case intoksikasi

Download Case Intoksikasi

Post on 11-Oct-2015

47 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan kasus ini tepat pada waktunya. Laporan kasus ini disusun guna memenuhi tugas kepaniteraan klinik Ilmu Penyakit Dalam di RSUD Karawang.Penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada dr. Budowin, Sp.PD yang telah membimbing penulis dalam mengerjakan laporan kasus ini, serta kepada seluruh dokter yang telah membimbing penulis selama di kepaniteraan klinik Ilmu Penyakit Dalam di RSUD Karawang. Tak lupa juga ucapan terima kasih penulis haturkan kepada teman-teman seperjuangan di kepaniteraan ini, serta kepada semua pihak yang telah memberi dukungan dan bantuan kepada penulis.Dengan penuh kesadaran dari penulis, meskipun telah berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan laporan kasus ini, namun masih terdapat kelemahan dan kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan. Akhir kata, penulis mengharapkan semoga laporan kasus ini dapat berguna dan memberikan manfaat bagi kita semua.

Karawang, Agustus 2014 Eva Natalia Br. Manullang

BAB ILAPORAN KASUS

I. IdentitasNama: Ny. NUmur : 20 tahunJenis Kelamin : Perempuan Alamat : Teluk JambeAgama : IslamSuku: SundaStatus: MenikahPendidikan : SMAPekerjaan: Pegawai AlfamartTanggal masuk RS: 20 Agustus 2014

II. AnamnesisAnamnesis dilakukan secara autoanamnesis dan alloanamnesis pada tanggal 23 Juli 2014 di bangsal Rengasdengklok.1. Keluhan UtamaMuntah-muntah sejak 2 jam sebelum masuk rumah sakit.

1. Keluhan Tambahan Mual, tenggorokan terasa panas, sesak, 1. Riwayat Penyakit SekarangOs datang ke IGD RSUD Karawang pada tanggal 20 Agustus 2014 dengan keluhan muntah-muntah sejak 2 jam yang lalu. Sebelum 2 jam datang ke RSUD Karawang Os. Mengaku minum pembersih cat kuku sebanyak 1 botol. Os. Muntah sebanyak lebih dari 10x dan berisi air dan makanan. Os juga mengatakan selama perjalanan ke rumah sakit os pingsan. Os juga mengeluh tenggorokan terasa panas dan sesak. 1. Riwayat Penyakit DahuluOs. Memiliki riwayat penyakit maag sejak 6 tahun yang lalu. Os tidak memiliki riwayat penyakit hipertensi, penyakit jantung, penyakit paru, pinyakit liver, penyakit ginjal dan penyakit Diabetes Melitus1. Riwayat Penyakit KeluargaOs mengatakan dikeluarga tidak memiliki penyakit hipertensi, penyakit jantung, penyakit paru, penyakit ginjal dan penyakit Diabetes Melitus1. Riwayat KebiasaanOs memiliki kebiasaan mengkonsumsi minum kopi tiap pagi hari. Os tidak memiliki kebiasaan merokok, mengkonsumsi minuman alkohol, minum-minuman berenergi dan jamu-jamuan.

III. Pemeriksaan FisikPemeriksaan Fisik dilakukan pada tanggal 20 Agustus 2014. Hasilnya adalah sebagai berikut:

1. Keadaan Umum1. Kesan sakit : TSR1. Kesadaran: Compos mentis1. Tanda Vital1. Tekanan darah: 100/60 mmHg1. Frek. Nadi: 83x/ menit1. Frek. Nafas: 24 x/ menit1. Suhu: 35,3 C1. Kepala : Normocephali, rambut hitam, distribusi merata dan tidak mudah dicabut.1. Mata :Konjungtiva anemis (-/-), sclera ikterik (-/-), 1. Telinga :Bentuk normal, NT auricular (-/-), secret (-/-).1. Hidung :Bentuk normal, septum deviasi (-), secret (-), pernafasan cuping hidung (-).1. Leher : KGB dan tiroid tidak teraba membesar.1. Thorax Cor :Inspeksi : Ictus cordis tidak tampak.Palpasi : ictus cordis teraba pada linea midclavicula sinistra ICS 5Perkusi : batas jantung dalam batas normalAuskultasi : BJ I dan II reguler, murmur (-), gallop (-) Pulmo :Inspeksi : gerak dada simetris saat statis dan dinamis.Palpasi : vocal fremitus simetrisPerkusi : Sonor pada kedua lapang paru Auskultasi : Suara nafas vesikuler (+/+), ronki (-/-), Wheezing (-/-).1. AbdomenInspeksi : Datar, sagging of the flank (-), smiling umbilicus (-), tidak tampak efloresensi yang bermakna.Palpasi : Supel, nyeri tekan epigastrium, Hepar dan lien tidak teraba membesar Perkusi : Shifting dullness (-)Auskultasi : Bising usus (+)

