skenario blok reproduksi

Upload: medya-septina

Post on 04-Jun-2018

268 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    1/40

    1

    KEHAMILAN

    Ny. 35 tahun G5 P2 A2 datang ke dokter dengan keluhan mules disertai

    keluar lendir sejak 1 jam. Pasien mengaku hamil 9 bulan dan belum pernah

    memeriksakan kehamilannya. Pasien dengan suami seorang tukang ojek. Padapemeriksaan fisik didapatkan ibu tampak astenicus, TB 155 cm BB 40 kg. Stasus

    generalis: TD 110/80 mmHg, FN 90x/menit, konjungtiva pucat.

    Pada palpasi abdomen didapatkan tinggi fundus uteri 34 cm, his

    2x/10/20detak jantung janin 140 dpm. Pada pemeriksaan ginekologi didapatkan

    genitalia eksterna normal. Pada pemeriksaan vaginal toucher didapatkan: porsio

    lunak, aksial, pembukaan 2 cm, selaput ketuban (+), kepala H I. Pada pemeriksaan

    laboratorium didapatkan anemia debgan Hb 8 g/dL. Pasien diberikan garam Fe.

    Passien mengaku saat ini sedang berpuasa Ramadhan dan bertanya apakah

    puasanya boleh diteruskan atau tidak.

  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    2/40

    2

    SASARAN BELAJAR

    1. Mampu memahami dan menjelaskan proses terjadinya kehamilano Proses fertilisasi, implantasi, plasentasi

    o Perubahan fisiologis ibu hamil.o Perkembangan fisiologis janino Pemeriksaan dan diagnosis ibu hamil

    2. Mampu memahami dan menjelaskan mekanisme persalinan normal3. Mampu memahami dan menjelaskan kehamilan dengan anemia4. Mampu memahami dan menjelaskan gizi pada ibu hamil5. Mampu memahami dan menjelaskan tentang hukum puasa ramadhan bagi

    wanita hamil

  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    3/40

    3

    1. Memahami proses terjadinya kehamilanProses fertilisasi, implantasi, plasentasi

    Pengangkutan ovum ke oviduktusPada ovulasi ovum dibedakan ke dalam rongga abdomen tapi langsung diambil

    oleh oviduktus, ditangkap fimbrie. Fimbrie dilapisi oleh silia yaitu tonjolan-

    tonjolan halus mirip rambut yang bergetar seperti gelombang ke arah interior

    oviduktus.

    Pengangkutan sperma ke oviduktus

    Setelah ditaruh di vagina saat ejakulasi, sperma-sperma tersebut harus berjalan

    melewati kanalis servikalis, uterus dan kemudian menuju telur di sepertiga atas

    oviduktus. Rintangan pertama adalah melewati kanalis servikalis. Sewaktu

    kadar estrogen tinggi seperti yang terjadi saat folikel matang akan berovulasi,

    mucus serviks menjadi cukup tipis dan encer untuk dapat ditembus olehsperma. Setelah sampai uterus, kontraksi miometrium akan mengaduk sperma,

    saat mencapai oviduktus sperma harus bergerak melawan silia, gerak ini

    dipermudah oleh kontraksi antipristaltik otot polos oviduktus.

    Fertilisasi

    www.bio.davidson.edu

    Untuk membuahi sebuah ovum, sebuah sperma mula-mula harus melewati

    korona radiata dan zona pelusida. Enzim-enzim akrosom, yang terpajan saat

    membran akrosom rusak saat sperma berkontak dengan korona radiata,

    memungkinkan sperma membuat terowongan menembus sawar-sawar protektif

    tersebut. Sperma pertama yang mencapai ovum itu sendiri berfusi dengan

    membran plasma ovum, memicu suatu perubahan kimiawi di membran yang

    mengelilingi ovum sehingga lapisan ini tidak lagi dapat ditembus sperma lain

    (Fenomena Black To Polyspermy).

  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    4/40

    4

    Kepala sperma yang berfusi tertarik dan ekor lenyap. Penetrasi sperma ke dalam

    sitoplasma memicu pembelahan meiosis akhir oosit sekunder. Nucleus sperma

    dan ovum menyatu membentuk zigot lalu menjadi morula dan masuk uterus

    setelah uterus sudah bisa dimasuki oleh morula, lalu manjadi blastokista dan

    terjadi implantasi di dinding endometrium.Fertilisasi berlangsung di oviduktus ketika telur yang dilepaskan dan sperma yang

    diletakkan di vagina bertemu di tempat ini. Ovum yang telah dibuahi mulai

    membelah diri secara mitosis. Dalam waktu seminggu ovum tumbuh dan

    berdiferensiasi menjadi sebuah blastokista yang dapat melakukan implantasi.

    Sementara itu, endometrium telah mengalami peningkatan vaskularisasi dan

    dipenuhi oleh simpanan glikogen di bawah pengaruh progesterone fase luteal.

    Blastokista terbenam di lapisan yang telah dipersiapkan tersebut melalui kerja

    enzim-enzim yang dikeluarkan oleh lapisan luar blastokista. Enzim ini

    mencernakan jaringan endometrium kaya nutrient, melaksanakan dua fungsi yaitu

    membuat lubang di endometrium untuk implantasi blastokista sementara pada saat

    yang sama membebaskan nutrient dari sel endometrium agar dapat digunakanoleh mudigah yang sedang berkembang.

    Implantasi

    Ovum yang sudah dibuahi membelah dengan cepat selama perjalannya dalam tuba

    falopii.

    Bila kelompok sel yang dsebut sebagai morula mencapai cavum uteri makaterbentuklah inner cell mass.

    Pada stadiumBlastosis , mass tersebut di bungkus dengan sel trofoblas primitif.

    Didalam sel tersebut terjadi produksi hormon secara aktif sejak awal kehamilan

    dan juga membentuk EPF ( early pregnancy factor ) yang mencegah rejeksi hasil

    konsepsi .

    http://lh5.ggpht.com/_03mN2W3Bjls/SpOuP5zW1GI/AAAAAAAAAyw/SfTSw2MTBJI/s1600-h/clip_image001[4].jpg
  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    5/40

    5

    Pada stadium ini, zygote harus mengadakan implantasi untuk memperoleh

    nutrisi dan oksigen yang memadai. Terjadi perkembangan inner cell masskedalam lapisan ektodermal dan endodermal. Diantara kedua lapisan tersebut

    terbentuk lapisan mesodermal yang akan tumbuh keluar untuk membentuk

    mesoderm ekstra embrionik.

    Pada stadium ini terbentuk 2 rongga yaitu yolc sac dan cavum amnion.

    Kantung amnion berasal dari ektoderm dan yolc sac dari endoderm. Pada stadium

    ini, cavum amnion masih amat kecil.

    http://lh6.ggpht.com/_03mN2W3Bjls/SpOuTem5o0I/AAAAAAAAAy4/9SHSxFYkVjM/s1600-h/clip_image003[4].jpghttp://lh6.ggpht.com/_03mN2W3Bjls/SpOuTem5o0I/AAAAAAAAAy4/9SHSxFYkVjM/s1600-h/clip_image003[4].jpg
  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    6/40

    6

    2 rongga yang terbungkus oleh mesoderm bergerak kearah blastosis. Batangmesodermal akan membentuk talipusat. Area embrionik yang terdiri dari

    ektodermendoderm dan mesoderm akan membentuk janin

    Cavum anion semakin berkembang sehingga mencapai sampai mencapai dinding

    blastosis. Bagian dari Yolc sac tertutup dalam embrio dan sisanya membentuk

    tabung yang akan menyatu dengan tangkai mesodermal.

    Plasentasi

    Villi terdapat di seluruh permukaan blastosis. Dengan demikian membesarnya

    blastosis, desidua superfisial (desidua kapsularis) akan tertekan dan kehamilan

    akan semakin mengembang ke arah dalam cavum uteri.

    http://lh6.ggpht.com/_03mN2W3Bjls/SpOvzIXSBFI/AAAAAAAAAzY/HWSuy0iK0_4/s1600-h/clip_image002[5].jpghttp://lh4.ggpht.com/_03mN2W3Bjls/SpOuWJJUmvI/AAAAAAAAAzA/SeEfQn84G-o/s1600-h/clip_image005[4].jpghttp://lh6.ggpht.com/_03mN2W3Bjls/SpOvzIXSBFI/AAAAAAAAAzY/HWSuy0iK0_4/s1600-h/clip_image002[5].jpghttp://lh4.ggpht.com/_03mN2W3Bjls/SpOuWJJUmvI/AAAAAAAAAzA/SeEfQn84G-o/s1600-h/clip_image005[4].jpg
  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    7/40

    7

    Perkembangan desidua kapsularis secara bertahap memangkas sirkulasi yang

    melaluinya. Hal ini akan menyebabkan atrofi dan hilangnya viili yang

    bersangkutan. Permukaan blastosis menjadi halus dan bagian korion ini disebut

    Chorion Laeve. Pada sisi yang berlawanan, villi mengalami pertumbuhan dan

    pembesaran dan disebut sebagai Chorion Frondusum. Dengan semakin luasnya

    ekspansi blastosis, desidua kapsularis menempel dengan desidua vera dan cavum

    uteri menjadi obliterasi

    Trofoblas primitif chorion frondusum melakukan invasi desidua. Pada proses ini,

    kelenjar dan stroma akan rusak dan pembuluh darah maternal yang kecil akanmengalami dilatasi membentuk sinusoid.

    Trofoblas mengembangkan lapisan seluler yang disebut sitotrofoblas dan lapisan

    sinsitium yang disebut sinsitiotrofoblas. Struktur yang disebut villi chorialis ini

    terendam dalam darah ibu. Dengan kehamilan yang semakin lanjut, struktur viili

    chorialis menjadi semakin komplek dan viili membelah dengan cepat untuk

    membentuk percabangan-percabangan dimana cabang vasa umbilkalis

    membentuk percabangan yang berhubungan erat dengan permukaan epitel

    trofoblas. Sebagian besar cabang villi chorialis yang disebut sebagai villi

    terminalis mengapung dengan bebas dalam darah ibu sehingga memungkinkanterjadinya tarnsfer nutrien dan produk sisa metabolisme. Sejumlah villi melekat

    pada jaringan maternal dan disebut sebagai anchoring villi.

    http://lh5.ggpht.com/_03mN2W3Bjls/SpOv2uRLjPI/AAAAAAAAAzo/nq-0-QOpVXo/s1600-h/clip_image004[5].jpg
  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    8/40

    8

    Struktur dan hubungan villi terminalis dapat dipelajari dengan melihat gambar

    penampangnya. Dengan semakin lajutnya kehamilan, hubungan antara

    vaskularisasi trofoblas dan maternal menjadi semakin erat. Trofoblas mengalami

    migrasi kedalam arteri spiralis maternal yang berasal dari ruang intervillous

    Perubahan fisiologi yang berakibat dilatasi arteri maternal 1/3 bagian dalam

    miometrium. Perubahan ini berakibat konversi pasokan darah uteroplasenta

    kedalam vaskularisasi yang bersifat low resistance high flow vascular bed

    yang diperlukan untuk tumbuh kembang janin intra uterin.

