pbl skenario 2

Download PBL SKENARIO 2

If you can't read please download the document

Post on 06-Aug-2015

85 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

YOELANDA PUTRI - 1102010296

1. MEMAHAMI DAN MENJELASKAN ANATOMI MAKROSKOPIS DAN MIKROSKOPIS HEPAR DAN USUS. 1.1 ANATOMI MAKROSKOPIS HEPAR

Hepar merupakan organ atau kelenjar terbesar yang terletak di intraperitoneum. Berbentuk sebagai suatu pyramida tiga sisi dengan dasar menuju ke kanan dan puncak menuju ke kiri.Permukaan yang menunjuk ke diaphragmatica/pars afixa hepatis. Permukaan ke caudodorsalmenunjuk ke alat-alat dalam perut sehingga disebut facies viceralis. Tepi kaudal antara faciesdiaphragmatikan dan facies viseralis disebut margo inferior. Normal hepar tidak melewatiarcus costarum. Pada inspirasi kadang-kadang dapat teraba. Menyilang arcus costarum dextra pada sela iga 8 dan 9, margo inferior menyilang di tengah. Proyeksi hepar adalah antara iga 49. Pada facies viceralis, bangunan seperti huruf Hterdapat dua sulcus yang berjalan dalam bidang sagital, disebut, fossa sagitalis dextra dan fossa sagitalis sinistra. Ditengah-tengahantara dua fossa terdapat daerah yang tidak ditutupi peritoneum disebut porta hepatis yangmenghubungkan kedua fossa. Di dalam fossa sagitalis dextra terdapat : Disebelah ventrocaudal : vesica fella, alurnya disebut fossa vesica fella Disebelah dorsocranial : vena cava inferior, alurnya disebut sulcus venae cavae

1|Page

YOELANDA PUTRI - 1102010296Bagian fossa sagitaliss sinistra terdapat : Lig. Teres hepatis, alurnya disebut fissura ligamenti teretis Lig venosum, alurnya disebut fissura ligamenti venosi Hepar dibagi menjadi dua lobus yaitu lobus dexter dan sinister. Pada facies diaphragmatica,menurut pandangan lama batas antara lobus dexter dan sinister adalah perlekatan lig.Falciforme. Pada facies viseralis batas antara kedua lobus adalah fossa sagitalis sinistra dandextra dibagi oleh fossa sagitalis dextra kanan dan kiri. Bagian kiri dibagi oleh porta hepatisdalam lobus caudatus dan processus papilaris. Ligamentum teres hepatis adalah v. Umbilicalis dextra yang mengalami obliterasi, berjalandari umbilicus ke cranial, ventral dan peritoneum parietale, kemudian berjalan ke hepar didalam tepi bebas lig. Falciforme hepatis, mencapai margo inferior hepatis pada ujung caudalfossa sagitalis sinistra dan berjalan di dalamnya ke cranial mencapai ramus sinister vena portae.Ligamentum venosum, adalah ductus venosum yang telah mengalami obliterasi, berjalan di bagian cranial fossa sagitalis sinistra dari ramus sinister v. Portae, pada tempat lig. Tereshepatis mencapai vena ini, ke hepatis sinistra. Vena porta : Dibentuk oleh v. Mesentrica superior dan v. Lienalis Menyalurkan kurang lebih 70% darah ke hati Semua darah balik dari abdomen kecuali ren dan suprarenalis bergabung ke v portae dan akhirnya masuk ke hati. Bercabang 2 yaitu ramus dextra dan ramus sinistra Panjang sekitar 5 cm Anatomosis portal sistemic : Normal akan bermuara ke hepar dan selanjutnya ke v. cava inferior. Bila jalan normal terhambat, maka akan terjadi hubungan lain yang lebih kecil antarasistem portal dan sistemik, yaitu : 1. 1/3 bawah oesophagus V.gastrica sinistra - v. Esophagia v. Azygos. 2. Pertengahan anus : v. Rectalis superior v. Rectalis media dan inferior v. Mesentrica inferior. 3. V. Paraumbilicalis menghubungkan v. Portae sinistra dengan v. Superfisialis dinding abdomen. Berjalan dalam lig. Falciforme hepatis dan lig. Teres hepatis. 4. V. Colica ascendens, descenden, duodenum, pancreas, dan hepar beranatomosis dengan v. Renalis, v. Lumbalis, dan v. Phrenica. Didalam abdomen ligamentum bisa berasal dari : 1. Obliterasi dari pembuluh darah : lig. Teres hepatis. 2. Duplikator peritoneum : lig. Falciforme hepatis dan lig. Gastrolienalis

