bab ii(1).docx

Download BAB II(1).docx

Post on 16-Feb-2016

4 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Bab IITinjauan Kebijakan

Dalam Bab ini terdapat Tinjauan kebijakan yang akan membahas tentang kedudukan RDTRK pada Kecamatan Marga dan pengaruhnya terhadap peraturan daerah yang sudah ada di Kecamatan Marga. Analisis ini dilakukan dengan melihat 3 rencana kebijakan yaitu kebijakan tata runag, kebijakan pembangunan dan juga kebijakan sektoral. Dan kebijakan eksternal yang mempengaruhi rencana tersebut adalah RTRW, RPJP dan RPJM Kabupaten Tabanan.Analisis ini merupakan kerangka pikir untuk melihat arahan Struktur Pola Ruang yang terdapat dalam RTRW Kabupaten Tabanan. Untuk melihat kebijakan pembangunan maka harus membandingkan dengan data sekunder dan juga data primer yang telah di survey secara langsung, maka dapat dilihat arahan pembangunan yang sudah ada dan apa pengaruhnya terhadap masyarakat di lokasi. Dan dengan membandingkan arahan pengembangan tersebut juga harus melihat potensi dan masalah yang ada di wilayah tersebut sehingga pemerintah dapat mengarahkan masyarakatnya.2.1 Kebijakan Regional Kebijakan regional yang di maksud disini adalah kebijakan Nasional, Kebijakan Provinsi dan kebijakan Kabupaten.2.1.1 Kebijakan NasionalKebijakan nasional adalah kebijakan yang mengatur tentang segala sesuatu yang ada di Indonesia. Di dalam Kebijakan Nasional terdapat struktur ruang dan pola ruang. Agar lebih jelasnya bisa dilihat pada uraian dibawah ini :A. Struktur Ruang Nasional Terhadapa Kecamatan Sistem PemusatanMerencanaan pembangunan di suatu daerah merupakan suatu sistem kesatuan dari pembangunan nasional. Perencanaan pembangunan daerah mengintegrasikan rencana tata ruang dan rencana pembangunan daerah. Jika ingin melakukan pembangunan di suatu daerah maka harus dilihat terlebih dahulu potensi apa yang ada dan bagaimana kondisi eksisting yang ada saat itu serta harus disesuaikan dengan perkembangan daerah dan nasional.B. Pola Ruang Wilayah NasionalDitinjau dari kebijakan penataan ruang, PP no. 26 tahun 2008 RTRW Nasional dan Kebijakan RDTR Kabupaten yang merujuk pada Arahan Permen 20 tahun 2011, maka diperoleh beberapa tinjauan Kebijakan Provinsi Bali meliputi : I. Kawasan Lindung NasionalKawasan lindung adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan. Adapun kawasan lindung nasional yang terdapat di Provinsi Bali meliputi:a. Cagar Alam Batukab. Taman Nasional Bali Baratc. Taman Hutan Raya Ngurah Raid. Taman Wisata Alam Sangehe. Taman Wisata Alam Danau Buyan dan Danau Tamblinganf. Taman Wisata Laut BulelengDari kawasan lindung diatas dapat dilihat bahwa kawasan lindung yang ada di Kabupaten Tabanan sangat sedikit. Dan kawasan lindung yang ada di Kecamatan Marga adalah taman Wisata Margarane, yaitu adalah tempat wisata taman makam pahlawan, dan Alas Kedaton yaitu taman wisata alam monyet.II. Kawasan Andalan Kawasan andalan adalah bagian dari kawasan budi daya, baik di ruang darat maupun ruang laut yang pengembangannya diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bagi kawasan tersebut dan kawasan di sekitarnya. Kawasan andalan yang terdapat di Provinsi Bali yaitu : a. Kawasan Denpasar-Ubud- Kintamani ( Bali Selatan) dengan sektor unggulan (I/E/2)-Pariwisata (II/A/2)-Pertanian (I/D/4)-Industri (II/F/2)-Perikanan Keterangan: I IV: Tahapan Pengembangan A : Pengembangan dan Pengendalian Kawasan Andalan untuk Sektor Pertanian A/1 : Pengendalian Kawasan Andalan untuk Pertanian Pangan Abadi A/2 : Pengembangan Kawasan Andalan untuk Pertanian D : Rehabilitasi dan Pengembangan Kawasan Andalan untuk industri pengolahan D/1 : Rehabilitasi Kawasan Andalan untuk Industri Pengolahan D/2 : Pengembangan Kawasan Andalan untuk Industri PengolahanJadi, Kabupaten Tabanan yang termasuk dalam kawasan Denpasar Ubud Kintamani memiliki paling banyak sektor unggulan dibandingkan kabupaten lain di Provinsi Bali, untuk Kecamatan Marga sendiri memiliki sektor unggulan di bidang pertanian dengan melihat keadaan geografisnya, Kecamatan Marga yang berpeluang dalam sektor pertanian, sedangkan dalam sektor industri Kecamatan Marga berpeluang dalam pengembangan industri dalam bidang kayu dan pemahat, namun tantangannya bagaimana mengembangkan industri kayu tetapi tetap menjaga kelestarian hutannya.

