1. hematologi dasar, blok 16, 2011

Author: putri-yuma-ameria

Post on 18-Jul-2015

627 views

Category:

Documents


4 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Blok 16

Rini Sundari Harjono

21 Maret 2011

21-03-11

Hematologi: Rini HW

1

Definisi Hematologi adalah studi

tentang sel-sel darah dan koagulasi; mencakup analisis konsentrasi, struktur, dan fungsi sel-sel dalam darah

21-03-11

Hematologi: Rini HW

2

Pemeriksaan Hematologi Hb, hitung sel, hematokrit, LED, NAE, hitung jenis leukosit, retikulosit ADT, AST BT, CT, RL, RB, PT, aPTT, TEG Golongan darah Cross match

Faktor koagulasi lain Kimiawi: Fe, TIBC, ferritin, B12, Asam folat Elektroforesis Hb/Analisis Hb Sitokimia - Sitologi21-03-11 Hematologi: Rini HW 3

Antikoagulan EDTA (ethylenediaminetetra-Acetic Acid)1 Sodium Potassium rutin hematologi Lithium Chellating effect on the calcium molecul in blood FBC 1,2 mg/ml darah (4 mmol) K2EDTA: sangat mudah larut (1650 g/L) Na2EDTA 108 g/L Li2EDTA 160 g/L (analisis kimia)

21-03-11

Hematologi: Rini HW

4

EDTA (ethylenediaminetetra-Acetic Acid)2 K3EDTA (liquid) rekomendasi NCCLS

Penciutan eritrosit PCV 2-3%/4 jam Penurunan MCV

ICSH merekomendasikan Na2EDTA

(1,5 + 0,25 mg/mL darah), bukan Na3EDTA >> EDTA :

Eritrosit dan leukosit dan morfologi

21-03-11

Trombosit membengkak pecah, fragmented , jumlah Basophilic stippling hilang Leukoaglutinasi (netrofil dan limfosit)Hematologi: Rini HW 5

Trisodium Citrate (109 mmol/L) Na3C6H5O2.2HO2

Pemeriksaan koagulasi Pemeriksaan LED

1 : 9 1 : 4

Campuran EDTA + citrate + dextose

(acidcitrate oxidase [ACD] atau larutan Alsever preservasi eritosit untuk pemeriksaan tertentu dan transfusi

21-03-11

Hematologi: Rini HW

6

Heparin (109 mmol/L) Heparin bereaksi membentuk sebuah

kompleks dengan plasma antithrombin III yang menghambat pembentukan thrombin Lithium atau sodium 10 20 IU/mL darah Kimia, AGD, emergency test Tidak mempengaruhi ukuran eritrosit dan tidak lisis: osmotik fragilitas, immunophenotyping Tidak digunakan untuk leukosit dan trombosit Hematologi: Rini HW 21-03-11 7

Stabilitas1 RBC, WBC, PLT Terbaik kurang dari 2 jam

8 jam 24 jam

: suhu kamar : 4 0C

NAE 8 jam ? PCV dan MCV , fragilitas

osmotik meningkat, dan ESR menurun Retikulosit (EDTA, ACD) stabil 24 jam pada suhu 40C, pada suhu kamar jumlah mulai menurun pada jam ke-6 Normoblas mulai hilang dalam 1-2 hari pada suhu kamar21-03-11 Hematologi: Rini HW 8

Stabilitas2 Hemoglobin: dalam 2 3 hari eritrosit lisis RBC dan PCV MCH dan MCHC Tes koagulasi : sebelum 2 jam (22-240C), 4 jam (40C), 2 minggu (-200C), dan 6 bulan (700C)

