pbl skenario 3 blok hematologi

Author: faniatmaja

Post on 07-Jul-2018

247 views

Category:

Documents


1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 8/19/2019 PBL SKENARIO 3 BLOK HEMATOLOGI

    1/26

    A. SKENARIO

    PEMBENGKAKAN KELENJAR LEHER 

    Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan terdapat benjolan pada leher kanan sejak 1 bulan yang lalu. Benjolan dirasakan semakin lama

     bertambah besar. eluhan disertai dengan demam terutama malam hari! berat badan menurun

    dan nyeri pada benjolan tersebut.

    "ada pemeriksaan #isik didapatkan pembengkakan kelenjar getah bening di region

    $olli De%tra! satu buah! konsistensi sedikit keras! ukuran 3%3 &m! tidak ada tanda in#lamasi

    dan nyeri tekan. Ditemukan juga pembengkakan kelenjar getah bening di kedua inguinal

    masing-masing satu buah! ukuran 1%1 &m! konsistensi sedikit keras! tidak ada tanda in#lamasi

    dan nyeri tekan.

    Dokter meminta pasien untuk melalakukan biopsy kelenjar getah bening untuk menegakkan diagnosis dan pasien menyetujuinya.

    1

  • 8/19/2019 PBL SKENARIO 3 BLOK HEMATOLOGI

    2/26

    B. KATA SULIT

    1. Biopsi ' (engambil sepotong jaringan yang masih dalam

    keadaan hidup.

    ). Regio $olli De%tra ' *eher pada bagian kanan

    3. +nguinal ' *ipatan pangkal paha

    C. ANALISA MASALAH

    1. (engapa demam terjadi pada malam hari,

    - arena keganasan tersebut berproli#erasi pada malam hari

    ). enapa bisa terjadi bengkak di elenjar Getah Bening,

    - arena pada elenjar Getah Bening terdapat nodus lim#atikus yang menghasilkan

    makro#ag dan lim#osit untuk melaan keganasan! jadi karena banyak diproduksi

    itulah menyebabkan elenjar Getah Bening membengkak.

    3. enapa bengkak tersebut terasa nyeri,- arena akibat kelenjar getah bening yang membengkak itu dia menekan sara# 

    disekitarnya sehingga menyebabkan nyeri.

    . (engapa pembengkakan elenjar Getah Beningnya melebar,

    - arena merupakan keganasan! maka sel keganasan tersebut dibaa oleh &airan

    lim#a! salah satunya ke inguinal.

    5. (engapa dokter menyarankan biopsy,

    - arena itu merupakan pemeriksaan yang tepat untuk memeriksa jaringan tubuh

     pasien! dank arena pembekakan semakin besar dan lama.

    /. (engapa tidak ada tanda in#lamasi,

    - arena pembengkakan kelenjar getak bening disebabkan oleh keganasa! bukan

    in#eksi.0. (engapa pembengkakan terjadi di Regio $olli De%tra dan +nguinal,

    - arena pembuluh lim# yang paling besar terdapat di Regio $olli De%tra

    +nguinal! dan mudah untuk di deteksi.

    2. enapa terjadi penurunan Berat Badan,

    - arena pasien mengalami demam selama 1 bulan dan terjadi pembengkakan di

    Regio $olli De%tra yang menyebabkan nyeri telan sehingga menurunkan na#su

    makan. Dan karena pembengkakan tersebut disebabkan oleh keganasan! maka sel

    keganasan tersebut mengambil nutrisi jaringan sehingga pasien mengalami

     penurunan berat badan.

    2

  • 8/19/2019 PBL SKENARIO 3 BLOK HEMATOLOGI

    3/26

    D. HIPOTESIS

    eganasan dapat menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening sehingga

    kelenjar getah bening menghasilkan banyak makro#ag dan lim#osit sebagai respon

    imun &ontohnya seperti demam. "embesaran kelenjar getah bening ini dapat

    menyebabkan penurunan berat badan akibat dari nyeri telan dan sel-sel ganas yangmengambil nutrisi jaringan. Setelah dilakukan biopsy dapat ditegakkan diagnosis

    lim#adenopati.

    3

  • 8/19/2019 PBL SKENARIO 3 BLOK HEMATOLOGI

    4/26

    E. SASARAN BELAJAR 

    1. (emahami dan (enjelaskan elenjar Getah Bening

    1.1 De#inisi

    1.) ungsi

    1.3 (akroskopik1. (ikroskopik

    ). (emahami dan (enjelaskan *im#adenopati

    ).1 De#inisi

    ).) lasi#ikasi

    ).3 4tiologi

    ). "ato#isiologi

    ).5 (ani#estasi

    )./ "emeriksaan

    ).0 Diagnosis dan Diagnosis Banding

    ).2 atalaksana dan "en&egahan).6 omplikasi

    ).17 "rognosis

    ).11 4pidemiologi

    4

  • 8/19/2019 PBL SKENARIO 3 BLOK HEMATOLOGI

    5/26

    1. Memahami dan Menjea!"an Keenja# Ge$ah Benin%

    1.1 De&ini!i

    - elenjar getah bening adalah gumpalan jaringan! kira-kira seukuran ka&ang dan

    merupakan 8rumah8 bagi banyak sel darah putih. elenjar ini terdapat di seluruh tubuh dan

    merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh manusia. elenjar getah bening membengkak ketika tubuh merespons terhadap in#eksi atau peradangan.

    '.' ()n%!i

    1. "embuluh lim#atik mengumpulkan &airan berlebih atau &airan lim#e dari jaringan sehingga

    memungkinkan aliran &airan segar selalu bersirkulasi dalam jaringan tuuh.

    ). (erupakan pembuluh untuk membaa kembali kelebihan protein di dalam &airan

     jaringan ke dalam aliran darah .

    3. 9odus menyaring &airan lim#e dari in#eksi bakteri dan bahan-bahan berbahaya.

    . 9odus memproduksi lim#osit baru untuk sirkulasi

    5. "embuluh lim#atik pada organ abdomen membantu absorpsi nutrisi yang telah di&erna!

    terutama lemak.

    /. (embantu sistem kekebalan tubuh dalam membangun respon imun

    1.* Ma"#+!"+,i" 

    • :rgan lim#oid sekunder '

    :rgan lim#oid sekunder merupakan tempat sel dendritik mempersentasikan antigen

    yang yang ditangkapnya di bagian lain tubuh ke sel yang mema&unya untuk poli#erasi

    dan di#erensiasi lim#osit.

