tugas mandiri rhinitis

Download Tugas Mandiri Rhinitis

Post on 25-Dec-2015

219 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

dryhery

TRANSCRIPT

Fadhila Ayu Safirina 1102013101SASARAN BELAJAR

1. Anatomi saluran pernafasan atas1.1. MakroskopisSaluran Nafas Bagian Atas, pada bagian ini udara yang masuk ke tubuh dihangatkan, disarung dan dilembabkan.Saluran Nafas Bagian Bawah, bagian ini menghantarkan udara yang masuk dari saluran bagian atas ke alveoli.

1. HidungHidung luar berbentukpiramid dengan bagian-bagian dari atas ke bawah : pangkal hidung, (bridge), dorsumnasi, puncak hidung, ala nasi, kolumela, dan lubang hidung.Hidung luar dibentuk oleh kerangka tulang dan tulang rawan yang dilapisi oleh kulit, jaringan ikat dan beberapa otot kecil yang berfungsi untuk melebarkan atau menyempitkan lubang hidung. Kerangka tulang terdiri dari tulang hidung (os nasalis), prosesus frontalis os maksila dan prosesus nasalis os frontal, sedangkan kerangka tulang rawan terdiri dari beberapa pasang tulang rawan yang terletak di bagian bawah hidung,yaitu sepasang kartilago nasalis lateralis superior, sepasang kartilago nasalis inferior yang disebut juga sebagai kartilago ala mayor, beberapa pasang kartilago ala minor dan tepi anterior kartilago septum.

Rongga hidung atau kavum nasi berbentuk terowongan dari depan ke belakang,dipisahkan oleh septum nasi dibagian tengahnya menjadi kavum nasi kanan dan kiri.Pintu atau lubang masuk kavum nasi bagian depan disebut nares anterior dan lubang belakang disebut posterior (koana) yang menghubungkan kavum nasi dengan nasofaring.Bagian dari kavum nasi yang letaknya sesuai dengan ala nasi, tepat di belakang nares anterior, disebut vestibulum. Vestibulum ini dilapisi oleh kulit yang mempunyai banyak kelenjar sebasea dan rambut-rambut panjang yang disebut vibrase.

Ada 3 tonjolan di dalam hidung yaitu :a. Konka Nasalis Superior.b. Konka Nasalis Media.c. Konka Nasalis Inferior terdapat pleksus pembuluh darah.

Rongga hidung dihubungkan dengan rongga tengkorak melalui sinus paranasal yang terdiri :a. sinus maksilarisb. sinus frontalisc. sinus etmoidalisd. sinus sphenoidalis

Fungsi hidung yaitu :a. Menyalurkan udara b. Menyaring udara dari benda asing c. Menghangatkan udara pernafasan d. Melembabkan udara pernafasan e. Alat pembau

2. FaringFaring merupakan suatu tempat diantara rongga mulut dan esofagus.Bagian bawah faring berfungsi sebagai saluran udara dan makanan. Faring terbagi menjadi 3 yaitu : Nasofaring Orofaring Laringofaring

3. LaringLaring Merupakan saluran yang menghubungkan faring dengan trakea. Peranan penting dalam pembentukkan suara.

1.2. MikroskopisHidung Merupakan organ berongga yang terdiri atas tulang, tulang rawan hyalin otot bercorak dan jaringan ikat Bagian luar terdapat epitel berlapis gepeng dengan lapisan tanduk dengan bagian bawahnya banyak kelenjar Sebacea Cavum nasi dipisahkan oleh septum nasi, yang berhubungan dengan nasofaring melalui choana (nares posterior)

Cavum Nasi Memiliki bagian terlebar yang disebut dengan vestibulum nasi Terdapat kelenjar Keringat, kelenjar Sebacea, folikel rambut dan vibrissae Epitel vestibulum merupakan epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk yang mana sebelum masuk fossa nasalis menjadi epitel bertingkat torak bersilia dengan sel goblet

