skenario 3 blok hematologi

Download Skenario 3 Blok Hematologi

Post on 23-Feb-2018

241 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 7/24/2019 Skenario 3 Blok Hematologi

    1/20

    Dira Adhitiya Ningrum | 1102014077

    SASARAN BELAJAR

    1. MM Limfadenopati1.1. Denisi1.2. Etiologi1.3. Klasifuasi1.!. Epidemiologi

    1.". #atosiologi1.$. Manifestasi linis1.%. Diagnosis dan diagnosis &anding1.'. (ata lasana1.). Kompliasi1.1*. #+ognosis

    1. Limfadenopati

    1.1. DenisiLimfadenopati merupakan pembesaran kelenjar getah bening dengan ukuran lebih besar dari 1 cm.

    Kepustakaan lain mendefinisikan limfadenopati sebagai abnormalitas ukuran atau karakter kelenjar

    getah bening. Terabanya kelenjar getah bening supraklavikula, iliaka, atau popliteal dengan ukuran

    berapa pun dan terabanya kelenjar epitroklear dengan ukuran lebihbesar dari 5 mm merupakan

    keadaan abnormal.

    II !endekatan iagnosis Limfadenopati

    1.2. EtiologiEtiologi

    1. !eningkatan jumlah limfosit makrofag jinak selama reaksi terhadap antigen.

    2. Infiltrasi oleh sel radang pada infeksi yang menyerang kelenjar limfe.

    3. !roliferasi in situ dari limfosit maligna atau makrofag.

    4. Infiltrasi kelenjar oleh sel ganas metastatik.

    5. Infiltrasi kelenjar limfe oleh makrofag yang mengandung metabolit dalam penyakit cadangan lipid.

    "da berbagai infeksi yang menyebabkan limfadenopati generalisata, lokalisata dan limfadenitis. Infeksi

    limfadenopati generalisata sering disebabkan oleh virus, bakteri, jamur dan proto#oa (Tabel 1). Infeksi yangmenyebabkan limfadenopati lokalisata maupun limfadenitis dapat berasal bukan dari penyakit menular seksual, dapat

    juga berasal dari penyakit menular seksual $limfadenopti inguinal primer% serta sindrom limfokutaneus $Tabel 2).

  • 7/24/2019 Skenario 3 Blok Hematologi

    2/20

  • 7/24/2019 Skenario 3 Blok Hematologi

    3/20

    &treptokokus dan bakteri staphylococcal adalah penyebab paling umum dari limfadenitis, meskipun virus,

    proto#oa, rickettsiae, jamur, dan basil T' juga dapat menginfeksi kelenjar getah bening. &treptokokus dan bakteri

    penyebab adalah pagar staphylococcal limfadenitis (mum, meskipun virus, proto#oa, rickettsiae, jamur, dan T') juga

    dapat menginfeksi kelenjar getah bening.

    !enyakit yang melibatkan kelenjar getah bening di seluruh tubuh termasuk mononucleosis, infeksi

    sitomegalovirus, toksoplasmosis, dan brucellosis. *ejala a+al limfadenitis adalah pembengkakan kelenjar yang

    disebabkan oleh penumpukan cairan jaringan dan peningkatan jumlah sel darah putih akibat respon tubuh terhadap

    infeksi. Kehilangan nafsu makan, vehicles keringat, nadi cepat, dan kelemahan.

    'anyak keadaan yang dapat menimbulkan limfadenopati. Keadaankeadaan tersebut dapat diingat dengan

    mnemonik MIAMI:

    - Malignancies$keganasan%

    - Infections (infeksi%

    - Autoimmune disorders$kelainan autoimun%

    Miscellaneous and unusual conditions$lainlaindan kondisi takla#im%

    - Iatrogeniccauses $sebabsebab iatrogenik%.

  • 7/24/2019 Skenario 3 Blok Hematologi

    4/20

    1.3. Klasiasi

    'erdasarkan luas limfadenopati

    1. Generalisata Limfadenopati pada / atau lebih regio anatomi yang berbeda. Limfadenopatigeneralisata yang persisten $persistent generali#ed lymphadenopathy 0!*L% adalah limfadenopati

    pada beberapa kelenjar getah bening yang bertahan lama. !*L adalah gejala khusus infeksi I2

    yang timbul pada lebih dari 534 dha dan sering disebabkan oleh infeksi I2 sendiri. 'atasan

    limfadenopati pada infeksi I2 adalah sbb 6elibatkan sedikitnya dua kelompok kelenjar getah

  • 7/24/2019 Skenario 3 Blok Hematologi

    5/20

    bening. &edikitnya dua kelenjar yang simetris berdiameter lebih dari 1cm dalam setiap kelompok,

    'erlangsung lebih dari satu bulan 7 Tidak ada infeksi lain yang menyebabkannya !embengkakan

    kelenjar getah bening ini bersifat tidak sakit, simetris $kirikanan sama%, dan kebanyakan terdapat di

    leher bagian belakang dan depan, di ba+ah rahang ba+ah, di ketiak serta di tempat lain, tidak

    termasuk kunci paha. 'iasanya kulit pada kelenjar yang bengkak karena !*L akibat I2 tidak

    ber+arna merah.

    /. Lokalisata Limfadenopati pada 1 regio.

    '89"&"9K": T86!"T

    A. Limfadenopati epitroklearTerabanya kelenjar getah bening epitroklear selalu patologis. !enyebabnya meliputi infeksi di lengan ba+ah atau

    tangan, limfoma,sarkoidosis, tularemia, dan sifilis sekunder.