      Lim&+n+d)!

     erletak disekitar pembuluh darah yang ber#ungsi untuk memproduksi lim#osit

    dan anti bodi untuk men&egah penyebaran in#eksi lanjutan! menyaring aliran lim#atik 

    sekurang-kurangnya oleh satu nodus sebelum dikembalikan kedalam aliran darah melalui

    duktus torasikus! sehingga dapat men&egah penyebaran in#eksi lebih luas. erdapat

     permukaan &embung dan bagian hillus ;&ekung< yang merupakan tempat masuknya

     pembuluh darah dan saluran lim#e e#eren yang membaa aliran lim#e keluar dari

    5

  • 8/19/2019 PBL SKENARIO 3 BLOK HEMATOLOGI

    6/26

    lim#onodus. Saluran a##eren memasuki lim#onodus pada daerah sepanjang permukaan

    &embung.

    • Bentuk '

    :=al seperti ka&ang tanah atau ka&ang merah dengan pinggiran &ekung ;hillus<

    • Ukuran 'Sebesar kepala peniti atau buah kenari! dapat diraba pada daerah leher! a%illa! dan

    inguinal dalam keadaan in#eksi.

    1. Mi"#+!"+,i" 

    *im#onodus dibagi atas daerah korteks dan sinusoid. Daerah korteks dapat dibagi

    atas ) bagian. "ada nodulus lim#atikus terdapat germinal &enters. *im#onodus

    dibungkus oleh kapsula #ibrosa yang terdiri dari serat kolagen! yang menjulur 

    kedalam disebut trabe&ulae. Dibaah kapsula #ibrosa terdapat sinus sub kapsularisatau sinus marginalis dimana &airan lim#e ditapis dan kemudian mengalir melalui

    sinus kortikalis atau sinus trabekularis mengikuti trabekula. Stroma lim#onodus

    dibentuk oleh &abang-&abang trabekula dan jaringan retikular ;sel retikular 

    merupakan sel #agosit< yang juga membentuk dinding dari sinusoid. *im#onodus

    dibagi menjadi dua daerah yaitu '

    • orteks

    Dibagi menjadi dua bagian yaitu '

    o orteks luar 

    Dibentuk dari jaringan lim#oid yang terdapat satu jaringan sel retikular dan serat

    retikular yang dipenuhi oleh lim#osit B. erdapat struktur berbentuk s#eris yang

    disebut nodulus lim#atikus! dalam satu nodulus lim#atikus terdapat &orona;dibentuk dengan susunan sel yang padat< dan sentrum germinati=um ;dibentuk 

    dari susunan sel yang longgar! dan merupakan tempat di#erensiasi lim#osti B

    menjadi sel plasma< . erdapat sinus subkapsularis atau sinus marginalis yang

    dibentuk oleh jaringan ikat longgar dari makro#ag! sel retikular dan serat

    retikular.

    o orteks dalam

    (erupakan kelanjutan dari korteks luar! terdapat juga nodulus lim#atikus! dan

    mengandung lim#osit .

    • (edula

    6

  • 8/19/2019 PBL SKENARIO 3 BLOK HEMATOLOGI

    7/26

    erdapat korda medularis ;genjel-genjel medula< yang merupakan perluasan korteks

    dalam yang berisi sel plasma hasil di#erensiasi pada sentrum germinati=um. orda

    medularis dipisahkan oleh struktur seperti kapiler yang berdilatasi yang disebut

    sebagai sinus lim#oid medularis yang mengandung &airan lim#e.

    '. Memahami dan Menjea!"an Keenja# Ge$ah Benin%

    '.1 De&ini!i

    -  (erupakan pembesaran kelenjar getah bening dengan ukuran lebih besar dari 1 &m

    ;errer R!1662<

    - >bnormalitas ukuran atau karakter kelenjar getah bening ;Ba?emore >@! )77/<

    - ata yang berarti penyakit pada nodus lim#a. etika in#eksi terjadi pada nodus lim#a!

    maka penyakit tersebut akan disebut *im#adenitis! tetapi ketika in#eksi menyerang

    aliran lim#a! penyakit ini disebut *im#angitis.

    '.' Ka!i&i"a!i

     

    Bedasarkan luas lim#adenopati '

    1. Generalisata

    *im#adenopati pada ) atau lebih region anatomi yang berbeda

    ). *okalisata

    *im#adenopati pada 1 regio anatomi

    • Bedasarkan tempat '

    >. *im#adenopati epitroklear

    erabanya kelenjar getah bening epitroklear selalu patologis. "enyebabnya meliputi in#eksi di

    lengan baah atau tangan! lim#oma!sarkoidosis! tularemia! dan si#ilis sekunder.

    B. *im#adenopati aksila

    Sebagian besar lim#adenopati aksila disebabkan oleh in#eksi atau jejas pada ekstremitas atas.

    >denokarsinoma payudara sering bermetastasis ke kelenjar getah bening aksila anterior dan

    sentral yang dapat teraba sebelum ditemukannya tumor primer. *im#oma jarang

     bermani#estasi sejak aal atau! kalaupun bermani#estasi! hanya di kelenjar getah bening

    aksila. *im#adenopati antekubital atau epitroklear dapat disebabkan oleh lim#oma atau

    melanoma di ekstremitas! yang bermetastasis ke kelenjar getah bening ipsilateral.

    $. *im#adenopati suprakla=ikula

    *im#adenopati suprakla=ikula mempunyai keterkaitan erat dengan keganasan.

    "adapenelitian! keganasan ditemukan pada 3A dan 57A penderita. Risiko palingtinggi

    ditemukan pada penderita di atas usia 7 tahun.*im#adenopati suprakla=ikula kanan

     berhubungan dengan keganasan di mediastinum! paru! atau eso#agus. *im#adenopati

    suprakla=ikula kiri ;nodus ir&ho< berhubungan dengan keganasan abdominal ;lambung!

    kandung empedu! pankreas! testis! o=arium! prostat

  • 8/19/2019 PBL SKENARIO 3 BLOK HEMATOLOGI

    8/26

    *im#adenopati inguinal sering ditemukan dengan ukuran 1-) &m pada orang normal!

    terutama yang bekerja tanpa alas kaki. *im#adenopati reakti# yang jinak dan in#eksi

    merupakan penyebab tersering lim#adenopati inguinal. *im#adenopati inguinal jarang

    disebabkan oleh keganasan. arsinoma sel skuamosa pada penis dan =ul=a! lim#oma! serta

    melanoma dapat disertai lim#adenopati inguinal. *im#adenopati inguinal ditemukan

     pada 52A penderita karsinoma penis atau uretra.

