pbl skenario malaria

Click here to load reader

Post on 31-Oct-2015

173 views

Category:

Documents

26 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

malaria ; tugas mandiri; skenario; blok ipt

TRANSCRIPT

Nama : Etika Septira NPM : 1102010090MALARIA1. Memahami dan menjelaskan tentang plasmodiuma) Plasmodium vivax (malaria tersiana).Manusia merupakan hospes perantaranya, dan hospes definitifnya adalah nyamuk Anopheles betina. Plasmodium vivax ini menyebabkan penyakit malaria vivax. P.vivax di temukan di daerah subtropik (korea selatan, cina, mediterania timur dl.) dan di daerah tropik (asia timur, asia selatan, Indonesia, Filipina dll.). Dari hasil penelitian Plasmodium sp yang menyerang orang-orang didaerah subtropis dan derah sedang atau daerah dingin ternyata bersifat fatal daripada jika menyerang orang-orang dari daerah tropik.

Morfologi : Plasmodium termasuk kedalam kelas Sporozoa, kelas sporozoa ini mempunyai ciri-ciri bersel satu ( berukuran mikroskopis ) dan berkembangbiak dengan perantaraan spora-spora, dari anggota kelas sporozoa ini mempunyai sifat yang sama yaitu :1) hidup sebagai parasit2) tidak mempunyai alat untuk bergerak.3) Pembiakan dengan pembentukan spora.4) Tidak ada Vakuola kontraktilBila dilihat dari ordonya, maka plasmodium ini termasuk kedalam Haemosporodia yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :1) mempunyai spora yang hidup didalam darah2) jaringan parenkim pada burung dan mamalia.3) Tidak membuat spora yang resistenplasmodium juga disebut parasit stasioner primer, karena plasmodium selama hidupnya selalu berada dalam tubuh inang. Pada waktu sporulasi suhu badan penderita malaria meninggi dan menderita malaria bisa terjadi kekurangan darah, hal ini disebabkan oleh karena plasmodium menyerang dan merusak butir-butir darah merah, karena itulah maka penderita penyakit malaria kekurangan darah.plasmodium ini berparasit pada darah manusia ( eritrosit ), mempunyai ukuran tubuh yang lebih kurang 5 (mikron), reproduksi yang dilakukannya bisa terjadi secara generatif dan juga bisa dilakukan secara vegetatif. Secara vegetatif / aseksual plasmodium berkembangbiak dengan sporulasi dan terjadi pada insekta. Trofozoit muda berbentuk cincin, besarnya eritrosit.. Trofozoitnya berbenuk ameboid. Bentuk dewasa dari plasmodium, ada yang berubah manjadi :a. Mikrogamet, jenis jantan dengan inti besar tetapi badan kecil.b. Makrogamet, yaitu jenis betina, bentuk hampir semua bundar akan tetapi sedikit lebih besar atau intinya besar. ( Syamsunir Adam, 1992 : 67-68 ). Tropozoit muda dari Plasmodium Malariae memiliki ciri-ciri; Berbentuk cicncin, Protoplasma biru tua, Kromatin kecil, Pigmen kehitaman di pinggir protoplasma dan terdapat Bintik Ziemann. Sedangkan Tropozit tua memiliki cirri-ciri Bentuk oval, Pigmennya tersusun di pinggir, Kadang ditemukan protoplasma berbentuk pitapada Skizon muda ditemukan ciri-ciri: Bentuk oval, Kromatin membelah dan ditemukan Tititik schuffner, setelah menjadi skizon tua kromatin membelah menjadi 6-12, membentuk karangan yang kahs [ada plasmodium malariae.Mikrogametosit memiliki kromatin difus, berwarna biru pucat, dan pigmen hitam yang membesar. Makrogametosit memiliki kromatin yang kompak dan eksentris, pigmen yang berwarna kehitaman berkelompok di sekitar kromatin.

