tugas mandiri b.indonesa

39
GENRE (TEKS) DOSEN PEMBIMBING : Dra. Asnimar, M.Pd Disusun Oleh : Nama : Widya Cahya Kusuma NIM : 06131381520040 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2015/2016

Upload: widya-cahya

Post on 13-Apr-2016

372 views

Category:

Documents


0 download

DESCRIPTION

p

TRANSCRIPT

Page 1: Tugas Mandiri B.indonesa

GENRE (TEKS)

DOSEN PEMBIMBING :

Dra. Asnimar, M.Pd

Disusun Oleh :

Nama : Widya Cahya KusumaNIM : 06131381520040

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

2015/2016

Page 2: Tugas Mandiri B.indonesa

GENRE (TEKS)

Genre terbagi menjadi 2 yaitu, genre faktual dan genre fiksi. Genre faktual

adalah jenis teks yang di buat berdasarkan kejadian, peristiwa, atau keadaan

nyata yang berada disekitar lingkungan hidup. Sedangkan genre fiksi adalah

jenis teks yang dibuat berdasarkan imajinasi.

a. Genre Faktual

1. Laporan

Laporan adalah bentuk penyajian fakta tentang suatu keadaan

atau suatu kegiatan, pada dasarnya fakta yang disajikan itu

berkenaan dengan tanggung jawab yang ditugaskan kepada si

pelapor. Fakta yang disajikan merupakan bahan atau

keterangan untuk informasi yang dibutuhkan, berdasarkan

keadaan objektif yang dialami sendiri oleh si pelapor (dilihat,

didengar, atau dirasakan sendiri) ketika si pelapor telah

melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan.

Manfaat Laporan :

Laporan kegiatan merupakan alat yang penting untuk :

Dasar penentuan kebijakan dan pengarahan pimpinan.

Bahan penyusunan rencana kegiatan berikutnya.

Mengetahui perkembangan dan proses peningkatan

kegiatan.

Data sejarah perkembangan satuan yang bersangkutan

dan lain-lain.

Jenis – jenis Laporan :

Laporan Ilmiah.

Laporan Ilmiah adalah laporan yang disusun melalui

tahapan berdasarkan teori tertentu dan menggunakan metode

Page 3: Tugas Mandiri B.indonesa

ilmiah yang sudah disepakati oleh para ilmuwan (E.Zaenal

Arifin,1993).

Laporan Teknis.

Laporan teknis adalah suatu pemberitahuan tentang

tanggung jawab yang dipercayakan,dari si pelapor

(perseorangan,tim,badan,atau instansi) kepada si penerima

laporan tentang teknis penyelenggaraan suatu kegiatan

(E.Zaenal Arifin,1993).

Laporan dapat digolongkan menurut :

Maksud pelaporan

1) Laporan informatif, yaitu laporan yang

dimaksudkan untuk memberi informasi dan bukan

dimaksudkan untuk memberi analisis atau

rekomendasi.

2) Laporan rekomendasi, yaitu laporan yang di

samping memberikan informasi juga menyertakan

pendapat si pelapor, dengan maksud memberikan

rekomendsasi (usul yang tidak mengikat). Meski

demikian akurasi dan rincian informasi tetap

diperlukan supaya rekomendasi yang diberikan juga

meyakinkan.

3) Laporan analitis, yaitu laporan yang memuat

sumbangan pikiran si pelapor, bisa berupa pendapat

atau saran, setelah melalui analitis yang matang dan

mendalam. Kebanyakan laporan akademis berada

pada kategori ini.

4) Laporan Pertanggungjawaban, di mana si pelapor

memberi gambaran tentang pekerjaan yang sedang

dilaksanakan (Progress report) atau sudah

dilaksanakan (bersifat evaluatif).

Page 4: Tugas Mandiri B.indonesa

5) Laporan Kelayakan (feasibility report). Pelapor

menganalisis suatu situasi atau masalah secara

mendalam untuk menuju penilaian yang bersifat

pilihan: layak atau tidak. Berbagai alternative

dinanalisis, kemudian ditentukan mana yang lebih

baik.

Bentuk Laporan

1) Laporan berbentuk Memo; Biasanya laporan pendek

yang memuat hal – hal pokok saja, dan beredar di

kalangan intern organisasi.

2) Laporan berbentuk Surat; Isinya lebih panjang

daripada laporan yang berbentuk memo, sekitar tiga

lembar folio. Bisa ditujukan ke luar organisasi.

3) Laporan berbentuk naskah; Laporan ini bisa panjang

atau pendek. Bila panjang dibuat dalam format

buku, dan dalam penyampaiannya mutlak

diperlukan surat atau memo pengantar.

4) Laporan berbentuk Campuran; Laporan ini tidak

lain gabungan antara bentuk naskah dengan memo

atau surat.

5) Laporan berbentuk formulir.

6) Laporan berbentuk buku.