    4. *im#adenopati generalisata

    *im#adenopati generalisata lebih sering disebabkan oleh in#eksi serius! penyakit autoimun!

    dan keganasan! dibandingkan dengan lim#adenopati lokalisata. "enyebab jinak pada anak 

    adalah in#eksi adeno=irus. *im#adenopati generalisata dapat disebabkan oleh leukemia!

    lim#oma! atau penyebaran kanker padat stadium lanjut. *im#adenopati sumber keganasan

     primer yang mungkin bermetastasis ke kelenjar getah bening tersebut dan tindakan diseksi

    leher.

    '.* E$i++%i

    Banyak keadaan yang menyebabkan lim#adenopati. eadaan tersebut dapat diingat

    dengan mnemoni& (+>(+ '  Malignancies ;eganasan

    disorders  ;kelainan autoimun

    tidak la?im

    8

  • 8/19/2019 PBL SKENARIO 3 BLOK HEMATOLOGI

    9/26

    '. Pa$+&i!i++%i

    *im#adenopati adalah suatu tanda dari in#eksi berat dan terlokalisasi. *im#adenopati

    terjadi bila lim#onodus lo&al dan pembuluh darah mengalirkan materi terin#eksi! yang

    tertangkap dalam jaringan #olikular nodus. "eningkatan aliran lim#atik adalah karakteristik 

    dari in#lamasi lo&al. B+la terjadi in#lamasi pembiluh lim#atik dsebut lim#angitis dan bila

    in#lamasi mempengaruhi lim#onodus disebut lim#adenitis. Sistem lim#e membantu

    mempertahankan in#eksi tetap terlokalisasi da terisolasi dari aliran darah.

    Sistem lim#atik berperan pada reaksi peradangan sejajar dengan sistem =askular darah.

    Biasanya ada penembusan lambat &airan interstisial kedalam saluran lim#e jaringan! dan lim#e

    yang terbentuk dibaa kesentral dalam badan dan akhirnya bergabung kembali kedarah =ena.

    Bila daerah terkena radang! biasanya terjadi kenaikan yang menyolok pada aliran lim#e dari

    daerah itu. elah diketahui baha dalam perjalanan peradangan akut! lapisan pembatas

    9

  • 8/19/2019 PBL SKENARIO 3 BLOK HEMATOLOGI

    10/26

     pembuluh lim#e yang terke&il agak meregang! sama seperti yang terjadi pada =enula! dengan

    demikian memungkinkan lebih banyak bahan interstisial yang masuk kedalam pembuluh

    lim#e. Bagaimanapun juga! selama peradangan akut tidak hanya aliran lim#e yang bertambah!

    tetapi kandungan protein dan sel dari &airan lim#e juga bertambah dengan &ara yang sama.

    Sebaliknya! bertambahnya aliran bahan-bahan melalui pembuluh lim#emenguntungkan karena &enderung mengurangi pembengkakan jaringan yang meradang

    dengan mengosongkan sebagian dari eksudat. Sebaliknya! agen-agen yang dapat

    menimbulkan &edera dapat dibaa oleh pembuluh lim#e dari tempat peradangan primer 

    ketempat yang jauh dalam tubuh. Dengan &ara ini! misalnya! agen-agen yang menular dapat

    menyebar. "enyebaran sering dibatasi oleh penyaringan yang dilakukan oleh kelenjar lim#e

    regional yang dilalui oleh &airan lim#e yang bergerak menuju kedalam tubuh! tetapi agen atau

     bahan yang terbaa oleh &airan lim#e mungkin masih dapat meleati kelenjar dan akhirnya

    men&apai aliran darah. ;"ri&e! 1665C 36 - 7

  • 8/19/2019 PBL SKENARIO 3 BLOK HEMATOLOGI

    11/26

    • issue ne&rosis leads to suppuration

    "eradangan F enaikan "enembusan $airan +nterstisial ke dalam saluran lim#a jaringan F

    $airan *im#e! protein dan sel &airan lim#e bertambah F "embengkakan GB

    Sel bereplikasi dalam merespon antigen F Sel-sel netro#il atau sel neoplasma metatastik 

    memasuki nodus dalam jumlah besar F Bahan asing disimpan di dalam sel histiosit F

    "elepasan sitokin lokal menyebabkan pembengkakan pembuluh darah dan edema F aringan

    nekrosis menyebabkan nanah

    "rin&iples and "ra&ti&e o# "ediatri& +n#e&tious Diseases

    / Sa#ah S. L+n%0 La##/ K. Pi"e#in%0 and Cha#e! G. P#+e#

    $h edi$i+n ,)i!hed / E!e2ie#

    '.3 Mani&e!$a!i Kini!

    a. Demam berkepanjangan dengan suhu lebih dari 32 o$.

    . Sering keringat malam.

    . ehilangan berat badan lebih dari 17A dalam / bulan.

    d. imbul benjolan di bagian leher..

    Gejala-gejala pembengkakan kelenjar getah bening tergantung pada kedua lokasi dan

     penyebab pembesaran! seperti'

    • S>*UR>9 9>">S ' Batuk lama atau lebih ) minggu hilang timbul! >S(>! sering

     batuk ke&il atau berdehem! sering menarik napas dalam.

