ske 1 erika urin

Download Ske 1 Erika Urin

Post on 26-Feb-2018

226 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 7/25/2019 Ske 1 Erika Urin

    1/25

    Erika Anggraini

    1102011088

    Skenario 1

    1. Memahami dan menjelaskan anatomi ginjal

    1.1Menjelaskan anatomi makroskopik ginjal

    Ginjal merupakan organ ganda yang terletakdi daerah retroperitoneal. Berbentuk seperti kacangtanah dengan warna coklat kemerahan, yangterbungkus oleh fascia renalis. Pada neonatusterkadang dapat teraba. Ginjal terdiri atas korteks(bagian luar) dan medulla (bagian dalam). Setiapginjal terdiri atas !"# lobus yang nantinya akanmembentuk piramid (pyramides renales). $asar daripiramid (basis renalis) terletak diperbatasan antara

    korteks dengan medulla. Puncak dari piramiddisebut papilla (papillae renales) yang berfungsi untuk meneteskan urine. Papillae renales akanbermuara pada caly% minor. #!& 'aly% minor akan membentuk caly% major. 'aly% major ini akanbermuara di pelis ureter yang mana terletak pada hillus renalis. lat!alat yang masuk ke hillusrenalis adalah .renalis, *.agus, ple%us symphaticus. Sedangkan alat!alat yang keluar adalah+.renalis, *n.lymphaticus, ureter.

    Panjang dan beratnya berariasi yaitu - cm dan # gram pada bayi lahir cukup bulan,sampai "# cm atau lebih dari "/0 gram. Pada janin permukaan ginjal tidak rata, berlobus!lobus yankemudian akan menghilang dengan bertambahnya umur.

    Pada bagian korteks terdiri atas # selubung, pertama adalah capsula 1brosa (dalam) dancapsula adiposa (luar). 'apsula adiposa merupakan selubung yang dilapisi oleh lemak. 2orteksmerupakan bagian terpenting pada ginjal. 3al ini dikarenakan pada korteks terdapat glomerolus(1ltrasi), tubulus kontortus proksimal (reabsorpsi) serta tubulus kontortus distal.

    Vaskularisasipada ginjal berasal dari aorta abdominalis yang bercabang menjadi .renalis..renalis akan bercabang menjadi .segmentalis, lalu menjadi .lobaris, setelah itu menjadi.interlobaris. $ari .interlobaris akan bercabang lagi menjadi .arcuata, setelah itu menjadi.interlobularis dan berakhir pada .a4erent yang akan bermuara pada glomerolus.

    2eluar dari glomerolus akan masuk ke .e4erent, dari .e4erent darah menuju ke+.interlobularis, lalu ke +.arcuata, setelah itu ke +.interlobaris, dari +.interlobaris masuk ke +.lobarislalu ke +.segmentalis, dan keluar dari ginjal melalui +.renalis. $arah yang berasal dari +.renalis iniakan masuk ke atrium de%tra melalui +.caa inferior, yang akan menuju ke atrium de%tra. $ari

    atrium de%tra akan berakhir di paru!paru untuk mengalami difusi dengan 5#bebas (sirkulasipulmonal).

    Persyarafanginjal yang utama adalah ple%us symphaticus renalis. Ple%us symphaticus inidibantu juga oleh serabut a4erent yang melalui ple%us renalis dan menuju ke medulla spinalis*.thoracalis 6, 67, 677.

    Pemuluh lymphpada ginjal mengikuti .renalis menuju nodus lymphaticus aorta lateral(sekitar pangkal .renalis).

