intoksikasi makanan rev

of 56/56
Dr. John Watupongoh, MHA IPD FK UKI

Post on 22-Jul-2015

63 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Dr. John Watupongoh, MHA IPD FK UKI

Penyebab keracunan makanan Agen infeksi termasuk virus, bakteri dan parasit Agen beracun termasuk jamur beracun Makanan disiapkan tidak benar Pestisida pada buah-buahan dan sayuran

Gejala keracunan makanan Mual, muntah, diare, dan kram perut Keracunan makanantidak selalu berakibat fatal, Gejalanya timbul 1 - 48 jam

Etiologi Virus Noroviruses adalah virus yang menyebabkan penyakit ringan (sering disebut flu perut). Dengan mual, muntah diare, sakit perut, sakit kepala dan demam ringan. Gejala ini biasa dalam 2-3 hari Ditularkan dari air, kerang dan sayuran terkontaminasi oleh tinja serta dari orang ke orang. Wabah lebih sering terjadi di daerah yang ramai penduduk seperti rumah jompo, sekolah dan kapalkapal pesiar (penyakit kapal cruise)

Rotavirus

Penyebab penyakit yang sedang sampai parah dengan muntah-muntah diikuti oleh diare berair dan demam. umumnya menyebabkan keracunan makanan pada bayi dan anak-anak dan ditularkan dari orang ke orang melalui makanan kontaminasi tinja dan area bermain bersama

Bakteri dapat menyebabkan keracunan makanan Beberapa bakteri menginfeksi usus, menyebabkan inflamasi dan kesulitan menyerap nutrisi dan air, yang menyebabkan diare Bakteri menghasilkan zat kimia dalam makanan (racun) yang merusak sistem pencernaan manusia Bahan kimia ini dapat menyebabkan mual muntah, gagal ginjal dan bahkan kematian

Salmonella .sp Batang gram negatif Fakultatif anaerob, katalase positif Oksidase negatif Reservoir primer adalah saluran usus vertebrata. Dapat tumbuh pada suhu berkisar 7-47 Dan pada pH antara 4,0 dan 9,5

Patogenesis Penyakit Mikro-organisme akan menempel pada dinding usus kecil tumbuh dan melepaskan enterotoksin kerusakan pada selaput lendir usus kecil, cytotoxin juga diproduksi oleh sebagian besar strain salmonella disebut sebagai salmonellosis, 100.000 kuman Salmonella per gram makanan cukup untuk menyebabkan penyakit

Gejala Terjadi 8-72 jam setelah menelan yang terkontaminasi Gejala meliputi sakit perut, mual dan diare berair, kadang dengan demam ringan, muntah dan sakit kepala, dehidrasi Lama gejala : gejala gastroenteritis biasanya berlangsung 2-5 hari Diagnosis Analisa makanan Serologi identifikasi

Listeria monocytogenes Anaerob fakultatif batang pendek non sporing Gram positif Tumbuh di pada temperatur antara 1 - 44C pH antara 4,4 dan 9,6

Karakteristik penyakit Onset gejala: masa inkubasi bervariasi antara 1 sampai 48jam

Gejala variabel dan tergantung pada kerentanan orang yang terkena Beberapa orang mengalami gejala flu seperti demam, kejangkejang, mengigil, sakit punggung, sakit kepala, diare dan muntah-muntah Orang yang rentan dapat mengalami pireksia, meningitis dan septikemia Selama kehamilan penyakit dapat lebih serius Infeksi pada akhir kehamilan dapat menyebabkan aborsi spontan,kematian janin dan kelahiran mati Diagnosis Kultur organisme Analisa makanan

Eschericia coliAnaerobik fakultatif batang gram negatif non sporing; memfermentasi laktosa, katalase positif, oksidasi negatif dan indole positif Tumbuh pada suhu berkisar 7-46 C, pH berkisar 4,4-10

Faktor Virulensi spesifik: EPEC: enteropathogenic E.coli. Menyebabkan perubahan dalam sekresi elektrolit, kerusakan struktural dari usus kecil EIEC : Enteroinvasive E.coli, Menyerang dan berkembang biak di sel-sel usus menyebabkan kerusakan sel-sel usus peradangan ETEC: Enterotoxigenis E.coli. Dalam jumlah E.coli diperlukan untuk dicerna akan bertahan di perut dan menghasilkan racun EIEC: Enterohaemorrhagic E.coli , Strain dari E.coli yang menghasilkan racun shiga