Contoh Laporan Peristiwa

Ramainya Arus Mudik Lebaran

Hari Lebaran memang adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh

banyak orang. Karenanya banyak orang yang pergi mudik ke kampung

halamannya masing-masing. Hal ini menyebabkan banyak terjadi

kemacetan di beragam daerah di Indonesia. Contohnya, Kondisi lalu lintas

Page 5: Tugas Mandiri B.indonesa

di Jalur Pantura saat ini, tanggal 4 Agustus 2013 terpantau ramai lancar.

Dan telah terjadi peningkatan volume kendaraan namun belum begitu

signifikan sehingga belum menyebabkan kemacetan. Pada kawasan

Lohbener, Indramayu, Jawa Barat ini nantinya akan terbagi menjadi dua

jalur yaitu di sebelah kanan dan sebelah kiri.

Keduanya bisa menuju ke Kota Cirebon namun, jalur sebelah

kanan memang relatif lebih cepat karena berbeda sekitar 5 Km dengan

jalur sebelah kiri. Meskipun lebih cepat tetapi, jalur yang sebelah kanan

berpotensi untuk mengalami kemacetan daripada jalur sebelah kiri.

Sehingga menurut informasi dari masyarakat setempat, petugas biasanya

akan mengalihkan arus kendaraan ke jalur kiri. Dan telah dihimbau kepada

para pengemudi untuk lebih waspada dan berhati-hati karena meskipun

pengemudi bisa melewati jalur sebelah kiri tidak bisa dipastikan

keamanannya. Karena menurut informasi warga , jalur ini masih sepi

sehingga rawan tingkat kriminalitas.

Dari semalam kondisi lalu lintas di jalur ini juga masih ramai lancar.

Kendaraan dari arah Cikampek, Cirebon, dan Jawa Tengah masih di

dominasi oleh kendaraan pribadi roda dua dan roda empat. Sedangkan

kendaraan besar dan ekspedisi telah banyak berkurang, karena kemarin

merupakan batas waktu terakhir untuk bisa melewati jalur mudik hingga

satu hari setelah hari raya Idul Fitri. Petugas dari Dinas Perhubungan juga

disiagakan 24 jam untuk mendata jumlah dan jenis kendaraan yang

mengarah ke Cirebon, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Masyarakat juga

berharap agar Dinas Perhubungan melakukan tindakan tegas untuk

menghindari kemacetan. Sehingga para pengemudi dapat menjalankan

aktivitas mudiknya dengan lancar.

Page 6: Tugas Mandiri B.indonesa

2. Prosedur

Teks Prosedur adalah teks yang berisi langkah-langkah atau tahap-

tahap yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan.

Macam– macam prosedur:

a. Prosedur Sederhana

Prosedur yang dapat ditempuh hanya dengan dua atau tiga langkah

saja. Contoh: Prosedur mengoperasikan setrika.

b. Prosedur Kompleks

Prosedur yang terdiri atas banyak langkah dan langkah langkah

tersebut berjenjang dengan sublangkah pada setiap langkahnya.

Struktur teks prosedur kompleks : Tujuan^Langkah-langkah

Tujuan merupakan hasil akhir yang akan dicapai.

Contoh: Prosedur tentang terkena tilang.

c. Protokol

Prosedur yang langkah-langkahnya tidak terlalu ketat/rumit dan

mudah dipahami.

· Macam– macam kalimat dalam Teks Prosedur :

a. Kalimat Imperatif adalah kalimat yang mengandung perintah.

Fungsinya adalah untuk meminta atau melarang seseorang

unruk melakukan sesuatu.

b. Kalimat Deklaratif adalah kalimat yang berisi pernyataan.

Fungsinya adalah untuk memberikan informasi atau berita

tentang sesuatu .

c. Kalimat Interogatif adalah kalimat yaang berisi pertanyaan.

Fungsinya adalah untuk meminta informasi tentang sesuatu.

Page 7: Tugas Mandiri B.indonesa

· Ciri kebahasaan yang ada dalam teks prosedur kompleks:

a. Partisipan manusia secara umum

b. Verba Material : Verba yang mengacu pada tindakan fisik.

c. Verba Tingkah Laku : Verba yang mengacu pada sikap yang

dinyatakan dengan ungkapan verbal (bukan sikap mental yang

tidak tampak)

d. Konjungsi Temporal : Konjungsi yang mengacu pada urutan

waktu dan sekaligus menjadi secara kohesi teks, seperti

pertama, kedua, ketiga dll.

· Syarat– syarat dan pilihan – pilihan pada teks prosedur

diungkapkan dengan konjungsi : jika, apabila, seandainya.

· Contoh Teks Prosedur:

Cara Membuat Botol Kaca

1. Kaca untuk botol dibuat dari pasir, batu gamping, dan abu soda

dengan menempuh langkah-langkah sebagai berikut.