1. EkstermitasPitting Oedem __

--

akral hangat++

++

IV. Pemeriksaan PenunjangPemeriksaan laboratorium darah :20 Agustus2014 HematologiParameterHasilNilai RujukanKeterangan

Hemoglobin11,2 g/dL12 16

Leukosit10.410 /uL3800 10600Normal

Trombosit385.000/uL150.000 450.000Normal

Hematokrit34 %35 - 45

KimiaParameterHasilNilai RujukanKeterangan

Glukosa Darah Sewaktu106 mg/dl< 140Normal

Ureum19,8 mg/dl15,0 50,0Normal

Kreatinin0,35 mg/dl0,50 0,90

V. Diagnosis KerjaPada kasus ini diagnosis kerjanya adalah Intoksikasi Aseton

VI. Diagnosis BandingDiagnosis banding pada kasus ini adalah : Gastritis KronisVII. PenatalaksanaanTerapi yang diberikan di IGD Bilas Lambung NaCl 20 tpm Omeprazole 2 x 1 ampul Ondansentron 3 x 2 ampul

VIII. PrognosisAd vitam : dubia ad bonamAd sanationam: BonamAd fungsionam : dubia ad bonam

IX. Follow Up 21 Agustus 2014SMual, muntah, nyeri ulu hati

OTD : 110/60 mmHg, nadi : 100x/mnt, napas : 22x/mnt, suhu : 37,3CMata : CA -/-, SI -/-, oedem palpebra +/+ Wajah : Malar rash (+)Bibir : ulcer di bibir atas (+)Leher : dbnThorax : Cor BJ I&II regular, murmur (-), gallop (-), Pulmo suara napas vesikuler, wheezing -/-, ronkhi -/-Abdomen : Supel, BU (+), nyeri tekan (+) di epigastriumEktremitas atas : akral hangat +/+, oedem -/-Ekstremitas bawah : akral hangat +/+, oedem +/+

AIntoksikasi Aseton

P NaCl 20 tpm Simavastatin 1x1 Ranitidin 2x1 Lasix 1x1

22 Agustus 2014S

OTD : 130/60 mmHg, nadi : 120x/mnt, napas : 24x/mnt, suhu : 39CMata : CA -/-, SI -/-, oedem palpebra +/+ Wajah : Malar rash (+)Bibir : ulcer di bibir atas (+)Leher : dbnThorax : Cor BJ I&II regular, murmur (-), gallop (-), Pulmo suara napas vesikuler, wheezing -/-, ronkhi -/-Abdomen : Supel, BU (+), nyeri tekan (+) di epigastriumEktremitas atas : akral hangat +/+, oedem -/-Ekstremitas bawah : akral hangat +/+, oedem -/-

AIntoksikasi Aseton

P Nacl 20 tpm Pamol 4 x 500mg Pantoprazole 2 x 1 Ondansentron 3 x 1

23 Agustus 2014S

OTD : 100/70 mmHg, nadi : 92x/mnt, napas : 20x/mnt, suhu : 38,3CMata : CA -/-, SI -/-, oedem palpebra +/+ Wajah : Malar rash (+)Bibir : ulcer di bibir atas (+)Leher : dbnThorax : Cor BJ I&II regular, murmur (-), gallop (-), Pulmo suara napas vesikuler, wheezing -/-, ronkhi -/-Abdomen : Supel, BU (+) meningkat, nyeri tekan (+) di epigastrium dan kuadran kanan atasEktremitas atas : akral hangat +/+, oedem -/-, petekie +/+Ekstremitas bawah : akral hangat +/+, oedem -/-, petekie -/-