  • 7/25/2019 Ske 1 Erika Urin

    2/25

    1.2Menjelaskan anatomi mikroskopik ginjal

    GlomerulusGlomerulus adalah massa kapiler yang berbelit!belit terdapat sepanjang perjalananarteriol, dengansebuah arteriol aferen memasuki glomerulus dan sebuah arteriol eferenmeninggalkan glomerulus.$iameter arteriol aferen lebih besar dibanding diameterarteriol eferen dan akibatnya glomerulusmenjadi sebuah sistem yang bertekanan relatif tinggi, membantu pembentukan cairan jaringandalam jalinan kapiler. 8pitel parietal, yaitu podosit, mengelilingi sekelompok kecil kapiler dan diantara ansa kapiler dekat arteriol aferen dan eferen terdapat tangkai dengan daerah bersisiandengan lamina basal kapiler yang tidak dilapisi endotel. $alam daerah seperti itu terletak selmesengial. Sel ini berbentuk bintang mirip perisit ang dijumpai di tempat lain dengan cabang!cabang sitoplasma yang kadang!kadang meluas di antara endoteldan lamina basal. Sel mesangialini dapat berkerut jika dirangsang oleh angiotensin,dengan akibat berkurangnya aliran darah dalamkapiler glomerulus. Selain itu, selmesangial dianggap bersifat fagositik dan akan bermitosis untukproliferasi pada beberapa penyakit ginjal.Berdekatan dengan glomerulus, sel!sel otot polos dalamtunika media arteriol aferen bersifat

    epitelod. 7ntinya bulat dan sitoplasmanya mengandung granula,walaupun granula itu tak tampakdengan pulasan rutin hematoksilin dan eosin. Sel!sel ini adalah sel 9uksta!glomerular (9G). $alamarteriol aferen, lamina elastika interna tidak ada, sehingga sel 9G berdekatan dengan endotel, jadiberdekatan dengan darahdalam lumen. Sel!sel itu juga berhubungan erat dengan makula densa,suatu bagian khusus tubulus kontortus distal yang terdapat di antara arteriol aferen dan eferen.:akula densa tidak mempunyai lamina basal. Berhubungan dengan sel yang bergranul, terdapatbeberapa sel warna pucat yang disebut sel ;acis atau sel mesangialekstraglomerular. '8). ngiotensin 77 berperan terhadap korteks adrenal danmenyebabkan pelepasan aldosteron yang padagilirannya mempengaruhi tubulus renal (terutamatubulus distal) untuk menambahreabsorpsi natrium dan klorida? jadi air yang menambah olumeplasma. ngiotensin 77 juga merupakan suatu asokonstriktor yang kuat.

    2apsul Bowman2apsul Bowman, pelebaran nefron yang dibatasi epitel, diinaginasi oleh jumbaikapiler glomerulussampai mendapatkanbentuk seperti cangkir yang berdinding ganda.@erdapat rongga berupa celahyang sempit, rongga kapsula, di antara lapisan luar atau parietal (epitel kapsula) dan lapisan

    dalamatau iseral (epitel glomerulus) yang melekat erat pada jumbai kapiler. 2orpuskel ginjalmempunyai polus askular, tempat arteriol aferen dan eferen masuk dan keluarglomerulus dantempat lapisan kapsula membalik untuk melapisi pembuluh darahsebagai lapisan iseral. 2orpuskeginjal juga mempunyai polus urinarius pada sisi sebelahnya, tempat rongga kapsula berhubungandengan lumen tubulus kontortuspro%imal dan tempat epitel parietal (gepel) melanjutkan diri padaepitel kuboid atausilindris rendah tubulus kontortus pro%imal. ;apisan parietal kapsul Bowmantersusun dari epitel selapis gepeng dengan inti agak menonjol ke rongga kapsula. Pada polus

  • 7/25/2019 Ske 1 Erika Urin

    3/25

    urinari, sel!sel gepeng ini bertambahtinggi melebihi !/ sel untuk berhubungan dengan epitelsilindris rendah yang melapisi dinding tubulus kontortus pro%imal. ;apisan iseral epitel melekaterat pada kapile rglomerulus dengan inti sel!sel epitel ini pada sisi kapsula lamina basal, akan tetaptidak membentuk lembaran yang utuh dan sel!selnya telah mengalami perubahan.Sel ini disebutpodosit dan pada dasarnya berbentuk bintang, dengan badan selnyayang hampir tidak pernahmelekat pada lamina basal kapiler glomerulus, akan tetapiterpisah sejauh "!# Am.