2. Pertama, ketiga bahan tersebut dicampur secara proporsional.

3. Kadang-kadang pecahan-pecahan kaca ditambahkan.

4. Kemudian, campuran itu dipanaskan dalam tungku pada suhu

yang sangat tinggi.

5. Lalu, adonan kaca diproduksi.

6. Setelah itu, campuran adonan itu dibentuk menjadi botol

dengan cetakan.

7. Selanjutnya, untuk memperkuat kaca botol-botol tersebut,

botol-botol itu dipanaskan kembali, lalu didinginkan.

8. Akhirnya, botol-botol itu siap digunakan.

Page 8: Tugas Mandiri B.indonesa

3. Eksplanasi

Teks ekplanasi adalah sebuah karangan yang isinya berupa penjelasan

– penjelasan lengkap mengenai suatu topik yang berhubungan dengan

fenomena – fenomena alam maupun sosial yang terjadi di kehidupan

sehari – hari. Teks ini bertujuan untuk memberikan informasi sejelas –

jelasnya kepada pembaca agar paham atau mengerti tentang suatu

fenomena yang terjadi.

Ciri – Ciri :

Suatu teks dapat dikatakan sebuah teks ekplanasi jika memiliki ciri –

ciri seperti berikut :

a. Memuat informasi – informasi fakta.

b. Membahas suatu fenomena yang bersifat keilmuan atau ilmu

pengetahuan.

c. Bersifat informatif dan tidak berusaha mempengaruhi pembaca

untuk mempercayai hal yang dibahas di dalam teks.

d. Memiliki / menggunakan sequence markers, seperti pertama,

kedua, ketiga, dsb. atau pertama, berikutnya, terakhir.

Struktur Teks Ekplanasi :

Teks ekplanasi terdiri dari bagian – bagian seperti di bawah ini :

a. General Statement / Pernyataan umum

Bagian pertama teks ekplanasi adalah general statement atau

yang disebut juga dengan pernyataan umum. Bagian ini

menyampaikan topik atau permasalahan yang akan di bahas pada

teks ekplanasi yang berupa gambaran umum mengenai apa dan

mengapa suatu fenomena tersebut bisa terjadi. General statement

ini harus ditulis semenarik mungkin agar para pembaca bisa

tertarik untuk membaca isi teks secara keseluruhan.

Page 9: Tugas Mandiri B.indonesa

b. Sequence of Explanation / Deretan Penjelas

Bagian ini mengandung penjelasan – penjelasan mengenai

sebuah topik yang akan dibahas secara lebih mendalam. Bagian ini

ditulis untuk menjawab pertanyaan how, bagaimana dan urutan

sebab – akibat dari sebuah fenomena yang terjadi. Bagian ini

biasanya ditulis dalam 2 atau 3 paragraf.

c. Closing

Bagian terakhir dari teks ekplanasi adalah closing yang

mengandung intisari atau kesimpulan dari fenomena yang telah

dibahas. Di dalam bagian ini juga bisa ditambahkan saran atau juga

tanggapan penulis mengenai fenomena tersebut.

Contoh Teks Eksplanasi Tanah Longsor

Berikut contoh teks eksplanasi tanah longsor beserta

strukturnya :

Tanah Longsor

a. Pernyataan Umum (Pembuka)

Longsor adalah sebuah peristiwa dimana terjadinya gerakan

tanah atau biasa disebut geologi yang terjadi karena adanya

pergerakan masa batuan / tanah dengan berbagai tipe dan jenis

seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Tanah

longsor atau amblas secara garis besar bisa terjadi karena dua

faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong

merupakan faktor yang mempengaruhi kondisi material sendiri,

sedangkan faktor pemicu adalah faktor penyebab bergeraknya

material tersebut.

Page 10: Tugas Mandiri B.indonesa

b. Deretan Penjelas (Isi)

Di Indonesia sendiri peristiwa ini hampir sering terjadi.

Kebanyakan disebabkan oleh gempa sehingga menggerakkan

lempeng bawah tanah sehingga mengakibatkan elemen atau

lempeng bawah permukaan menjadi tergeser sehingga

menimbulkan pecahan dan terjadinya longsor. Ada banyak hal lagi

yang bisa memicu dan menyebabkan terjadinya kelongsoran. Baik

itu diakibatkan oleh alam atau karena ulah manusia itu sendiri,

diantaranya Tingginya curah hujan, jika musim penghujan dengan

durasi lama maka akan terjadi penguapan air di permukaan tanah

dalam jumlah besar.