    Dengan semakin lanjutnya kehamilan maka transfer nutrien sisa metabolisme

    hormon dan CO serta O2 plasenta akan semakin meningkat dimana struktur

    pemisah antara sirkulasi ibu dan anak menjadi semakin tipis.

    http://lh5.ggpht.com/_03mN2W3Bjls/SpOv-DDlKlI/AAAAAAAAAz8/CItTDZm9z3U/s1600-h/clip_image008[4].jpghttp://lh4.ggpht.com/_03mN2W3Bjls/SpOv7bBLUtI/AAAAAAAAAz0/0W0s-Rc3lU4/s1600-h/clip_image006[4].jpghttp://lh5.ggpht.com/_03mN2W3Bjls/SpOv-DDlKlI/AAAAAAAAAz8/CItTDZm9z3U/s1600-h/clip_image008[4].jpghttp://lh4.ggpht.com/_03mN2W3Bjls/SpOv7bBLUtI/AAAAAAAAAz0/0W0s-Rc3lU4/s1600-h/clip_image006[4].jpg
  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    9/40

    9

    Tidak ada hubungan langsung antara kedua jenis sirkulasi dan placental barrier

    pada akhir kehamilan terletak di microvilli sinsitiotrofoblas yang memperluas

    permukaan transfer nutrien dan lain lain. Selanjutnya, sinsitiotrofoblas dan

    mesoderm janin akan semakin tipis dan vas dalam villus mengalami dilatasi.

    Plasenta yang sudah terbentuk sempurna berbentuk cakram yang berwarna merahdengan tebal 2 -3 cm pada daerah insersi talipusat. Berat saat aterm 500 gram.

    Talipusat berisi dua arteri dan satu vena dan diantaranya terdapat Wharton

    Jellyyang bertindak sebagai pelindung arteri dan vena sehingga talipusat tidak

    mudah tertekan atau terlipat, umumnya berinsersi di bagian parasentral plasenta

    Perubahan Fisiologi pada Wanita Hamil

    1.Sistem ReproduksiUterus akan membesar pada bulan-bulan pertama dibawah pengaruh estrogen

    dan progesteron yang kadarnya meningkat. Berat uterus itu normal lebih

    kurang 30 gram. Pada akhir kehamilan (40 minggu), berat uterus itu menjadi1.000 gram.

    Perubahan uterus adalah sebagai berikut: pada minggu ke-16 dari luar, fundus

    uteri kira-kira terletak diantara setengah jarak pusat ke simfisis, pada minggu

    ke-20 fundus uteri terletak kira-kira dipinggir bawah pusat, pada minggu ke-24

    fundus uteri berada tepat dipinggir atas pusat, pada minggu ke-28 fundus uteri

    terletak kira-kira 3 jari diatas pusat atau sepertiga jarak antara pusat ke

    prosessus xifodeus, pada minggu ke-39 fundus uteri terletik diantara setengah

    jarak pusat dari prosessus xifodeus, pada minggu ke-36 fundus uteri terletak

    kira-kira 1 jari dibawah prosessus xifodeus, pada minggu ke-40 fundus uteri

    turun kembali dan terletak kira-kira 3 jari dibawah prosessus xifodeus. Hal ini

    http://lh3.ggpht.com/_ezSsIEHCzdA/Stj2NJviVRI/AAAAAAAAA0I/05yGnHCe6Jc/s1600-h/clip_image002[22][3].jpghttp://lh3.ggpht.com/_03mN2W3Bjls/SpOwA6Tw25I/AAAAAAAAA0E/QTvlD8zm3WY/s1600-h/clip_image010[4].jpghttp://lh3.ggpht.com/_ezSsIEHCzdA/Stj2NJviVRI/AAAAAAAAA0I/05yGnHCe6Jc/s1600-h/clip_image002[22][3].jpghttp://lh3.ggpht.com/_03mN2W3Bjls/SpOwA6Tw25I/AAAAAAAAA0E/QTvlD8zm3WY/s1600-h/clip_image010[4].jpg
  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    10/40

    10

    disebabkan oleh kepala janin yang pada primigravida turun dan masuk ke

    dalam rongga panggul. Vagina, terjadi pembuluh darah vagina bertambah,

    hingga warna selaput lendirnya membiru (tanda Chadwick), kekenyalan (

    elastis). Vagina bertambah artinya daya direnggang bertambah, sebagai

    persiapan persalinan (Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung.,1983).

    2.Sistem DarahVolume darah semakin meningkat dimana jumlah serum darah lebih banyak

    dari pertumbuhan sel darah, sehingga terjadi semacam pengenceran darah

    (hemodilusi) dengan puncaknya pada umur hamil 32 minggu. Serum darah

    (volume darah) bertambah sebesar 25% sampai 30% sedangkan sel darah

    bertambah sekitar 20% (Sarwono, 2005:96).

    3.Sistem PernapasanPada kehamilan terjadi juga perubahan sistem respirasi untuk dapat memenuhi

    kebutuhan oksigen (O2). Disamping itu juga terjadi desakan diafragma, karena

    dorongan rahim yang membesar pada umur kehamilan 32 minggu (Sarwono,2005:96).

    4.Sistem PencernaanKarena pengaruh estrogen pengeluaran asam lambung meningkat, dapat

    menyebabkan terjadinya mual dan sakit atau pusing kepala pada pagi hari,

    yang disebut morning sickness, muntah yang disebut emesis gravidarum,

    sedangkan muntah yang berlebihan sehingga mengganggu kehidupan sehari-

    hari disebut hiper emisis progesteron juga menimbulkan gerak usus makin

    berkurang dan dapat menyebabkan obstipasi (Sarwono, 2005:97).

    5.Perubahan pada KulitPada kulit terjadi perubahan deposit pigmen dan hiperpigmentasi karena

    pengaruh melanophone stimulating hormone lobus anterior dan pengaruh

    kelenjar supranelis hiperpigmentasi ini terjadi pada striae gravidarum livide

    atau alba, aerola papilla mamae, pada pipi (Cloasma gravidarum) (Sarwono,

    2005:97). (kti-kompre.blogspot.com/2009/08/kehamilan.html)

    Keperluan Energi Ibu Hamil

    Terjadi perubahan fisiologi pada wanita hamil dan secara klinik tidak jelas

    terlihat. Perubahan pada BMR Basal Metabolic Rate misalnya lebih terlihat

    nyata dibandingkan perubahan pada sistem renin angiostensin.

    Perubahan fisiologi memerlukan perubahan konsumsi energi

    Kebutuhan energi ibu hamil berasal dari :

    1. Proses fisiologi dasar : seperti respirasi sirkulasipencernaansekresi termoregulasi pertumbuhan dan perbaikan tubuh. Ini semuanya

    memerlukan 66%dari energi total yang dibuthkan pada keadaan non-

    pregnant sebesar 1440 kcal / hari. Keperluan ini lebih meningkat lagi

    selama kehamilan untuk memenuhi kebutuhan fetus plasentauterus

    payudara dsbnya.

  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    11/40

    11

    2. Aktivitas kehidupan sehari-hari. Jumlahnya sekitar 17% dari kebutuhanenergi secara total dan kira kira 360 kcal / hari. Kehamilan yang semakin

    lanjut biasanya mengurangi aktivitas dan kebutuhan energi , namun hal inibersifat individual

    3. Pekerjaan. Kebutuhan energi tergantung jenis pekerjaan tapi padaumumnya berkisar 10% energi atau 150 200 kcal /hari dan pada

    kehamilan lanjut kebutuhanini berkurang.

    4. Aktivitas dinamis spesifik dari makanan. Metabolisme dipicu oleh asupanmakanan dan berkisar 7% dari total atau 150 kcal /hari . Jumlah ini harus

    memenuhi kenaikan konsumsi selama kehamilan

    Secara keseluruhan , selama kehamilan terdapat kenaikan kebutuhan energi

    sebesar 14% .

    Pada periode laktasi terjadi kenaikan energi lebih lanjut untuk produksi air susu

    dan kebutuhan total energi sekitar 3000 kcal /hari.

    Peningkatan Berat Badan

    Perubahan metabolisme yang berhubungan dengan pertumbuhan janin

    menyebabkan kenaikan berat badan ibu sekitar 25% dari berat badan dalam

    keadaan tidak hamil ; sekitar 12.5 kg pada kebanyakan ibu hamil. Terdapat variasi

    yang besar namun kenaikan berat badan terutama terjadi setelah paruh kedua

    kehamilan dan biasanya sekitar 0.5 kg per minggu.

    Menjelang kehamilan aterm, peningkatan berat badan biasanya semakin terbatas

    dan semakin turun pada kehamilan diatas 40 minggu.

    Kenaikan berat badan umumnya disebabkan oleh

    1. Pertumbuhan hasil konsepsi5 kg2. Pembesaran organ maternal - 2.5 kg3. Timbunan lemak dan protein - 4.5 kg4. Peningkatan volume darah dan cairan interstitsial1.5 kg

  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    12/40

    12

    Peningkatan metabolisme terutama disebabkan oleh adanya fetus dan

    meningkatnya konsumsi oksigen maternal sekitar 20%. Faktor yang mengatur ini

    terutama adalah kelenjar endokrin. Hipofise membesar dan ukuran tiroid

    membesar sekitar 13% Hubungan antara hipotalamus hipofisis tiroid tidak

    terganggu

    http://lh4.ggpht.com/_ezSsIEHCzdA/Sph1dlEBWpI/AAAAAAAAAKU/vyuegBLGwho/s1600-h/3.%20Distribusi%20kenaikan%20berat%20badan%20ibu%20hamil[4].jpghttp://lh4.ggpht.com/_ezSsIEHCzdA/Sph1dlEBWpI/AAAAAAAAAKU/vyuegBLGwho/s1600-h/3.%20Distribusi%20kenaikan%20berat%20badan%20ibu%20hamil[4].jpg
  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    13/40

    13

    Perkembangan fisiologis ibu dan janin

    Minggu ke 1:

    Pada minggu ini, menjadi menstruasi yang terakhir sebelum kehamilan.

    Perdarahan terjadi dan hormon-hormon ditubuh mempersiapkan sel telur untukdilepaskan.

    Minggu ke 2:

    Uterus (dinding rahim) menebal dan mempersiapkan untuk tahap ovulasi

    Minggu ke 3:

    Pada minggu ke 3 merupakan masa ovulasi (pelepasan sel telur). Kehamilan

    terjadi pada masa ini.Bertemunya sel telur dengan sel sperma. Jika terjadihubungan seksual yang berlangsung selama ovulasi yang memakan waktu sekitar

    12-24 jam, salah satu dari ribuan sperma yang berada di liang vagina berenang

    melewati leher dan rongga rahim hingga mencapai tuba falopii, lalu membuahi

    ovum yang sedang bergerak menuju rahim. salah satu sel telur yang telah dibuahi

    dinamakan zigot.

    Minggu ke 4:

    Zigot berimplantasi pada diding rahim (uterus). Dengan berakhirnya minggu ini,

    anda tidak mendapat menstruasi, dan menjadi tanda pertama kemungkinan

    kehamilan. Pada beberapa wanita mendapatkan sedikit perdarahan dan

    disalahartikan sebagai menstruasi, sebenarnya perdarahan yang sedikit itu karenaimplatasi dari zigot ke dinding rahim anda.

    Minggu ke 5:

    Ukuran bayi sekitar sebuah biji apel dan pada minggu ini disebut sebagai embrio.