Apusan : kurang dari 1 jam 3 jam sudah mulai perubahan morfologi

21-03-11

Hematologi: Rini HW

9

Homogenitas Mechanical rotating mixer > 2 menit Tabung dibolak-balik 8-10 kali

Jika tabungnya telah lama berdiri tegak, maka dibutuhkan sekurang-kurangnya 60 pembalikan tabung, atau 2 menit pada sebuah rotator mekanik; kurang dari ini akan menyebabkan unacceptable terhadap presisi. Jika disimpan dalam suhu 40C hangatkan

dalam suhu kamar homogenisasi

21-03-11

Hematologi: Rini HW

10

21-03-11

Hematologi: Rini HW

11

Haematology Tests1 Eritrosit Hemoglobin (Hb) Hematokrit (Ht/Hct/PCV) NAE Eritrosit RDW Leukosit leukosit Hitung jenis sel (absolut & relatif) Trombosit trombosit Pct-PDW-MPV21-03-11 Hematologi: Rini HW 12

Haematology Tests2 Retikulosit Morfologi darah tepi Morfologi sumsum tulang Hemostasis

21-03-11

Hematologi: Rini HW

13

GDT

Hematologi: Rini HW

14

Sel-sel Darah: ERITROSITEritrosit: jumlah paling banyak di dalam darah berpigmen gelap hemoglobin tidak memiliki inti sel yang banyak berkaitan

dengan respirasi jaringan. Pronormoblas - eritrosit Mengandung hemoglobin, sebuah kompleks protein-zat besi yang merupakan carrier utama untuk oksigen dan karbondioksida.

21-03-11

Hematologi: Rini HW

15

Sel-sel Darah: LEUKOSIT Leukosit: sel berinti (sel muda matur) Normal: 5 jenis sel basofil eosinofil neutrofil limfosit monosit Morfologi dan fungsi beda

21-03-11

Hematologi: Rini HW

16

MIELOBLAS

PROMIELOSITdiferensiasi granula

MIELOSIT EOSINOFIL METAMIELOSIT

MIELOSIT NETROFIL METAMIELOSIT

MIELOSIT BASOFIL METAMIELOSIT

EOSINOFIL BATANG EOSINOFIL SEGMEN EOSINOFIL

NETROFILBATANG NETROFIL

BASOFIL

BATANG BASOFIL SEGMEN BASOFIL

SEGMEN NETROFIL

Hematologi: Rini HW

17

Sel-sel Darah: TROMBOSIT Platelet adalah fragmen-fragmen sitoplasmik penting di dalam koagulasi & hemostasis. Jumlah: ammonium oksalat (1000 N) Morfologi: ADT

Hematologi: Rini HW

18

Gambar apakah ini?

Hematologi: Rini HW

19

Nilai Absolut Eritrosit MCV (mean cell volume (MCV): volume eritrosit rata-rata MCH (mean cell hemoglobin): jumlah rata-rata hemoglobin yang terkandung di dalam masingmasing sel MCHC (mean cell hemoglobin concentration): rata-rata konsentrasi hemoglobin dalam sel darah merahHematologi: Rini HW

20

Nilai Absolut Eritrosit

4 MCHC (KHER)Hb Hmt

4 MCV (VER)Hmt X 10 c Eritrosit

4 MCH (HER)Hb Eritrosit X 10 g

X 100%

32-36

83-101 c (fL) 76-96 c (fL)

27-32 g (pg)

Hematologi: Rini HW

21

Hemoglobin

21-03-11

Hematologi: Rini HW

22

Hemoglobin (Hb): komponen utama dalam

eritrosit (RBC) sebuah protein terkonjugasi yang berperan untuk mengangkut O2 dan CO2 Sebuah molekul Hb berisikan dua pasang

rantai polypeptide (globin) dan empat kelompok heme yang masing-masingnya mengandung satu atom zat besi.