Setelah penguapan maka akan muncul pori-pori atau rongga

tanah, kemudian terjadi retakan di permukaan, saat hujan air akan

menyusup ke bagian yang retak lalu air akan masuk sehingga

terakumulasi di bagian dasar lereng, lalu menimbulkan gerakan

lateral kemudian terjadilah longsor. Untuk pencegahan terjadinya

longsor bisa dengan menggunakan pohon, karena akar pohon akan

banyak membantu dengan cara menyerap air hujan sehingga bisa

meminimalisir.

c. Penutup

Poin diatas merupakan beberapa penyebab terjadinya

kelongsoran. Akibat dari bencana ini tentu tidak sedikit kerugian

paling parah adalah korban jiwa, selain itu kerugian materi seperti

kehilangan rumah, tanah, harta benda yang harus direlakan karena

tetimbun oleh longsoran. Sangat jarang orang dalam longsor bisa

menyelamatkan dirinya karena karena kecepatan tanah longsor

diperkirakan kecepatannya bisa mencapai 100 km/jam kecepatan

yang mustahil untuk lari bagi manusia tanpa peralatan. Selain itu

setelah kejadian pun korban selamat tidak sedikit akan mengalami

Page 11: Tugas Mandiri B.indonesa

trauma yang mendalam. Jika mendengar suara gemuruh besar di

dekat anda maka segeralah lari menuju ketempat atau wilayah

dataran stabil. Jangan pergi ke pinggir tebing atau jurang curam

karena itu sama saja seperti bunuh diri.

4. Diskusi

Diskusi adalah cara bertukar pendapat antara dua orang atau lebih

untuk memperoleh kesepakatan atau keputusan bersama.

Pelaksanaan Diskusi

a. Ketua Diskusi/Moderator bertugas:

Menyampaikan masalah yang akan didiskusikan

Menyampaikan tata tertib diskusi

Memelihara ketertiban diskusi

Memberi kesempatan kepada semua pembicara

untukberpartisipasi

Mengatur jalannya diskusi

Membuat rangkuman dan kesimpulan diskusi

Mengumumkan hasil diskusi

Menutup diskusi

b. Sekretaris bertugas:

Mencatat nama peserta yang terjadi selama diskusi

Mencatat hal-hal khusus yang terjadi selama diskusi

Membuat catatan dan kesipulan sementara

Membuat laporan diskusi secara lengkap setelah diskusi

berakhir

c. Narasumber bertugas:

Menyipkan dan menguraikan bahan atau materi yang

akan didiskusikan

Menyampaikan materi yang telah disiapkan kepada

peserta

Page 12: Tugas Mandiri B.indonesa

Menjawab tanggapan-tanggapan para peserta mengenai

materi diskusi

d. Peserta Diskusi bertugas:

Mempersiapkan materi yang bertalian dengan masalah

yang didiskusikan

Ikut serta dalam pembicaraan dengan semangat

kerjasama

Bertanggung jawab terhadap proses hasil diskusi

Langkah-langkah Diskusi :

a. Membicarakan latar belakang dan masalah diskusi

b. Membicarakan sebab-sebab timbulnya masalah dan tujuan

pemecahan masalah yang diharapkan

c. Membicarakan kemungkinan pemecahannya

d. Menyimpulkan hasil diskusi

e. Melaksanakan keputusan diskusi

Manfaat Diskusi :

a. Diskusi merupakan salah satu cara penyelesaian paling efektif

b. Menjadi terbiasa untuk secara aktif dalam kegiatan

mempengaruhi dan dipengaruhi

c. Dapat berbagi pengalaman, saling mengamati, saling menilai,

saling mengambil pelajaran dengan peserta lain

Tata Tertib Diskusi :

a. Mengajukan pertanyaan

- Pertanyaan disampaikan dengan latar belakang ketidak jelasan

- Pertanyaan hendaknya relevan dengan masalah yang sedang

didiskusikan

- Pertanyaan hendaknya tidak mengulang pertanyaan peserta

lain

Page 13: Tugas Mandiri B.indonesa

- Pertanyaan disampaikan dengan lancar dan jelas

- Pertanyaan disampaikan setelah dipersilakan oleh moderator

b. Menyampaikan pendapat

- Pendapat disampaikan dengan jelas dan tidak bertele-lete

- Pendapat disampaikan setelah dipersilakan moderator

Jenis Diskusi :

a. Diskusi Panel

Diskusi Panel adalah diskusi yang diikuti oleh seorang moderator dua

sampai empat orang pembicara, dan diikuti oleh banyak peserta.

Pembicara adalah orang yang bertugas sebagai panelis yang

menyajikan materi atau masalah diskusi. Para peserta hanya berhak

mendengarkan, bila diberi kesempatan, mereka bisa mengajukan

pertanyaan atau menanggapi pendapat penulis.

Tujuan diskusi panel adalah memberikan pemahaman kepada

pendengar mengenai suatu masalah.

b. Seminar

Seminar adalah pertemuan berkala yang diadakan oleh seseorang yang

sedang melaksanakan tugasnya. Materi yang dikemukakan penyaji

dibahas dari berbagai aspek dan sudut pandang.