Karakteristik penyakit Onset dari gejala: onset dapat berkisar 17-72 jam Gejala: sebagian besar infeksi EPEC terjadi pada anakanak menyebabkan watery diarrhoea, fever, vomiting and abdominal pain. diare, demam, muntah dan sakit perut Penyakit dapat sembuh dengan sendirinya atau enteritis kronis berkepanjangan Pada orang dewasa, gejala utama: mual, muntah, kram perut dan demam. Diare berair dengan banyak lendir tanpa demam

EIEC Onset gejala: Gejala biasanya muncul 8-24 jam setelah menelan makanan yang terkontaminasi Lebih dari 106 E.coli per gram on food are required for infection, coli per gram makanan yang diperlukan untuk infeksiDiagnosis: Sampel makanan dan sampel feses Analisis makanan

Campylobacter Jejuni Melengkung ramping spirally. Gram negatif. Non

sporing, Oksidase dan katalase positif Thermophilic tumbuh pada suhu berkisar dari 32C 45C Suhu optimal 42C dan pH antara 5,5 dan 8,0

Karakteristik penyakit; Bakteri melekat pada dinding-dinding saluran pencernaan Inflamasi akut, enterokolitis Darah di tinja pasien

Staphylococcus Aureus Anaerobic fakultatif bakteri kokus Gram-positif Dapat ditemukan di udara, debu dan air dan kotoran

manusia, pada pakaian. Bukan disebabkan oleh organisme melainkan racun 11 racun yang berbeda telah diidentifikasi yang dapat menyebabkan keracunan makanan

Karakteristik Penyakit Disebabkan oleh enterotoksin dalam makanan yang dihasilkan oleh beberapa strain S.aureus Gejala: gejala-gejala adalah mual, muntah, diare dan kram perut. Kasus yang lebih parah, sakit kepala, otot kram. Lama penyakit: penyakit ini biasanya berakhir dalam 1-3 hari. Dalam kasus-kasus yang parah memerlukan waktu yang lama

KERACUNAN BONGKREK

DEFINISITempe Bongkrek Sejenis tempe yang dalam proses pembuatannya dicampur dengan ampas kelapa dan kacang tanah

Penyebab Keracunan Bongkrek * Pseudomonas cocovenenans * Clostridium botulinum

GEJALA / TANDA KLINISGejala : Pusing, diplopia, anoreksia, lemah, sesak nafas, sulit menelan atau berbicara. Tanda klinis : Lemah Ptosis Strabismus Distensi abdomen Bising usus lemah atau hilang Paralisis respirasi, bahkan bisa sampai henti jantung pada pasien dengan gangguan nafas berat

PENGOBATAN Lavase lambung dan katarsis Pemberian glukosa intravena Biji kopi

PROGNOSIS Prognosis baik bila pengobatan segera setelah gejala

timbul. Kematian timbul dalam 1-8 hari. Biasanya sekaligus beberapa anggota keluarga terkena.

suatu

KERACUNAN SINGKONG

DEFINISI Daun maupun umbi singkong mengandung suatu

glikosida cyanogenik, yang menghasilkan racun biru atau HCN (cyanida) dan bersifat sangat toksik. Penyebab : asam cyanida

GEJALA & TANDA KLINIK

Timbul < 1-2 jam setelah mengkonsumsi singkong Gangguan GI Tract seperti mual, muntah dan diare Sesak nafas dan sianosis Bau mulut seperti bau almond karena sianida Perasaan pusing, lemah, kesadaran menurun dari apatis sampai koma Renjatan

DIAGNOSISDiagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala klinik dan anamnesa makanan serta data laboratorium.

PENGOBATAN Lakukan secepatnya. Pencucian lambung atau membuat penderita muntah

(bila diperkirakan makanan masih ada di lambung (< 4 jam setelah makan singkong)). Diberikan Natrium thiosulfat 30% (antidotum) 10-30 ml/iv perlahan. Bila sianosis berikan 02.

PENCEGAHANRendam singkong terlebih dahulu dalam waktu lama (12 jam) sebelum dimasak, sebab HCN larut dalam air kadar as.cyanida berkurang.

PROGNOSISPrognosis baik, bila pengobatan cepat dilakukan.