21-03-11

Hematologi: Rini HW

23

Hemoglobinometri konsentrasi Hb diperkirakan dari warna

(kombinasi kandungan oksigen, CO, dan besi) oxygen-combining capacity darah: 1,34 mL O2 per g Hb hasil lebih rendah 2% daripada metode lain 0,347 g besi dalam 100 g Hb

21-03-11

Hematologi: Rini HW

24

Hematologi: Rini HW HAEMOMETER SAHLI (acid-hematin)

25

HEMOGLOBIN: TALQVISTBuku pemeriksaan golongan darah metode Talqvist, A. Hasil dinyatakan dalam persentase yang selanjutnya dikonversi ke g/dL (100% setara dengan 15,8 g/dL) B. Hasil langsung dinyatakan dalam g/dL

AHematologi: Rini HW

B26

Spektrofotometer Haemoglobincyanide (HiCN; cyanmethaemoglobin):

ICSH Larutan Drabkin pH 8,6 modifikasi ICSH pH 7,0-7,4 Botol gelas borosilicate Jika suhu kamar > 300C simpan di refrigerator

pH harus dicek 1 kali/bulan (pH meter) Larutan jernih dan kuning pucat Panjang gelombang 540 nm dibandingkan dengan

yang larutan Standar HiCN. Hemoglobin, Hi, HbO2, HbCO ( SHb) Spesifik Hb manusia (BM 64458; 16114 monomer)

21-03-11

Hematologi: Rini HW

27

Darah diencerkan dalam sebuah larutan potasium ferricyanide dan potasium cyanide. Potasium cyanide mengoksidasi hemoglobin menjadi hemiglobin (Hi; methemoglobin), dan menghasilkan ion-ion cyanide (CN-) membentuk HiCN.

Hb + KFeCN2 Hi (Hemiglobin) + KCN HiCN

Nonionik detergent : - Meningkatkan lisis RBC - Menurunkan kekeruhan akibat protein abnormal

21-03-11

Hematologi: Rini HW

28

Spektrofotometer Oxyhaemoglobin (HbO2) Kesulitan dalam menyiapkan HbO 2 yang stabil Tidak dipengaruhi oleh peningkatan bilirubin Hb, HbCO, Hi, SHb

21-03-11

Hematologi: Rini HW

29

Direct reading: Portable haemoglobinometer POCT

Oxyhaemoglobin (HbO2) HemoCue System (HemoCue AB) Sodium nitrit dan sodium azide mengubah hemoglobin menjadi azidemethaemoglobin Tidak dipengaruhi: bilirubin, lipid, leukosit Panjang gelombang 565 dan 880 nm Penyimpanan 15-300C DHT Haemoglobinometer Darah diencerkan 1 : 100 (0,4 g/L ammoniated water) Panjang gelombang 523 nm 21-03-11 Hematologi: Rini HW 30 Hasil 8-10% dari metode standar

Hematokrit (PCV)

21-03-11

Hematologi: Rini HW

31

Dalam kondisi normal: kadar Hb = 3 X jumlah eritrosit

kadar Hmt = 3 X kadar Hb

Hmt = 9 X E

Mikrohematokrit Tabung kapiler 75 mm, diameter 1 mm Plain atau 1 iu heparin

Sentrifus 5 menit, 12000 g PCV > 50% sentrifus 5 menit Darah EDTA 2%, EDTA > 2,2 mg/mL PCV

Hematologi: Rini HW

32

MIKROHEMATOKRIT B

A

C

F

D

tabung kapiler

plasmabuffy coat eritrosit

G

creatoseal

E

Hematologi: Rini HW

33

MAKROHEMATOKRIT

D CBahan pemeriksaan darah dengan antikoagulan EDTA

E

A

B

A Tabung Wintrobe B Pipet Pasteur (dengan ujung lancip-panjang) C Cara mengisi darah ke dalam tabung Wintrobe dengan pipet Pasteur D Perhatikan skala E Setelah disentrifus (3000 rpm, 30 menit) akan terpisah bagianbagian seperti tampak pada gambar, baca tinggi (persentase) hematokritHematologi: Rini HW

34

Hematologi: Rini HW

35

Jumlah SelLeukosit, Trombosit, Eritrosit

21-03-11

Hematologi: Rini HW

36

HITUNG JUMLAH ERITROSITHayem angka 101101 1 0 1

A

B1 m m

10.5

10 . 5 0 . 5

E

1Darah angka 0.5101

2

D

C 1 mm

1

0.5

Perbesaran 400XX faktor pengenceran

=

Jml eritrosit yg dihitung Volume yg dihitung = (N : 2/100) X 200 = 10 000 NHematologi: Rini HW

