pbl skenario 7

Click here to load reader

Post on 28-Jan-2016

287 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

nnnn

TRANSCRIPT

Tinjauan Pustaka2014

Cerebellum, Batang Otak, dan Saraf Kranial di SekitarnyaVeneranda Venny GrishelaFakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana, Nim : 102013383Jl. Arjuna Utara No.6 Kebon jeruk, Jakarta Barat Telp. (021) 56942061

AbstrakOtak adalah organ terpenting di dalam kita yang bekerja melebihi komputer. Misalnya mengatur keseimbangan manusia di cerebellum dan pernapasan manusia di batang otak, dan masih banyak lagi fungsi lainnya. Selain itu terdapat 12 saraf kranial yang mempunyai fungsi masing-masing. Terdapat pula dua jenis sel di otak yaitu sel glia dan sel neuron. Yang salah satunya akan menghasilkan neurotransmitter yang sangat berguna untuk kita.Kata kunci : otak, otak kecil, batang otak, neurotransmitterAbstractThe brain is the most important organ in the us who work beyond the computer. For example, set the balance of the human in the human cerebellum and brainstem respiratory, and many other fungi. In addition there are 12 cranial nerves that have their respective functions. There are also two types of cells in the brain are glial cells and neuronal cells. Which one of them will produce a neurotransmitter that is very useful for us.Keywords: brain, cerebellum, brain stern, neurotransimitterPendahuluanOtak merupakan bagian terpenting dari manusia. Dimana otak manusia mempunyai berat dua persen dari berat badan orang dewasa. Otak mempunyai mmepunyai beberapa pembagian. Misalya otak depan, otak tengah, dan otak kecil, dsb. Di setiap pembagiannya tersebut mempunyai pembagian tugas masing-masing. Seperti mengantur dan mengkordinir sebagian besar gerakan, perilaku, dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh, suhu tubuh, dan masih banyak lagi fungsi otak. Di dalam otak pun mempunyai banyak persarafan yang mmepunyai spesialisasinya masing masing.Makalah ini dibuat dengan tujuan agar kita lebih mengetahui tentang bagian-bagian otak tersebut, terutama di bagian batang otak dan cerebellum serta saraf kranial yang di sekitarnya.Cerebellum (Otak Kecil)Cerebellum dan batang otak menempati fossa cranialis posterior, yang mempunyai atap tentorium sebagai pemisah cerebellum dan cerebrum. Permukaan cerebellum berbeda dengan cerebrum, karena tampak berlapis-lapis (berkerut-kerut). Kedua hemisfer cerebellum dipisahkan oleh suatu subdivisi kortikal berbentuk seperti cacing yang disebut vermis. Bagian rostral vermis disebut lingula dan bagian kaudalnya disebut nodulus. Korteks nodulus meluas ke lateral sebagai subdivisi dengan nama flokulus. Secara anatomis, hemisfer dan vermis cerebellum dibagi atas beberapa kelompok.1Cerebellum diklasifikasikan menjadi tiga subdivisi utama.1Arkhiserebelum merupakan bagian tertua serebellum yang terdiri dari flokulus dan nodulus vermis. Arkhiserebelum menerima informasi tentang posisi kepala dari sistem vestibular dan juga tentang gerakan kepala melalui impuls kinetik dari reseptor di kanalis semisirkularis. Berdasarkan informasi ini, serebellum dapat memodulasi secara sinergis semua impuls mototr spinal pada setiap saat untuk menjaga keseimbangan, posisi, dan gerakan tubuh.Paleoserebelum terdiri dari lobus anterior rostral fisura primer termasuk lingula, lobulus sentralis, kulmen vermis, paravermis, piramis dan uvula vermis, paraflokulus serta tonsil serebelum. Paleoserebelum menerima impuls aferen dari medula spinalis melalui traktus spinoserebelaris anterior dan posterior, dan juga dari traktus spinoserebelaris anterior dan posterior, dan juga traktus kuneoserebelaris. Impuls eferennya memodulasi aktivitas muskular untuk melawan gaya berat (gravitasi) dan mempertahankan tonus otot untuk keseimbangan tubuh sewaktu bergerak. Kombinasi paleoserebelum dan arkhiserebelum adalah untuk mengontrol tonus otot rangka dan koordinasi sinergik kelompok otot agonis dan antagonis untuk membentuk gaya berjalan dan sikap yang seimbang.

Gambar 1. Cerebellum (Otak Kecil).2Neoserebelum disebut juga lobus posterior, terdiri dari semua bagian vermis dan hemisfer yang terletak diantara fisura primer dan posterolateral. Neoserebelum menerima impuls aferen dari korteks serebelum khususnya area 4 dan 6 melalui jaras kortiko-ponto-serebelaris. Selain itu, ia juga menerima serabut aferen dari traktus olivo serebelaris. Neoserebelum akan menerima informasi setiap gerakan volunter yang akan dilakukan serebelumnya dan kemudian akan memodifikasi dan memperbaikinya melalui mekanisme inhibisi semua impuls motorik piramidal dan ekstrapiramidal melalui jaras dentatotalamokortikal.Batang OtakBatang otak terdiri dari otak tengah (diensefalon), pons varoli, dan medula oblongata.3

Gambar 2. Anatomi Otak secara Garis Besar.4Otak tengah (diensefalon) merupakan bagian atas batang otak. Aqueduktus serebri yang menghubungkan ventrikel ketiga dan keempat melintasi melalui otak tengah ini. Otak tengah dibagi menjadi dua tingkat yaitu atap yang mengandung banyak pusat-pusat refleks yang penting untuk penglihatan dan pendengaran, yang kedua adalah jalur motorik yang besar, yang turun dari kapsula interna melalui bagian dasar otak tengah, menurun terus melalui pons dan medua oblongata menuju sumsum tulang belakang.3

