ppt skenario 1 blok hematologi

Click here to load reader

Download Ppt Skenario 1 Blok Hematologi

Post on 25-Oct-2015

114 views

Category:

Documents

7 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

k.mkm,m,

TRANSCRIPT

BLOK HEMATO SKENARIO 1 LEKAS LELAH BILA BEKERJA

BLOK HEMATOLOGI SKENARIO 1 LEKAS LELAH BILA BEKERJA Ketua: Putri Erica Yulinafira(1102012180)Sekretaris: Nabilah Fajriah Barsah(1102012187)Anggota: Roesa Dahliana I (1102011243)Nindya Arafah(1102012195) Nabillah(1102010198) Muhammad Rifki Faiz (1102012180) Qatrin Nada R(1102012219) Razwa Maghvira(1102012232) Riris Rizani Dewi(1102012248) Syafira Kusuma W (1102012287)Novita fitri (1102012201)

SKENARIO LEKAS LELAH BILA BEKERJAIbu Shinta 35 tahun, memeriksakan diri ke dokter dengan keluhan sering merasa lekas lelah setelah mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Keluhan ini sudah dialami 3 bulan terakhir. Sebelumnya tidak pernah mengalami hal seperti ini. Pada anamnesis tambahan didapatkan keterangan bahwa pola makan bu Shinta tidak teratur, jarang makan sayur,ikan,maupun daging,hanya tahu/tempe dan kerupuk. Tidak dijumpai riwayat penyakit yang diderita sebelumnya dan riwayat pengobatan tidak jelas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan :Wajah terlihat lelah,TD 110/60 mmHg, frekuensi nadi 88 x/menit, frekuensi pernapasan 20 x/menit,suhu tubuh 36,8 C, TB=160 cm, BB=60 kg,konjungtiva palpebra inferior pucat.Pemeriksaan jantung paru dan abdomen dalam batas normal Hasil pemeriksaan darah rutin dijumpai :

Pemeriksaan Kadar Nilai normalHemoglobin (Hb)10,5 g/dL12-14 g/dLHematokrit (Ht)47%37-42%Eritosit6,75 x 106/l3,9-5,3 x 106/lMCV70 fl82-92 flMCH20 pg27-31 pgMCHC22%32-36%Leukosit6500/l5000-10.000/lTrombosit300.000/l150.000-400.000/lDokter mengatakan Ibu Shinta mengalami anemia.

3SASARAN BELAJAR LI 1. Memahami dan Menjelaskan EritoripoesisLO 1.1 Definisi EritropoesisLO 1.2 Klasifikasi EritropoesisLO 1.3 Faktor Pembentukan EritopoesisLI 2. Memahami dan Menjelaskan HemoglobinLO 2.1 Definisi HemoglobinLO 2.2 Fungsi HemoglobinLO 2.3 Biosintesis HemoglobinLO 2.4 Reaksi Oksigen dengan HemoglobinLO 2.5 Kurva disosiasiLI 3. Memahami dan Menjelaskan AnemiaLO 3.1 Definisi AnemiaLO 3.2 Klasifikasi AnemiaLO 3.3 Etiologi AnemiaLO 3.4 Patofisiologi Anemia

LI 4. Memahami dan Menjelaskan Anemia Defisiensi BesiLO 4.1 Definisi Anemia Defisiensi BesiLO 4.2 Etiologi Anemia Defisiensi BesiLO 4.3 Patogenesis Anemia Defisiensi BesiLO 4.4 Manifestasi Klinis Anemia Defisiensi BesiLO 4.5 Diagnosis Anemia Defisiensi BesiLO 4.6 Diagnosis Banding Anemia Defisiensi BesiLO 4.7 Tatalaksana Anemia Defisiensi BesiLO 4.8 Komplikasi Anemia Defisiensi BesiLO 4.9 Prognosis Anemia Defisiensi Besi

LI 1. Memahami dan Menjelaskan EritropoesisLO 1.1 Definisi Eritropoesis

Eritropoesis adalah proses pembentukan eritrosit (sel darah merah). Pada janin dan bayi proses ini berlangsung di limfa dan sumsum tulang, tetapi pada orang dewasa terbatas hanya pada sumsum tulang. (Dorland, Edisi 31)