    • E+DU9G! 4*+9G> 49GG:R:>9 ' "ilek lama lebih dari ) minggu hilang

    timbul! bila pilek lama sering disertai sakit telingasering bersin! hidung buntu!

    terutama malam dan pagi hari. (+(+S>9! S+9US++S! hidung sering gatal digosok-

    gosok atau hidung sering digerak-gerakkan rabbit noseH. otoran telinga berlebihan!

    sedikit berbau! sakit telinga bila ditekan ;otitis eksternaE bila menangis! berlari atau makan banyak . MUAL pagi hari. Sering Buang >ir Besar ;B>B< 3 kaliIhari atau lebih! sulit B>B

    11

    https://www.inkling.com/store/book/pediatric-infectious-diseases-long-pickering-4th?chapterId=1ff9c324d3f448b38778f74bdab445cbhttps://www.inkling.com/store/book/pediatric-infectious-diseases-long-pickering-4th?chapterId=1ff9c324d3f448b38778f74bdab445cb

  • 8/19/2019 PBL SKENARIO 3 BLOK HEMATOLOGI

    12/26

    ;obstipasi

    angin! berak di &elana. Sering 4(BU9G! sering buang angin dan bau tajam. Sering

     9J4R+ "4RU. adang nyeri di daerah kantung empedu. @aspadai bila nyeri perut

    hebat bila di=onis usus buntu harus segera se&ond opinion ke dokter lain. Sering salah

    diagnosis karena gejala mirip.

    • G+G+ D>9 (U*U ' 9yeri gigi! gigi berarna kuning ke&oklatan! gigi rusak! gusi

    mudah bengkakIberdarah. Bibir kering dan mudah berdarah! sering S>R+>@>9!

    lidah putih berpulau! mulut berbau! air liur berlebihan.

    • "4(BU*UE D>R>E askulitis ;pembuluh darah ke&il pe&ah< ' sering  LEBAM 

     KEBIRUAN  pada tulang kering kaki atau pipi atas seperti bekas terbentur. Berdebar-

    debar! mudah pingsan! tekanan darah rendah.

    • :: D>9 U*>9G ' nyeri kaki atau kadang tangan! sering minta dipijat terutama

    saat malam hari. adang nyeri dada. adang otot sekitar rahang atas dan rahang baah kaku bila mengunyah terganggu! bila tidur gigi sering gemeretak! :tot di leher 

     belakang dan punggung sering kaku dan nyeri

    • S>*UR>9 49$+9G ' Sering minta ken&ing! B4D @4+9G ;semalam ngompol

    )-3 kali<

    • (>> ' (ata gatal! timbul bintil di kelopak mata ;hordeolum* ' rambut berlebihan di kaki atau tangan! keputihan! gangguan

     pertumbuhan tinggi badan. Gangguan pada deasa ' rambut rontok! "rementrual

    Syndrome ;gangguan saat menstruasi

    • (engalami Gi?i Ganda ' bisa kurus! sulit naik berat badan atau kegemukan. "ada

    kesulitan kenaikkan erat badan sering disertai kesulitamn makan dan na#su makan

    kurang. Sebaliknya pada kegemukan sering mengalami na#su makan berlebihan

    • esulitan (akan dan gangguan (akan ' 9a#su makan buruk atau gangguan

    mengunyah menelan

    • epala!telapak kaki atau tangan sering teraba hangat. Berkeringat berlebihan meskidingin ;malam atau a&+KU4 atau 4*4*>E>9 ' mudah lelah! sering minta gendong! "ada deasa

    sering mengeluh &apekH

    • Daya tahan menurun sering sakit demam! batuk! pilek setiap bulan bahkan sebulan )

    kali. (normal sakit seharusna !"# $ulan sekali%. arena sering sakit berakibat

    onsilitis kronis ;>(>9D4* (4(B4S>R

  • 8/19/2019 PBL SKENARIO 3 BLOK HEMATOLOGI

    13/26

     jaringan dibaahnya. "ada in#eksi akut teraba lunak! membengkak se&ara asimetrik!

    dan saling berhubungan! serta kulit di atasnya tampak erimatosa.

    '.4 Peme#i"!aan

    Anamne!i!

    1. *okasi pembesaran kelenjar getah bening

    "embesaran kelenjar getah bening pada dua sisi leher se&ara mendadak biasanya

    disebabkan oleh in#eksi =irus saluran pernapasan bagian atas. "ada in#eksi oleh

     penyakit kaasaki umumnya pembesaran GB hanya satu sisi saja. >pabila

     berlangsung lama ;kronik< dapat disebabkan in#eksi oleh mikobakterium!

    toksoplasma! ebstein barr =irus atau &itomegalo=irus.

    ). Gejala-gejala penyerta ;symptoms<

    Demam! nyeri tenggorok dan batuk mengarahkan kepada penyebab in#eksi saluran

     pernapasan bagian atas. Demam! keringat malam dan penurunan berat badan

    mengarahkan kepada in#eksi tuberkulosis atau keganasan. Demam yang tidak jelas

     penyebabnya! rasa lelah dan nyeri sendi meningkatkan kemungkinan oleh penyakit

    kolagen atau penyakit serum ;serum si&knessdanya peradangan tonsil ;amandel< sebelumnya mengarahkan kepada in#eksi oleh

    streptokokus. >danya in#eksi gigi dan gusi dapat mengarahkan kepada in#eksi bakterianaerob.

    5. Riayat pekerjaan dan perjalanan

    "aparan terhadap in#eksi I kontak sebelumnya kepada orang dengan in#eksi saluran

    na#as atas! #aringitis oleh Strepto&o&&us! atau tuber&ulosis turut membantu

    mengarahkan penyebab lim#adenopati. Riayat perjalanan atau pekerjaan! misalnya

     perjalanan ke daerah-daerah >#rika dapat mengakibatkan penyakit ripanosomiasis.

    :rang yang bekerja di hutan dapat terkena ularemia.

    /. "enggunan obat-obatan

    13

  • 8/19/2019 PBL SKENARIO 3 BLOK HEMATOLOGI

    14/26

    *im#adenopati dapat timbul setelah pemakaian obat-obatan seperti #enitoin dan

    isonia?id. :bat-obatan lainnya seperti allupurinol! atenolol! &aptopril! &arbama?epine!

    &e#alosporin! emas! hidrala?ine! peni&ilin! pirimetamine! Luinidine! sul#onamida!

    sulinda&danya tenggorokan yang merah! ber&ak-ber&ak putih pada tonsil! bintik-bintik merah

     pada langit-langit mengarahkan in#eksi oleh bakteri streptokokus.

    • >danya selaput pada dinding tenggorok! tonsil! langit-langit yang sulit dilepas dan bila

    dilepas berdarah! pembengkakan pada jaringan lunak leher ;bull ne&k< mengarahkan

    kepada in#eksi oleh bakteri di#teri. aringitis! ruam-ruam dan pembesaran limpa

    mengarahkan kepada in#eksi epstein barr =irus.

    • >danya radang pada selaput mata dan ber&ak koplik mengarahkan kepada &ampak.

