tugas mandiri edi.pptx

Download TUGAS MANDIRI EDI.pptx

Post on 10-Apr-2016

215 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PowerPoint Presentation

ANALISIS KEBIJAKAN PENDIDIKANTentangDAUR KEBIJAKAN PENDIDIKAN

ZAINONI 12010124 STIT pringsewu

.TUGASMANDIRI

ISLAM DAN ILMU PENGETAHUANDi susun memenuhi tugas kuLIYahAGAMA ISLAM

MENJELASKAN IsLAM DAN ILMU PENGETAHUANKEDUDUKAN AKAL DAN WAHYU DALAM ISLAM KARAKTERISTIK DAN KLASIFIKASI ILMU DALAM ISLAM KEWAJIBAN MENUNTUT ILMUSTUDI KASUS ISLAM DALAM KONTEK BIDANG STUDI

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya" (Al-'Alaq : 1-5)

Islam dan ilmu pengetahuan

Ayat diatas mendorong Umat Islam untuk pandai membaca, berfikir dan berkreasi. semakin banyak membaca, semakin banyak manfaat yg diperoleh. Ilmu akan bertambah, bahasa makin baik, dan wawasan makin luas. Bacalah alam ini. Bacalah AL Qur'an ini. Ilmu merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab, masdar dari alima yalamu yang berarti tahu atau mengetahui. Dalam bahasa Inggeris Ilmu biasanya dipadankan dengan kata science, sedang pengetahuan dengan knowledgeDalam bahasa Indonesia kata science umumnya diartikan Ilmu tapi sering juga diartikan dengan Ilmu Pengetahuan, meskipun secara konseptual mengacu paada makna yang sama.

Islam sangat menghargai ilmu pengetahuan sebagaimana yg dicerminkan dalam wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. Begitu besar perhatian Islam terhadap ilmu pengetahuan, sehingga setiap orang Islam baik laki-laki maupun perempuan diwajibkan untuk menuntut ilmu. Sabda Nabi : "Mencari ilmu itu wajib bagi setiap orang Islam laki-laki dan perempuan" (HR.Ibnu Abdil Bartidak berhenti pada batas usia tertentu, melainkan dilaksanakan seumur hidup. tegasya dalam hal menuntut ilmu tidak ada istilah "sudah tua". Dimanapun ilmu berada, Islam memerintahkan untuk mencarinya. Sabda Nabi : "Carilah ilmu meskipun di negeri Cina" (HR Ibnu 'Adi dan Baihaqi). Menuntut ilmu dalam Islam

Dengan memiliki ilmu, seseorang menjadi lebih tinggi derajatnya dibanding dengan yg tidak berilmu. Atau dengan kata lain, kedudukan mulia tidak akan dicapai kecuali dengan ilmu. Firman Allah Swt. : "Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yg beriman diantara kamu dan orang-orang yg diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat" (Al Mujadilah : 11)

Sementara itu Al Ghazali di dalam Kitabnya Ihya Ulumudin mengklasifikasikan Ilmu dalam dua kelompok yaitu 1). Ilmu Fardu ain, dan 2). Ilmu Fardu Kifayah, kemudian beliau menyatakan pengertian Ilmu-ilmu tersebut sebagai berikut :Ilmu fardu ain . Ilmu tentang cara amal perbuatan yang wajib, Maka orang yang mengetahui ilmu yang wajib dan waktu wajibnya, berartilah dia urusan duniawi (1979 : 84) sudah mengetahui ilmu fardu ain (1979 : 82)Ilmu fardu kifayah. Ialah tiap-tiap ilmu yang tidak dapat dikesampingkan dalam menegakan "Sesungguhnya, malaikat akan meletakkan sayapnya (menaungi) pada pencari ilmu karena senang apa yg sedang dituntutnya". Menurut hadits diatas, tempat-tempat majlis ilmu itu dinaungi malaikat, diberikan ketenangan (sakinah), disirami rahmat dan dikenang Allah di singgasana-Nya.

rasulullah SAW. Tidak hanaya itu dengilmu-ilmu sehingga menghasilkan budi pekerti yang sangat mulia yang menjadi dasar sumber wahyu adalah pemberian allah yang sangat luar biakehidupan dan juga tujuan dari baginda an akal juga manusia bisa menjadi ciptaan pilihan yang allah amanatkan untuk menjadi pemimpin di muka bumi ini, begitu juga dengan wahyu yang dimana sa untuk membimbing manusia pada jalan yang lurus.

Namun dalam menggunakan akal terbatas akan hal-hal bersifat tauhid, karena ketauhitan sang pencipta tak akan terukur dalam menemukan titik ahir, begitu pula dengan wahyu sang Esa, karena wahyu diberikan kepada orang-orang terpilih dan semata-mata untuk menunjukkan kebesaran Allah. Maka dalam menangani anatara wahyu dana akal harus slalu mengingat bahwa semua itu karna allah semata. Dan tidak akan terjadi jika allah tak mengijinkannya. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah kemusyrikan terhadap allah karena kesombongannya.

"Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana"QS Al-Baqarah :32. Sumber ilmu pengetahuan adalah Tuhan, karena Dialah yang mengajarkan manusia segala sesuatu sehingga ia mengetahui"Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya"QS Al-'Alaq : 5. Para malaikatpun tidak mengetahui sebelum mereka diajarkan TuhanMereka menjawabDalam Islam kepastian (kebenaran) ada tiga tingkat : Kepastian kognitif (ilm al-yaqin), kepastian penglihatan (ain al-yaqin) dan kepastian yang mutlak dialami (haq al-yaqin). QS 102 : 5-8Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).Lebih jauhAl Ghazalimenjelaskan bahwa yangtermasukilmu farduainialah ilmu agamadengan segala cabangnya, seperti yangtercakup dalam rukun Islam, sementara ituyang termasuk dalam ilmu (yangmenuntutnya)fardhu kifayah antara lain ilmukedokteran, ilmu berhitung untuk jual beli,ilmu pertanian, ilmu politik, bahkan ilmumenjahit, yang pada dasarnya ilmu-ilmu yangdapat membantu dan penting bagi usahauntuk menegakan urusan dunia.

Pelajarilah ilmu maka sesungguhnya karena takutkepada Allah dan menuntutnya (ilmu) ibadah danmempelajarinya (mengulang-ulanginya) adalahtasbih mempelajarinya (ilmu) danmembahasnya(mengkajinya) adalah jihad (berjuang di jalan Allah)dan mengajarkannya orang yang tidak tahu adaahsedekah dan memberikannya kepada ahlinya(keluarga atau famili) adalah pendekatan diri kepadaAllah dan dia (ilmu) itu teman sewaktu sendirian dansahabat sewaktu kesepian dan petunjukkepadaagama dan penyabar dalam keadaan suka dan dukadan pembantu (menteri) ketika di lapangan danmenjadi keluarga dekat ketika merantau (ditengah-tengah orang asing)dan menuju pelita(penerang)jalan menuju syurga

Masalah-masalah sosial telah menghantui manusia sejak adanya peradaban manusia, karena dianggap sebagai mengganggu kesejahteraan hidup mereka. Sehingga, merangsang para warga masyarakat untuk mengidentifikasi, menganalisa, memahami, dan memikirkan cara-cara untuk mengatasinya. Di masa lampau, pada waktu belum ada ahli-ahli ilmu sosial, para warga masyarakat yang biasanya peka terhadap adanya masalah-masalah sosial adalah para ahli filsafat, ahli dan pemuka agama, dan para ahli politik dan kenegaraan.

Di samping pendekatan-pendekatan tersebut, berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang tergolong dalam ilmu-ilmu sosial (seperti antropologi, sosiologi, politik, psikologi sosial, komunikasi), juga mencakup berbagai masalah sosial dalam ruang lingkup studi mereka masing-masing. Walaupun demikian, pusat perhatian studi-studi mereka itu bukanlah pada masalah-masalah sosial itu sendiri tetapi pada usaha untuk memahami hakekat manusia, kehidupan sosial, ekonomi, dan politiknya, masyarakatnya, dan kebudayaannya. Masalah sosial dilihat sebagai hasil atau akibat dari adanya proses perubahan sosial dan perubahan kebudayaan. Perubahan sosial dan perubahan kebudayaan adalah proses-proses yang secara tetap dan terus menerus di alami oleh setiap masyarakat manusia, cepat atau lambat, berlangsung dengan tenang ataupun dengan kekacauan.

Ilmu menempati kedudukan yang sangat penting dalam ajaran Islam, hal ini terlihat dari banyaknya ayat Al-quran yang memandang orang berilmu dalam posisi yang tinggi dan mulia, disamping Hadis-hadis Nabi Saw yang banyak memberi dorongan bagi umatnya untuk terus menuntut ilmu. Dalam melangsungkan kehidupan, seorang muslim (muslimah) diharuskan menutut ilmu sebagaimana yang dijelaskan dalam Hadis bahwa : Hendaklah menuntut ilmu sejak dalam buaian sampai ke liang lahat. Jadi Islam dan pengetahuan sangat berhubungan dalam menyeimbangkan kehidupan serta penting. Untuk itu, semua yang mencakup ilmu pengetahuan dan Islam agar terdapat kesesuaian dalam menjalankan segala aspek yang ada di dalamnya

Peran Islam dalam perkembangan iptek pada dasarnya ada 2 (dua). Pertama,menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma ilmu pengetahuan. Paradigma inilah yang seharusnya dimiliki umat Islam, bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. Paradigma Islam ini menyatakan bahwa Aqidah Islam wajib dijadikan landasan pemikiran (qaidah fikriyah) bagi seluruh bangunan ilmu pengetahuan.

ini bukan berarti menjadi Aqidah Islam sebagai sumber segala macam ilmupengetahuan, melainkan menjadi standar bagi segala ilmu pengetahuan. Maka ilmupengetahuan yang sesuai dengan Aqidah Islam dapat diterima dan diamalkan,sedang yang bertentangan dengannya, wajib ditolak dan tidak boleh diamalkan.Kedua, menjadikan Syariah Islam (yang lahir dari Aqidah Islam) sebagai standarbagi pemanfaatan iptek dalam kehidupan sehari-hari. Standar atau kriteriainilah yang seharusnya yang digunakan umat Islam, bukan standar manfaat

TERIMAKASIHWASSALAMUALAIKUM Wr Wb.

SEMESTER 1