37

HITUNG JUMLAH LEUKOSIT1 0 1 1 1

11

1

0.5

1 10 . 5 0 . 5

Jml leukosit yg dihitung = Volume yg dihitung

X faktor pengenceran

= =

(N : 4/10) X 20 50 NHematologi: Rini HW

38

HITUNG JUMLAH TROMBOSIT1 0 11 0 1

101

1

0.5

10 . 5

10 . 5 0 . 5

1

2

1 2 10 9

=

Jml trombosit yg dihitung X faktor pengenceran Volume yg dihitung

= (N : 1/10) X 100 = 1000 N

3 4 5 8 7 6 11 12 13 14 15 20 19 18 17 16 21 22 23 24 251 mm

1 m m

Hematologi: Rini HW

39

LAJU ENDAP DARAHcampurkan 1,6 mL darah + 0,4 mL natrium sitrat 3,8%

1 jam 2 jam1

3

2

3

WestergreenHematologi: Rini HW

40

Prevents blood leakage Ensures a completely closed system Eliminates pipette filling and bio-hazard potentials Permits safe disposalSEDIPLAST includes a stoppered, prefilled vial containing 0.2 mL of 3.8% sodium citrate diluent. With a sample volume of only 0.8mL, SEDIPLAST is ideal for patients where limited blood draw is a concern.

Hematologi: Rini HW

41

Hematologi: Rini HW

42

ESR-100

The ESR-100 is a 100-position high-capacity ESR analyzer designed for laboratories that run over 100 samples daily. The instrument accurately and precisely measures the sedimentation rate of erythrocytes in 2.0 ml ESR-Vacuum Tubes. Results are measured in millimeters per hour (Modified Westergreen Method) and are available in 30 minutes. The ESR-100 features random access, a built-in printer and sample ID capability. Optional items include a barcode scanner and a 1.2ml pediatric sample module.21-03-11 Hematologi: Rini HW 43

21-03-11

Hematologi: Rini HW

44

Cara Pembuatan Sediaan Apus Darah1 2A

atau B A A. darah vena atau B. darah kapiler Teteskan 1 tetes darah pada gelas objek

B

Buat apusan, antara A. gelas objek & B. gelas penghapus membentuk sudut 30-450 4

3

Biarkan kering, kemudian fiksasi dengan methanol selama 3-5 menit

Sisa methanol dibuang, sediaan diwarnai dengan Giemsa selama 20-30

Selanjutnya sediaan dicuci di bawah air mengalir, kemudian keringkan

Lakukan pemeriksaan hitung jenis leukosit dan morfologi apus darah tepi dengan mikroskop perbesaran 100X, 400X, & 1000X * keterangan lihat di bawah)

Giemsa diencerkan dengan ratio 1 : 3

Hematologi: Rini HW

45

Efek Romanowsky Azur B (Trimetiltionin) basa : mewarnai komponen sel yang bersifat asam (Kromatin, DNA, dan RNA) Eosin Y (tetrabromfluresein) bersifat asam : mewarnai komponen sel yang bersifat basa (granula eosinofil dan hemoglobin). Ikatan Eosin Y pada Azur B yang beragregasi dapat menimbulkan warna ungu Efek Romanowsky Giemsa. Efek ini sangat nyata terjadi pada DNA (terutama dalam inti sel) terjadi kontras antara inti yang berwarna ungu dengan sitoplasma yang berwarna biru. Pewarnaan lainnya: pewarnaan Wright, Wright-Giemsa, May-Grunwald.Hematologi: Rini HW