III. Kawasan Budidaya Kawasan budidaya yang memiliki sektor unggulan bernilai strategis nasional ditetapkan sebagai Kawasan Andalan yang terdiri dari Kawasan Andalan Darat dan Kawasan Andalan Laut baik yang telah bekembang maupun yang prospektif untuk Berkembang. Di Provinsi Bali telah ditetapkan tiga Kawasan Andalan: Kawasan Denpasar-Ubud-Kintamani (Bali Selatan) dengan pengembangan sektor unggulan Pariwisata Pertanian Industri PerikananUntuk di Kecamatan Marga tidak terdapat kawasan budidaya. Dan agar lebih jelasnya peluang ancaman dan upaya penanganan bisa dilihat pada tabel 2.1 sebagai berikut :Tabel 2.1Peluang dan Tantangan dari Pola Ruang Wilayah NasionalAspekPeluangTantanganUpaya Pengembangan

Kawasan Lindung1. Kabupaten Tabanan memiliki paling banyak kawasan lindung nasional yang juga dapat berfungsi sebagai kawasan wisata. Dan di marga sendiri mempunyai temapt wisata Taman Makam Pahlawan Margarana yang bisa dikembangkan.2. Pengembangan produksi di bidang pertanian.1. Kawasan rawan bencana2. Aksesibilitas3. Perburuan liar di Taman Wisata Alam4. Pembangunan yang tidak menghilangkan luasan kawasan lindung.1. Pengetatan peraturan perlindungan kawasan lindung2. Perbaikan dan peningkatan aksesibilitas3. Peraturan yang tegas terkait pembangunan4. Melakukan pembengunan untuk menarik wisatawan untuk berkunjung ke tempat wisata Margarana.

Kawasan Andalan1. Kabupaten Tabanan memiliki paling banyak sektor unggulan di di bidang pertanian. Dan di Kecamatan Marga merupakan salah satu penyetor hasil pertanian di tanaman padi untuk Kabupaten Tabanan2. Kecamatan Marga berpeluang di sektor pertanian terutama hasil pertanian berupa padi3. Memiliki industri pemahat dan kayu1. Aksesibiltas2. Pemasaran3. Penggunaan pupuk4. Adanya kegiatan terbangun5. Penebangan liar1. Perlindungan terhadap kawasan andalan2. Penggunaan pupuk tanpa zat kimia3. Peningkatan dan perbaikan aksesibiltas4. Mengendalikan pembangunan5. Pengadaan sarana prasarana pendukung6. Pembuatan Embung untuk sawah sebagai irigari7. Melakukan pembangunan pemasaran untuk hasil industri pehat yang di buat oleh masyarakat Marga

