitu salah satunya usia lanjut. Visi Rencana Strategis yang ingin dicapai Depkes adalah Masyarakat Yang Mandiri dan Berkeadilan. Visi ini dituangkan menjadi 4 misi yaitu (1) Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk swasta dan masyarakat madani, (2) Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata, bermutu dan berkeadilan, (3) menjamin ketersediaan dan pemerataan sumberdaya kesehatan, serta (4) Menciptakan tata kelola keperintahan yang baik.Pendekatan yang harus dilakukan dalam melaksanakan program kesehatan adalah pendekatan keluarga dan masyarakat serta lebih memprioritaskan upaya memelihara dan menjaga yang sehat semakin sehat serta merawat yang sakit agar menjadi sehat. Oleh karena itu berbagai upaya harus dilaksanakan untuk mengatasi masalah ini dengan baik, diantaranya dengan meningkatkan cakupan, keterjangkauan dan mutu pelayanan kesehatan, khususnya untuk penduduk usia lanjut. Salah satu bentuk kegiatan yang perlu digalakkan agar tujuan dimaksud dapat lebih cepat dicapai adalah mendorong pembentukan dan pemberdayaan berbagai Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat khususnya usia lanjut. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai salah satu pelayanan kesehatan tingkat masyarakat harus digerakkan untuk mencapai dusun sehat. Posyandu merupakan pos pelayanan kesehatan dasar yang pada hakekatnya merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan untuk masyarakat. Kegiatan Posyandu adalah kegiatan dari dan oleh dan untuk masyarakat, sehingga pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana menjadi tanggung jawab bersama terutama masyarakat sekitar. Posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut di suatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang digerakkan oleh masyarakat dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Posyandu lansia merupakan pengembangan dari kebijakan pemerintah melalui pelayanan kesehatan bagi lansia yang penyelenggaraannya melalui program Puskesmas dengan melibatkan peran serta para lansia, keluarga, tokoh masyarakat dan organisasi sosial dalam penyelenggaraannya.</p> <p> Berdasarkan SPM 2012 yang berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang telah ditetapkan target pelayanan pra usila dan usila sebesar 70%. Namun data Puskesmas salaman periode Januari-maret tahun 2012 didapatkan cakupan pelayanan pra usila dan usila dengan persentase 50,96% dan pencapaian yaitu 72,80% dari target Kabupaten Magelang. Kemudian data Desa Salaman periode Januari-maret 2012 didapatkan hasil jumlah usila dan prausila yang datang ke posyandu sebanyak orang 70 (cakupan 6,25%) dari sasaran bulan berjalan orang. Hasil ini menunjukkan pencapaian sebesar 8,9 % yang masih dibawah dari target dinas kesehatan yaitu sebesar 70%.</p> <p>1.2 Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang di atas, dirumuskan sebuah masalah yaitu apakah yang menyebabkan rendahnya cakupan pelayanan pra usila dan usila di Desa Salaman?</p> <p>1.3Tujuan 1.3.1 Tujuan umumMengetahui penyebab rendahnya cakupan pelayanan pra usila dan usila Desa Salaman, Kecamatan Magelang. 1.3.2 Tujuan khusus1. Mengetahui data umum Dusun Kauman Desa Salaman , Kecamatan Salaman.1. Mengidentifikasi penyebab rendahnya cakupan pelayanan pra usila dan usila di Dusun Kauman desa Salaman, Kecamatan Salaman. 1. Menganalisa penyebab masalah yang muncul dalam pelaksanaan Posyandu pra usila dan usila di Dusun Kauman Desa Salaman, Kecamatan Salaman.1. Mencari alternatif pemecahan masalah pelaksanaan Posyandu pra usila dan usila di Dusun Kauman Desa Salaman, Kecamatan Salaman.1.4 Manfaat1.4.1 Manfaat bagi PuskesmasSebagai data dasar evaluasi kegiatan posyandu pra usila dan usila serta sebagai bahan masukan untuk peningkatan pelayanan Posyandu pra usila dan usila. 1.4.2 Manfaat bagi masyarakat Masyarakat lebih mengetahui kegiatan yang ada di Posyandu Lansia. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kegiatan posyandu lansia. 1.5 Metodologi PenelitianPengumpulan data dilakukan di Dusun Kauman,Desa Salaman, Kecamatan Salaman. Kabupaten Magelang pada tanggal 15 mei 2012. Jenis data adalah data primer. Data primer adalah data yang diperoleh melalui observasi atau wawancara langsung. Data primer dari kegiatan ini diperoleh dengan cara mendatangi dan memberikan kuesioner kepada 20 orang pra usila dan usila, selain itu juga dilakukan wawancara kepada kader dan bidan desa.