    • >danya pu&at! bintik-bintik perdarahan ;bintik merah yang tidak hilang degnan

     penekanan

    mengarahkan kepada leukimia.

    •Demam panjang yang tidak berespon dengan obat demamC kemerahan pada mataC

     peradangan pada tenggorok! straberry tongueHC perubahan pada tangan dan kaki

    14

  • 8/19/2019 PBL SKENARIO 3 BLOK HEMATOLOGI

    15/26

    ;bengkak! kemerahan pada telapak tangan dan kakikelenjar biasanya nyeri pada penekanan! baik satu sisi atau dua sisi dan dapat #luktuati# 

    dan dapat digerakkan.

    • >danya kemerahan dan suhu lebih panas dari sekitarnya mengarahkan in#eksi bakteri dan

    adanya #luktuati# menandakan terjadinya abses. Bila lim#adenitis disebabkan keganasan!

    tanda-tanda peradangan tidak ada! GB keras dan tidak dapat digerakkan ;terikat dengan

     jaringan di baahnya

  • 8/19/2019 PBL SKENARIO 3 BLOK HEMATOLOGI

    16/26

    Biopsi kelenjar getah bening yang lebih komprehensi# dikenal sebagai biopsi

    terbuka. Seperti pada biopsi jarum! pasien berbaring di atas meja! dibaah general

    anestesi. emudian diberikan disin#eksi pada daerah biopsi lalu insisi dan diambil

     potongan-potongan jaringan. emudian daerah biopsi tersebut dijahit dan diperban.

    "rosedur ini berlangsung sedikit lebih lama daripada biopsi jarum! biasanya sekitar 

    5-/7 menit total. 

    $. Biopsi sentinel

    etika kanker di&urigai sebagai penyebab peradangan! maka biopsi dilakukan

    dengan &ara yang berbeda. Biopsi ini merupakan prosedur khusus! yang dikenal

    sebagai biopsi kelenjar getah bening sentinel. Dalam prosedur ini! sejumlah ke&il

    &airan pela&ak berarna biru atau isotop radioakti# disuntikkan ke dalam daerah

     biopsi. "ela&ak ini kemudian akan mengalir ke sumber yang di&urigai kanker! atau

    yang disebut sebagai sentinel node. Sentinel node ini umumnya merupakan lokasi

     pertama di mana kanker pertama kali ditemukan. Setelah kelenjar getah bening

    sentinel diambil! massa sampel dikirim ke laboratorium untuk dianalisa. Satu atau dua

    kelenjar getah bening lainnya dapat diambil pada saat yang sama sebagai sampel perbandingan.

    abel ). "ertimbangan Dilakukan Biopsi "ada *im#adenopati

    A. Si5e

    - Greater than ) &m

    - +n&reasing o=er ) eeks

    - 9o de&rease in si?e o# node a#ter eeks

    B. L+a$i+n

    - Supra&la=i&ular lymph node

    C. C+n!i!$en/

    - Eard

    - (atted

    - Rubbery

    D. A!!+ia$ed (ea$)#e!

    - >bnormal &hest radiograph suggesti=e o# lymphoma

    - e=er 

    - @eight loss

    - Eepatosplenomegaly

    3. ultur

    ultur ;&ontoh dikirim ke laboratorium dan diletakkan pada kultur medium yang

    membiarkan mikroorganisme untuk berkembang< kemungkinan diperlukan untuk 

    memastikan diagnosa dan untuk mengidenti#ikasikan organisme penyebab in#eksi.

    . $ S&an

    16

  • 8/19/2019 PBL SKENARIO 3 BLOK HEMATOLOGI

    17/26

    $ S&an adalah mesin %-ray yang menggunakan komputer untuk mengambil gambar 

    tubuh >nda untuk mengetahui apa yang mungkin menyebabkan lim#adenitis >nda.

    Sebelum mengambil gambar! >nda mungkin akan diberi pearna melalui + di

     pembuluh darah >nda agar dapat melihat gambar dengan jelas. $ S&an dapat

    mendeteksi pembesaran GB ser=ikalis dengan diameter 5 mm atau lebih.

    5. (agneti& Resonan&e +maging ;(R+<

    (agneti& resonan&e imaging ;(R+< digunakan untuk melihat dalam tubuh >nda.

    gambar ini digunakan untuk men&ari penyebab lim#adenitis.

    /. oto oraks

    oto toraks merupakan suatu pemeriksaan yang perlu dilakukan dalam e=aluasi

    lim#adenopati kronis lokal atau generalisata dan dapat melihat adanya pelebaran

    mediastinum karena lim#adenopati dari lim#oma dan sar&oid. Dua pertiga dari pasien

    yang memiliki Eodgkin lim#oma mungkin menunjukkan pelebaran mediastinum pada

    #oto dada. "ada penelitian Singler! et al didapatkan dari / anak ;rata-rata usia )1.5

     bulan< dengan lim#adenopati mediastinum yang di&urigai kearah B paru melalui

     pemeriksaan $ s&an dengan kontras! pada pemeriksaan #oto thora% hanya mampu

    mendiagnosis adanya lim#adenopati mediastinum sebesar 0!1A. Se&ara keseluruhan

    sensiti=itas dari #oto thorak men&apai /0A dan spesi#itasnya 56A. Deteksi dari

    mediastinum *im#adenopati melalui thorak #oto untuk mendiagnosa B paru pada

    anak-anak harus dita#sirkan dengan hati-hati. >kurasi diagnostik mungkin

    ditingkatkan dengan menyempurnakan kriteria radiologis lim#adenopati dan

    dikon#irmasikan dengan pemeriksaan klinis lainnya.

    0. uberkulosis Skin est ;S<

    Diindikasikan untuk menyingkirkan in#eksi (. uberkulosis. S dapat menunjukkan

    indikasi reakti# pada anak dengan mikobakterium nontuber&ulosis tapi tidak sensiti#.

    '.6 Dia%n+!i! dan Dia%n+!i! Bandin%

    Dia%n+!i!