Pons Varoli merupakan bagian tengah batak otak dan karena itu memiliki jalur lintas naik dan turun seperti pada otak tengah. Selain itu juga terdapat banyak serabut yang berjalan menyilang pons untuk menghubungkan kedua lobus serebellum dan menghubungkan serebellum dengan korteks serebri.3Pons hampir semuanya terdiri dari substansi putih. Pons menghubungkan medulla, yang panjang, dengan berbagai bagian otak melalui pedunkulus serebral. Pusat respiratorik terletak dalam pons dan mengatur frekuensi dan kedalaman pernapasan. Nuklei saraf kranial V, VI, VII terletak dalam pons, yang juga menerima informasi dari saraf kranial VIII.5Medula oblongata membentuk bagian bawah batang otak serta menghubungkan pons dengan sumsum tulang belakang. Medula oblongata terletak dalam fossa kranialis posterior dan bersatu dengan sumsum tulang belakang tepat di bawah foramen magnum tulang oksipital. Sifat-sifat utama medula oblongata adalah disitu jalur motorik desendens melintasi batang otak dari sisi yang satu menuju sisi yang lain. Hal ini disebut dekusasio motorik. Perpotangan seperti di atas yang dilakukan jalur sensorik pada medula, juga terjadi, dan disebur dekusasio sensorik. Medula oblongata mengandung nukleus atau badan sel dari berbagai saraf otak yang terpenting . selain itu medula mengandung pusat-pusat vital yag berfungsi mengendalikan pernapasan dan sistem kardiovaskuler. Karena itu, suatu cedera yang terjadi pada bagian ini dalam batang otak dapat membawa akibat yang sangat serius.3Meninges Meninges adalah membran tipis yang membungkus otak dan medula spinalis. Terdapat tiga meningea yaitu duramater dibagian luar, arachnoid sebagai lapisan tengah, dan piamater yang terdapat tepat di atas otak. Ruang antara lapisan-lapisan tersebut diisi dengan CSS. Ruangan di atas duramater disebut epidural, dan ruangan di bawah duramater, tetapi diatas arachnoid disebut subdural. Ruang epidural dan subdural berisi banyak pembuluh darah kecil. Kerusakan pada pembuluh darah tersebut menyebabkan penimbunan darah di ruang epidural atau subdural. Css bersirkulasi di ruang suarachnoid.6Cairan SerebrospinalCairan serebrospinal (CSS) adalah cairan jernih yang mengelilingi otak dan medula spinalis. CSS bersirkulasi di ruang subarachnoid, dan memberikan perlindungan kepala otak terhadap getaran fisik. Antara CSS dan jaringan saraf terjadi beberapa pertukaran zat gizi dan produk zat sisa. Walaupun CSS dibentuk dari plasma yang mengalir melalui otak, konsentrasi elektrolit dan glukosanya berbeda dari konsentrasi plasma. CSS dibentuk sebagai hasil filtrasi difusi, dan transport aktif yang melintasi kapiler khusus ke dalam ventrikel otak, terutama ventrikel lateral. Jaringan kapiler yang berperan dalam pembentukan CSS disebut plexus koroideus. Saat berada di dalam ventrikel, CSS mengalir ke batang otak. Melalui lubang kecil di batang otak, CSS bersirkulasi ke permukaan otak dan medula spinalis. Di permukaan otak, CSS masuk ke sistem vena dan kembali ke jantung. Dengan demikian, CSS terus-menerus mengalami resirkulasi melalui dan pada sistem saraf pusat. Apabila jalur konduksi ventrikel untuk CSS mengalami sumbatan, dapat terjadi penimbunan cairan, yang mengakibatkan terjadinya peningkatan tekanan di dalam dan di permukaan otak.6

Gambar 3. Lapisan-lapisan Otak (Meninges).7Saraf KranialSaraf-saraf kranial langsung berasal dari otak dan keluar meninggalkan tengkorak melalui lubang-lubang pada tulang yang disebut foramina. Terdapat 12 pasang saraf kranial yang dinyatakan dengan nama atau dengan angka Romawi. Saraf-saraf tersebut adalah olfaktorius (I), optikus (II), okulomotorius (III), troklearis (IV), trigeminus (V), abdusens (VI), facialis (VII), vestibulokoklearis (VIII), glosofaringeus (IX), vagus (X), aksesorius (XI), hipoglosus (XII). Saraf kranial I, II, VIII merupakan saraf sensorik murni. Saraf kranial III, IV, XI, dan XII terutama merupakan saraf motorik, tetapi juga mengandung serabut propioseptif dari otot-otot yang dipersarafinya. Saraf kranial V, VII, dan X merupakan saraf campuran. Saraf kranial III, VII, dan X juga mengandung beberapa serabut saraf dari cabang parasimpatis sistem saraf otonom.8Saraf-saraf kranial adalah olfaktorius (I), optikus (II), okulomotorius (III), troklearis (IV), trigeminus (V), abdusens (VI), facialis (VII), vestibulokoklearis (VIII), glosofaringeus (IX), vagus (X), aksesorius (XI), hipoglosus (XII).9Nervus olfaktorius (I), badan sel olfaktorius terletak dalam mukosa nasalis. Aksonnya membentuk n. Olfaktorius yang naik melalui pars kribiformis untuk bersinaps di bulbus olfaktorius otak.Nervus optikus (II), mata dan n. Optikus berkembang sebagai pertumbuhan keluar dari otak embrionik sehingga saraf ini terbungkus meningen. Badan sellnya terletak di retina dan aksonnya berjalan kembali ke n.optikus men