</p> <p>BAB IITINJAUAN PUSTAKA</p> <p>2. 1. PengetahuanPengetahuan adalah merupakan hasil dari Tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indra manusia, yaitu: indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui pendidikan, pengalaman orang lain, media massa maupun lingkungan (Notoatmodjo, 2003).Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Pengetahuan diperlukan sebagai dukungan dalam menumbuhkan rasa percaya diri maupun sikap dan perilaku setiap hari, sehingga dapat dikatakan bahwa pengetahuan merupakan fakta yang mendukung tindakan seseorang (Notoatmodjo, 2003).Pengetahuan adalah apa yang diketahui atau hasil dari pekerjaan tahu. Pekerjaan tahu tersebut adalah hasil dari kenal, sadar, insaf, mengerti dan pandai (Drs. Sidi Gazalba). Secara etimologi pengetahuan berasal dari kata dalam bahasa Inggris yaitu knowledge. Dalam encyclopedia of philosophy dijelaskan bahwa definisi pengetahuan adalah kepercayaan yang benar (knowledgement is justified true beliefed).Pengetahuan itu adalah semua milik atau isi pikiran. Dengan demikian, pengetahuan merupakan hasil proses dari usaha manusia untuk tahu.Dalam kamus filsafat, dijelaskan bahwa pengetahuan (knowledge) adalah proses kehidupan yang diketahui manusia secara langsung dari kesadarannya sendiri. Dalam peristiwa ini yang mengetahui (subjek) memilliki yang diketahui (objek) di dalam dirinya sendiri sedemikian aktif sehingga yang mengetahui itu menyusun yang diketehui pada dirinya sendiri dalam kesatuan aktif.Rogers (1974) mengungkapkan bahwa sebelum orang mengadopsi perilaku baru dalam diri orang tersebut menjadi proses berurutan :1. Awarenes, dimana orang tersebut menyadari pengetahuan terlebih dahulu terhadap stimulus (objek).2. Interest, dimana orang mulai tertarik pada stimulus.3. Evaluation, merupakan suatu keadaan mempertimbangkan terhadap baik buruknya stimulus tersebut bagi dirinya.4. Trial, dimana orang telah mulai mecoba perilaku baru.5. Adaptation, dimana orang telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan kesadaran dan sikap.</p> <p>2.1.2. Tingkat PengetahuanNotoatmodjo mengemukakan yang dicakup dalam domain kognitif yang mempunyai enam tingkatan, pengetahuan mempunyai tingkatan sebagai berikut (Notoatmodjo, 2003) :1. Tahu (Know) Kemampuan untuk mengingat suatu materi yang telah dipelajari, dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang diterima. Cara kerja untuk mengukur bahwa orang tahu tentang apa yang dipelajari antara lain : menyebutkan, menguraikan, mengidentifikasikan dan mengatakan.2. Memahami (Comprehension) Kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar.3. Aplikasi (Aplication) Kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi yang sebenarnya. Aplikasi disini dapat diartikan sebagai pengguna hukum-hukum, rumus, metode, prinsip-prinsip dan sebagainya.4. Analisis (Analysis) Universitas Sumatera UtaraKemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek dalam suatu komponenkomponen, tetapi masih dalam struktur organisasi dan masih ada kaitannya satu sama lain. Kemampuan analisis dapat dilihat dari penggunaan kata kerja seperti kata kerja mengelompokkan, menggambarkan, memisahkan.5. Sintesis (Sinthesis) Kemampuan untuk menghubungkan bagian-bagian dalam bentuk keseluruhan yang baru, dengan kata lain sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi yang ada. 6. Evaluasi (Evaluation) Kemampuan untuk melakukan penelitian terhadap suatu materi atau objek tersebut berdasarkan suatu cerita yang sudah ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria yang sudah ada (Notoatmodjo, 2003).2.1.3. Pengukuran PengetahuanPengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang tentang isi materi yang akan diukur dari subjek penelitian atau responden. Kedalamam pengetahuan yang ingin kita ketahui atau kita ukur dapat kita sesuaikan dengan tingkatan-tingkatan diatas (Notoadmojo, 2003)a. Tingkat pengetahuan baik bila skor &gt; 75%-100% b. Tingkat pengetahuan cukup bila skor 60%-75% c. Tingkat pengetahuan kurang bila skor &lt; 60%</p> <p>2.2 Perilaku2.2.1 Defenisi PerilakuMenurut Notoatmodjo (2003) perilaku adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik yang dapat diamati langsung maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar. Menurut Robert kwick (1974) perilaku adalah