LO 1.2 Siklus Eritopoesis 1. Rubiblastberinti bulat dengan beberapa anak inti dan kromatin yang halusSitoplasma : biru tua, sedikit halo di sekitar intiUkuran 18-25 mikronJumlah < 1%2. Prorubrisitlebih kecil dari rubriblast, inti bulat, kromatin mulai kasarSitoplasma: biru, lebih pucatJumlahnya dalam keadaan normal 1-4 %3. RubrisitInti sel ini mengandung kromatin yang kasar dan menebal secara tidak teraturJumlah 10-20%

4. Metarubrisi Inti sel ini kecil padat dengan struktur kromatin yang menggumpal Sitoplasma telah mengandung lebih banyak hemoglobin sehingga warnanya merah walaupun masih ada sisa-sisa warna biru dari RNA Jumlahnya dalah keadaan normal adalah 5-10%5. Retikulosit Dalam darah normal terdapat 0,5 2,5% retikulosit Masih ada sisa-sisa kromatin inti Sitoplasma warna violet / kemerahan / sedikit biru6. Eritrosit Sel berbentuk cakram bikonkaf dengan ukuran diameter 7-8 mikron & tebal 1,5- Bagian tengah sel ini lebih tipis daripada bagian tepi Sitoplasma kemerahan

LO 1.3 Faktor Pembentukan Eritropoesis Proses pembentukan eritrosit (eritropoiesis) memerlukan1.asam amino2. Tembaga : katalis dalam pembentukan Hb dan dalam cara ini membantu membuat eritrosit 3. Besi : produksi heme dan kira kira 65% besi tubuh adalah dalam hemoglobin4. Piridoksin5. Kobalt6. Vitamin B127. Hormon eritropoetinLI 2. Memahami dan Menjelaskan HemoglobinLO 2.1 Definisi Hemoglobin Hemoglobin adalah protein yang kaya akan zat besi. Memiliki afinitas (daya gabung) terhadap oksigen dan dengan oksigen itu membentuk oxihemoglobin di dalam sel darah merah. Dengan melalui fungsi ini maka oksigen dibawa dari paru-paru ke jaringan-jaringan. (Evelyn, 2009)

LO 2.2 Fungsi Hemoglobin Hemoglobin pada eritrosit vertebrata berperan penting dalam :1) pengangkutan oksigen dari organ respirasi ke jaringan perifer 2) pengangkutan karbon dioksida dan berbagai proton dari jaringan perifer ke organ respirasi untuk selanjutnya diekskresikan ke luar 3) menentukan kapasitas penyangga darah.(Murray, 2003)

LO 2.3 Biosintesis Hemoglobin Tahap dasar kimiawi pembentukan haemoglobin: Pertama, suksinil KoA, yang dibentuk dalam siklus krebs berikatan dengan glisin untuk membentuk molekul pirol. Kemudian, empat pirol bergabung untuk membentuk protopor firin IX yang kemudian bergabung dengan besi untuk membentuk molekul heme.Akhirnya, setiap molekul heme bergabung dengan rantai polipeptida panjang yang disebut globin, yang disintetis oleh ribosom, membentuk suatu sub unit hemoglobulin yang disebut rantai hemoglobin.

Hemoglobin yang dilepaskan dari sel sewaktu sel darah merah pecah, akan segera difagosit oleh sel-sel makrofag di hampir seluruh tubuh, terutama di hati (sel-sel kupffer), limpa dan sumsum tulang. Selama beberapa jam atau beberapa hari sesudahnya, makrofag akan melepaskan besi yang didapat dari hemoglobin, yang masuk kembali ke dalam darah dan diangkut oleh transferin menuju sumsum tulang untuk membentu sel darah merah baru, atau menuju hati dari jaringan lain untuk disimpan dalam bentuk faritin. Bagian porfirin dari molekul hemoglobin diubah oleh sel-sel makrofag menjadi bilirubin yang disekresikan hati ke dalam empedu. (Guyton & Hall, 1997)

LO 2.4 Reaksi Oksigen dengan Hemoglobin Dinamika reaksi hemoglobin dengan O2 menjadikannya sebagai pembawa oksigen yang sangat tepat. Pada orang dewasa normal,sebagian besar molekul hemoglobin mengandung dua rantai dan dua rantai . hem adalah suatu kompleks yang dibentuk dari satu porfirin dan satu atom besi fero. Masing-masing dari keempat atom besi dapat mengikat satu molekul O2 secara reversibel. Atom besi tetap ada dalam bentuk fero sehingga reaksi pengikatan oksigen merupakan suatu reaksi oksigenasi, bukan reaksi oksidasi. Reaksinya lazim ditulis Hb + O2 HbO2. Karena setiap molekul hemoglobin mengandung empat unit Hb, molekul ini dapat dinyatakan sebagai Hb4, dan pada kenyataannya bereaksi dengan empat molekul O2 membentuk Hb4O8.