    Bayi anda sudah mempunyai detak jantung sendiri, plasenta dan tali pusat sudah

    berkerja sepenuhnya pada minggu ini. Vesikel-vesikel otak primer mulai

    terbentuk, sistem saraf mulai berkembang.

    Minggu ke 6:

    Pada minggu ini panjang embrio sekitar 1,25 cm bentuk embrio terlihat seperti

    berudu. Sudah dapat dikenali bentuk kepala, tulang ekor, kedua celah untuk bakal

    http://terbaike.files.wordpress.com/2011/04/embrio-1.jpg
  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    14/40

    14

    mata, tangan dan anggota gerak menyerupai tunas kecil. Pada minggu ini juga

    terjadi pembentukan awal dari hati, pankreas, paru-paru, jantung dan kelenjar

    tiroid.

    Minggu ke 7:Jantung sudah terbentuk lengkap. Saraf dan otot bekerja bersamaan untuk pertama

    kalinya. Bayi mempunyai reflek dan bergerak spontan, bayi mulai menendang dan

    berenang di dalam rahim walaupun ibu belum dapat merasakannya. pada akhir

    minggu ke ini otak akan terbentuk lengkap. Dalam minggu ketujuh, rangka mulai

    tersebar ke seluruh tubuh dan tulang-tulang mencapai bentuknya yang kita kenal.

    Pada akhir minggu ketujuh dan selama minggu kedelapan, otot-otot menempati

    posisinya di sekeliling bentukan tulang. (Moore, Developing Human, 6.

    edition,1998.)

    Minggu ke 8:

    Embrio berukuran sekitar 2,5-3 cm. Seluruh organ utama bayi telah terbentukmeskipun belum berkembang sempurna. Jaringan saraf di dalam otak

    berhubungan dengan lobi penciuman di otak. Tangan dan kaki sudah terbagi

    menjadi komponen tangan, lengan , bahu, paha, kaki. Organ reproduksi mulai

    terbentuk. Mata membentuk pigmen dan telinga bagian luar sudah terbentuk

    sempurna, sehingga pada minggu ini bayi sudah dapat mendengar. Jantung

    berdetak keras karena sudah dapat memompa dengan irama yang teratur.

    Pada minggu ini organ reproduksi mulai terbentuk, sehingga jenis kelamin mulai

    terbentuk. Jenis kelamin sebenarnya ditentukan dari awal oleh sperma pria. Hal

    ini terjadi pada masa pembuahan dan tidak ada yang dapat dilakukan untuk

    mencegahnya. Menurut ilmu genetika dan biologi terdapat dua jenis kromosomseks dalam tubuh manusia, yaitu kromosom x dan kromosom y. Seluruh sel telur

    memiliki satu kromosom x sedangkan sedangkan sperma dapat mengandung

    kromosom x dan kromosom y. Jika sebuah sperma mengandung kromosom x

    menyatu dengan sel telur (x), akan dilahirkan seorang bayi perempuan (xx).

    Sedangkan jika sebuah sperma yang mengandung kromosom y menyatu dengan

    ovum (x), akan dilahirkan seorang bayi laki-laki (xy).

    Minggu ke 9:

    Pergerakan pertama fetus dapat dideteksi dengan USG. Pada minggu ini perut dan

    rongga dada sudah terpisah dan otot mata dan bibir atas terbentuk.

    Minggu ke 10:

    Tulang sedang menggantikan kartilago. Kuku jari mulai berkembang. Diafragma

    memisahkan jantung dan paru-paru dari perut. Otot leher terbentuk. Otak

    berkembang cepat dalam bulan terakhir ini sehingga proporsi kepala lebih besar

    daripada tubuh.

    Minggu ke 11:

    Organ seks luar sudah terbentuk, juga folikel-folikel rambut dan gigi. Bayi sudah

    dapat menelan cairan amnion dan mengeluarkan kembali/kencing. Semua sistem

    organ pada bayi sudah berfungsi.

  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    15/40

    15

    Minggu ke 12:

    Panjang janin sekarang sekitar 6,5-8 cm dan bobotnya sekitar 18 gram. Kepala

    bayi menjadi lebih bulat dan wajah telah terbentuk sepenuhnya. Semua organ vital

    telah terbentuk. Bayi mulai menggerak-gerakkan tungkai dan lengannya, bayi

    dapat mengisap lengannya tetapi ibu belum dapat merasakan gerakan-gerakan ini.

    Minggu ke 13:

    Panjang janin (dari puncak kepala sampai sakrum/bokong) sekitar 65-78 mm

    dengan berat kira-kira 20 gram. Rahim dapat teraba kira-kira 10 cm di bawah

    pusar. Pertumbuhan kepala bayi yang saat ini kira-kira separuh panjang janin

    mengalami perlambatan dibanding bagian tubuh lainnya. Perlambatan ini

    berlangsung terus, hingga di akhir kehamilan akan tampak proporsional, yakni

    kira-kira tinggal sepertiga panjang tubuhnya.Kedua cikal bakal matanya makin hari kian bergeser ke bagian depan wajah meski

    masih terpisah jauh satu sama lain. Sementara telinga bagian luar terus

    berkembang dan menyerupai telinga normal. Kulit janin yang masih sangat tipis

    membuat pembuluh darah terlihat jelas di bawah kulitnya.

    Seluruh tubuh janin ditutupi rambut-rambut halus yang disebut lanugo.

    Kerangka/tulang belulangnya sudah terbentuk di minggu-minggu sebelumnya dan

    di minggu-minggu selanjutnya akan berosifikasi/menahan kalsium dengan sangat

    cepat, hingga tulangnya jadi lebih keras.

    Minggu ke 14:

    Panjangnya mencapai kisaran 80 mm atau 8 cm dengan berat sekitar 25 gram.Telinga janin menempati posisi normal di sisi kiri dan kanan kepala. Demikian

    pula mata mengarah ke posisi sebenarnya. Leher berkembang lebih nyata, hingga

    lebih mudah membedakan jenis kelaminnya. Bahkan, di rumah-rumah sakit besar

    atau rumah sakit pendidikan dengan alat-alat bantu yang serba canggih, seluruh

    perkembangannya bisa dipantau. Misalnya bagaimana perkembangan otak, mata

    dan ginjalnya. Juga bisa diketahui apakah ada anusnya atau tidak, paru-parunya

    berkembang baik atau tidak, saluran pencernaannya mengalami penyempitan atau

    tidak, serta adakah kebocoran pada klep atau bagian lain dari jantung. Termasuk

    jika terlihat kecacatan berupa bibir sumbing atau kelainan jemari, seumpama jari

    dempet. Sayangnya, meski bisa diketahui sejak masa janin, kelainan/gangguan

    tadi tak bisa ditangani selagi masih di rahim seperti halnya di negara-negara maju.

    http://terbaike.files.wordpress.com/2011/04/embrio-2.jpg
  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    16/40

    16

    Minggu ke 15:

    Panjang janin sekitar 10-11 cm dengan berat kira-kira 80 gram. Kehamilan makin

    terlihat, hingga demi kenyamanan si ibu maupun janinnya, amat dianjurkan mulai

    mengenakan baju hamil. Sebab, kulit dan otot-otot, terutama di sekitar perut akan

    melar karena mengalami peregangan luar biasa guna mengakomodasi pembesaranrahim. Garis-garis regangan yang disebut striae umumnya muncul di daerah perut,

    payudara, bokong dan panggul. Boleh-boleh saja memakai lotion/losion khusus

    sekadar untuk menyamarkannya karena memang tak mungkin hilang. Namun

    dianjurkan tak memakai krim jenis steroid semisal hidrokortison yang

    dikhawatirkan bakal terserap ke dalam sistem peredaran darah ibu dan bisa

    mengacaukan kerja hormonal. Pada masa ini indera pengecap/lidah sudah mulai

    dapat merasa.

    Minggu 16 (bulan ke 4):

    Panjang janin sekarang sekitar 16 cm dan bobotnya sekitar 35 gram. Dengan

    bantuan scan, kita dapat melihat kepala dan tubuh bayi, kita juga dapat melihatnya

    bergerak-gerak. Ia menggerak-gerakkan seluruh tungkai dan lengannya,

    menendang dan menyepak. Inilah tahap paling awal di mana ibu dapat merasakan

    gerakan bayi. Rasanya seperti ada seekor kupu-kupu dalam perutmu. Tetapi, ibu

    tidak perlu khawatir jika belum dapat merasakan gerakan ini. Jika si bayi adalah

    anak pertama, biasanya ibu agak lebih lambat dalam merasakan gerakannya.

    Refleks gerak bisa dirasakan ibu, meski masih amat sederhana yang biasanya

    terasa sebagai kedutan. Rambut halus di atas bibir atas dan alis mata juga tampak

    melengkapi lanugo yang memenuhi seluruh tubuhnya. Bahkan, jari-jemari kaki

    dan tangannya dilengkapi dengan sebentuk kuku. Tungkai kaki yang di awalpembentukannya muncul belakangan, kini lebih panjang daripada lengan.

    Pada usia ini janin memproduksi alfafetoprotein, yaitu protein yang hanya

    dijumpai pada darah ibu hamil. Bila kadar protein ini berlebih bisa merupakan

    pertanda ada masalah serius pada janin, seperti spina bifida, yakni kelainan

    kongenital yang berkaitan dengan saraf tulang belakang. Sebaliknya, kadar

    alfafetoprotein yang rendah bersignifikasi dengan Sindrom Down. Sementara

    jumlah alfafetoprotein ini sendiri dapat diukur dengan pemeriksaan air

    ketuban/amniosentesis dengan menyuntikkan jarum khusus lewat dinding perut

    ibu.

    Sistem pencernaan janin pun mulai menjalankan fungsinya. Dalam waktu 24 jam

    janin menelan air ketuban sekitar 450-500 ml. Hati yang berfungsi membentuk

    http://terbaike.files.wordpress.com/2011/04/embrio3.jpg
  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    17/40

    17

    darah, melakukan metabolisme hemoglobin dan bilirubin, lalu mengubahnya jadi

    biliverdin yang disalurkan ke usus sebagai bahan sisa metabolisme. Bila terjadi

    asfiksia (gangguan oksigenasi) akan muncul rangsangan yang membuat gerak

    peristaltik usus janin meningkat sekaligus terbukanya sfingter ani (klep anus).

    Akibatnya, janin mengeluarkan mekoneum yang membuat air ketuban jadikehijauan.

    Di usia ini, janin juga mulai mampu mengenali dan mendengar suara-suara dari

    luar kantong ketuban. Termasuk detak jantung ibu bahkan suara-suara di luar diri

    si ibu, seperti suara gaduh atau teriakan maupun sapaan lembut.

    Minggu ke 17:

    Panjang tubuh janin meningkat lebih pesat ketimbang lebarnya, menjadi 13 cm

    dengan berat sekitar 120 gram, hingga bentuk rahim terlihat oval dan bukan

    membulat. Akibatnya, rahim terdorong dari rongga panggul mengarah ke rongga

    perut. Otomatis usus ibu terdorong nyaris mencapai daerah hati, hingga kerap

    terasa menusuk ulu hati. Pada masa ini bayi sudah dapat bermimpi saat ia tidur.

    Pertumbuhan rahim yang pesat ini pun membuat ligamen-ligamen meregang,

    terutama bila ada gerakan mendadak. Rasa nyeri atau tak nyaman ini disebut nyeri

    ligamen rotundum. Oleh karena itu amat disarankan menjaga sikap tubuh dan tak

    melakukan gerakan-gerakan mendadak atau yang menimbulkan peregangan.