PERDARAHAN Aliran darah dari seluruh traktus gastrointestinal dibawa menuju ke hepar oleh v. porta hepatis. Cabang dari vena ini berjalan diantara lobulus dan berakhir di sinusoid. Oksigenasi darah disuplai oleh arteri hepatica. Darah meninggalkan hepar melalui v. sentralis dari setiap lobulus yang mengalir melalui v. hepatica. Vena hepatika Satu dari beberapa vena pendek yang berasal dari lobus hepar sebagai cabang kecil. Vena ini mengarah langsung menuju v. kava inferior,mengalirkan darah dari hepar. Vena cava inferior Terbentuk dari bersatunya v. iliaka komunis kanan dan kiri, mengumpulkan darah dari bagian tubuh dibawah diaphragma dan mengalir menuju atrium kanan jantung

2|Page

YOELANDA PUTRI - 1102010296Arteri hepatika Arteri ini merupakan cabang dari truncus coeliacus (berasal dari aorta abdminalis) dan mensuplai 20 % darah hepar. Vena porta hepatis Pembuluh darah yang mengalirkan darah yang berasal dari seluruh traktus gastrointestinal. Pembuluh ini mensuplai 80 % darah hepar. Hepar menerima darah dari dua sumber : arterial dan vena. Perdarahan arterial dilakukan oleh a. hepatika yang bercabang menjadi kiri dan kanan dalam porta hepatis (berbentuk Y). Cabang kanan melintas di posterior duktus hepatis dan dihepar menjadi segmen anterior dan posterior. Cabang kiri menjadi medial dan lateral. Kadang-kadang a. hepatika komunis muncul dari a. mesenterika superior atau a. gastrika sinistra disebut a. hepatika abberans. Mereka ini dapat menggantikan cabang-cabang normal atau merupakan tambahan. Yang paling umum dijumpai adalah a. hepatika sinistra dari a. gastrika sinistra. Darah vena dibawa ke hepar oleh v. porta yang didalam porta hepatis terbagi menjadi cabang kanan dan kiri. Vena ini mengandung darah yang berisi produk-produk digestif dan dimetabolisme oleh sel hepar. Hepar sebelah kiri dan kanan tidak mempunyai hubungan arterial. Jika terpaksa dilakukan ligasi pada salah satu cabang a. hepar, maka suplai darah dialkukan oleh anastomosis afienicus yang cukup memberikan kolateralisasi. Dari v. porta darah memasuki sinusoid-sinusoid hati lalu menuju ke lobulus-lobulus hepar untuk mencapai sentralnya. Darah arteri dan vena bergabung dalam sinusoid dan masuk kedalam vena sentral dan berakhir pada v. hepatika. Terdapat tiga vena utama yaitu: medial (terbesar), dekstra dan sinistra. PERSARAFAN Persarafan dilakukan oleh : N. simpatikus : dari ganglion seliakus, berjalan bersama pembuluh darah pada lig. hepatogastrika dan masuk porta hepatis N. Vagus : dari trunkus sinistra yang mencapai porta hepatis mneyusuri kurvatura minor gaster dalam omentum.