Seminar bertujuan menemukan cara atau jalan pemecahan masalah.

c. Lokakarya (Workshop)

Lokakarya (Workshop) adalah pertemuan yang khusus dihadiri oleh

sekelompok orang yang pekerjaannya sejenis.

Tujuan lokakarya mengevaluasi proyek kerja yang telah dilaksanakan

dan bertukar pengalaman untuk meningkatkan kualitas kerja agar lebih

efektif dan efisien.

Page 14: Tugas Mandiri B.indonesa

d. Rapat

Rapat adalah pertemuan wakil-wakil eselon dari suatu instansi untuk

membahas yang berkaitan dengan tugas atau fungsi instansi tersebut.

Masalah yang dibahas adalah program kerja yang akan dilaksanakan.

e. Simposium

Simposium adalah diskusi umum yang diikuti oleh moderator,

beberapa pembicara, dan banyak peserta. Kadang-kadang juga

peninjau.

Simposium dimulai dengan pidato pembicara dan dilanjutkan dengan

tanya jawab.

Simposium bertujuan membekali peserta dengan sejumlah materi,

wawasan ataupun pengetahuan.

f. Konferensi

Konferensi adalah diskusi yang diselenggarakan oleh suatu badan atau

organisasi yang membicarakan masalah-masalah aktual.

Konferensi bertujuan membicarakan kebijakan-kebijakan telah

dilakukan sebelumnya sebagai proses evaluasi.

g. Kongres/Muktamar

Kongres atau muktamar adalah pertemuan para wakil organisasi

(politi, sosial, profesi) untuk mendiskusikan dan mengambil keputusan

suatu masalah yang dihadapi bersama yang bertalian dengan

keorganisasian. Acara ini diadakan secara berkala oleh sebuah

organisasi besar yang mempunyai banyak cabang di berbagai daerah.

h. Santiaji

Santiaji adalah pertemuan yang diselenggarakan untuk memberikan

pengerahan (petunjuk, penjelasan) singkat menjelang pelaksanaan

kegiatan.

Page 15: Tugas Mandiri B.indonesa

Laporan diskusi :

Setelah selesai diskusi, disusunlah laporan diskusi oleh

moderator dan notulis. Laporan diskusi yang baik haruslah sistematis

dan minimal meliputi hal-hal sebagai berikut :

a. Judul laporan

b. Kata pengantar

c. Daftar isi

d. Bab perencaraan diskusi

e. Bab pelaksanaan diskusi

f. Bab kesimpulan diskusi

g. Lampiran

Selain memperhatikan hal-hal tersebut di atas, pelu

diperhatikan juga hal-hal sebagai berikut :

a. Laporan disusun berdasarkan kronologis dan sistematis

b. Laporan harus disajikan secara objektif dan factual (sedapat

mungkin jangan menggunakan unsur subjektif)

c. Laporan disusun dengan bahasa yang singkat dan jelas

5. Eksposisi

Teks eksposisi adalah paragraf atau karangan yang terkandung

sejumlah informasi dan pengetahuan yang disajikan secara singkat, padat,

dan akurat. Paragraf eksposisi ini bersifat Ilmiah atau dapat dikatakan non

fiksi. Contoh-contoh teks eksposisi dapat dilihat berita-berita atau koran,

namun contoh eksposisi dapat dilihat dibawah ini tetapi sebelum itu mari

kita pelajari teks eksposisi lebih dalam dengan melihat jenis, ciri-ciri

struktur dan tujuan eksposisi antara lain sebagai berikut.

Page 16: Tugas Mandiri B.indonesa

Jenis-Jenis Teks Eksposisi :

Eksposisi definisi

Eksposisi Proses

Eksposisi Klasifikasi

Eksposisi Ilustrasi

Ekskposisi Perbandingan

Eksposisi Laporan

Ciri-Ciri Teks Eksposisi :

Menjelaskan informasi-informasi pengetahuan

Gaya informasi yang mengajak

Penyampaian secara lugas dan menggunakan bahasa yang baku

Tidak memihak artinya tidak memaksakan kemauan penulis

terhadap pembaca

Fakta dipakai sebagai alat kontribusi dan alat kontritasi

Struktur Teks Eksposisi :

Tesis (Pembukaan)

Argumentasi (Isi)

Penegasan Ulang (Penegasan ulang)

Tujuan Teks Eksposisi :

Tujuan teks eksposisi adalah untuk memaparkan atau menjelaskan

infomasi-informasi tertentu sehingga pengetahuan para pembaca

bertambah.

Contoh Teks Eksposisi

Page 17: Tugas Mandiri B.indonesa

Kemacetan dan Masa Depan Kota

Tesis :

Transportasi didefinisikan oleh para ahli sebagai kebutuhan

turunan dari berbagai kegiatan ekonomi maupun sosial (lihat misalnya

Morlock, 1985). Tipe kegiatan sosial ekonomi yang berbeda akan

memiliki dampak kegiatan transportasi yang berbeda pula.