Siklus hidup plasmodium vivax :1.Nyamuk Anopheles betina menggigit, menghisap darah manusia kemudian mengeluarkan air liur yang mengandung sporozoit.2.Bersama aliran darah sporozoit menuju hati, selama 3 hari.3.Sporozoit membelah menjadi 8 32 merozoit, keluar dari hati kemudian menginfeksi sel hati lain dan membentuk merozoit baru. Akibatnya sel hati banyak yang rusak.4.Gejala demam terjadi ketika merozoit melisiskan sel darah merah dalam jumlah banyak.5.Gejala demam terjadi ketika merozoit melisiskan sel darah merah dalam jumlah banyak.6.Jika darah si penderita digigit nyamuk Anopheles dan menghisap darah penderita tadi maka makrogametosit dan mikrogametosit akan ikut terhisap dan masuk ke dalam usus nyamuk. Di dalam usus nyamuk makrogametosit danmikrogametosit berkembang menjadi makrogamet (ovum) dan mikrogamet (sperma). Prosesnya dinamakan gametogonia atau gametogenesis. Fertilisasi terjadi di dalam usus sehingga terbentuklah zigot (ookinet).7.Zigot (ookinet) selanjutnya akan menembus dinding usus dan untuk sementara akan menetap, terbungkus oleh otot dinding perut nyamuk (ookista)8.Di dalam ookista, zigot akan membelah berulang kali sehingga terbentuk sel-sel yang lengkap dinamakan sporozoit.9.Jika ookista telah matang maka akan pecah sehingga sporozoit tersebar ke seluruh tubuh nyamuk, diantaranya adalah ke dalam kelenjar ludah.10.Apabila nyamuk menghisap darah manusia bersamaan dengan itu nyamuk akan melepaskan sporozoit ke dalam darah.

b) Plasmodium malariaeplasmodium malariae, penyebab penyakit malaria Quartana dengan gejala demam (masa sporulasi) selang waktu 72 jam.Daur praeritrosit pada manusia belum pernah ditemukan. Inokulasi sporozoit P. Malariae manusia pada simpanse dengan tusukan nyamuk Anopheles membuktikan stadium praeritrosit. P. Malariae.parasit dapat hidup pada simpanse yang merupakan hospes reservoar yang potensial.Skizon praeritrosit menjadi matang 13 hari setelah infeksi. Bila skizon matang, merozoit dilepaskan ke aliran darah tepi. P. Malariae hanya akan menginfeksi sel darah merah tuan dan siklus eritrosit aseksual dimulai dengan periodisitas 72 jam. Satdium trofozoit muda dalam darah tepi tidak berbeda banyak dengan P. Vivax, meskipun sitoplasmanya lebih tebal dan pada pulasan Giemsa tampak lebih gelap. Sel darah ,erah yang dihinggapi P. Malariae tidak membesar. Denga pulasan khusus, pada sel darah merah dapat tampak titik-titik yang disebut titik Ziemann. Trofozoit yang lebih tua bila membulat besarnya kira-kira setengah eritrosit. Pada sediaan darah tipis, stadium trofozoit dapat melintangsepanjang sel darah merah, merupakan bentuk pita, yaitu bentuk yang khas pada P. Malariae. Butir-butir pigmen jumlahnya besar, kasar dan berwarna gelap. Skizon muda membagi intinyadan akhirnya terbentuk skizon matang yang mengandung rata-rata 8 buah merozoit. Skizon matang mengisi hampir seluruh eritrosit dan merozoit biasanya mempunyai susunan yang teratur sehingga merupakan susunan yang teratur sehingga merupakan bentuk bunga daisy atau disebut juga rosette.Siklus aseksual dengan periodisitas 72 jam biasanya berlangsung sinkron dengan stadium parasit di dalam darah. Gametosit P. Malariae dibentuk di darah perifer. Makrogametosit mempunyai sitoplasma yang berwarna biru tua berinti kecil dan padat, mikrogametosit, sitoplasmanya berwarna biru pucat, berinti difus dan lebih besar. Pigmen tersebar pada sitoplasma.Daur sporogoni dalam nyamuk Anopheles memerlukan waktu 26-28 hari. Pigmen di dalam ookista berbentuk granula kasar, berwarna tengguli tua dan tersebar di tepi.

c) Plasmodium ovalePlasmodium ovale menyebabkan malaria ovale. Plasmodium ovale terutama terdapat di daerah tropik afrika bagian barat, pasifik barat dan di beberapa bagian lain di dunia. Di indonesia parasit ini terdapat di pulau Owi sebelah selatan biak di irian jayadan di pulau timor.