1.2 ANATOMI MIKROSKOPIS HEPARJaringan ikat portal/interlobular yang merupakan lanjutan dari kapsula, mengelilingi unit struktural utama hepar yang tersusun sebagai lobulus hepar. Lobulus hepar membentuk bagian terbesar dari substansi hepar. Lobulus hepar dipisahkan oleh jaringan pengikat dan pembuluh-pembuluh darah. Pembuluh darah terdapat pada pertemuan sudut-sudut poligonal/heksagonal yang berbentuk segitiga yang disebut sebagai area portal atau trigonum Kiernan. Pada area ini terdapat saluran-saluran, disebut daerah portal, yang terdiri dari cabang arteria hepatika, cabang vena porta, dan duktus biliaris, serta ditambah pembuluh limfe,yang berada diantara jaringan ikat interlobularis. Lobulus hepar secara makroskopis tampak sebagai silinder / prisma yang tak teratur dengan ukuran 1mm x 2mm dan jumlah seluruhnya + 1 juta. Pada potongan melintang tampak secara kasar mempunyai 6 sudut (heksagonal) dengan ukuran yang bervariasi. Pada potongan melintang, lobulus hepar terdiri dari lempengan/deretan sel-sel parenkim hepar yang tersusun radier yang saling berhubungan dan bercabang membentuk anyaman tiga dimensi dengan pusat pembuluh kecil ditengahnya yaitu vena sentralis, dan dipisahkan oleh celah yang disebut sinusoid hepar. Daerah portal tersusun sedemikian rupa sehingga seakan-akan membatasi lobulus hepar. Daerah ini juga disebut sebagai lobulus klasik hepar. Lobulus klasik yang berbentuk prisma heksagonal merupakan unit struktural anatomis terkecil dari hepar.

3|Page

YOELANDA PUTRI - 1102010296Unit fungsional utama dari hepar dinamakan sebagai lobulus portal. Lobulus portal dibatasi oleh 3 vena sentralis berbeda yang dikelompokkan sekitar sumbu duktus biliaris interlobuler. Lobulus portal terdiri atas bagian-bagian dari 3 lobulus klasik yang berdekatan yang melepaskan sekret kedalam duktus biliaris interlobularis (sebagai pusatnya). Kerusakan hepar biasanya berhubungan dengan perdarahannya dan suatu susunan unit yang lebih kecil yaitu asinus hepar, merupakan konsep terbaru dari unit fungsional hepar terkecil. Unit ini terdiri atas sejumlah parenkim hepar yang terletak di antara 2 vena sentralis dan mempunyai cabang terminal arteria hepatika, vena porta dan sistem duktuli biliaris sebagai sumbunya. Jadi suatu asinus hepar memperoleh darah dari cabang akhir arteria hepatika dan vena porta, serta mengeluarkan hasil sekresi eksokrin kedalam duktuli biliaris. Hepatosit tersusun dalam rangkaian lempeng-lempeng yang secara radial bermula dari tepi lobulus klasik menuju ke vena sentralis sebagai pusatnya. Tebal lempeng biasanya hanya satu sel, kecuali pada tempattempat anastomosis dan percabangan. Hepatosit merupakan sel berbentuk polihedral, mempunyai permukaan 6 atau lebih, dengan membran sel yang jelas, inti bulat di tengah. Sel yang besar dengan inti besar atau inti 2 dapat ditemukan karena terjadi mitosis. Sitoplasma eosinofilik, karena banyaknya mitokondria dan retikulum endoplasma halus. Di dalam sitoplasmanya terdapat lisosom, peroksisom (mikrobodies), butirbutir glikogen (pengecatan khusus) serta tetes lemak (terutama setelah puasa atau makan makanan banyak lemak). Sel Kupffer juga terdapat dalam sinusoid yang merupakan sel fagosit/makrofag. Sel ini mempunyai inti yang lebih besar dibandingkan sel endotel. Sitoplasmanya lebih banyak dengan cabang-cabangnya yang meluas atau bahkan melintang didalam ruang sinusoid. Sel ini berfungsi untuk memfagosit eritrosit tua, memakan hemoglobin dan mensekresi protein yang berkaitan dengan proses imunologik (sitokin). Sel ini dapat membersihkan darah dari basili kolon, yang berhasil memasuki darah portal selama peredarannya melalui usus, dengan sangat efisien sewaktu darah melewati sinus. Bila satu bakter