Argumentasi :

Kegiatan transportasi harian relatif menimbulkan pergerakan yang

bersifat berulang, misalnya yang terjadi pada para pekerja dan mereka

yang menempuh pendidikan di sekolah. Di Yogyakarta, kota kita

tercinta ini, kemacetan terjadi setiap hari pada titik-titik yang menjadi

jalur pergerakan para pekerja dan siswa dari tempat tinggal menuju

lokasi kerja dan sekolah.

Kemacetan yang berulang pada jangka lebih panjang cenderung

terjadi pada musim liburan maupun lebaran. Pada tahap kedatangan

dan kepulangan, kemacetan parah akan terjadi pada jalan-jalan arah

luar kota (misalnya Jalan Magelang, Jalan Solo, Jalan Palagan dan

Jalan Wates). Pada rentang di antara masa tersebut, kemacetan dapat

dirasakan di pusat kota sebagai lokasi menginap dan tujuan wisata

(seperti Malioboro, Prawirotaman), serta jalan-jalan menuju objek

wisata, seperti Jalan Parangtritis.

Pengegasan Ulang :

Kemacetan harian yang dominan ditimbulkan oleh aktivitas

masyarakat dalam lingkup internal. Kemacetan yang berulang setiap

hari merupakan ekses dari pola tempat tinggal, bekerja dan bersekolah.

Upaya mendekatkan lokasi tempat tinggal dengan lokasi kegiatan

merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan. Bentuknya dapat

berupa pemberian insentif tempat tinggal berupa rumah susun sewa

Page 18: Tugas Mandiri B.indonesa

maupun milik yang cukup nyaman untuk beraktivitas. Selama ini

sepertinya belum ada upaya pengaturan pola berkegiatan yang

sistematis.

6. Rekon

Teks rekon adalah teks yang menceritakan kembali pengalaman masa

lalu secara kronologis dengan tujuan untuk memberi informasi, atau

menghibur pembacanya, atau bisa keduanya.

Cerita ulang terdiri atas tiga jenis, yaitu rekon pribadi, rekon faktual

(informasional), dan rekon imajinatif.

a. Rekon pribadi adalah cerita ulang yang memuat kejadian di

mana penulisnya terlibat secara langsung.

b. Rekon faktual (informasional) adalah cerita ulang yang

memuat kejadian faktual seperti eksperimen ilmiah, laporan

polisi, dan lain-lain.

c. Rekon imajinatif adalah cerita ulang yang memuat cerita

imajinatif dengan lebih detil.

Tujuan Teks Rekon :

Untuk menceritakan kejadian atau serangkaian kejadian yang terjadi di

masa lampau,

Struktur Generik Teks Rekon :

a. Orientasi

b. Kejadian (-kejadian)

c. Reorientasi

d. Fitur Bahasa yang Dominan:

e. Penggunaan keterangan waktu definit; kemarin, lusa, tahun lalu

Page 19: Tugas Mandiri B.indonesa

f. Penggunaan partisipan personal; saya, kami, regu saya, dst

g. Penggunaan konektor kronologis seperti; pertama, kemudian,

dst

h. Penggunaan kata kerja aksi

i. Penggunaan kata sifat

Contoh Teks Rekon :

GEMPA BUMI

Saya akan menceritakan pengalaman saya yang terjadi minggu

kemarin yang berhubungan dengan gempa bumi. Ketika gempa bumi

terjadi, saya sedang mengendarai mobil. Waktu itu saya berada dalam

perjalanan pulang dari Bali.

Tiba-tiba saya merasakan adanya hentakan keras pada mobil saya.

Saya pikir waktu itu ban mobil saya meletus. Saya tidak sadar jika saat itu

sedang terjadi gempa bumi. Saya baru sadar ketika saya melihat tiang

listrik dan telepon yang ada di kanan kiri saya ambruk, berjatuhan seperti

batang korek api yang ringan. Saya juga melihat batu-batu besar

berserakan di sepanjang jalan. Mobil saya terperangkap di tengah batu-

batu yang berserakan tersebut. Saya tidak bisa menggeser mobil saya ke

depan maupun ke belakang karena batu-batu tersebut merintangi jalan

saya. Sepertinya tidak ada satupun yang dapat saya lakukan untuk

meneruskan perjalanan. Karena putus asa, saya tinggalkan mobil saya dan

memilih berjalan kaki menuju rumah.

Sesampainya di kampung halaman saya, saya terkejut karena tidak

ada satupun yang tersisa. Semuanya rata dengan tanah. Gempa bumi

tersebut ternyata membuat kerusakan yang demikian besar pada kampung

saya. Meskipun demikian, saya bersyiukur karena tidak ada satupun

keluarga maupun warga kampung saya yang terluka serius.

b. Genre Fiksi

Page 20: Tugas Mandiri B.indonesa

1. Anekdot

Teks anekdot adalah suatu cerita singkat yang memiliki unsur lucu,

akan tetapi memiliki kandungan dengan maksud untuk melakukan

kritikan. Biasanya kritikan dalam teks anekdot semisal pada layanan

publik di bidang hukum, politik, lingkungan dan sosial.

