pbl skenario 2 a3

Download Pbl Skenario 2 a3

Post on 14-Jan-2016

17 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

pbl

TRANSCRIPT

SKENARIO 2Kunjungan Rumah Pasien Dengan Gangguan Pernapasan

Seorang dokter berkunjung ke rumah pasien anak laki-laki, berumur 8 tahun dengan keluhan sesak nafas berulang. Keluhan seperti ini timbul hampir setiap hari sehingga dokter ingin mengunjungi rumah pasien untuk mengetahui lebih jauh tentang kondisi pasien dan keluarganya.Pasien tinggal di sebuah rumah kawasan padat penduduk dengan ukuran 4 x 7 m bersama keluarganya. Keluarga ini terdiri dari ayah. Ibu, pasien, dan dua orang kakak yang berumur 12 dan 14 tahun. Selain itu bersama keluarga ini tinggal kakek dan neneknya (orang tua dari ayah). Kondisi dalam rumah kurang rapih, kurang bersih, kurang pencahayaan dan ventilasi.Kake dan ibu pasien mempunyai riwayat asma bronkial. Kakek dan ayah pasien adalah perokok berat.Ayah adalah seorang lulusan SMP yang bekerja sebagai seorang buruh bangunan yang merupakan sumber pencari nafkah dalam keluarga. Ibu pasien adlah seorang lulusan SD yang bekera sebagai tukang cuci pakaian di rumah tetangganya, sedangkan kakek dan neneknya tidak bekerja. Kedua orang tua pasien sibuk dengan pekerjaannya sehingga pasien kurang mendapat perhatian yang baik. Karena kondisi ekonomi yang kurang pasien sering terlambat berobat ke dokter.Sebagai dokter keluarga bagaimana pandangan saudara terhadap keluarga ini, dan bagaimana kaitannya dengan penyakit yang diderita anggota keluarga tersebut?Sebagai dokter muslim, bagaimana pandangan saudara terhadap keluarga ini dan bagaimana hak dan kewaiban pasien baik sebagai individu maupun sebagai anggota keluarga?

Kata Kata Sulit

1. Keluarga = unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat/satu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

Pertanyaan

1. Apakah keluarga dalam scenario ini masih bisa disebut sebagai keluarga inti?2. Apa hubungan keluarga dan penyakit yang diderita pasien?3. Apa hak dan kewajiban masing-masing individu dalam keluarga? (orang tua dan anak)4. Sebagai dokter keluarga apa yang perlu dilakukan?5. Bagaimana ciri-ciri rumah sehat?6. Bagaimana ciri-ciri keluarga sehat?7. Sebagai dokter muslim apa yang harus dilakukan terhadap keluarga ini?

Jawaban

1. Tidak, keluarga inti adalah keluarga yang terdiri ayah, ibu, dan anak. Dalam scenario kelurag terdiri dari ayah, ibu, anak, kaken, dan nenek sehingga disebut expanded family.2. Secara genetic, kakek dan ibu memiliki riwayat asma bronkial. Selain itu, kakek dan ayah yang merokok semakin memperburuk keadaan.3. Ayah= mencari nafkah, memberi perlindungan pada keluargaIbu= melayani suami, mendidik anak, mengatur keperluan rumah tanggaAnak= mematuhi orang tua, menuntut ilmu4. Promotif : - Edukasi orang tua terhadap kebersihan rumah Membuat ventilasi yang lebih baikPreventif: meminta ayah dan kakek untuk merokok di luar rumahKuratif: memberi terapi pada anakRehabilitative: menyiapkan cadangan ventilator5. Bersih, ventilasi baik, pencahayaan baik, MCK yang layak guna.6. Sehat Raga, Jiwa dan Spiritual di masing-masing individunya.7. Menjelaskan bahwa kebersihan merupakan bagian dari iman.

Hipotesis

Pasien asma bronkial yang disebabkan karena keturunan kakek, dan ibu. Kondisi kakek dan ayah yang merupakan perokok berat juga mempengaruhi penyakit pasien. Selain itu, kondisi rumah yang tidak layak huni seperti ventilasi yang kurang baik, kebersihan yang kurang, dan pencahayaan yang minim juga bisa menyebabkan penyakit anak makin parah.Sebagai orang tua, ayah seharusnya memiliki hak dan kewajiban untuk memberi perlindungan kepada keluarga sehingga bisa mengerti kondisi anaknya yang sedang sakit dan sebagai ibu juga seharusnya memiliki hak dan kewajiban untuk mendidik anak dan untuk menjaga kesehatan lingkungan rumahnya. Dan sebagai umat muslim seharusnya keluarga bisa menyadari bahwa menaga kebersihan dan kesehatan lingkungan merupakan hal yang diharuskan dalam agama untuk dilakukan.Sebagai dokter, dokter memiliki peran untuk melakukan tindakan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative terhadap keluarga.