Keracunan JengkolJengkol: Pithecolobium lobatum Asam amino mengandung belerang Bersifat amfoter, yaitu larut dalam asam atau alkali Memiliki struktur kimia yang mirip sekali dengan cystine Tidak atau sulit sekali larut dalam air (kurun pH biologik) Membentuk kristal-kristal tak berwarna, yang berbentuk jarum atau gelondong (spindle).

Sifat-sifat jengkol

Keracunan JengkolEtiologi asam jengkol

Gejala keracunan tergantung dari kerentanan seseorang terhadap asam jengkol. (Van Veen dan Hyman)

GEJALATimbul dalam waktu 5-12 jam, keluhan yang tercepat 2 jam dan terlambat 36 jam sesudah makan biji jengkol. Dapat berupa:

napas dan urin berbau jengkol nyeri perut kadang disertai muntah kolik pada waktu berkemih kencing menjadi tersendat-sendat volume urin berkurang bahkan anuria kadang-kadang terdapat hematuria

Diagnosis:

Anamnesis Gejala klinik Pemeriksaan Laboratorium Urine: kristal asam jengkol jarum runcing yang kadangkadang bergumpal menjadi ikatan atau berupa roset.

Terapi Gejala ringan (muntah, sakit perut didaerah pinggang saja) : konsumsi air putih yang banyak. Gejala kronis atau berat (oliguria, hematuria, dan anuria) diatasi dengan: tablet natrium bikarbonat (4x2 g/hari) obat penghilang rasa nyeri injeksi natrium bikarbonat infus natrium bikarbonat dalam larutan glukosa 5% Penanganan keracunan jengkol harus diantisipasi dengan segera karena jika keadaan semakin parah, akan menyebabkan kematian.

AFLATOKSIN

Etiologi : * Aspergillus flavus * Aspergillus Parasiticus (A. Nomius)Terdapat pada : - Sereal - Kacang-kacangan - Rempah-rempah - Produk olahan

Aflatoksin memiliki 20 derivat, yang terpenting diantaranya :a) B1 b) B2 c) G1

d) G2e) M1 f)

M2

Aflatoksin B1, B2 Dihasilkan oleh A. flavus dan A. paraciticus Paling toksik KarsinogenikAflatoksin G1, G2 Dihasilkan oleh A. paraciticus Aflatoksin M1 , M2 Ditemukan pada susu sapi Merupakan epoksid ( senyawa perantara )

Bahaya Aflatoksin pada manusia :1.

2.

Sirosis Hepatis Kemungkinan karena paparan Aflatoksin B1. Karsinoma Hepatis Primer Penyebabnya karena riwayat penderita yang memakan makanan yang terkontaminasi jamur penghasil aflatoksin.

3. Reye Syndrome

* Reye dkk melaporkan, terdapat suatu syndrome, berupa edema otak, dan terjadi perlemakan visceral yang akut dan fatal. Dugaan kuat disebabkan oleh aflatoksin. * Shan dkk melaporkan bahwa penyebab syndrome ini ialah kacang tanah dan jagung yang mengandung aflatoksin.

Pencegahan Pembentukan AflatoksinPertumbuhan jamur pada makanan dapat dicegah dengan :1.Mengeringkan bahan makanan di bawah kandungan

air kritis (lebih kurang 12% air) 2.Penambahan natrium propionat atau kalsium propionat

Diagnosis pasti sarana lab. toksikologi yg cukup handal Autoanamnesis & alloanamnesis yg cukup cermat serta bukti2 yg diperoleh di tmpt kejadian Pd pemeriksaan fisik harus ditemukan dugaan tmpt masuknya racun inhalasi, per oral,

DIAGNOSIS

absorpsi kulit & mukosa / parenteral berpengaruh pd efek kecepatan & lamanya (durasi) reaksi keracunan Waspadai kemungkinan kerusakan esofagus & lambung meskipun tdk ditemukan kerusakan pd rongga mulut Penilaian keadaan klinis yg paling awal status kesadaran GCS (Glasgow Coma Scale)

PRINSIP PENATALAKSANAAN KASUS KERACUNAN

Penatalaksanaan Kegawatan

Penilaian terhadap tanda vital jalan napas/pernapasan, sirkulasi & penurunan kesadaran hrs dilakukan secara cepat & seksama sehingga tindakan resusitasi tdk terlambat dimulai