Morfologi dan siklus hidup Morfologi P.ovale mempunyai persamaan dengan P. Malariae tetapi perubahan pada eritrosit yang di hinggapi parasit mirip P. Vivax . Trofozoit muda berukuran kira-kira 2 mikron (1/3 eritrosit). Titik scuffner (titik james) terbentuksangat dini dan tampak jelas. Stadium trofozoit berbentuk bulat. Eritrosit agak membesar dan sebagian besar berbentuk lonjong (oval) dan pinggir eritrosit bergerigi pada salah satu ujungnya dengan titik scuffner menjadi lebih banyak.Stadium praeritrosit mempunyai periode prapaten 9 hari; skizon hati besarnya 70 mikron dan mengandung 15.000 merozoit.stadium skizon berbentuk bulat dan bila matang, mengandung 8-10 merozoit. Stadium gametosit betina (makrogametosit) bentuknya bulat, mempunyai inti kecil, kompak, dan sitoplasma berwarna biru. Gametosit jantan (mikrogametosit) mempunyai inti difus, sitoplasma berwarna pucat kemerah-merahan, berbentuk bulat. Pigmen dalam ookista berwarna coklat/ tengguli tua. Siklus sporogoni dalam nyamuk Anopheles memerlukan waktu 12-14 hari pada suhu 270 .

d) Plasmodium falciparumPlasmodium falciparum menyebabkan malaria topika (malaria tertiana maligna). Plasmodium falciparum mempunyai sifat sifat tertentu yag berbeda dengan species lainnya, sehingga diklasifikasikan dalam subgenus laveran.Genus : PlasmodiumSpecies : FalcifarumP.falciparum menyebabkan penyakit malaria falsifarum.Parasit ini ditemukan didaerah tropic, terutama di Afrika dan Asia Tenggara. Di Indonesia parasit ini terbesar di seluruh kepulauan.

Morfologi dan daur hidupMerupakan species yang berbahaya karena penyakit yang ditimbulkannya dapat menjadi berat dan menyebabkan kematian.Perkembangan aseksual dalam hati hanya menyangkut fase preritrosit saja; tidak ada fase ekso-eritrosit. Bentuk dini yang dapat dilihat dalam hati adalah skizom yang berukuran 30 pada hari keempat setelah infeksi.Jumlah morozoit pada skizon matang (matur) kira-kira 40.000 bentuk cacing stadium trofosoit muda plasmodium falciparum sangat kecil dan halus dengan ukuran 1/6 diameter eritrosit. Pada bentuk cincin dapat dilihat dua butir kromatin; bentuk pinggir (marginal) dan bentuk accole sering ditemukan. Beberapa bentuk cincin dapat ditemukan dalam satu eritrosit (infeksi multipel). Walaupun bentuk marginal, accole, cincin dengan kromatin ganda dan infeksi multiple dapat juga ditemukan dalam eritrosit yang di infeksi oleh species plasmodium lain pada manisia, kelainan-kelainan ini lebih sering ditemukan pada Plasmodium Falciparum dan keadaan ini penting untuk membantu diagnosis species.Bentuk cincin Plasmodium falciparum kemudian menjadi lebih besar, berukuran seperempat dan kadang-kadang setengah diameter eitrosit dan mungkin dapat disangka parasit Plasmodium malariae. Sitoplasmanya dapat mengandung satu atau dua butir pigmen. Stadium perkembangan siklus aseksual berikutnya pada umumnya tidak berlangsumg dalam darah tepi, kecuali pada kasus brat (perniseosa).Adanya skizon muda dan matang Plasmodium falciparum dalam sediaan darah tepi berarti keadaan infeksi yang ber