SASARAN BELAJAR

LI.1.Memahami dan Menjelaskan Keluarga1.1 Definisi1.2 Peran dan Fungsi 1.3 Jenis Keluarga1.4 Genogram

LI.2.Memahami dan Menjelaskan Faktor Yang Mempengaruhi Kesehatan2.1 Definisi Sehat2.2 Lingkungan Sehat / Rumah Sehat2.3 Keluarga Sehat

LI.3.Memahami dan Menjelaskan Agama Islam3.1 Lingkungan Sehat Menurut Islam3.2 Peran Keluarga dalam Islam

LI.1.Memahami dan Menjelaskan Keluarga

1.1 DefinisiKeluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama dengan keterikatan aturan, emosional, dan individu mempunyai peran masing-masing yang merupakan bagian dari keluarga (Friedman, 1998)Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari suami istri dan anaknya, atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya (Suprajitno, 2004)Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta "kulawarga". Kata kula berarti "ras" dan warga yang berarti "anggota". Keluarga adalah lingkungan di mana terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di antara individu tersebut. Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.Departemen Kesehatan RI ( 1988 ) : Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan

1.2 Peran dan Fungsi Menurut WHO (1978) Fungsi biologis:Meneruskan keturunan, memelihara dan membesarkan anak; memenuhi kebutuhan gizi keluarga; memelihara dan merawat anggota keluarga Fungsi psikologis:Memberikan kasih sayang dan rasa aman; memberikan perhatian di antara anggota keluarga; membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga; memberikan identitas keluarga. Fungsi sosialisasi:Membina sosialisasi pada anak; membina norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkah perkembangan anak; meneruskan nilai-nilai keluarga. Fungsi ekonomi:Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga; pengaturan dan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga; menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa yang akan datang (misalnya pendidikan anak, jaminan hari tua).

Fungsi pendidikan:Menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan membentuk perilaku anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki; mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam memenuhi perannya sebagai orang dewasa; mendidik anak sesuai dengan tingkat-tingkat perkembangannya.Menurut BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) bahwa fungsi keluarga dibagi menjadi 8. Fungsi keluarga yang dikemukakan oleh BKKBN ini senada dengan fungsi keluarga menurut Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1994, yaitu : 1. Fungsi Keagamaanyaitu dengan memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk menanamkan bahwa ada kekuatan lain yang mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di dunia ini. 1. Fungsi Sosial BudayaDilakukan dengan membina sosialisasi pada anak, membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak, meneruskan nilai-nilai budaya keluarga1. Fungsi Cinta KasihDiberikan dalam bentuk memberikan kasih sayang dan rasa aman, serta memberikan perhatian diantara anggota keluarga. 1. Fungsi MelindungiBertujuan untuk melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak baik, sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.1. Fungsi ReproduksiMerupakan fungsi yang bertujuan untuk meneruskan keturunan, memelihara dan membesarkan anak, memelihara dan merawat anggota keluarga1. Fungsi Sosialisasi dan PendidikanMerupakan fungsi dalam keluarga yang dilakukan dengan cara mendidik anak sesuai dengan tingkat perkembangannya, menyekolahkan anak. Sosialisasi dalam keluarga juga dilakukan untuk mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik 1. Fungsi ekonomiAdalah serangkaian dari fungsi lain yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah keluarga. Fungsi ini dilakukan dengan cara mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa datang. 1. Fungsi Pembinaan LingkunganMemberikan kepada setiap keluarga kemampuan menempatkan diri secara serasi, selaras, seimbang sesuai dengan daya dukung alam dan lingkungan yang berubah secara dinamis.

Peranan KeluargaPeranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku interpersonal, sifat, kegiatan, yang berhubungan dengan individu dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan individu dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok dan masyarakat. Berbagai peranan yang terdapat di dalam keluarga adalah sebagai berikut :1. Peranan ayah :Ayah sebagai suami dari istri, berperanan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung, dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya, serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya1. Peranan ibu :Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya, serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping itu juga dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya.1. Peranan anak :Anak-anak melaksanakan peranan psiko-sosial sesuai dengan tingkat perkembangannya, baik fisik, mental, sosial dan spiritual.Friedman (2002) membagi lima peran kesehatan dalam keluarga yaitu : Mengenal gangguan