    17

  • 8/19/2019 PBL SKENARIO 3 BLOK HEMATOLOGI

    18/26

    Dia%n+!i! Bandin%

    • *im#adenitis

    enis lim#adenitis ada dua yaitu lim#adenitis akut dan lim#adenitis kronis. Sedangkan jenislim#adenitis kronis sendiri masih dibagi menjadi menjadi dua ma&am yaitu lim#adenitis

    kronis spesi#ik dan non spesi#ik.

    a. *im#adenitis >kut

    *im#adenitis ini bentuknya terbatas pada sekelompok kelenjar getah bening yang

    mendrainase suatu #okus in#eksi! atau mungkin generalisata apabila terjadi in#eksi bakteri

    atau =irus sistemik. Se&ara histologis! tampak pusat germinati=um besar yang

    memperlihatkan banyak gambaran mitotik. >pabila keadaan ini disebabkan oleh organisme

     piogenik! disekitar #olikel dan di dalam sinus lim#oid ditemukan in#iltrat neutro#ilik. "ada

    in#eksi yang parah! pusat germinati=um mengalami nekrosis sehingga terbentuk abses.

    18

  • 8/19/2019 PBL SKENARIO 3 BLOK HEMATOLOGI

    19/26

    >pabila in#eksi terkendali! kelenjar getah bening akan kembali tampak normal atau terjadi

     pembentukan jaringan parut apabila dekstrukti#.

     b. *im#adenitis ronis

    (enimbulkan tiga pola! bergantung pada agen penyebabnya' hiperplasia #olikel!

    hiperplasia lim#oid parakorteks! atau histiositosis sinus. Eiperplasia #olikel berkaitan dengan

    in#eksi atau proses proses peradangan yang mengakti#kan sel B. Sel B dalam berbagai tahap

    di#erensiasi berkumpul di dalam pusat germinati=um besar yang bulat atau oblong ;#olikel

    sekunderpabila abses ini pe&ah ke kulit! lukanya sukar sembuh oleh karena

    keluar se&ret terus menerus sehingga seperti #istula.

    *im#adenitis tuber&ulosa pada kelenjar getah bening dapat terjadi sedemikian rupa! besar 

    dan konglomerasi sehingga leher penderita itu disebut seperti bull ne&k.

    "ada keadaan seperti ini kadang O kadang sukar dibedakan dengan lim#oma malignum.

    *im#adenitis tuberkulosa diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan histopatologi! terutamayang tidak disertai oleh tuberkulosa paru. "ada gambaran histopologi yang spesi#ik adalah

     perkijuan dan sel datia *anghan Ps.

    D+!i! Oa$ An$i T)e#")+!i!

    Oa$ D+!i! ha#ian

    7m%8"%8ha#i9

    D+!i! ':8min%%)

    7m%8"%8ha#i9

    D+!i! *:8min%%)

    7m%8"%8ha#i9

    +9E 5-15 ;maks 377 mg< 15-7 ;maks. 677 mg< 15-7 ;maks. 677 mg<

    Ri#ampisin 17-)7 ;maks. /77 mg< 17-)7 ;maks. /77 mg< 15-)7 ;maks. /77 mg<

    "ira?inamid 15-7 ;maks. ) g< 57-07 ;maks. g< 15-37 ;maks. 3 g<

    4tambutol 15-)5 ;maks. )!5 g< 57 ;maks. )!5 g< 15-)5 ;maks. )!5 g<

    Streptomisin 15-7 ;maks. 1 g< )5-7 ;maks. 1!5 g< )5-7 ;maks. 1!5 g<

    Pen%+a$an TBC ,ada +#an% de;a!a

    Q Ka$e%+#i 1 < 'HR=E8H*R*Selama ) bulan minum obat +9E! ri#ampisin! pira?inamid! dan

    etambutol setiap hari ;tahap intensi#

    ri#ampisin tiga kali dalam seminggu ;tahap lanjutan

  • 8/19/2019 PBL SKENARIO 3 BLOK HEMATOLOGI

    20/26

    "enderita B$ ekstra paru ;B$ di luar paru-paru< berat.

    Q Ka$e%+#i ' < HR=E83H*R*E*Diberikan kepada'

    "enderita kambuh.

    "enderita gagal terapi.

    "enderita dengan pengobatan setelah lalai minum obat.

    Q Ka$e%+#i * < 'HR=8H*R*Diberikan kepada'"enderita B> ;< dan rontgen paru mendukung akti#.

    Pen%+a$an TBC ,ada ana" 

    >dapun dosis untuk pengobatan B$ jangka pendek selama / atau 6 bulan! yaitu'

    1. 'HR86H'R'  ' +9ERi#ampisin setiap hari selama ) bulan pertama! kemudian +9E

    Ri#ampisin setiap hari atau ) kali seminggu selama 0 bulan ;ditambahkan 4tambutol bila

    diduga ada resistensi terhadap +9E

  • 8/19/2019 PBL SKENARIO 3 BLOK HEMATOLOGI

    21/26

    •   Nodular &clerosis

    •   Lmphocte 'redominance

    • 

     Lmphocte epletion

    •   Mi)ed *ellularit

    &. *im#oma 9on-Eodgkin ;*9E<

    GEJALA-GEJALA

    *im#oma 9on-Eodgkin dapat menimbulkan serangkaian gejala! namun gejala-gejala yang

     paling umum terjadi adalah'• Demam terus menerus dan berulang

    • Eilangnya berat badan tanpa alas an

    • (embengkaknya kelenjar getah bening

    • eringat yang timbul di malam hari

    • Eilangnya selera makan

    Saat diagnose 9E* telah dipastikan! penilaian stadium kanker harus dilakukan.

    "enahapan menga&u pada tingkat penyebaran lim#oma dalam tubuh. Eal ini dapat

    memberikan hasil prognosis yang signi#ikan dan sangat berguna untuk menentukan ren&ana

     pengobatan terbaik untuk pasien. erdapat stadium yang terbagi atas ) kategori > dan B.Stadium-stadium tersebut meliputi'

    • Stadium +' erdapat satu kelompok kelenjar getah bening yang terin#eksi pada salah

    satu sisi dia#ragma.

    • Stadium ++' erdapat dua kelompok atau lebih dari kelenjar getah bening yang

    terin#eksi namun masih berada pada satu sisi dia#ragma.