Fossa Nasalis

Pada dinding lateral ada 3 tonjolan disebut chonca Chonca nasalis superior (dilapisi epitel olfaktorius atau pembau) Chonca nasalis media Chonca nasalis inferior (epitel bertingkat torak bersilia)

Fungsi chonca : Meningkatkan luas permukaan epitel respirasi Turbulensi udara dimana udara lebih banyak kontak dengan permukaan mukosa

Epitel RespirasiTerdiri atas : Sel torak bersilia Sel goblet Sel torak dengan mikrovili Sel basal Sel sekretorik

Silia berfungsi untuk mendorong lendir ke arah nasofaring untuk tertelan atau dikeluarkan (batuk) Sel goblet dan kelenjar campur di lamina propria mnghasilkan sekret, untuk menjaga kelembaban hidung dan menangkap partikel debu halus Di bawah epitel chonca inferior terdapat swell bodies, merupakan fleksus vonosus untuk menghangatkan udara inspirasi

Epitel Olfaktorius

a. Kemoreseptor penghidung terletak di epitel olfaktorius, terdapat pada pertengahan atap cavum nasi, septum nasi dan permukaan chonca superiorb. Epitel olfaktorius terdiri dari : Sel penyokong Sel basal Sel olfaktorius atau sel penghidung yang mana merupakan neuron bipolarc. Silia olfaktorius mirip reseptor sangat sensitif terhadap rangsang kimia d. Di lamina propria epitel olfaktorius terdapat kelenjar Bowman, sekretnya untuk melarutkan zat kimia dalam bentuk bau e. Akson dari sel olfaktorius (fila olfaktoria) menembus lamina cribrosa os ethmoid untuk masuk ke bulbus olfaktorius di otak

Sinus Paranasalis Ruangan dalam tulang : os frontal, os maxilla, os ethmoid, os sphenoid Dilapisi epitel bertingkat torak dengan sedikit sel goblet Lamina propria tipis , melekat erat pada periostium Lendir yang dihasilkan dialirkan ke cavum nasi oleh silia

Pharynx1. Ruangan yang menghubungkan tractus Digestivus dengan tractus Respiratorius 2. Terdiri dari : Nasofaring (epitel bertingkat torak bersilia, dengan sel goblet) Orofaring (epitel berlapis gepeng dengan lapisan tanduk) Laringofaring (epitel bervariasi)

Larynxa. Menghubungkan faring dengan trachea b. Tulang rawan yang lebih besar (tulang rawan hyalin): Thyroid Cricoid Arytenoid c. Tulang rawan yang kecil (tulang rawan elastis): Epiglottis Cuneiform Corniculata Ujung arytenoid

2. Menjelaskan dan memahami fungsi dan mekanisme pernafasanRespirasi eksternal adalahpertukaran gas antara darah dan atmosfer sedangkan respirasi internaladalah pertukaran gas antara darah sirkulasi dengan sel jaringan. Empat proses pertukaran gas :