LO 2.5 Kurva Disosiasi HemoglobinKurva disosiasi hemoglobin-oksigen , yaitu kurva yang menggambarkan hubungan persentase saturasi kemampun hemoglobin mengangkut O2 dengan PO2, memiliki bentuk sigmoid khas yang disebabkan oleh interkonversi T-R.Faktor-faktor yang mempengaruhi pengikatan antara oksigen dan hemoglobin adalah suhu, pH, dan 2,3 bifosfogliserat.Peningkatan pada suhu dan penurunan pH akan menggeser kurva ke kananJika kurva bergeser kanan maka akan diperlukan PO2 yang lebih tinggi agar hemoglobin dapat mengikat sejumlah O2Penurunan suhu dan peningkatan pH akan menggeser kurva ke kiriJika kurva bergeser ke kiri maka akan diperlukan lebih sedikit PO2 untuk mengikat sejumlah O2

Peningkatan 2,3bifosfogliserat akan menggerser kurva ke kanan yang akan mengakibatkan banyak O2 yang dilepas ke jaringan. 2,3 bifosfogliserat akan menurun jika pH darah turun akibat dari terhambatnya proses glikolisis. Hormon tiroid, pertumbuhan dan androgen akan meningkatkan kadar 2,3 bifosfogliserat.Kadar 2,3 bifosfogliserat akan meningkat pada anemia dan penyakit yang menimbulkan hipoksia kronik. Keaadaan ini akan memudahkan pengangkutan O2 ke jaringan melalui peningkatan PO2 saat O2 dilepaskan di kapiler perifer.

LI 3. Memahami dan Menjelaskan AnemiaLO 3.1 Definisi AnemiaAnemia merupakan kelainan hematologi yang paling sering dijumpai. Anemia ialah keadaan dimana masa eritrosit tidak dapat memenuhi fungsinya untuk menyediakan oksigen bagi jaringan tubuh. Secara laboratorik dijabarkan sebagai penurunan dibawah normal kadar hemoglobin, eritrosit dan hematocrit. (Bakta, 2006)

LO 3.2 Klasifikasi Anemia Secara morfologi, pengklasifikasian anemia terdiri atas:Anemia normositik normokrom Pada kelas ini, ukuran dan bentuk sel-sel darah merah normal serta mengandung hemoglobin dalam jumlah yang normal tetapi individu menderita anemia. Anemia makrositik normokrom Makrositik berarti ukuran sel-sel darah merah lebih besar dari normal tetapi normokrom karena konsentrasi hemoglobinnya normal.Anemia mikrositik hipokrom Mikrositik berarti kecil, hipokrom berarti mengandung hemoglobin dalam jumlah yang kurang dari normal

LO 3.3 Etiologi AnemiaPada dasarnya anemia disebabkan oleh gangguan pembentukan eritrosit di sumsum tulang (produksi eritrosit menurun), kehilangan eritrosit dari tubuh (perdarahan), proses peningkatan penghancuran eritrosit dalam tubuh sebelum waktunya (hemolisis). (Bakta, 2006)

LO 3.4 Patofisiologi Anemia Eritrosit/Hemoglobin menurun Kapasitas angkut oksigen menurun anoreksia organ targetMekanisme kompensansi tubuh gejala anemia

Anoksia organ target : menimbulkan gejala tergantung pada organ mana yang terkena.Mekanisme kompensasi tubuh : Penurunan afinitas Hb terhadap oksigen dengan meningkatkan enzim 2,3 DPGMeningkatkan curah jantung (COP = cardiac output)Redistribusi aliran darahMenurunkan tekanan oksigen vena(Bakta, 2006)LI 4. Memahami dan Menjelaskan Anemia Defisiensi BesiLO 4.1 Definisi Anemia Defisiensi Besi Anemia defisiensi besi adalah anemia yang timbul akibat kosongnya cadangan besi dalam tubuh sehingga penyediaan eritropoiesis berkurang yan