    Lemak yang juga sering disebut jaringan adiposa mulai terbentuk di bawah kulitbayi yang semula sedemikian tipis pada minggu ini dan minggu-minggu

    berikutnya. Lemak ini berperan penting untuk menjaga kestabilan suhu dan

    metabolisme tubuh. Sementara pada beberapa ibu yang pernah hamil, gerakan

    bayi mulai bisa dirasakan di minggu ini. Kendati masih samar dan tak selalu bisa

    dirasakan setiap saat sepanjang hari. Sedangkan bila kehamilan tersebut

    merupakan kehamilan pertama, gerakan yang sama umumnya baru mulai bisa

    dirasakan pada minggu ke-20.

    Minggu ke 18:

    Taksiran panjang janin adalah 14 cm dengan berat sekitar 150 gram. Rahim dapat

    diraba tepat di bawah pusar, ukurannya kira-kira sebesar buah semangka.

    http://terbaike.files.wordpress.com/2011/04/janin-embrio-4.jpg
  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    18/40

    18

    Pertumbuhan rahim ke depan akan mengubah keseimbangan tubuh ibu. Sementara

    peningkatan mobilitas persendian ikut mempengaruhi perubahaan postur tubuh

    sekaligus menyebabkan keluhan punggung. Keluhan ini makin bertambah bila

    kenaikan berat badan tak terkendali. Untuk mengatasinya, biasakan berbaring

    miring ke kiri, hindari berdiri terlalu lama dan mengangkat beban berat. Selain itu,sempatkan sesering mungkin mengistirahatkan kaki dengan

    mengangkat/mengganjalnya pakai bantal.

    Mulai usia ini hubungan interaktif antara ibu dan janinnya kian terjalin erat. Tak

    mengherankan setiap kali si ibu gembira, sedih, lapar atau merasakan hal lain,

    janin pun merasakan hal sama.

    Minggu ke 19:

    Panjang janin diperkirakan 13-15 cm dengan taksiran berat 200 gram. Sistem

    saraf janin yang terbentuk di minggu ke-4, di minggu ini makin sempurna

    perkembangannya, yakni dengan diproduksi cairan serebrospinalis yang mestinya

    bersirkulasi di otak dan saraf tulang belakang tanpa hambatan. Nah, jika lubangyang ada tersumbat atau aliran cairan tersebut terhalang oleh penyebab apa pun,

    kemungkinan besar terjadi hidrosefalus/penumpukan cairan di otak. Jumlah cairan

    yang terakumulasi biasanya sekitar 500-1500 ml, namun bisa mencapai 5 liter!

    Penumpukan ini jelas berdampak fatal mengingat betapa banyak jumlah jaringan

    otak janin yang tertekan oleh cairan tadi.

    Minggu ke 20 (Bulan ke 5):

    Panjang janin mencapai kisaran 14-16 cm dengan berat sekitar 260 gram. Janin

    sudah mengenali suara ibunya. Kulit yang menutupi tubuh janin mulai bisadibedakan menjadi dua lapisan, yakni lapisan epidermis yang terletak di

    permukaan dan lapisan dermis yang merupakan lapisan dalam. Epidermis

    selanjutnya akan membentuk pola-pola tertentu pada ujung jari, telapak tangan

    maupun telapak kaki. Sedangkan lapisan dermis mengandung pembuluh-

    pembuluh darah kecil, saraf dan sejumlah besar lemak. Seiring perkembangannya

    yang pesat, kebutuhan darah janin pun meningkat tajam. Agar anemia tak

    mengancam kehamilan, ibu harus mencukupi kebutuhannya akan asupan zat besi,

    baik lewat konsumsi makanan bergizi seimbang maupun suplemen yang

    dianjurkan dokter.

    http://terbaike.files.wordpress.com/2011/04/embrio-janin5.jpg
  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    19/40

    19

    Minggu ke 21

    Beratnya sekitar 350 gram dengan panjang kira-kira 18 cm. Pada minggu ini,

    berbagai sistem organ tubuh mengalami pematangan fungsi dan perkembangan.

    Dengan perut yang kian membuncit dan keseimbangan tubuh yang terganggu,

    bukan saatnya lagi melakukan olahraga kontak seperti basket yang kemungkinanterjatuhnya besar. Hindari pula olahraga peregangan ataupun yang bersikap

    kompetitif, semisal golf atau bahkan lomba lari.

    Minggu ke 22

    Dengan berat mencapai taksiran 400-500 gram dan panjang sekitar 19 cm, si ibu

    kian mampu beradaptasi dengan kehamilannya. Kekhawatiran bakal terjadi

    keguguran juga sudah pupus. Tak heran bila ibu amat menikmatinya karena

    keluhan mual-muntah sudah berlalu dan kini nafsu makannya justru sedang

    menggebu, hingga ia mesti berhati-hati agar tak terjadi pertambahan berat badan

    yang berlebih.Ciri khas usia kehamilan ini adalah substansi putih mirip pasta penutup kulit

    tubuh janin yang disebut vernix caseosa. Fungsinya melindungi kulit janin

    terhadap cairan ketuban maupun kelak saat berada di jalan lahir. Di usia ini pula

    kelopak mata mulai menjalankan fungsinya untuk melindungi mata dengan

    gerakan menutup dan membuka. Jantung janin yang terbentuk di minggu ke-5 pun

    mengalami modifikasi sedemikian rupa dan mulai menjalankan fungsinya

    memompa darah sebagai persiapannya kelak saat lahir ke dunia.

    Minggu ke 23

    Tubuh janin tak lagi terlihat kelewat ringkih karena bertambah montok denganberat hampir mencapai 550 gram dan panjang sekitar 20 cm. Kendati begitu,

    kulitnya masih tampak keriput karena kandungan lemak di bawah kulitnya tak

    sebanyak saat ia dilahirkan kelak. Namun wajah dan tubuhnya secara keseluruhan

    amat mirip dengan penampilannya sewaktu dilahirkan nanti. Hanya saja rambut

    lanugo yang menutup sekujur tubuhnya kadang berwarna lebih gelap di usia

    kehamilan ini.

    Minggu ke 24 (Bulan ke 6):

    Janin makin terlihat berisi dengan berat yang diperkirakan mencapai 600 gram

    dan panjang sekitar 21 cm. Rahim terletak sekitar 5 cm di atas pusar atau sekitar

    24 cm di atas simfisis pubis/tulang kemaluan. Kelopak-kelopak matanya kian

    http://terbaike.files.wordpress.com/2011/04/janin-dalam-kandungan-6.jpg
  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    20/40

    20

    sempurna dilengkapi bulu mata. Pendengarannya berfungsi penuh. Terbukti, janin

    mulai bereaksi dengan menggerakkan tubuhnya secara lembut jika mendengar

    irama musik yang disukainya. Begitu juga ia akan menunjukkan respon khas saat

    mendengar suara-suara bising atau teriakan yang tak disukainya.

    Minggu ke 25:

    Berat bayi kini mencapai sekitar 700 gram dengan panjang dari puncak kepala

    sampai bokong kira-kira 22 cm. Sementara jarak dari puncak rahim ke simfisis

    pubis sekitar 25 cm. Bila ada indikasi medis, umumnya akan dilakukan USG

    berseri seminggu 2 kali untuk melihat apakah perkembangan bayi terganggu atau

    tidak. Yang termasuk indikasi medis di antaranya hipertensi ataupun preeklampsia

    yang membuat pembuluh darah menguncup, hingga suplai nutrisi jadi terhambat.

    Akibatnya, terjadi IUGR (Intra Uterin Growth Retardation atau perkembangan

    janin terhambat). Begitu juga bila semula tidak ada, tiba-tiba muncul gangguan

    asma selama kehamilan.

    Jika dari hasil pantauan ternyata tak terjadi perkembangan semestinya, akandipertimbangkan untuk membesarkan janin di luar rahim dengan mengakhiri

    kehamilan. Tentu saja harus ada sejumlah syarat ketat yang mengikuti. Di

    antaranya, rumah sakit yang merawat bayi-bayi prematur haruslah rumah sakit

    bersalin khusus yang lengkap dengan ahli-ahli neonatologi (ahli anak yang

    mengkhususkan diri pada spesialisasi perawatan bayi baru lahir sampai usia 40

    hari). Selain fasilitas NICU (neonatal intensive Care Unit).

    Minggu ke 26:

    Di usia ini berat bayi diperkirakan hampir mencapai 850 gram dengan panjang

    dari bokong dan puncak kepala sekitar 23 cm. Denyut jantung sudah jelas-jelasterdengar, normalnya 120-160 denyut per menit. Ketidaknormalan seputar denyut

    jantung harus dicermati karena bukan tak mungkin merupakan gejala ada keluhan

    serius. Sementara rasa tak nyaman berupa keluhan nyeri pinggang, kram kaki dan

    sakit kepala akan lebih sering dirasakan si ibu. Begitu juga keluhan nyeri di

    bawah tulang rusuk dan perut bagian bawah, terutama saat bayi bergerak. Sebab,

    rahim jadi makin besar yang akan memberi tekanan pada semua organ tubuh.

    Termasuk usus kecil, kantung kemih dan rektum. Tak jarang ibu hamil jadi

    terkena sembelit, namun terpaksa bolak-balik ke kamar mandi karena beser.

    Minggu ke 27:

    Bayi kini beratnya melebihi 1000 gram. Panjang totalnya mencapai 34 cm denganpanjang bokong ke puncak kepala sekitar 24 cm. Di minggu ini kelopak mata

    mulai membuka. Sementara retina yang berada di bagian belakang mata,

    membentuk lapisan-lapisan yang berfungsi menerima cahaya dan informasi

    mengenai pencahayaan itu sekaligus meneruskannya ke otak. Jika terjadi

    kesalahan pembentukan lapisan-lapisan inilah yang kelak memunculkan katarak

    kongenital/bawaan saat bayi dilahirkan. Lensa jadi berkabut atau keputihan.

    Walaupun dipicu oleh faktor genetik, katarak bawaan ini ditemukan pada anak-

    anak yang dilahirkan oleh ibu yang terserang rubella pada usia kehamilan di

    minggu-minggu akhir trimester dua.

  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    21/40

    21

    Minggu ke 28:

    Kepala bayi sekarang sudah proporsional dengan tubuhnya. Ibu mungkin

    mengalami tekanan di bagian diafrakma dan perut. Sekarang bobot bayi sekitar

    1700 gram dan panjangnya sekitar 40 cm.

    Puncak rahim berada kira-kira 8 cm di atas pusar. Gerakan janin makin kuat

    dengan intensitas yang makin sering, sementara denyut jantungnya pun kian

    mudah didengar. Tubuhnya masih terlihat kurus meski mencapai berat sekitar

    1100 gram dengan kisaran panjang 35-38 cm. Kendati dibanding minggu-minggu

    sebelumnya lebih berisi dengan bertambah jumlah lemak di bawah kulitnya yang

    terlihat kemerahan. Jumlah jaringan otak di usia kehamilan ini meningkat. Begitu

    juga rambut kepalanya terus bertumbuh makin panjang. Alis dan kelopak matanya

    pun terbentuk, sementara selaput yang semula menutupi bola matanya sudah

    hilang.