46

Hematologi: Rini HW

47

HITUNG JENIS SEL41 2 4 6 4 3 5

basofil eosinofil batang (netrofil) - segmen (netrofil) limfosit monosit

Shift to the left

left

right

Basofil eosinofil batang segmen netrofil limfosit - monosit

0/7/3/60/26/4Hematologi: Rini HW

48

GRANULOSIT

Hematologi: Rini HW

49

Hematologi: Rini HW

50

NONGRANULOSIT MONOSIT

LIMFOSITHematologi: Rini HW

51

ERITROSIT & TROMBOSIT

Hematologi: Rini HW

52

KELAINAN ERITROSITKeterangan: 1 normal 2 ovalosit 3 ovalosit 4 pensil cell 5 pensil cell & cigar shape 6 akantosit 7 burr cell/ ekinosit 8 Cabots ring 9 leptosit 10 basophillic stippling 11 Howel Jollys bodies 12 Pappenheimers bodies 13 rouleaux 14 sel target 15 tear drop 16 stomatosit 17 sferosit 18 sel sabit

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12 13

14

15

16

17

18

Gambar 1.15 Kelainan morfologi eritrosit

Hematologi: Rini HW

53

KELAINAN LEUKOSITKeterangan: 1 granula toksik 2 agranulasi 3 vakuolisasi 4 sel Rieder 5 giant granulasi 6 auer rod 7 Dohles bodies 8 Anomali May Hegglin 9 hipersegmentasi 10 bisegmentasi(pseudo Pelger Huet)

11 sel smudge

Rini S. Hw

Hematologi: Rini HW

54

HAEMOSITOMETER

IMPROVED NEUBAUER

11

1

10.5

0.5

A

B

A

B

Hematologi: Rini HW

55

BILIK HITUNG

BIDANG BESAR L (BIDANG LEUKOSIT)

BIDANG BESAR TENGAH (BIDANG ERITROSIT)

Hematologi: Rini HW

56

Retikulosit Sisa RNA Teknik supravital staining: BCB, new methylene

blue Jumlah retikulosit dalam n lpi x Rata-rata jumlah eritrosit/lpi y Jumlah eritrosit dalam n lpi nXy % retikulosit [x : (nXy)] X 100% Absolute retikulosit % X eritrosit

21-03-11

Hematologi: Rini HW

57

Pewarnaan BCB

Pewarnaan Giemza21-03-11 Hematologi: Rini HW 58

Microscope to MachinesKX-21 K-4500

XT-1800i

XT-2000i21-03-11 Hematologi: Rini HW 59

MORFOLOGI DARAH TEPI

21-03-11

Hematologi: Rini HW

60

Morfologi eritrosit: ukuran, bentuk, kromasi, normoblas Morfologi leukosit: jumlah, jenis sel, kelainan sitoplasma, kelainan inti sel muda Morfologi trombosit: jumlah, kelompok trombosit, kelainan morfologi (giant thrombocyte)21-03-11 Hematologi: Rini HW 61

MORFOLOGI SUMSUM TULANG

21-03-11

Hematologi: Rini HW

62

Selularitas: normal (normosluler), menurun (hiposeluler), meningkat (hiperseluler) ASG: jenis sel hitung jenis sel ASE: jenis sel AST: jumlah megakariosit21-03-11 Hematologi: Rini HW 63

21-03-11

Hematologi: Rini HW

64

Rujukan1. Lewis, S.M., Bain, B.J., Bates, I. 2006. Dacie and Lewis Practical Haematology. Ed 10th. Philadelphia: Churcil Livingstone Elsevier. 2. Greer, J.P, Foerster, J., Lukens, J.N., Rodgers, G.M., Paraskevas, F., Glader, B. 2004. Wintrobes Clinical Hematology, Ed 11th. Philadelphia: Lipincott Williams & Wilkins. 3. Parekh, V. 2006. 4th Wet Workshop on Quality Assessment in Hemogram, Department of Haematology, AIIMS, 27th February 2006. 4. Kosasih, A.K. 2006. Perkembangan Alat Hitung Sel Darah Otomatis. 5. Harjono, R.S. 2007. Buku Petunjuk Praktikum Patologi Klinik. Fakultas Kedokteran Unjani, 6. Harjono, R.S. 2008. Modul Prakepaniteraan Patologi Klinik. Fakultas Kedokteran Unjani, 7. BrosurHematologi: Rini HW

65

21-03-11

Hematologi: Rini HW

66