Urutan resusitasi yg umumnya dilakukan, yaitu : A (Airways), bebaskan jln napas dari sumbatan B (Breathing), jaga pernapasan sebaik mungkin C (Circulation), tekanan drh & vol cairan harus dipertahankan secukupnya. Bila terjadi henti jantung RJP (resusitasi jantung paru) Beberapa keadaan klinis yg perlu mendapat perhatian krn dpt mengancam nyawa koma, kejang, henti jantung, henti napas & syok

Anamnesis. Upaya yg paling penting adalah anamnesis atau allo-anamnesa yg rinci. Beberapa pegangan anamnesis yg penting dlm upaya mengatasi keracunan ialah : Kumpulkan informasi selengkapnya tentang seluruh obat

yg digunakan termasuk obat yg sering dipakai Kumpulkan informasi dari anggota keluarga, teman & petugas tentang obat yg digunakan Tanyakan & simpan (untuk pemeriksaan toksikologis) sisa obat, muntahan yg masih ada Tanyakan riwayat alergi obat / riwayat syok anafilaksis

Pemeriksaan Fisik Menemukan tanda/kelainan akibat keracunan pemeriksaan kesadaran, tekanan darah, nadi, denyut jantung, ukuran pupil, keringat, air liur dan lainnya Dekontaminasi Terapi intervensi yg bertujuan untuk menurunkan pemaparan thd racun, mengurangi absorpsi & mencegah kerusakan. Petugas sebelum memberikan pertolongan harus menggunakan pelindung berupa sarung, masker & apron.

Pemeriksaan penunjang Laboratorium KlinikPemeriksaan analisis gas darah membantu

penegakkan diagnosis penyebab keracunan Pemeriksaan fungsi hati, ginjal & sedimen urin mengetahui dampak keracunan & sebagai dasar diagnosis penyebab keracunan Pemeriksaan kadar gula darah sewaktu & darah perifer lengkap Pemeriksaan Radiologi Perlu dilakukan terutama bila curiga adanya aspirasi zat racun melalui inhalasi / dugaan adanya perforasi lambung

Pemeriksaan EKG

Perlu dilakukan pd kasus keracunan krn sering diikuti terjadinya gangguan irama jantung yg berupa sinus takikardi, sinus bradikardi, takikardia supraventikular, takikardia ventrikular, Torsade de pointes, fibrilasi ventrikuler, asistol, disosiasi elektromekanik

PRINSIP PENATALAKSANAAN KASUS KERACUNANTindakan tergantung pd lokasi tubuh yg terkena racun, yaitu : Dekontaminasi pulmonal menjauhkan korban dari

pemaparan inhalasi racun Dekontaminasi mata membersihkan mata dari racun Dekontaminasi kulit (rambut dan kuku) melepaskan pakaian, arloji, sepatu & aksesoris lainnya, cuci (scrubbing) bagian kulit yg terkena dgn air mengalir & disabun min.10 mnt selanjutnya keringkan dgn handuk kering & lembut Dekontaminasi gastrointestinal pemberian bahan pengikat (karbon aktif), pengenceran / mengeluarkan isi lambung dgn cara induksi muntah / aspirasi & kumbah lambung dpt mengurangi jumlah paparan toksik

Umumnya zat / bahan kimia tertentu dpt dgn cepat diserap melalui kulit sehingga dekontaminasi saluran cerna ditujukan agar bahan yg tertelan akan sedikit diabsorbsi. Biasanya dpt diberikan arang aktif, pencahar, pemberian obat perangsang muntah & kumbah lambung. Beberapa upaya lain untuk mengeluarkan bahan/obat dpt dilakukan dgn dialisa, akan tetapi kadang2 peralatan tersebut hanya tersedia di rumah sakit tertentu sehingga pemberian diuretikum dpt dicoba sebagai tindakan pengganti.

Eliminasi

Tindakan untuk mempercepat pengeluaran racun yg sedang beredar dlm darah, atau dlm saluran gastrointestinal setelah lebih dari 4 jam. Apabila masih dalam saluran cerna dpt digunakan pemberian arang aktif yg diberikan berulang dgn dosis 30-50 gr (0,5-1 gram/kg BB) setiap 4 jam per oral / enteral

Pemberian Antidotum

Tdk semua keracunan ada penawarnya sehingga prinsip utama mengatasi sesuai dengan besar masalah. Apalagi antidotum belum tentu tersedia setiap saat Suportif, Konsultasi & Rehabilitasi Hrs dilihat secara holistik & cost effectivenes disesuaikan dgn kondisi di masing2 pelayanan kesehatan

TERIMA KASIH