    • Stadium +++' "aling sedikit ) kelompok jaringan kelenjar getah bening terin#eksi dan

    terletak pada kedua sisi dia#ragma

    • Stadium +' Bila penyakitIkankernya mempengaruhi organ tubuh lainnya ;misal

    sumsum tulang! hati! dsb<

    • ategori >' idak terjadi demam terus menerusIberulang! keringat malam! atau

    kehilangan berat badan se&ara mendadak 

    • ategori B' ' erdapat seluruh gejala yang telah disebut dalam kategori >

    "erbedaan antara *E dengan *9E ditandai dengan adanya sel Reed-Sternberg yang

     ber&ampur dengan in#iltrat sel radang yang ber=ariasi. Sel Reed-Sternberg adalah suatu sel besar 

     berdiameter 15-5 mm! sering berinti ganda ;$inucleated 

     banyak ;multinucleated < dengan sitoplasma am#o#ilik yang sangat banyak. ampak jelas di dalam

    inti sel adanya anak inti yang besar seperti inklusi dan seperti mata burung hantuH ;o+l"ees

     biasanya dikelilingi suatu halo yang bening.

    21

  • 8/19/2019 PBL SKENARIO 3 BLOK HEMATOLOGI

    22/26

    "enyebab lim#oma hodgkin dan non-hodgkin sampai saat ini belum diketahui se&ara pasti.

    Beberapa hal yang diduga berperan sebagai penyebab penyakit ini antara lain'

    a. +n#eksi ;4B! E*-1! E$! SE! dan ,elico$acter plori<

     b. aktor lingkungan seperti pajanan bahan kimia ;pestisida! herbisida! bahan kimia

    organik! dan lain-lain

    d. aktor genetik 

    "enatalaksanaan lim#oma maligna dapat dilakukan melalui berbagai &ara! yaitu'

    a. "embedahan

    ata laksana dengan pembedahan atau operasi memiliki peranan yang terbatas dalam

     pengobatan lim#oma. Untuk beberapa jenis lim#oma! seperti lim#oma gaster yang

    terbatas pada bagian perut saja atau jika ada resiko per#orasi! obstruksi! dan

     perdarahan masi#! pembedahan masih menjadi pilihan utama. 9amun! sejauh ini

     pembedahan hanya dilakukan untuk mendukung proses penegakan diagnosis melalui

     surgical $iops.

    0

     b. Radioterapi

    Radioterapi memiliki peranan yang sangat penting dalam pengobatan lim#oma!

    terutama lim#oma hodgkin di mana penyebaran penyakit ini lebih sulit untuk 

    diprediksi. Beberapa jenis radioterapi yang tersedia telah banyak digunakan untuk 

    mengobati lim#oma hodgkin seperti radioimunoterapi dan radioisotope.

    Radioimunoterapi menggunakan antibodi mono&lonal seperti $D)7 dan $D)) untuk 

    melaan antigen spesi#ik dari lim#oma se&ara langsung! sedangkan radioisotope

    menggunakan 131+odine atau 67Jttrium untuk irradiasi sel-sel tumor se&ara selekti# 0.

    eknik radiasi yang digunakan didasarkan pada stadium lim#oma itu sendiri1! yaitu'

    • Untuk stadium + dan ++ se&ara mantel radikal• Untuk stadium +++ >IB se&ara total nodal radioterapi

    • Untuk stadium +++ B se&ara subtotal body irradiation

    • Untuk stadium + se&ara total body irradiation

    &. emoterapi

    (erupakan teknik pengobatan keganasan yang telah lama digunakan dan banyak 

    obat-obatan kemoterapi telah menunjukkan e#eknya terhadap lim#oma.

    d. +munoterapi

    Bahan yang digunakan dalam terapi ini adalah +nter#eron-T! di mana inter#eron-T

     berperan untuk menstimulasi sistem imun yang menurun akibat pemberiankemoterapi.

    e. ransplantasi sumsum tulang

    ransplasntasi sumsum tulang merupakan terapi pilihan apabila lim#oma tidak 

    membaik dengan pengobatan kon=ensional atau jika pasien mengalami pajanan ulang

    ;relapsda dua &ara dalam melakukan transplantasi sumsum tulang! yaitu se&ara

    alogenik dan se&ara autologus. ransplantasi se&ara alogenik membutuhkan donor 

    sumsum yang sesuai dengan sumsum penderita. Donor tersebut bisa berasal dari

    saudara kembar! saudara kandung! atau siapapun asalkan sumsum tulangnya sesuai

    dengan sumsum tulang penderita. Sedangkan transplantasi se&ara autologus! donor 

    sumsum tulang berasal dari sumsum tulang penderita yang masih bagus diambil

    kemudian dibersihkan dan dibekukan untuk selanjutnya ditanamkan kembali dalamtubuh penderita agar dapat menggantikan sumsum tulang yang telah rusak.

    22

  • 8/19/2019 PBL SKENARIO 3 BLOK HEMATOLOGI

    23/26

    • Benjolan di leher yang seringkali disalahartikan sebagai pembesaran GB leher '

    Q Gondongan ' pembesaran kelenjar parotits akibat in#eksi =irus! sudut rahang baah

    dapat menghilang karena bengkak 

    Q ista Duktus iroglosus ' berada di garis tengah dan bergerak dengan menelanQ ista Dermoid ' benjolan di garis tengah dapat padat atau berisi &airan

    Q Eemangioma ' kelainan pembuluh darah sehingga timbul benjolan berisi jalinan

     pembuluh darah! berarna merah atau kebiruan

    '.> Ta$aa"!ana dan Pene%ahan

    Ta$aa"!ana

    • atalaksana lim#adenopati didasarkan kepada penyebabnya. Banyak kasus lim#adenopati

    sembuh dengan sendirinya dan tidak membutuhkan pengobatan apapun selain dari

    obser=asi ;Sutoyo! )776<

    • *akukan obser=asi -/ minggu! bila tidak juga mengalami penge&ilan! maka dapat

    menjadi indikasi untuk melakukan biopsi ;Sutoyo! )776<

    • Biopsi dilakukan terutama bila terdapat tanda dan gejala yang mengarahkan kepada

    keganasan ;Sutoyo! )776<

    • Bila penyebab lim#adenopati adalah mikobakterium tuberkulosis maka diberikan obat

    anti tuberkulosis selama 6-1) bulan ;Sutoyo! )776<• Bila disebabkan mikobakterium selain tuberkulosis maka memerlukan pengangkatan

    GB yang terin#eksi ;Sutoyo! )776<

    • "ada in#eksi GB oleh bakteri ;lim#adenitis< adalah antibiotik oral 17 hari dengan

     pemantauan dalam ) hari pertama #lu&lo%a&illin )5mgIkgBB empat kali sehari. Bila ada

    reaksi alergi terhadap antibiotik golongan penisilin dapat diberikan &ephale%in )5mgIkg

    ;sampai dengan 577mg< tiga kali sehari atau eritromisin 15mgIkg ;sampai 577mg< tiga

    kali sehari.