    @ubulus 2ontortus Pro%imal@ubulus kontortus pro%imal, mulai dari polus urinarius korpuskel ginjal, panjangyahampir " mmdengan diameter luar /0!-0 Am. @ubulus ini berakhir sebagai saluranyang lurus dan berjalanmenuju berkas medular yang paling dekat tempat tubulus melanjutkan diri dengan ansa 3enle.Pada pangkalnya terdapat bagian sempit yang disebut leherC (neck), tempat terjadinya peralihanyang mendadak dari epitel gepeng (parietal) kapsul Bowman ke epitel selapis silindris rendahtubulus pro%imal. Sel!sel tubulus pro%imal bersifat eosino1lik dengan batas sikat (brush border) dangaris!garis basal ( basal striations) dan lumen biasanya nyata lebar. Batas sel tak jelas karenasistem interdigitasi yangrumit dan membran plasma lateral sel!sel yang bersisian.

    nsa 3enle Segmen tipisPeralihan dari pars descendens yang tebal (tubulus pro%imal pars rekta)ke segmen tipis biasanyamendadak, berselang beberapa sel dengan perubahan epitelkuboid dan torak rendah ke gepeng.$iameter luar segmen tipis hanya "#!"/ Am, dengan diameter lumen relatif besar, sedangkan tingepitel hanya "!# Am.

    Segmen tebalPeralihan segmen tipis ke segmen tebal tiba!tiba, dengan sel!sel yang bertambah tinggi dari gepensampai kuboid. Pada nefron panjang, perubahanterjadi di pars ascendens. Pada nefron pendek,perubahan biasanya terdapat pada parsdescendens sehingga segmen tebal membentuk ansa.

    :elihat strukturnya, segmen tebalmirip tubulus kontortus distal pars kontorta, akan tetapi tinggiepitel lebih pendek daninti cenderung menonjol ke lumen. Pars rekta tubulus distal berjalan darimedula kekorteks, menuju korpuskel renal asal dan menempati tempat bersisian dengan arteriolaferen dan eferen sebagai makula densa, dengan demikian membentuk bagian akhiransa 3enle.

    @ubulus 2ontortus $istal$i daerah makula densa, nefron melanjutkan diri sebagai tubulus kontortus distal yangmenempuhperjalanan yang pendek berkelok!kelok di korteks dan berakhir dekatsebuah berkas medula dengamelanjutkan diri ke dalam duktus koligens. @ubuluskontortus distal lebih pendek dari tubuluskontortus pro%imal sehingga pada sediaantampak dalam jumlah yang lebih kecil, diameter lebihkecil dan sel!selnya kuboid lebihkecil dan tidak mempunyai brush border. Biasanya -! inti tampak

    dalam potongan melintang. Dmumnya sel kurang mengambil warna bila dibandingkan dengan sel!seltubulus kontortus pro%imal. $i dalam sitoplasma bagian basal terdapat interdigitasitonjolan!tonjolan sel lateral yang rumit mirip dengan yang tampak pada tubuluspro%imal. 3al ini memberikagambaran bergaris pada bagian basal sel dan merupakanmekanisme pompa natrium yang aktif dacairan tubular. Setiap tubulus kontortus distaldihubungkan oleh saluran penghubung pendek keduktus koligens yang kecil.

  • 7/25/2019 Ske 1 Erika Urin

    4/25

    $uktus 2oligen$uktus koligen atau duktus eksretorius bukan merupakan bagian dari nefron. Setiaptubuluskontortus distal berhubungan dengan duktus koligens melalui sebuah cabangsampai duktus koligenyang pendek yang terdapat dalam berkas medular? terdapatbeberapa cabang seperti itu. $uktuskoligen berjalan dalam berkas medula menujumedula. $i bagian medula yang lebih ke tengah,beberapa duktus koligens bersatuuntuk membentuk duktus yang besar yang bermuara ke apekspapila. Saluran ini disebut duktus papilar