tindakan atau perbuatan suatu organisme yang dapat diamati bahkan dapat dipelajari. Menurut Ensiklopedia Amerika perilaku diartikan sebagai suatu aksi dan reaksi organisme terhadap lingkungannya. Skiner (1938) seorang ahli psikologi merumuskan bahwa perilaku merupakan respons atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar). </p> <p>2.3 Definisi Posyandu Lansia Posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut di suatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang digerakkan oleh masyarakat dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan Posyandu lansia yang merupakan pengembangan dari kebijakan pemerintah melalui pelayanan kesehatan bagi lansia yang penyelenggaraannya melalui program Puskesmas dengan melibatkan peran serta para lansia, keluarga, tokoh masyarakat dan organisasi sosial dalam penyelenggaraannya. Posyandu lansia merupakan suatu bentuk pelayanan kesehatan bersumber daya masyarakat atau/UKBM yang dibentuk oleh masyarakat berdasarkan inisiatif dan kebutuhan itu sendiri khususnya pada penduduk usia lanjut.</p> <p>2.3.1 Tujuan penyelenggaraan Posyandu Lansia Tujuan pembentukan posyandu lansia secara garis besar antara lain :a. Meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia di masyarakat, sehingga terbentuk pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan lansiab. Mendekatkan pelayanan dan meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta dalam pelayanan kesehatan disamping meningkatkan komunikasi antara masyarakat usia lanjut2.3.2 Sasaran Sasaran pelaksanaan pembinaan Kelompok Usia Lanjut, terbagi dua yaitu1. Sasaran langsung Kelompok pra usia lanjut (45-59 tahun) Kelompok usia lanjut (60 atau lebih ) Kelompok usia lanjut dengan resiko tinggi, yaitu usia lebih dari 70 tahun atau usia lanjut berumur 60 tahun atau lebih dengan masalah kesehatan1. Sasaran tidak langsung Keluarga dimana usia lanjut berada Masyarakat di lingkungan usia lanjut Organisasi sosial yang bergerak dalam pembinaan usia lanjut Petugas kesehatan yang melayani kesehatan usia lanjut Petugas lain yang menangani Kelompok Usia Lanjut Masyarakat luas 2.3.3 Jenis Pelayanan Kesehatan Jenis pelayanan kesehatan yang dapat diberikan kepada usia lanjut di kelompok sebagai berikut:1. Pemeriksaan aktivitas kegiatan sehari-hari meliputi kegiatan dasar dalam kehidupan, seperti makan/minum, berjalan, mandi, berpakaian, naik turun tempat tidur, buang air besar/kecil dan sebagainya.1. Pemeriksaan status mental. Pemeriksaan ini berhubungan dengan mental emosional dengan menggunakan pedoman metode 2 (dua) menit.1. Pemeriksaan status gizi melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan dan dicatat pada grafik indeks masa tubuh (IMT).1. Pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter dan stetoskop serta penghitungan denyut nadi selama satu menit.1. Pemeriksaan hemoglobin menggunakan talquist, sahli atau cuprisulfat1. Pemeriksaan adanya gula dalam air seni sebagai deteksi awal adanya penyakit gula (diabetes mellitus)1. tPemeriksaan adanya zat putih telur (protein) dalam air seni sebagai deteksi awal adanya penyakit ginjal.1. Pelaksanaan rujukan ke Puskesmas bilamana ada keluhan dan atau ditemukan kelainan pada pemeriksaan butir 1 hingga 7.1. Penyuluhan Kesehatan. Penyuluhan bisa dilakukan di dalam maupun di luar kelompok dalam rangka kunjungan rumah dan konseling kesehatan dan gizi sesuai dengan masalah kesehatan yang di hadapi oleh individu dan atau Kelompok Usia Lanjut1. Kunjungan rumah oleh kader disertai petugas bagi anggota Kelompok Usia Lanjut yang tidak datangm dalam rangka kegiatan perawatan kesehatan masyarakat1. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan memperhatikan aspek kesehatan dan gizi lanjut usia serta menggunakan bahan makanan yang berasal dari daerah tersebut1. kegiatan olah raga seperti senam lanjut usia, gerak jalan santai untuk meningkatkan kebugaran. Kecuali kegiatan pelayanan kesehatan seperti diuraikan diatas, kelompok dapat melakukan kegiatan non kesehatan di bawah bimbingan sektor lain, contohnya kegiatan kerohanian, arisan, kegiatan ekonomi produktif, forum diskusi, penyaluran hobi dan lain-lain2.3.4 Sarana dan Prasarana Untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan di posyandu lansia, dibutuhkan, sarana dan prasarana penunjang, yaitu: 1. tempat kegiatan (gedung, ruangan atau tem...</p>