    Minggu ke 29:

    Beratnya sekitar 1250 gram dengan panjang rata-rata 37 cm. Kelahiran prematur

    mesti diwaspadai karena umumnya meningkatkan keterlambatan perkembangan

    fisik maupun mentalnya. Bila dilahirkan di minggu ini, ia mampu bernapas meski

    dengan susah payah. Ia pun bisa menangis, kendati masih terdengar lirih.

    Kemampuannya bertahan untuk hidup pun masih tipis karena perkembangan

    paru-parunya belum sempurna. Meski dengan perawatan yang baik dan

    terkoordinasi dengan ahli lain yang terkait, kemungkinan hidup bayi prematur pun

    cukup besar.

    Minggu ke 30:Beratnya mencapai 1400 gram dan kisaran panjang 38 cm. Puncak rahim yang

    berada sekitar 10 cm di atas pusar memperbesar rasa tak nyaman, terutama pada

    panggul dan perut seiring bertambah besar kehamilan. Bagilah kebahagiaan saat

    merasakan gerakan si kecil pada suami dengan memintanya meraba perut Anda.

    Mulai denyutan halus, sikutan/tendangan sampai gerak cepat meliuk-liuk yang

    menimbulkan rasa nyeri. Aktifnya gerakan ini tak mustahil akan membentuk

    simpul-simpul. Bila sampai membentuk simpul mati tentu sangat membahayakan

    karena suplai gizi dan oksigen dari ibu jadi terhenti atau paling tidak terhambat.

    http://terbaike.files.wordpress.com/2011/04/janin-bayi-dalam-kandungan.jpg
  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    22/40

    22

    Minggu ke 31:

    Berat bayi sekitar 1600 gram dengan taksiran panjang 40 cm. Waspadai bila

    muncul gejala nyeri di bawah tulang iga sebelah kanan, sakit kepala maupun

    penglihatan berkunang-kunang. Terutama bila disertai tekanan darah tinggi yang

    mencapai peningkatan lebih dari 30 ml/Hg. Itu sebab, pemeriksaan tekanan darahrutin dilakukan pada setiap kunjungan ke bidan/dokter. Cermati pula gangguan

    aliran darah ke anggota tubuh bawah yang membuat kaki jadi bengkak. Pada

    gangguan ringan, anjuran untuk lebih banyak beristirahat dengan berbaring miring

    sekaligus mengurangi aktivitas, bisa membantu.

    Minggu ke 32:

    Pada usia ini berat bayi harus berkisar 1800-2000 gram dengan panjang tubuh 42

    cm. Mulai minggu ini biasanya kunjungan rutin diperketat/lebih intensif dari

    sebulan sekali menjadi 2 minggu sekali. Umumnya hemodilusi atau pengenceran

    darah mengalami puncaknya pada minggu ini. Untuk ibu hamil dengan kelainan

    jantung, hipertensi dan preeklampsia, mesti ekstra hati-hati. Sebab dengan jumlahdarah yang makin banyak, beban kerja jantung pun meningkat. Pada mereka yang

    mengalami gangguan jantung dan tekanan darah, tentu makin besar pula peluang

    terjadi penjepitan di pembuluh-pembuluh darah. Dampak lebih lanjut adalah

    tekanan darah meningkat. Gangguan semacam ini tak hanya berbahaya pada ibu,

    tapi juga si bayi, hingga biasanya dipertimbangkan untuk dilahirkan. Terlebih bila

    terjadi perburukan kondisi, semisal tekanan darah tak kunjung turun.

    Minggu ke 33:

    Beratnya lebih dari 2000 gram dan panjangnya sekitar 43 cm. Di minggu ini mesti

    diwaspadai terjadi abrupsio plasenta atau plasenta lepas dari dinding rahim. Bisaterlepas sebagian maupun terlepas total yang berujung dengan syok pada ibu

    akibat kehilangan darah dalam jumlah besar maupun kematian bayi. Penyebabnya

    tak diketahui pasti, namun diduga akibat trauma pada ibu semisal saat

    kecelakaan/benturan yang sangat keras, tali pusat yang pendek, hipertensi,

    keabnormalan rahim, maupun kekurangan asam folat. Ibu perokok dan peminum

    alkohol diprediksi lebih berkemungkinan mengalami masalah ini. Yang juga mesti

    diwaspadai adalah kantung air ketuban pecah/bocor. Tak ada cara lain selain

    segera hubungi dokter.

    Minggu ke 34:

    Berat bayi hampir 2275 gram dengan taksiran panjang sekitar 44 cm. Idealnya, diminggu ini dilakukan tes untuk menilai kondisi kesehatan si bayi secara umum.

    Penggunaan USG bisa dimanfaatkan untuk pemeriksaan ini, terutama evaluasi

    terhadap otak, jantung dan organ lain. Sedangkan pemeriksaan lain yang biasa

    dilakukan adalah tes non-stres dan profil biofisik.

    Dalam profil biofisik digunakan skor 0 sampai 2 dengan 5 poin yang dievaluasi,

    yakni pernapasan, gerakan tubuh, tonus yang dievaluasi berdasarkan gerakan

    lengan dan atau tungkai, denyut jantung dan banyaknya cairan ketuban. Bila

    nilainya rendah, disarankan persalinan segera dilakukan. Pemeriksaan biofisik

    biasanya dilakukan bila diduga bayi mengalami IUGR (Intrauterin Growth

    Retardation), pada ibu pengidap diabetes, kehamilan yang bayinya tak banyak

    bergerak, kehamilan risiko tinggi ataupun kehamilan lewat waktu.

  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    23/40

    23

    Minggu ke 35:

    Secara fisik bayi berukuran sekitar 45 cm dengan berat 2450 gram. Namun yang

    terpenting, mulai minggu ini bayi umumnya sudah matang fungsi paru-parunya.

    Ini sangat penting karena kematangan paru-paru sangat menentukan life viabilitas

    atau kemampuan si bayi untuk bertahan hidup. Kematangan fungsi paru-paru inisendiri akan dilakukan lewat pengambilan cairan amnion untuk menilai lesitin

    spingomyelin atau selaput tipis yang menyelubungi paru-paru.

    Minggu ke 36:

    Berat bayi harusnya mencapai 2500 gram dengan panjang 46 cm. Tes kematangan

    paru di minggu ini perlu dilakukan bila muncul keragu-raguan akan taksiran usia

    kehamilan. Terutama pada pasien yang tak ingat kapan menstruasi terakhir dan

    bagaimana pola/siklus haidnya. Ataupun pada bayi besar namun tak cocok dengan

    pertumbuhan usia sebenarnya. Mulai minggu ini pemeriksaan rutin diperketat jadi

    seminggu sekali. Tujuannya tak lain untuk meminimalisir risiko-risiko yang

    mungkin muncul mengingat penyebab terbanyak kematian ibu melahirkan(maternal mortality rate) di Indonesia adalah perdarahan, infeksi dan

    preeklampsia. Sementara dari ketiga faktor penyebab tersebut, yang bisa dicegah

    dengan pemeriksaan ANC (antenatal care) yang baik Cuma preeklampsia. Di

    antaranya dengan pemantauan tekanan darah dan kenaikan berat badan yang tak

    lazim, yakni maksimal 1 kg setiap bulan. Sedangkan kasus-kasus perdarahan dan

    infeksi bisa saja terjadi meski ANC-nya oke.

    Minggu ke 37:

    Dengan panjang 47 cm dan berat 2950 gram, di usia ini bayi dikatakan aterm atau

    siap lahir karena seluruh fungsi organ-organ tubuhnya bisa matang untuk bekerjasendiri. Kepala bayi biasanya masuk ke jalan lahir dengan posisi siap lahir.

    Kendati sebagian kecil di antaranya dengan posisi sungsang. Di minggu ini

    biasanya dilakukan pula pemeriksaan dalam untuk mengevaluasi kondisi kepala

    bayi, perlunakan jalan lahir guna mengetahui sudah mencapai pembukaan berapa.

    Minggu ke 38:

    Berat bayi sekitar 3100 gram dengan panjang 48 cm. Rasa cemas menanti-

    nantikan saat melahirkan yang mendebarkan bisa membuat ibu mengalami puncak

    gangguan emosional. Namun obat-obat golongan antidepresan tak diberikan

    karena dianggap tak aman. Apalagi semua obat antidepresan akan melewati

    plasenta yang akan berpengaruh pada bayi. Jauh lebih bijaksana bila ibumelakukan relaksasi dengan melatih pernapasan sebagai bekal menjelang

    persalinan. Meski biasanya akan ditunggu sampai usia kehamilan 40 minggu, bayi

    rata-rata akan lahir di usia kehamilan 38 minggu.

    Minggu ke 39:

    Di usia kehamilan ini bayi mencapai berat sekitar 3250 gram dengan panjang

    sekitar 49 cm. Di minggu ini pula dokter yang menangani biasanya siaga menjaga

    agar kehamilan jangan sampai postmatur atau lewat waktu. Karena bila terjadi hal

    demikian, plasenta tak mampu lagi menjalani fungsinya untuk menyerap suplai

    makanan dari ibu ke bayi, hingga kekurangan gizi. Tak heran kalau bayi

    postmatur umumnya berkulit kering/keriput atau malah mengelupas. Sementara

  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    24/40

    24

    kapan persisnya plasenta mengalami penurunan fungsi sama sekali tak bisa

    diprediksi.

    Penurunan fungsi plasenta bisa diketahui berdasarkan evaluasi terhadap fungsi

    dinamik janin, arus darah, napas dan gerak bayi serta denyut jantungnya lewat

    pemeriksaan CTG (kardiotokografi), USG maupun doppler. Dari hasil evaluasitersebut akan dinilai apakah memungkinkan dan memang saatnya untuk memberi

    induksi persalinan. Kalau fungsi arus darahnya tak baik, tentu tak dianjurkan lahir

    per vaginam yang justru berisiko bayi mengalami hipoksia.

    Minggu ke 40:

    Bayi siap lahir. Ibu tidak perlu khawatir jika bayinya tidak lahir tepat pada waktu

    yang telah diperkirakan. Persentasenya hanya 5% bayi lahir tepat pada tanggal

    yang diperkirakan. Waktu yang telah lama dinanti hampir tiba dan si bayi akan

    segera melihat dunia. Sementara itu, rambut lanugo (= rambut badan) bayi telah

    lenyap meskipun mungkin masih ada yang tersisa di punggung dan dahinya.

    Sebagian bayi lahir agak terlalu cepat, sebagian lainnya agak sedikit terlambat,Panjangnya mencapai kisaran 45-55 cm dan berat sekitar 3300 gram. Betul-betul

    cukup bulan dan siap dilahirkan. Jika laki-laki, testisnya sudah turun ke skrotum,

    sedangkan pada wanita, labia mayora (bibir kemaluan bagian luar) sudah

    berkembang baik dan menutupi labia minora (bibir kemaluan bagian dalam). Bila

    dihitung-hitung, pada akhir proses pertumbuhan embrio menjadi seorang manusia,

    beratnya mencapai sekitar 8 juta kali lebih besar dibanding berat sel telur yang

    membentuknya.

    Pemeriksaan dan diagnosis ibu hamil

    Pemeriksaan pada kehamilan

    1. Anamnesis

    Identitas pasien (usia penting dalam usia reproduksi).