Ciri-Ciri Teks Anekdot:

dekat dengan perumpamaan seperti sebuah dongeng

menampikan suatu karakter hewan dan figur seorang manusia

pada umumnya dan seringkali berkaitan dengan kenyataan,

walaupun perumpamaan dan anekdot tentunya mesti berbeda

dalam kekhususan dari sejarah mereka.

memiliki sifat lelucon atau humor

memiliki sifat dapat menggelitikCiri-ciri teks anekdot bersifat

menyindir.

\berkaitan dengan orang penting

bertujuan pada hal tertentu semisal untuk mengkritik.

Struktur Teks Anekdot :

Adapun struktur teks anekdot yang mesti diketahui yaitu sebagai

berikut:

Memiliki Abstraksi, Abstraksi adalah suatu bagian awal dari

paragraf yang memiliki fungsi untuk dapat memberikan suatu

gambaran yang sangat jelas mengenai isi teks anekdot tersebut.

Memiliki orientasi. Orientasi adalah suatu kondisi dimana

kejadian berawal.

Memiliki event. Event adalah untuk menceritakan suatu

rangkaian peristiwa atau kejadian

Page 21: Tugas Mandiri B.indonesa

Memiliki krisis. Permasalahan yang utama terdapat dalam teks

anekdot atau memunculkan masalah.

Memiliki reaksi. Memunculkan reaksi untuk dapat

menyelesaikan masalah yang timbul dalam krisis.

Re-Orientasi. Terdapat pada bagian akhir dari teks anekdot.

Kaidah Teks Anekdot

Teks anekdot menggunakan waktu lampau, adapun contohnya

yaitu saya tidak bisa tidur sampai semalaman

Teks anekdot menggunakan pernyataan rotoris, adapun

contohnya yaitu apakah dia tahu?

Teks anekdot menggunakan kata penghubung atau konjungsi,

adapun contohnya yaitu: lalu, setelah itu, kemudian dan lain-

lain

Teks anekdot menggunakan kata kerja, adapun contohnya:

pergi, duduk, dan berdiri.

Teks anekdot menggunakan kalimat perintah, adapun

contohnya yaitu buanglah, ambillah dan lain-lainTeks anekdot

menggunakan kalimat seru.

Tujuan teks anekdot”

Untuk dapat membangkitkan tawa

Untuk dapat membuat orang terhibur

Untuk dapat menggambarkan suatu karakter atau sikap dengan

ringan dan singkat sehingga ia dapat terhentak dalam sebuah

kilasan permohonon yang mengarah langsung pada intinya.

Contoh Teks Anekdot beserta Strukturnya

Presiden dan Burung Beo

Page 22: Tugas Mandiri B.indonesa

Ada dua orang presiden yang terlibat dalam sesi tanya jawab dan

suasananya cukup mengherankan.

Presiden 1: “Ada burung Beo yang sudah diajarkan dua bahasa

sekaligus, dan burung Beo tadi bisa menirukan dengan bagus, satu

bahasa Inggris dan yang ke dua bahasa Rusia. Jadi kalau ditarik

kakinya yang kanan, burung Beo akan biacara bahasa Inggris dan

kalau ditarik kakinya yang kiri burung Beo akan bicara bahasa Rusia,

hebatkan!”

Presiden 2: “Hebat-hebat!”

“Bagaimana kalau kedua kakinya ditarik?” tanya presiden 1.

“Wah pasti burung Beo tadi bisa dua bahasa sekaligus!” jawab

presiden 2.

“Salah”.

“Oh mungkin dua bahasa tadi menjadi campur aduk!”.

“Salah”.

“Atau mungkin salah satu katanya akan ketukar, satu bahasa Inggris

dan kata kedua bahasa Rusia”.

“Salah”.

“Loh … jadi gimana donk?”.

“Yang jelas kalau kedua kakinya ditarik, burung Beonya akan jatuh

dari sarangnya, bego!”.

“Eh jangan main-main ya, gini-gini gua presiden, walau hanya di

rumah tangga, masa lu bilang bego!”.

Dan tak lama kemudian pun burung Beo itu menirukan kata-kata

tersebut.

Page 23: Tugas Mandiri B.indonesa

“Presiden bego … presiden bego … presiden bego!” suara burung Beo

terdengar berulang-ulang.

Struktur :

Abstraksi: Ada dua orang presiden yang terlibat dalam sesi tanya

jawab.

Orientasi: Suasananya cukup mengherankan.

Krisis: “Yang jelas kalau kedua kakinya ditarik, burung Beonya akan

jatuh dari sarangnya, bego!”.