    • >tau bila pembedahan tidak memungkinkan atau tidak maksimal diberikan antibiotik 

    golongan makrolida dan antimikobakterium. ;Sutoyo! )776<

    D+G:*:9G>9 >>S ) 4*:(": '

    1. OBAT LINI-1

    +sonia?id! Ri#ampisin! 4tambutol! Streptomisin dan pira?inamid.

    '. OBAT LINI-'

    luorokuinolon! Sikloserin! 4tionamid! >mikasin! anamisin! epreomisin.

    Pene%ahan

    Beberapa hal yang dapa dilakukan unuk men&egah terjadinya lim#adenopati'

    23

  • 8/19/2019 PBL SKENARIO 3 BLOK HEMATOLOGI

    24/26

    • (enjaga kesehatan dan kebersihan badan bisa membantu men&egah terjadinya

     berbagai in#eksi.

    • (emastikan semua makanan dan minuman yang kita konsumsi bersih dan higenis.

    • (enjaga kebersihan badan dengan rajin membersihkannya memakai sabun se&ara

    teratur.• (enjaga kebersihan tempat tinggal.

    • (elakukan gaya hidup sehat.

    '.? K+m,i"a!i

    1.Pemen$)"an a!e!

    >bses adalah suatu penimbunan nanah! biasanya terjadi akibat suatu in#eksi bakteri. ika

     bakteri menyusup ke dalam jaringan yang sehat! maka akan terjadi in#eksi. Sebagian sel mati

    dan han&ur! meninggalkan rongga yang berisi jaringan dan sel-sel yang terin#eksi. Sel-sel

    darah putih yang merupakan pertahanan tubuh dalam melaan in#eksi! bergerak ke dalam

    rongga tersebut dan setelah menelan bakteri! sel darah putih akan mati. Sel darah putih yang

    mati inilah yang membentuk nanah! yang mengisi ronggatersebut.

    >kibat penimbunan nanah ini! maka jaringan di sekitarnya akan terdorong. aringan pada

    akhirnya tumbuh di sekeliling abses dan menjadi dinding pembatas absesC hal ini merupakan

    mekanisme tubuh untuk men&egah penyebaran in#eksi lebih lanjut. ika suatu abses pe&ah di

    dalam! maka in#eksi bisa menyebar di dalam tubuh maupun dibaah permukaan kulit!

    tergantung kepada lokasi abses.

    '. Se)i$i! 7in&e"!i ")i$9

    Selulitis adalah suatu penyebaran in#eksi bakteri ke dalam kulit dan jaringan di baah kulit.

    +n#eksi dapat segera menyebar dan dapat masuk ke dalam pembuluh getah bening dan aliran

    darah. ika hal ini terjadi! in#eksi bisa menyebar ke seluruh tubuh.

     

    *. Se,!i! 7!e,$i"emia a$a) "e#a)nan da#ah9

    Sepsis adalah kondisi medis yang berpotensi berbahaya atau mengan&am nyaa! yang

    ditemukan dalam hubungan dengan in#eksi yang diketahui atau di&urigai ;biasanya namun

    tidak terbatas pada bakteri-bakteri

  • 8/19/2019 PBL SKENARIO 3 BLOK HEMATOLOGI

    25/26

    '[email protected] P#+%n+!i!

    "rognosis untuk pemulihan adalah baik jika segera diobati dengan antibiotik. Dalam

    kebanyakan kasus! in#eksi dapat dikendalikan dalam tiga atau empat hari. 9amun! dalam beberapa kasus mungkin diperlukan aktu beberapa minggu atau bulan untuk pembengkakan

    menghilang! panjang pemulihan tergantung pada penyebab in#eksi. "enderita dengan

    lim#adenitis yang tidak diobati dapat mengembangkan abses! selulitis! atau kera&unan darah

    ;septikemia

    '.11 E,idemi++%i

    +nsiden lim#odenopati belum diketahui dengan pasti. Sekitar 32A sampai 5A pada

    anak normal memiliki GB daerah ser=ikal yang teraba. *im#adenopati adalah salah satu

    masalah klinis pada anak anak. "ada umumnya lim#adenopati pada anak dapat hilang dengan

    sendirinya apabila disebabkan in#eksi =irus.

    Studi yang dilakukan di >merika Serikat! pada umumnya in#eksi =irus ataupun bakteri

    merupakan penyebab utama lim#adenopati. ebanyakan disebebkan oleh in#eksi saluran

     perna#asan bagian atas! lim#adenopati lokalisata lebih banyak disebebkan in#eksi&taphilococcus dan &treptococcus $eta"hemoliticus.

    "ada penderita lim#adenopati usia N7 tahun memiliki risiko keganasan sekitar A

    dibandingkan dengan penderita usia M7 tahun yang memiliki resiko keganasan hanya sekitar 

    7!A.

    25

  • 8/19/2019 PBL SKENARIO 3 BLOK HEMATOLOGI

    26/26

    DA(TAR PUSTAKA

    Reksodiputro! >. dan +raan! $. )71. *im#oma 9on-EodgkinH. Disunting oleh Sudoyo!

    Setyohadi! >li! Simadibrata! dan Setiati. Buku A-ar Ilmu 'enakit alam. ilid ++. akarta'

    Balai "enerbit akultas edokteran Uni=ersitas +ndonesia

    Earrison' "rinsip-prinsip +lmu "enyakit Dalam' ;Earrison8s "rin&iples o# +nternal (edi&ine. Syl=ia. "ato#isiologi. "enerbit Buku edokteran 4G$. akarta')77/

    Shannon! ake. *ymph System ' *ymph 9ode Biopsi. onlineV)71) &ited

    )713 >ugust )2V >=ailable #rom ' http'II.lymphsystem.netIlymphnode-biopsi

    http'IIrepository.usu.a&.idIbitstreamI1)35/026I1/2/)II$hapterA)7++.pd# 

    http'II.kalbemed.&omI"ortalsI/I1W75W)76"endekatan Diagnosis *im#adenopati.pd#