    Keluhan utama dan riwayat kehamilan sekarang (amenore, akanbermakna bila > 3 bulan).

    Riwayat penyakit dahulu, penyakit keluarga, riwayat khususobstetric ginekologi, sosial-ekonomi.

    2. Pemeriksaan Fisik

    normal antara 120-160 dpm); Genitalia eksterna (keadaan vagin

    dapat menggunakan speculum); Genitalia interna (pemeriksaan

    abdomen)

    3. Pemerikasaan penunjanga. USG

    Menggunakan gelombang ultrasonic.

    Untuk mempelajari struktur jaringan berdasarkan gambaranecho dan gelombang ultrasonic yang dipantulkan oleh jaringan.

    Non invasive, aman, praktis, cukup akurat.

  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    25/40

    25

    b. Fetal Ultrasound Echoscopyc. Tes urin, darahd. Pemeriksaan obstetric

    Pemeriksaan Leopold I

    Untuk menentukan tinggi fundus uteri, dengan demikiankehamilan dapat diketahui. Selain itu, dapat pula ditentukan

    bagian janin yang terletak pada fundus uteri. Bila kepala, akan

    terbuka benda bulat dan terasa keras, sedangkan bokong

    sebaliknya.

    Pemeriksaan Leopold IIDapat ditentukan batas samping uterus dan dapat pula

    ditentukan letak punggung janin yang membujur dari atas ke

    bawah menghubungkan bokong dengan kepala. Pada letak

    lintang dapat ditentukan kepala janin.

    http://lh3.ggpht.com/_ezSsIEHCzdA/Stj2HdEhGaI/AAAAAAAAAzw/DgfAXV6Xmho/s1600-h/clip_image002[14][2].jpghttp://lh5.ggpht.com/_ezSsIEHCzdA/Stj2FrxaOLI/AAAAAAAAAzo/NYJ1JOSBCNQ/s1600-h/clip_image002[12][2].jpghttp://lh3.ggpht.com/_ezSsIEHCzdA/Stj2HdEhGaI/AAAAAAAAAzw/DgfAXV6Xmho/s1600-h/clip_image002[14][2].jpghttp://lh5.ggpht.com/_ezSsIEHCzdA/Stj2FrxaOLI/AAAAAAAAAzo/NYJ1JOSBCNQ/s1600-h/clip_image002[12][2].jpg
  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    26/40

    26

    Pemeriksaan Leopold IIIDapat ditentukan bagian apa yang terletak disebelah bawah.

    Pemeriksaan Leopold IVSelain menentukan bagian janin apa yang terletak di sebelah

    bawah, juga dapat menentukan berapa bagian dari kepala telah

    masuk ke dalam pintu atas panggul. Bila belum masuk, teraba

    balotemen kepala. Dari letak janin ini dapat didengarkan bunyi

    jantung janin di tempat tertentu, disesuaikan dengan sikap

    janin.

    http://lh4.ggpht.com/_ezSsIEHCzdA/Stj2LOuzNQI/AAAAAAAAA0A/SeFQiUOrcfM/s1600-h/clip_image002[20][2].jpghttp://lh4.ggpht.com/_ezSsIEHCzdA/Stj2JCE_n0I/AAAAAAAAAz4/xYLgRrK3T_E/s1600-h/clip_image002[18][2].jpghttp://lh4.ggpht.com/_ezSsIEHCzdA/Stj2LOuzNQI/AAAAAAAAA0A/SeFQiUOrcfM/s1600-h/clip_image002[20][2].jpghttp://lh4.ggpht.com/_ezSsIEHCzdA/Stj2JCE_n0I/AAAAAAAAAz4/xYLgRrK3T_E/s1600-h/clip_image002[18][2].jpg
  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    27/40

    27

    2. Memahami dan menjelaskan mekanisme persalinan normal

    Mekanisme persalinan normal adalah rentetan gerakan pasif janin pada saat

    persalinan berupa penyesuaian bagian terendah (kepala) janin terhadap jalan

    lahir atau panggul pada saat melewati jalan lahir Masuknya kepala janin pada PAP

    o Pada primigavida masuknya kepala janin dimulai pada akhirkehamilan. Masuk periode inpartu dalam keadaan kepala

    engaged.(BDP). Pada nulipara, masuknya kepala janin pada pintu

    atas panggul terjadi pada awal persalinan. masuk periode inpartu

    dalam keadaan floating (melayang di atas PAP)

    o Engagement atau kepala sudah cakap apabila diameter terbesarbagian terendah janin telah melewati PAPEngagement kepala janin

    bergantian pada situasi :

    o Sinklitismus jika sutura sagitalis sejajar diameter transversal PAP,

    berada tepat antara simfisis pubis dan promontorium, tulang ubun-ubun depan dan belakang sama rendah.

    o Asinklitismus jika sutura sagitalis dalam keadaan kebelakangmendekati promontorium dan ke depan mendekati simfisis pubis.

    Terdapat 2 macam posisi asinklitismus.yaitu Asinklitismus

    Anterior (sutura sagitalis mendekati promontorium dan tulang

    ubun-ubun/parietal depan lebih rendah dari tulang ubun-ubun

    belakang) dan asinklitismus Posterior (Sutura sagitalis mendekati

    simfisis pubis, tulang ubun-ubun/parietal belakang lebih rendah

    lebih rendah dari tulang ubun-ubun depan.

    Turunnya kepala janin ke dasar panggul

    Pada primipara, masuknya kepala janin ke dalam PAP terjadi sebelumpersalinan, sedangkan turunnya kepala terjadi setelah itu, biasanya pada

    awal kala II. Pada nulipara, masuk dan turunnya kepala janin ke dalam

    panggul terjadi bersamaan

    FleksiDengan turunnya kepala, fleksi kepala bertambah sehingga posisi ubun-

    ubun kecil (UUK) lebih rendah daripada ubun-ubun besar (UUB) sehingga

    diameter fronto oksipital (12 cm) sebagai ukuran terpanjang terbentang

    antara fronto diameter anteroposterior dan diameter sub

    oksipitobregmatika (9,5cm) yang lebih kecil yang akan melewati jalan

    lahir.

    Putaran Paksi DalamPemutaran bagian terendah janin ke depan (simfisis pubis) atau ke

    belakang (sakrum). Putaran paksi dalam merupakan suatu usaha untuk

    menyesuaikan posisi kepala dengan bentuk jalan lahir.

    Ekstensi / Defleksi kepala janinTerjadi agar kepala dapat melewati PBP, sumbu jalan lahir arah

    anteroposterior

    Putaran paksi luar atau RestitusiSetelah kepala lahir seluruhnya, kepala kembali memutat ke arah

    punggung untuk menghilangkan torsi pada leher karena putaran paksi

    dalam tadi.putaran ini disebut putaran restitusi kemudian putaran

  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    28/40

    28

    dilanjutkan hingga kepala berhadapan dengan tuber ischiadicum sepihak

    (di sisi kiri)

    EkspulsiSetelah putaran paksi luar bahu depan sampai di bawah simfisis dan

    menjadi hypomochilion untuk melahirkan bahu belakang kemudian bahudepan menyusul seluruh badan anak lahir searah dengan paksi jalan lahir.

  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    29/40

    29

    3. Memahami dan menjelaskan kehamilan dengan anemia

    Menjelaskan definisi anemia pada ibu hamil

    DefinisiKondisi dimana sel darah merah menurun atau menurunnya hemoglobin, sehingga

    kapasitas daya angkut oksigen untuk kebutuhan organ-organ vital pada ibu dan

    janin menjadi berkurang.

    Menjelaskan etiologi anemia pada ibu hamil

    Etiologi

    a. Hipervolemia, menyebabkan terjadinya pengenceran darah.b. Pertambahan darah tidak sebanding dengan pertambahan plasma.

    c. Kurangnya zat besi dalam makanan.d. Kebutuhan zat besi meningkat.e. Gangguan pencernaan dan absorbsif. Status sosial ekonomi keluarga yang minim. Dimana seorang ibu hamil

    sangat membutuhkan suatu asupan gizi yang sangat banyak. Tetapi dengan

    keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan, maka ibu tersebut kurang

    mendapatkan gizi yang seharusnya sangat diperlukan untuk pertumbuhan

    janin, atau bisa juga mengakibatkan kematian pada ibu tersebut pada saat

    persalinan.

    g. Ibu hamil yang malnutrisi atau kekurangan gizih. Kehamilan dan persalinan dengan jarak yang berdekatan

    i. Ibu hamil dengan pendidikanj. Kehamilan dibawah usia 18 tahun atau kehamilan diatas usia 35 tahun

    Menjelaskan klasifikasi anemia pada ibu hamil1.Anemia defisiensi besi

    Terjadi sekitar 62,3 % pada kehamilan. Merupakan anemia yang paling sering

    dijumpaipada kehamilan. Hal ini disebabkan oleh kurang masuknya unsure

    besi dan makanan, karena gangguan resorpsi, ganguan penggunaan atau karena

    terlampaui banyaknya besi keluar dari badan, misalnya pada perdarahan.

    Keperluan besi bertambah dalam kehamilan terutama pada trimester terakhir.

    Keperluan zat besi untuk wanita tidak hamil 12 mg, wanita hamil 17 mg dan

    wanita menyusui 17 mg.

    Tanda dan gejala :

    memiliki rambut yang rapuh dan halus serta kuku tipis,rata, dan mudahpatah

    lidah tampak pucat, licin dan mengkilat, berwarna merah daging,stomatitis angularis, pecah-pecah disertai kemerahan dan nyeri sudut

    mulut.

    Ciri-ciri anemia defisiensi besi :

    mikrositosis

    hipokromasia

  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    30/40

    30

    anemia ringan tidak selalu menimbulkan ciri khas bahkan banyak yangbersifat normositer dan normokrom

    kadar besi serum rendah

    daya ikat besi serum meningkat

    protoporfirin meningkat tidak dtemukan hemosiderin dalam sumsum tulang.

    Kecukupan gizi yang dianjurkan bagi wanita hamil

    Zat Gizi Tidak Hamil Hamil

    Energi (Kal) 1900 285

    Protein (g) 44 12

    Vitamin A (RE) 500 200

    Vitamin C (mg) 30 10

    Asam folat (mcg) 150 50

    Niasin (mg) 8,4 1,3

    Riboflavin (mg) 1,0 0,2

    Tiamin (mg) 0,9 0,2

    Vitamin B12 (mcg) 1,0 0,3

    Kalsium 600 400

    Fosfor 450 200

    Iodium 150 25

    Besi 25 20

    Zinc 15 5

    2. Anemia MegaloblastikTerjadi pada sekitar 29 % pada kehamilan. disebabkan oleh defisiensi

    asam folat, jarang sekali karena defisensi vitamin B12. Hal itu erathubungannya dengan defisensi makanan.

    Gejala-gejalanya :

    Malnutrisi

    Glositis berat(Lidah meradang, nyeri)

    Diare

    Kehilangan nafsu makanCiri-ciri anemia megaloblastik :

    Megaloblast

    promegaloblast dalam darah atau sumsum tulang

  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    31/40

    31

    anemia makrositer dan hipokrom dijumpai bila anemianya sudahberat. Hal itu disebabkan oleh defisiensi asam folat sering

    berdampingan ndenagn defisiensi besi dalam kehamilan

    3. Anemia HipoplastikTerjadi pada sekitar 8 % kehamilan. Disebabkan oleh sumsum tulang

    kurang mampu membuat sel-sel darah baru. Etiologi anemia hipoplastik

    karena kehamilan belum diketahui dengan pasti. Biasanya anemia

    hipoplstik karena kehamilan, apabila wanita tsb telah selesai masa nifas

    akan sembuh dengan sendirinya. Dalam kehamilan berikutnya biasanya

    wanita mengalami anemia hipoplastik lagi.