a. Ventilasi b. DistribusiUdara yang telah memasuki saluran pernapasan didistribusikan ke paru-paru. Kemudian masuk ke dalam alveoli. Udara pertama yang terhirup, masuk ke puncak paru kemudian disusul oleh udara di belakangnya, masuk ke basis paru. Nilai ventilasi di puncak paru lebih besar dibandingkan nilai ventilasi di basis paru.c. PerfusiPerfusi paru adalah distribusi darah di dalam pembuluh kapiler paru. Tekanan aliran darah di dalam paru lebih rendah di bandingkan tekanan darah sistemik. Sirkulasi darah dalam paru mendapat tahanan, terutama tahanan pada jala-kapiler paru (capillary bed). Karena rendahnya tekanan aliran darah di kapiler paru, aliran darah di paru sangat terpengaruh oleh gravitasi bumi sehingga perfusi di bagian basal paru lebih besar dibandingkan dengan perfusi di bagian apex.d. Difusi gasPerpindahan molekul O2 dari rongga alveoli melewati membrana kapiler alveolar, melintasi pembuluh darah, menembus dinding eritrosit dan akhirnya masuk ke dalam sel eritrosit sampai berikatan dengan hemoglobin. Peristiwa yang lain di dalam paru yaitu perpindahan CO2 dari darah ke alveolar.Pernafasan bagian atas, meliputi hidung, faring,dan laring. Saluran pernafasan dari hidung sampai bronkiolus dilapisi oleh membrane mukosa bersilia.Ketika masuk ronga hidung, udara disaring, dihangatkan dan dilembabkan. Ketiga proses ini merupakan fungsi utama mukosa respirasi yang terdiri dari epitel toraks bertingkat, bersilia dan bersel goblet. Permukaan epitel diliputi oleh lapisan mucus yang disekresi oleh sel goblet dan kelenjar mukosa. Partikel debu yang kasar disaring oleh rambut-rambut yang terdapat dalam lubang hidung, sedangkan partikel yang halus akan terjerat dalam lapisan mucus. Gerakan silia mendorong lapisan mucus ke posterior didalam rongga hidung, dan ke superior didalam sistem pernafasan bagian bawah menuju ke faring. Dari sini partikel halus akan tertelan atau dibatukkan keluar. Lapisan mucus memberikan air untuk kelembaban, dan banyaknya jaringan pembuluh darah dibawahnya akan menyuplai panas ke udara inspirasi. Jadi udara inspirasi telah disesuaikan sedemikian rupa, sehingga udara yang mencapai faring hampir bebas debu, bersuhu mendekati suhu tubuh dan kelembabannya mencapai 100%.Udara mengalir dari faring menuju laring atau kotak suara. Laring terdiri dari satu tulang dan rangkaian tulang rawan yang dihubungkan oleh otot-otot dan mengandung pita suara. Ruang berbentuk segitiga diantara pita suara (yaitu glotis) bermuara kedalam trachea dan membentuk bagian antara saluran pernafasan atas dan bawah.

Mekanisme Batuk Seluruh saluran nafas dari hidung sampai bronkiolus terminalis, dipertahankan agar tetap lembab oleh selapis mukosa yang melapisi seluruh permukaan. Mukus ini disekresikan sebagian oleh sel goblet dalam epitel saluran nafas, dan sebagian lagi oleh kelenjar submukosa yang kecil. Batuk yang tidak efektif dapat menimbulkan penumpukan sekret yang berlebihan, atelektasis, gangguan pertukaran gas dan lain-lain.Mekanisme batuk dibagi menjadi 3 fase: Fase 1 (Inspirasi)Paru2 memasukan kurang lebih 2,5 liter udara, oesofagus dan pita suara menutup, sehingga udara terjerat dalam paru2 Fase 2 (Kompresi)Otot perut berkontraksi, diafragma naik dan menekan paru2, diikuti pula dengan kontraksi intercosta internus. Pada akhirnya akan menyebabkan tekanan pada paru2 meningkat hingga 100mm/hg. Fase 3 (Ekspirasi)Spontan oesofagus dan pita suara terbuka dan udara meledak keluar dari paru

Mekanisme BersinReflek bersin mirip dengan reflek batuk kecuali bahwa refleks ini berlangsung pada saluran hidung, bukan pada saluran pernapasan bagian bawah. Rangsangan awal menimbulkan refleks bersin adalah iritasi dalam saluran hidung, impuls saraf aferen berjalan dalam nervus ke lima menuju medulla tempat refleks ini dicetuskan. Terjadi serangkaian reaksi yang mirip dengan refleks batuk tetapi uvula ditekan, sehingga sejumlah besar udara dengan cepat melalui hidung, dengan demikian membantu membersihkan saluran hidung dari benda asing.

Mekanisme pertahanan tubuhPada keadaan normal, mekanisme pertahanan tubuh baik humoral maupun selular tergantung pada aktivasi sel B dan sel T. Aktivasi berlebihan oleh antigen atau gangguan mekanisme ini, akan menimbulkan