Kawasan Budidaya1. Kabupaten Tabanan cocok untuk budidaya lahan kering karena ketersediaan air dan hara2. Kecamatan Marga sangat sesuai (S1) untuk tanaman pangan lahan kering3. Sesuai (S2) untuk perkebunan4. Pengembangan tanaman tahunan pada kemiringan lereng yang terjal5. Pengembangan kegiatan wisata agro dan wisata peluang1. Peningkatan luas lahan terbangun2. Aksesibilitas3. Penambangan dan penebangan liar yang menyebabkan longsor4. Rendahnya kesadaran masyarakat1. Pengendalian pembangunan pada lahan tak terbangun2. Peningkatan kualitas aksesibilitas3. Pengedalian penambangan dan perburuan4. Penyuluhan5. Persebaran fasilitas secara merata

A. Penetapan Kawasan StrategisPenetapan kawasan strategis provinsi dilakukan berdasarkan kepentingan pertahanan dan keamanan, pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya Provinsi Bali, pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi dan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup. Yang termasuk dalam kawasan strategis nasional adalah kawasan Perkotaan Denpasar Badung Gianyar Tabanan (Sarbagita).

Pembangunan Daerah Kabupaten Tabanan sangat menunjang dalam perkembangan pembangunan nasional. Diharapkan dalam pembagunan daerah di Kabupaten Tabanan ini. Peran aktif pemerintah nasional karena Kabupaten Tabanan menduduki hierarki sebagai Pusat Kegiatan Nasional. Sehingga dengan demikian Kecamatan Marga harus mempertahankan keunikannya agar dapat menjadi penunjang untuk dijadikan Kawasan Strategis di Kabupaten baik strategis untuk bidang petanian ataupun industri.

2.1.1.1 RPJP Nasional Tahun 2005 - 2025 Kebijakan pembangunan nasional dikaji untuk meninjau kebijakan pembangunan nasional yang harus dilaksanakan di Kabupaten Tabanan terutama pada Perkotaan Kecamatan Marga, utamanya sebagai dasar bagi pengembangan perkotaan Marga. Adapun hal-hal yang akan dikaji dari RPJP Nasional ini adalah visi dan misi serta program pembangunan untuk Pulau / Provinsi Bali, Kabupaten Tabanan dan utamanya Perkotaan Kecamatan Marga.A. Visi Berdasarkan kondisi bangsa Indonesia saat ini, dapat dilihat tantangan yang dihadapi dalam dua puluh tahun (20) mendatang dengan memperhitungkan modal dasar yang dimiliki oleh bangsa Indonesia dan amanat pembangunan yang tercantum dalam pembukaan UUD RI Tahun 1945, visi pembangunan nasional tahun 2011 2030 adalah Perkotaan Kecamatan Marga yang Mandiri, Maju, Adil dan Makmur. B. Misi Dengan visi pembangunan yang tersebut diatas, diantaranya :1. Mewujudkan masyarakat Perkotaan Kecamatan Marga yang berakhlak mulia, beermoral, beretika dan beradab.2. Mewujudkan masyarakat Perkotaan Kecamatan Marga yang berdaya saing.3. Mewujudkan masyarakat Perkotaan Kecamatan Marga yang aman, damai dan bersatu.Untuk peluang ancaman dan upaya penanganan bisa dilihat pada tabel 2.2 sebagai berikut :Tabel 2.2Peluang dan Ancaman dari RPJP Nasional Tahun 2005 - 2025AspekPeluangAncamanUpaya Pengembangan

Visi :Nasional : Dan untuk Kecamatan Marga berorientasi pada perwujudan masyarakat yang adil dan makmur yang berlandaskan Tri Hita Karana.Peningkatan kualitas dan kuantitas hasil pertanian di Kecamatan Marga1. Pemasaran hasil pertanian 2. Aksesibilitas3. Penggunaan pupuk untuk pertanian tanpa menggunakan zat kimia4. Keterbatasan fasilitas dan teknologi1. Peningkatan pelayanan aksesibilitas2. Pembangunan sistem irigasi3. Penggunaan pupuk tanpa bahan kimia4. Memperluas pemasaran hasil produksi5. Memertahankan lahan pertanian agar tidak dialih fungsikan untuk kepentingan lainnya.

Misi Nasional :Mewujudkan masyarakat Perkotaan Kecamatan Marga yang berakhlak mulia, beermoral,