    Ciri-ciri :

    Pada darah tepi terdapat gambaran normositer dan normokrom,tidak ditemukan ciri-ciri defisiensi besi, asam folat atau vitamin

    B12.

    Sumsum tulang bersifat normoblastik dengan hipoplasiaeritropoesis yang nyata

    4. Anemia HemolitikTerjadi pada sekitar 0,7 % kehamilan. Disebabkan oleh pengancuran sel

    darah merah berlangsung lebih cepat daripada pembuatannya. Wanita

    dengan anemia hemolitik sukar menjadi hamil, apabila hamil maka

    biasanya anemia menjadi berat. Sebaliknya mungkin pula kehamilan

    menyebabkan krisis hemolitik pada wanita yang sebelumnay tidak

    menderita anemia. Anemia hemolitk dibagi menjadi 2 golongan besar :

    Disebabkan oleh faktor intrakorpuskuler seperti thalassaemia,

    anemia sel sabit, sferositosis, eliptositosis, dll. Disebabkan olehfaktor ekstrakorpuskuler seperti defisiensi G-6

    Fosfat dehidrogenase, leukemia, limfosarkoma, penyakit hati dll.

    Gejala proses hemolitik :

    Anemia

    Hemoglobinemia

    Hemoglobinuria

    Hiperbilirubinuria

    Hiperurobilirubinuria

    Kadar sterkobilin dalam feses tinggi, dll

    Menjelaskan patofisiologi anemia pada ibu hamil

    Patofisiologi

    Perubahan hematologi sehubungan dengan kehamilan adalah oleh karena

    perubahan sirkulasi yang makin meningkat terhadap plasenta dari pertumbuhan

    payudara. Volume plasma meningkat 45-65% dimulai pada trimester ke II

    kehamilan, dan maksimum terjadi pada bulan ke 9 dan meningkatnya sekitar 1000

    ml, menurun sedikit menjelang aterem serta kembali normal 3 bulan setelah

    partus. Stimulasi yang meningkatkan volume plasma seperti laktogen plasenta,

    yang menyebabkan peningkatan sekresi aldesteron.

  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    32/40

    32

    Menjelaskan pemeriksaan dan diagnosis anemia pada ibu hamil

    1. Pemeriksaan FisikPemeriksaan umum : Takikardi, takipnea, dan tekanan nadi yang melebar

    merupakan mekanisme kompensasi untuk meningkatkan aliran darah danpengangkutan oksigen ke organ utama. Ikterus dapat dilihat pada anemia

    hemolitik. Gambaran fisik lain yang menyertai anemia berat meliputi

    kardiomegali, bising, hepatomegali dan splenomegali.

    2. Tes LaboratoriumHitung sel darah merah dan asupan darah : untuk tujuan praktis maka

    anemia selama kehamilan dapat didefinisikan sebagai Hb < 10,00 atau

    11,00 gr% dan hemotokrit < 30,00-33,00%. Asupan darah tepi

    memberikan evaluasi morfologi, eritrosit, hitung jenis leukosit dan

    perkiraan kekuatan trombosit

    Memahami dan menjelaskan komplikasi anemia pada ibu hamilPengaruh anemia terhadap kehamilan, persalinan, nifas.

    1. Keguguran2. Partus prematurs3. Inersia uteri dan partus lama, ibu lemah4. Anatomi uteri dan menyebabkan perdarahan5. Syok6. Afibrinogenemia dan hipofibrinogenemia7. Infeksi intra partum dan dalam nifas8. Bila terjadi anemia gravis (Hb di bawah 4 gr/dl) menyebabkan payah

    jantung pada ibu hamil berakibat fatal.

    Pengaruh anemia terhadap hasil konsepsi

    Selama masih mempunyai cukup persediaan besi, Hb tidak akan turun dan bila

    persediaan ini habis, Hb akan turun. Ini terjadi pada bulan ke 5-6 kehamilan, pada

    waktu janin membutuhkan banyak zat besi. Bila terjadi anemia pengaruhnya

    adalah:

    1. Kematian mudigah.

    2. Kematian janin dalam kandungan.

    3. Kematian janin pada waktu lahir.

    4. Kematian perinatal tinggi.5. Prematuritas.

    6. Dapat terjadi cacat bawaan.

    7. Cadangan besi kurang.

  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    33/40

    33

    Memahami dan menjelaskan penatalaksanan ibu hamil dengan anemia

    Menjelaskan farmakoterapi ibu hamil dengan anemia

    Farmakoterapi

    Apabila pada pemeriksan kehamilan hanya Hb itu yang diperiksa dan Hb itu

    kursng dari 10 g/dL maka wanita dapat dianggap sebagai menderita anemia

    defisiensi besi. Karena tersering pada kehamilan adalah anemia defisiensi besi.

    Pengobatan dapat di mulai dengan preparat besi os. Biasanya diberikan garam

    besi sebanyak 600-1000 mg/hari, seperti sulfous-ferrous atau glukonas ferrosus.

    Terapi parenteral baru dapat diberikan apabila penderita tidak tahan obat besi per

    os, ada gangguan penyerapan, penyakit saluran pencernaan, atau apabila

    kehamilannya sudah tua. Besi parenteral dapat diberikan dalam bentuk ferri.

    Secara intramuskular dapat disuntikan dekstran besi (imferon) atau sorbitol besi

    (jectofer). Hasilnya lebuh cepat dicapai, hanya penderita merasa nyeri di tempatsuntikan. Dan secara intervena perlaham-lahan besi dapat diberikan seperti ferrum

    oksidum sakkaratum (ffereign, ferrivenin, proferrin vitis), sodium diferat

    (feronascin), dan dekstran besi (imferon).

    Tranfusi darah sebagai pengobatan anemia dalam kehamilan sangat jarang

    diberikan, walaupun Hbnya kurang dari 6 g/100 mL kecuali bila terdapat

    pendarahan.

    Menjelaskan gizi pada ibu hamil

    Menu disusun menurut petunjuk baku 4 sehat 5 sempurna. Hendaknya selalu

    makan sayur-sayuran dan buah-buahan yang berwarna karena nilai gizinya tinggiuntuk kesehatan. Ibu hamil memerlukan tambahan beberapa zat untuk

    pertumbuhan janinnya agar sehat dan hanya dapat diperoleh dari makanan,

    Makanan diperlukan antara lain untuk pertumbuhan janin, plasenta, uterus, buah

    dada dan kenaikan metabolisme.anak aterm memerlukan : 400 g protein, 220 g

    lemak, 80 g karbohidrat, dan 40 g mineral. Uterus dan plasenta masing-masing

    500 g dan 55 g protein. Kebutuhan total protein 950 g protein, Ca 30 g, Fe 0,8 g

    dan asam folat 300 g per hari.

    Kebutuhan makanan sehari-hari ibu tidak hamil, hamil, dan menyusui

    Kalori dan zatmakanan Tidak hamil hamil Menyusui

    Kalori 2000 2300 3000

    Protein 55 g 65 g 80 g

    Kalsium 0,5 gr 1 g 1 g

    Zat besi 12 g 17 g 17 g

    Vitamin A 5000 IU 6000 IU 7000 IU

    Vitamin D 400 IU 600 IU 800 IU

    Tiamin 0,8 mg 1 mg 1,2 mg

    Riboflavin 1,2 mg 1,3 mg 1,5 mg

    Niasin 13 mg 15 mg 18 mg

    Vitamin C 60 mg 90 mg 90 g

  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    34/40

    34

    Menjelaskan pencegahan anemia pada ibu hamil

    1. Didaerah dengan frekuensi kehamilan tinggi sebaiknya setiap wanita hamildiberi sulfas ferrous/glukonas ferrous, cukup 1 tablet sehari. Selain itu

    wanita di nasehatkan untuk makan lebih banyak protein dan sayur-sayuran

    yang mengandung banyak mineral dan vitamin.2. Pendidikan kesehatan : penyuluhan gizi untuk mendorong konsumsi

    makanan yang membantu absorpsi besi.

    3. Fortifikasi bahan makanan dengan besi

  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    35/40

    35

    4. Memahami dan menjelaskan gizi pada ibu hamilKehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi, karena itu

    kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan.

    Peningkatan energi dan zat gizi tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan

    perkembangan janin, pertambahan besarnya organ kandungan, perubahankomposisi dan metabolisme tubuh ibu. Sehingga kekurangan zat gizi tertentu

    yang diperlukan saat hamil dapat menyebabkan janin tumbuh tidak sempurna.

    Bagi ibu hamil, pada dasarnya semua zat gizi memerlukan tambahan, namun

    yang seringkali menjadi kekurangan adalah energi protein dan beberapa

    mineral seperti Zat Besi dan Kalsium.Kebutuhan energi untuk kehamilan yang

    normal perlu tambahan kira-kira 80.000 kalori selama masa kurang lebih 280

    hari. Hal ini berarti perlu tambahan ekstra sebanyak kurang lebih 300 kalori

    setiap hari selama hamil Energi yang tersembunyi dalam protein ditaksir

    sebanyak 5180 kkal, dan lemak 36.337 Kkal. Agar energi ini bisa ditabung

    masih dibutuhkan tambahan energi sebanyak 26.244 Kkal, yang digunakan

    untuk mengubah energi yang terikat dalam makanan menjadi energi yang bisadimetabolisir.

    Dengan demikian jumlah total energi yang harus tersedia selama kehamilan

    adalah 74.537 Kkal, dibulatkan menjadi 80.000 Kkal. Untuk memperoleh

    besaran energi per hari, hasil penjumlahan ini kemudian dibagi dengan angka

    250 (perkiraaan lamanya kehamilan dalam hari) sehingga diperoleh angka 300

    Kkal. Kebutuhan energi pada trimester I meningkat secara minimal. Kemudian

    sepanjang trimester II dan III kebutuhan energi terus meningkat sampai akhir

    kehamilan. Energi tambahan selama trimester II diperlukan untuk pemekaran

    jaringan ibu seperti penambahan volume darah, pertumbuhan uterus, dan

    payudara, serta penumpukan lemak. Selama trimester III energi tambahandigunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta.

    WHO menganjurkan jumlah tambahan sebesar 150 Kkal sehari pada trimester

    I, 350 Kkal sehari pada trimester II dan III. Di Kanada, penambahan untuk

    trimester I sebesar 100 Kkal dan 300 Kkal untuk trimester II dan III.

    Sementara di Indonesia berdasarkan Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi

    VI tahun 1998 ditentukan angka 285 Kkal perhari selama kehamilan. Angka

    ini tentunya tidak termasuk penambahan akibat perubahan temperatur ruangan,

    kegiatan fisik, dan pertumbuhan. Patokan ini berlaku bagi mereka yang tidak

    merubah kegiatan fisik selama hamil.