    B. Limfadenopati aksila

    &ebagian besar limfadenopati aksila disebabkan oleh infeksi atau jejas pada ekstremitas atas. "denokarsinoma

    payudara sering bermetastasis ke kelenjar getah bening aksila anterior dan sentral yang dapat teraba sebelum

    ditemukannya tumor primer. Limfoma jarang bermanifestasi sejak a+al atau, kalaupun bermanifestasi, hanya di

    kelenjar getah bening aksila. Limfadenopati antekubital atau epitroklear dapat disebabkan oleh limfoma atau

    melanoma di ekstremitas, yang bermetastasis ke kelenjar getah bening ipsilateral.

    C. Limfadenopati supraklavikula

    Limfadenopati supraklavikula mempunyai keterkaitan erat dengan keganasan. !adapenelitian, keganasan

    ditemukan pada ;

  • 7/24/2019 Skenario 3 Blok Hematologi

    6/20

    1.!. Epidemiologi

    EpidemiologyFrequency

    United States

  • 7/24/2019 Skenario 3 Blok Hematologi

    7/20

    The precise incidence of lymphadenopathy is not known, but estimates of palpable adenopathy in childhood vary from 38-45,!"# and lymphadenopathy is one of the most common clinical problems encountered in pediatrics$ !%# &etermining whetheradenopathy is simply a normal response to fre'uent viral infections within an age group or if it is significant enough toconsider more serious underlying disease is often difficult$

    (n the )nited *tates, common viral and bacterial infections are overwhelmingly the most common cause of adenopathy$(nfectious mononucleosis and cytomegalovirus +./are important etiologies, but adenopathy is usually caused bycommon viral upper respiratory tract infections$ 0ocali1ed lymphadenitis is most often caused by staphylococci and beta-hemolytic streptococci$

    2ther infections, such as human immunodeficiency virus +(./, malignancies, and autoimmune diseases, are less commoncauses of adenopathy$

    International

    (nfections that are rarely observed in the )nited *tates, such as tuberculosis, typhoidfever, leishmaniasis,trypanosomiasis, schistosomiasis, filariasis,and fungal infections, are common causes oflymphadenopathy in developing nations$!3# (. infections must be strongly considered in areas of high incidence$

    Mortality/Morbidity

    (n the )nited *tates, mortality and serious morbidity caused by adenopathy are unusual given the common infectiousetiologies$

    alignancies, such as leukemia, lymphomas, and neuroblastoma, are the primary causes of mortality in the )nited

    *tates$ !4#

    *ignificant morbidity and mortality are also associated with autoimmune disorders +eg,uvenile rheumatoid

    arthritis, systemic lupus erythematosus/,histiocytoses,and storage diseases$

    (. is an uncommon cause of adenopathy in the )nited *tates, but its associated mortality re'uires consideration$

    Race

    ace is not a factor in most lymphadenopathy$ are causes may be associated with particular ethnic groups +eg, sarcoidosisin 6fricans, 7ikuchi-uimori disease in 6sians/$

    Sex

    *e9 does not influence childhood lymphadenopathy$

    Age

    6denopathy is most common in young children whose immune systems are responding to newly encountered infections$6denopathy may be seen in one third of neonates and infants, usually in nodes that drain areas with mild skin irritation$:enerali1ed adenopathy is rare in the neonate and suggests congenital infections, such as .$ 6denopathy related tomalignancy is rare at all ages$ (f diagnosed, it is often secondary to leukemia or neuroblastoma in younger children, andtoodgkin lymphomain adolescents$!5#

    1.". #atosiologi

    &istem limfatik berperan pada reaksi peradangan sejajar dengan sistem vaskular darah.

    'iasanya ada penembusan lambat cairan interstisial kedalam saluran limfe jaringan, dan limfe yang

    terbentuk diba+a kesentral dalam badan dan akhirnya bergabung kembali kedarah vena. 'ila daerah

    terkena radang, biasanya terjadi kenaikan yang menyolok pada aliran limfe dari daerah itu. Telah

    diketahui bah+a dalam perjalanan peradangan akut, lapisan pembatas pembuluh limfe yang terkecil

    agak meregang, sama seperti yang terjadi pada venula, dengan demikian memungkinkan lebihbanyak bahan interstisial yang masuk kedalam pembuluh limfe. 'agaimanapun juga, selama

    peradangan akut tidak hanya aliran limfe yang bertambah, tetapi kandungan protein dan sel dari

    cairan limfe juga bertambah dengan cara yang sama.

    http://emedicine.medscape.com/article/963090-overviewhttp://emedicine.medscape.com/article/963090-overviewhttp://emedicine.medscape.com/article/969401-overviewhttp://emedicine.medscape.com/article/998804-overviewhttp://emedicine.medscape.com/article/1000389-overviewhttp://emedicine.medscape.com/article/1000389-overviewhttp://emedicine.medscape.com/article/999469-overviewhttp://emedicine.medscape.com/article/998011-overviewhttp://emedicine.medscape.com/article/998011-overviewhttp://emedicine.medscape.com/article/988284-overviewhttp://emedicine.medscape.com/article/1007276-overviewhttp://emedicine.medscape.com/article/1007276-overviewhttp://emedicine.medscape.com/article/1007276-overviewhttp://emedicine.medscape.com/article/1008066-overviewhttp://emedicine.medscape.com/article/1008066-overviewhttp://emedicine.medscape.com/article/958026-overviewhttp://emedicine.medscape.com/article/958026-overviewhttp://emedicine.medscape.com/article/987101-overviewhttp://emedicine.medscape.com/article/98