Reaksi: “Eh jangan main-main ya, gini-gini gua presiden, walau hanya

di rumah tangga, masa lu bilang bego!”.

Koda: “Presiden bego … presiden bego … presiden bego!” suara

burung Beo terdengar berulang-ulang.

2. Eksemplum

Teks eksmplum adalah jenis teks rekaan yang berisi insiden yang

menurut partisipannya tidak perlu terjadi.

Secara pribadi, partisipan menginginkan insiden itu dapat diatasi,

tatapi ia tidak dapat berbuat apa-apa.

Struktur Teks

Abstrak → inti peristiwa sebagai pengantar yang menggambarkan

peristiwa yang akan diceritakan.

Orientasi → bagian pembuka cerita atau awalan cerita.

Page 24: Tugas Mandiri B.indonesa

Insiden → peristiwa yang tidak diinginkan.

Interpretasi → makna atau pesan dari peristiwa yang tidak

diinginkan.

Koda → bagian penutup cerita.

Ciri – ciri

Berisi peristiwa yang tidak diinginkan terjadi

Menunjukkan urutan peristiwa yang jelas

Menggunakan bahasa naratif

Mempunyai struktur lengkap, yaitu abstrak, orientasi, insiden,

interpretasi, dan koda.

Karakteristik

Berisi peristiwa yang tidak sering terjadi

Peristiwa merupakan hal yang tidak diinginkan

Menimbulkan penyesalan bagi partisipan

Menghadirkan diri penulis dalam interpretasi dan koda

Mengandung nilai – nilai yang disarankan oleh peristiwa

Contoh :

Pencurian

Sabtu sore, aku pulang dari lapangan Tenis Indoor FIK. Aku

baru saja menghadiri Monitoring dan Evaluasi di sana. Sampai kos

sudah maghrib, aku langsung mandi.

Setelah mandi, aku solat maghrib, lalu aku istirahat sebentar di

kamar. Di kamar, aku mengobrol dengan Hala. Tak terasa, waktu cepat

berlalu. Jam 24.00 WIB teman sekamarku pulang, Mbak Devi

namanya. Kami mengobrol sampai pukul 1.00 WIB.

Minggu pagi, aku dan Devi bangun di pagi yang kacau. Kami

kemalingan. Dua laptop, dua handphone, satu modem, dan tasku

Page 25: Tugas Mandiri B.indonesa

hilang. Seseorang telah mencurinya semalam. Diperkirakan antara

pukul 1.00 sampai pukul 3.00. Sebab, teman sebelah kamarku bangun

pukul 3.00 dan tahu bahwa pintu kamarku terbuka. Tapi, ia juga belum

tahu kalau kami baru saja kehilangan beberapa barang penting. Aku

bertanya pada Devi, apakah ia belum mengunci kamar ketika tidur,

ternyata Devi lupa tidak mengunci kamar kami.

Setelah itu, aku dan Devi langsung lapor ke Bapak Kos, kami

disuruh untuk lapor ke kepolisian. Pagi itu, kami langsung ke Polsek

Gunung Pati, pukul 08.00 kami tiba, membuat keterangan, surat

kehilangan dan menyerahkan barang bukti berupa tas yang ditnggalSi

Pencuri di Jemuran. Jam 10.00 WIB polisi datang ke kos untuk melihat

dan menyelidiki kasus ini. Meski polisi juga belum bias menemukan

pelakunya. Kami betul-betul tidak menyangka kejadian seperti ini

menimpa kami.

Kejadian ini adalah peringatan besar untuk kami. Sejak itu,

saya dan Devi terus waspada.

Aku telah memasang gembok di pintu belakang. Dan kamarku selalu

dikunci meski kami hanya keluar sebentar.

Barang-barang itu bisa kembali Alhamdulillah, tapi kami juga

tidak menaruh harapan terlalu banyak. Aku dan Devi masih sehat dan

selamat juga sudah bagus. Aku berjanji, akan terus waspada, berhati-

hati dalam menjalankan aktivitas- aktivitas di hari berikutnya.

DAFTAR PUSTAKA

http://faizul-myblog.blogspot.co.id/2012/05/pengertian-laporan.html

Page 26: Tugas Mandiri B.indonesa

http://onmede.blogspot.co.id/2014/06/pengertian-teks-prosedur-contoh-

teks.html

http://www.materikelas.com/2015/10/teks-eksplanasi-pengertian-

struktur.html

http://www.eduspensa.com/2016/01/contoh-teks-eksplanasi-tanah-

longsor.html

http://diskusi1025.blogspot.co.id/

http://www.artikelsiana.com/2014/12/pengertian-contoh-teks-

eksposisi.html

http://artikelmateri.blogspot.co.id/2015/10/teks-rekon-pengertian-tujuan-

struktur-contoh.html

http://artikelmateri.blogspot.co.id/2015/11/teks-anekdot-pengertian-ciri-

tujuan-contoh-kaidah-struktur.html