bab i ii (1).docx

Download BAB I  II (1).docx

Post on 12-Jan-2016

11 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangKanker paru merupakan salah satu jenis kanker yang mempunyai tingkat insidensi yang tinggi di dunia, sebanyak 17% insidensi terjadi pada pria (peringkat kedua setelah kanker prostat) dan 19% pada wanita (peringkat ketiga setelah kanker payudara dan kanker kolorektal) (Ancuceanu and Victoria, 2004). Pada hampir 70% pasien kanker paru mengalami penyebaran ke tempat limfatik regional dan tempat lain pada saat didiagnosis. Sebagai akibat, angka survival pasien kanker paru adalah rendah. Bukti-bukti menunjukkan bahwa karsinoma cenderung untuk timbul ditempat jaringan parut sebelumnya (tuberculosis fibrosis) dalam paru. Kebanyakan kasus kanker paru dapat dicegah jika merokok dihilangkan (Smeltzer dan Bare, 2006).Faktor- faktor risiko kanker paru yaitu merokok, terpapar asbestos, riwayat adanya penyakit paru interstisial, terpapar zat beracun (nikel, kromium, klorometil eter), terpapar uranium atau radon dan infeksi HIV (Melindawati 2009).Dari semua faktor risiko diatas, merokok adalah penyebab utama terjadinya kanker paru pada 80-90% kasus kanker paru meskipun hanya 10-15% perokok terserang kanker paru (Kopper and Timar, 2005).Jenis rokok apapun pasti mengandung unsur-unsur buruk, busuk dan keji dan tidak satu pun orang yang berakal sehat menyangkal hal ini. Karena, secara bahasa, kata buruk digunakan untuk segala sesuatu yang rasa maupun baunya tidak enak dan tidak disukai orang. Dan begitulah keadaan rokok. Maka, para pakar medis maupun agama sepakat bahwa rokok itu termasuk barang buruk dan juga berbahaya, baik bagi diri perokok maupun orang lain yang berada disekitarnya (Abdul Jabbar, 2008).Yusuf Al-Qardhawi dalam bukunya Al-Halal wal-Haram fiil Islam dikutip dari Nashr (2008), mengemukakan pendapatnya bahwa kaidah yang telah ditetapkan dalam syariat Islam, yaitu tidak halal bagi seorang Muslim untuk mengkonsumsi makanan yang berbahaya yang dapat membunuh dirinya dengan cepat maupun lambat, seperti racun dengan segala macamnya, membahayakannya dan menyakitinya. Hal tersebut berkaitan dengan firman Allah Subhanahu Wataala., dalam QS. Al-Araf (7): 157.

Terjemahnya:Dan Dia menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka (Depag, 2002).

Jenis rokok apapun pasti mangandung unsur-unsur buruk, busuk dan keji dan tidak satu pun orang yang berakal sehat menyangkal hal ini. Karena, secara bahasa, kata buruk digunakan untuk segala sesuatu yang rasa maupun baunya tidak enak dan tidak disukai orang. Dan begitulah keadaan rokok. Maka, para pakar medis maupun agama sepakat bahwa rokok itu termasuk barang buruk dan juga berbahaya, baik bagi diri perokok maupun orang lain yang berada disekitarnya (Abdul Jabbar, 2008).Rokok setidak-tidaknya adalah perkara syubhat (samar-samar/tidak jelas hukumnya), sebagaimana dalam sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam: : : ... ( )Artinya:Sesungguhnya sesuatu yang halal itu telah jelas, dan sesungguhnya yang haram itu telah jelas pula. Dan diantara keduanya ada perkara-perkara yang mutasyabihat (samar-samar) yang kebanyakan manusia tidak mengetahui. Barang siapa yang menjaga dirinya dari syubhat itu, maka dia telah menjaga kebersihan untuk agamanya dan pribadinya; dan barang siapa yang terjerumus dalam syubhat, maka dia telah terjerumus dalam hal yang haram... (HR Bukhari dan Muslim., dikutip dari Abdul Jabbar, 2008)

Melihat fenomena diatas mengenai dampak rokok terhadap kanker paru-paru. Maka, kami tertarik untuk membahas mengenai kasus sistem imunologi yaitu kanker paru-paru. Jika dilihat secara sepintas, kanker paru-paru termasuk kedalam sistem respirasi. Tetapi, kenyataannya bahwa jika pasien sudah sampai ke stadium lanjut, kanker paru akan bermetastase ke jaringan limfoid yaitu menyerang sistem imun atau biasa yang disebut dengan imunokompromise yaitu memiliki respon imun yang diperlemah dengan pemberian obat, malnutrisi dan proses penyakit seperti kanker. Sehingga, kami tertarik untuk membahas kasus sistem imunologi yaitu kanker paru-paru