    Sama halnya dengan energi, kebutuhan wanita hamil akan protein juga

    meningkat, bahkan mencapai 68 % dari sebelum hamil. Jumlah protein yangharus tersedia sampai akhir kehamilan diperkirakan sebanyak 925 g yang

    tertimbun dalam jaringan ibu, plasenta, serta janin. Di Indonesia melalui

    Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi VI tahun 1998 menganjurkan

    penambahan protein 12 g/hari selama kehamilan. Dengan demikian dalam satu

    hari asupan protein dapat mencapai 75-100 g (sekitar 12 % dari jumlah total

    kalori); atau sekitar 1,3 g/kgBB/hari (gravida mature), 1,5 g/kg BB/hari (usia

    15-18 tahun), dan 1,7 g/kg BB/hari (di bawah 15 tahun).

    Bahan pangan yang dijadikan sumber protein sebaiknya (2/3 bagian) pangan

    yang bernilai biologi tinggi, seperti daging tak berlemak, ikan, telur, susu dan

    hasil olahannya. Protein yang berasal dari tumbuhan (nilai biologinya rendah)

    cukup 1/3 bagian.

  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    36/40

    36

    Kenaikan volume darah selama kehamilan akan meningkatkan kebutuhan Fe

    atau Zat Besi. Jumlah Fe pada bayi baru lahir kira-kira 300 mg dan jumlah

    yang diperlukan ibu untuk mencegah anemia akibat meningkatnya volume

    darah adalah 500 mg. Selama kehamilan seorang ibu hamil menyimpan zat

    besi kurang lebih 1.000 mg termasuk untuk keperluan janin, plasenta danhemoglobin ibu sendiri. Berdasarkan Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi

    Tahun 1998, seorang ibu hamil perlu tambahan zat gizi rata-rata 20 mg

    perhari. Sedangkan kebutuhan sebelum hamil atau pada kondisi normal rata-

    rata 26 mg per hari (umur 2045 tahun).

    Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengetahui status gizi ibu

    hamil antara lain memantau pertambahan berat badan selama hamil, mengukur

    Lingkar Lengan Atas (LILA), dan mengukur kadar Hb. Pertambahan berat

    badan selama hamil sekitar 1012 kg, dimana pada trimester I pertambahan

    kurang dari 1 kg, trimester II sekitar 3 kg, dan trimester III sekitar 6 kg.

    Pertambahan berat badan ini juga sekaligus bertujuan memantau pertumbuhan

    janin. Pengukuran LILA dimaksudkan untuk mengetahuiapakah seseorangmenderita Kurang Energi Kronis (KEK), sedangkan pengukuran kadar Hb

    untuk mengetahui kondisi ibu apakah menderita anemai gizi.

    Penambahan Berat Badan Status Gizi Ibu Sebelum Hamil

    Kategori Berat (BMI) Total Kenaikan BB

    (Kg)

    Penambahan BB

    TM I (Kg) TM II (Kg)

    Normal ( BMI 19,8-26) 12,513 2,3 0,49

    Kurus ( BMI < 19,8 ) 11,516 1,6 0,44

    Lebih 711, 6 0,9 0,3

    Obesitas ( BMI > 29 ) 6

  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    37/40

    37

    5. Memahami dan menjelaskan tentang hukum puasa ramadhan bagi wanitahamil

    Kondisi fisik seorang wanita dalam menghadapi kehamilan dan saat-saat

    menyusui memang berbeda-beda. Namun, pada dasarnya, kalori yang

    dibutuhkan untuk memberi asupan bagi sang buah hati adalah sama, yaitu

    sekitar 2200-2300 kalori perhari untuk ibu hamil dan 2200-2600 kalori perhari

    untuk ibu menyusui. Kondisi inilah yang menimbulkan konsekuensi yang

    berbeda bagi para ibu dalam menghadapi saat-saat puasa di bulan Ramadhan.

    Ada yang merasa tidak bermasalah dengan keadaan fisik dirinya dan sang bayi

    sehingga dapat menjalani puasa dengan tenang. Ada pula para ibu yang

    memiliki kondisi fisik yang lemah yang mengkhawatirkan keadaan dirinya jika

    harus terus berpuasa di bulan Ramadhan begitu pula para ibu yang memiliki

    buah hati yang lemah kondisi fisiknya dan masih sangat tergantung asupan

    makanannya dari sang ibu melalui air susu sang ibu.Kedua kondisi terakhir, memiliki konsekuuensi hukum yang berbeda bentuk

    pembayarannya.

    a. Untuk Ibu Hamil dan Menyusui yang Mengkhawatirkan Keadaan

    Dirinya Saja Bila Berpuasa

    Bagi ibu, untuk keadaan ini maka wajib untuk mengqadha (tanpa fidyah) di

    hari yang lain ketika telah sanggup berpuasa.

    Keadaan ini disamakan dengan orang yang sedang sakit dan

    mengkhawatirkan keadaan dirinya. Sebagaimana dalam ayat,

    Maka jika di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu iaberbuka), maka wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan

    itu pada hari-hari yang lain.(Qs. Al Baqarah[2]:184)

    Berkaitan dengan masalah ini, Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan,

    Kami tidak mengetahui ada perselisihan di antara ahli ilmu dalam masalah

    ini, karena keduanya seperti orang sakit yang takut akan kesehatan

    dirinya. (al-Mughni: 4/394)

    b. Untuk Ibu Hamil dan Menyusui yang Mengkhawatirkan Keadaan

    Dirinya dan Buah Hati Bila Berpuasa

    Sebagaimana keadaan pertama, sang ibu dalam keadaan ini wajib

    mengqadha (saja) sebanyak hari-hari puasa yang ditinggalkan ketika sang

    ibu telah sanggup melaksanakannya.

    Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, Para sahabat kami (ulama

    Syafiiyah) mengatakan, Orang yang hamil dan menyusui, apabila

    keduanya khawatir dengan puasanya dapat membahayakan dirinya, maka

    dia berbuka dan mengqadha.Tidak ada fidyah karena dia seperti orang yang

    sakit dan semua ini tidak ada perselisihan (di antara Syafiiyyah).Apabila

    orang yang hamil dan menyusui khawatir dengan puasanya akan

    membahayakan dirinya dan anaknya, maka sedemikian pula (hendaklah)

  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    38/40

    38

    dia berbuka dan mengqadha, tanpa ada perselisihan (di antara

    Syafiiyyah).(al-Majmu: 6/177, dinukil dari majalahAl Furqon)

    c. Untuk Ibu Hamil dan Menyusui yang Mengkhawatirkan Keadaan si

    Buah Hati saja

    Dalam keadaan ini, sebenarnya sang ibu mampu untuk berpuasa. Oleh

    karena itulah, kekhawatiran bahwa jika sang ibu berpuasa akan

    membahayakan si buah hati bukan berdasarkan perkiraan yang lemah,

    namun telah ada dugaan kuat akan membahayakan atau telah terbukti

    berdasarkan percobaan bahwa puasa sang ibu akan membahayakan.

    Patokan lainnya bisa berdasarkan diagnosa dokter terpercaya bahwa

    puasa bisa membahayakan anaknya seperti kurang akal atau sakit -. (Al

    Furqon, edisi 1 tahun 8)

    Untuk kondisi ketiga ini, ulama berbeda pendapat tentang proses

    pembayaran puasa sang ibu. Berikut sedikit paparan tentang perbedaanpendapat tersebut.

    Dalil ulama yang mewajibkan sang ibu untuk membayar qadha

    saja.

    Dalil yang digunakan adalah sama sebagaimana kondisi pertama dan

    kedua, yakni sang wanita hamil atau menyusui ini disamakan

    statusnya sebagaimana orang sakit. Pendapat ini dipilih oleh Syaikh

    Bin Baz dan Syaikh As-Sadi rahimahumallah

    Dalil ulama yang mewajibkan sang Ibu untuk membayar fidyah

    saja.Dalil yang digunakan adalah sama sebagaimana dalil para ulama yang

    mewajibkan qadha dan fidyah, yaitu perkataan Ibnu

    Abbas radhiallahuanhu, Wanita hamil dan menyusui, jika takut

    terhadap anak-anaknya, maka mereka berbuka dan memberi makan

    seorang miskin. ( HR. Abu Dawud) dan perkataan Ibnu

    Umarradhiallahuanhuketika ditanya tentang seorang wanita hamil

    yang mengkhawatirkan anaknya, maka beliau berkata, Berbuka dan

    gantinya memberi makan satu mud gandum setiap harinya kepada

    seorang miskin. (al-Baihaqi dalam Sunan dari jalan Imam Syafii,

    sanadnya shahih).

    Dan ayat Al-Quran yang dijadikan dalil bahwa wanita hamil dan

    menyusui hanyaf membayar fidyah adalah, Dan wajib bagi orang

    yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar

    diyah (yaitu) membayar makan satu orang miskin.(Qs. Al-Baqarah

    [2]: 184).

    Hal ini disebabkan wanita hamil dan menyusui yang

    mengkhawatirkan anaknya dianggap sebagai orang yang tercakup

    dalam ayat ini. Pendapat ini adalah termasuk pendapat yang dipilih

    Syaikh Salim dan Syaikh Ali Hasan hafidzahullah.

  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    39/40

    39

    Dalil ulama yang mewajibkan sang Ibu untuk mengqadha dengan

    disertai membayar fidyah

    Dalil sang ibu wajib mengqadha adalah sebagaimana dalil pada

    kondisi pertama dan kedua, yaitu wajibnya bagi orang yang tidak

    berpuasa untuk mengqadha di hari lain ketika telah memiliki

    kemampuan. Para ulama berpendapat tetap wajibnya mengqadha

    puasa ini karena tidak ada dalam syariat yang menggugurkan qadha

    bagi orang yang mampu mengerjakannya.

    Sedangkan dalil pembayaran fidyah adalah para ibu pada kondisi

    ketiga ini termasuk dalam keumuman ayat berikut,

    Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika

    mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan

    seorang miskin (Qs. Al-Baqarah [2]:184)

  • 8/13/2019 Skenario Blok Reproduksi

    40/40

    DAFTAR PUSTAKA

    Depkes. RI 1995. Sekitar kelahiran bayi yang perlu anda ketahui

    Guyton dan Hall.2007.Buku Ajar Fisiologi KedokteranEdisi 11.Jakarta: EGC.

    Luis, Juncqueira, Jose Carneiro, 1991. Histologi Dasar, ed.3. EGC, Jakarta.

    Prawirohardjo S.Ilmu kebidanan edisi 4.PT Bina Pustaka Prawiro Rahardjo.

    Prof Rustam. Synopsis obstetric Jilid 1. Jakarta : EGC.

    Sherwood. L.2004. Fisiologi Manusia: Dari sel ke Sistem

    Snell, RS, 1997, Anatomi Klinik untuk Mahasiswa Kedokteran,EGC, Jakarta.

    irvanhabibali.files.wordpress.com

    reproduksiumj.blogspot.com

    www.danieher.multiply.com

    www.info-sehat-kita.blogspot.com

    www.litbang.depkes.go.id

    www.reproduksi.com

    http://www.danieher.multiply.com/http://www.danieher.multiply.com/http://www.info-sehat-kita.blogspot.com/http://www.info-sehat-kita.blogspot.com/http://www.info-sehat-kita.blogspot.com/http://www.litbang.depkes.go.id/http://www.reproduksi.com/http://www.reproduksi.com/http://www.litbang.depkes.go.id/http://www.info-sehat-kita.blogspot.com/http://www.danieher.multiply.com/