AIntoksikasi Aseton

P Aminofluid 16 tpm Inj. Ceftriakson 2 x 1 Pamol 3 x 1 Inj. Pantoprazole 2 x 1

24 Agustus 2014S

OTD : 100/60 mmHg, nadi : 75x/mnt, napas : 28x/mnt, suhu : 39CMata : CA -/-, SI -/-, oedem palpebra +/+ Wajah : Malar rash (+)Bibir : ulcer di bibir atas (+)Leher : dbnThorax : Cor BJ I&II regular, murmur (-), gallop (-), Pulmo suara napas vesikuler, wheezing -/-, ronkhi -/-Abdomen : Supel, BU (+) meningkat, nyeri tekan (+) di epigastriumEktremitas atas : akral hangat +/+, oedem -/-, petekie +/+Ekstremitas bawah : akral hangat +/+, oedem -/-, petekie -/-

AIntoksikasi Aseton

P Aminofluid 16 tpm Inj. Ceftriakson 2 x 1 Pamol 3 x 1 Inj. Pantoprazole 2 x 1

25 Agustus 2014S

OTD : 130/60 mmHg, nadi : 120x/mnt, napas : 24x/mnt, suhu : 39CMata : CA -/-, SI -/-, oedem palpebra +/+ Wajah : Malar rash (+)Bibir : ulcer bibir atas (+)Leher : dbnThorax : Cor BJ I&II regular, murmur (-), gallop (-), Pulmo suara napas vesikuler, wheezing -/-, ronkhi -/-Abdomen : Supel, BU (+), nyeri tekan (+) di epigastriumEktremitas atas : akral hangat +/+, oedem -/-, petekie +/+Ekstremitas bawah : akral hangat +/+, oedem -/-, petekie -/-

AIntoksikasi Aseton

P Metil Prednisolon 4 x 125mg Inj. Ceftriakson Pamol 3 x 1

BAB IIANALISA KASUS

Seorang pria usia 28 tahun dirawat di RSUD Karawang dengan keluhan demam dirasakan sejak 1 minggu SMRS. Demam dirasakan meningkat pada malam hari dan menurun pada pagi hari. Pasien juga mengeluh kejang diseluruh tubuh 1 hari SMRS. Pasien juga mengeluh bengkak dikedua kelopak mata atas dan mengeluh bibir sariawan sejak 1 minggu SMRS. Pasien juga mengeluh bintik-bintik merah disekitar pipi dan hidung serta di tangan kanan dan kiri. Pasien mengeluh mual, muntah dan diare. Pasien mengeluh badan terasa lemas dan pegal-pegal. Pasien juga merasa nafsu makan menurun. Pada pemeriksaan laboratorium untuk darah rutin dan kimia darah, didapatkan Hemoglobin, trombosit, leukosit dan hemotrokit menurun. Ditemukan Berdasarkan dari anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang yang dilakukan, maka didapatkan diagnosis suspect SLE ( Systemic Lupus Eritemaous). Penatalaksanaan pada pasien ini dengan bed rest dan pemberian obat obatan Masalah Pembahasan

Demam Demam disebabkan karena adanya reaksi inflamasi sehingga merangsang pembentukan dan pelepasan zat pirogen oleh leukosit pada jaringan yang meradang.

Kejang Pada demam tinggi dapat meningkatkan metabolisme basal sehingga terjadi perbedaan potensial membran sel neuron diotak dan terjadi pelepasan muatan listrik di sel neuron yang akan menyebabkan terjadinya kejang.

Kedua kelopak mata bengkakTerjadi akibat peradangan, maka dinding pembuluh darah kapiler menjadi lebih permeabel sehingga meningkatnya volume cairan ekstraseluler dan ekstravaskuler (cairan interstitium) yang disertai dengan penimbunan cairan dalam sela-sela jaringan dan rongga serosa (jaringan ikatlonggar).

Ulcer mukosaTerjadi dikarenakan system pertahanan imun tubuh yang menurun sehingga rentan terjadi infeksi.

Bintik-bintik merah disekitar pipi ( Malar Rash)Adanya eritema berbatas tegas, datar, berelevasi pada wilayah pipi sekitar hidung

Mual dan muntah Perut terasa mual disebabkan peningkatan sekresi asam lambung atau adanya iritas