B. Tujuan Penulisan1. Tujuan UmumMampumengidentifikasikan seluruh masalah yang terjadi sehubungan dengan kanker paru.2. Tujuan khususa. Mahasiswa mampu meningkatkan kemampuan dalam pengumpulan data dengan teknik komunikasi teraupetik dalam asuhan keperawatanb. Mahasiswa mampu menigkatkan kemampuan dalam menganalisa data dan merumuskan masalah keperawatanc. Mahasiswa mampu menigkatkan kemampuan untuk menyusun diagnosa keperawatan serta mampu merencanakanan intervensi keperawatan berdasarkan diagnosa keperawatand. Mahasiswa mampu melakukanan implementasi dan evaluasi keperawatanC. Manfaat1. Menambah pengetahuan dan pemahaman tentang asuhan keperawatan pasien dengan kanker paru bagi perawat sehingga peningkatan mutu pelayanan keperawatan dapat terlaksana secara koperhensip dan holistik.2. Mampu menyelaraskan aplikasi asuhan keperawatan secara efektif melalui kegiatan praktek dan seminar kasus yang yang merupakan bagian integral yang tidak dapat dipisahkan.3. Menjadi masukan dan bahan informasi serta koreksi kepada mahasiswa dan institusi pendidikan untuk meningkatkan skill dan ilmu kepada mahasisiwa. Sehingga, mahasiswa keperawatan mampu mengaktualisasikan ilmu dan keterampilan secara efisien dalam kehidupan masyarakat. D. Metode Penulisan Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini yaitu :1. Metode kepustakaanMetode penulisan dengan menggunakan beberapa literatur sebagai sumber. 2. Metode wawancaraData diperoleh dengan wawancara langsung kepada pasien dan keluarga.3. Metode observasi Dengan mengobservasi langsung kepada pasien dengan masalah utama bersihan jalan nafas tidak efektif.

BAB IITINJAUAN TEORIA. Konsep Medis1. DefensiTumor adalah neoplasma pada jaringan yaitu pertumbuhan jaringan baru yang abnormal. Sedangkan, kanker paru adalah tumor ganas paru primer yang berasal dari saluran napas atau epitel bronkus. Terjadinya kanker ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak normal, tidak terbatas dan merusak sel-sel jaringan yang normal.Proses keganasan pada epitel bronkus didahului oleh masa pra kanker. Perubahan pertama yang terjadi pada masa prakanker disebut metaplasia skuamosa yang ditandai dengan perubahan bentuk epitel dan menghilangnya silia(Robbin & Kumar, 2007).Kanker paru-paru adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali dalam jaringan paru-paru dapat disebabkan oleh sejumlah karsinogen, lingkungan, terutama asap rokok ( Suryo, 2010).Kanker paru dalam arti luas adalah semua penyakit keganasan di paru, mencakup keganasan yang berasal dari paru sendiri (primer) atau penyebaran (metastasis) tumor dari organ lain. Definisi khusus untuk kanker paru primer yakni tumor ganas yang berasal dari epitel bronkus atau karsinoma bronkus. Sedangkan kanker paru sekunder adalah kanker yang bermetastase ke paru-paru. Sedangkan primernya berasal dari luar paru (Muzasti, 2011)

2. EtiologiSeperti umumnya kanker yang lain, penyebab yang pasti dari kanker paru belum diketahui, tapi paparan atau inhalasi berkepanjangan suatu zat yang bersifat karsinogenik merupakan faktor penyebab utama disamping adanya faktor lain seperti kekebalan tubuh, genetik dan lain-lain (Amin, 2006).a. MerokokMenurut Van Houtte, merokok merupakan faktor yang berperan paling penting, yaitu 85% dari seluruh kasus (Wilson, 2005). Rokok mengandung lebih dari 4000 bahan kimia, diantaranya telah diidentifikasi dapat menyebabkan kanker. Kejadian kanker paru pada perokok dipengaruhi oleh usia mulai merokok, jumlah batang rokok yang diisap setiap hari, lamanya kebiasaan merokok dan lamanya berhenti merokok (Stoppler,2010).b. Perokok pasifSemakin banyak orang yang tertarik dengan hubungan antara perokok pasif atau mengisap asap rokok yang ditemukan oleh orang lain di dalam ruang tertutup, dengan risiko terjadinya kanker paru. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa pada orang-orang yang tidak merokok, tetapi mengisap asap dari orang lain, risiko mendapat kanker paru meningkat dua kali (Wilson, 2005).Sungguh rokok itu tidak hanya menimbulkan bahaya pada diri pemakaiannya saja, namun berdampak buruk pada orang yang berada disekitarnya, bahkan dua kali lebih berisiko terkena penyakit. Selain mencemari udara, mereka telah menyakiti kaum muslimin yang baunya tidak sedap.Sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wataala, dalam QS. Al-Ahzab (33): 58.

Terjemahnya:Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang Mukmin tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.(Depag, 2002)

Bila seseorang menyulut sebatang rokok dan kemudian mengisapnya, maka itu berarti ia mengisap semua bahan kimia tersebut. Asap yang berterbangan juga mengandung bahan berbahaya, dan bila terisap oleh orang disekitar perokok berarti ia pun mengisap bahan kimia beracun. Asap rokok yang diisap si perokok disebut asap utama(main stream smoke) atau perokok aktif. Dan asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar dan terisap oleh orang di sekitar perokok pasif. Bahan-bahan kimia yang berbahaya itulah yang kemudian menimbulkan berbagai penyakit, terutama penyakit paru (Bangun, 2008).

Allah Subhanahu Wataala., berfirman dalam QS. An-Nisaa(4):29Terjemahnya:Janganlah kamu membunuh dirimu; Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu (Depag, 2002).

Menurut Hamka (1999) dalam tafsir Al-Azhar Ayat diatas menjelaskan bahwa orang mencari harta untuk kelangsungan hidup. Maka selain kemakmuran harta benda hendaklah pula terdapat keamanan jiwa. Larang untuk saling membunuh, bahkan larangan keras membunuh diri sendiri. Kadang terlintas dalam perasaan henak menghabisi nyawa sendiri, sebab membunuh diri dapat menular luas dalam kalangan orang yang tidak beriman sehingga dosa tidak terkendali lagi. Tuhan menyuruh kita untuk mengatur dengan baik di dalam memakan harta benda dan larangan untuk saling membunuh. Dan sebagai seorang muslim hendaklah kita percaya bahwa perhitungan di har