proposal 12.docx

Download proposal 12.docx

Post on 15-Oct-2015

38 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

irghtuhjtttttttttttttttttttttttttttttfk.jyhu5ioyupeorilkdsklc,smdkfdfkdjgkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkdjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjj

TRANSCRIPT

HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN TINDAKAN TERHADAP KEJADIAN SKABIES PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL FALAH ABU LAM U ACEH BESAR

xxv

HUBUNGAN PERILAKU TERHADAP KASUS SKABIES PADA SANTRI DI YAYASAN DAYAH DARUZZAHIDIN ACEH BESAR TAHUN 2010

PROPOSAL PENELITIAN

Diajukan sebagai syarat melakukan penelitianuntuk menyusun skripsi

Oleh :AGUSTINA0707101010094

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTERFAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS SYIAH KUALADARUSSALAM BANDA ACEH

SEPTEMBER 2010LEMBARAN PENGESAHAN

HUBUNGAN PERILAKU TERHADAP KASUS SKABIES PADA SANTRI DI YAYASAN DAYAH DARUZZAHIDIN ACEH BESAR TAHUN 2010

PROPOSAL PENELITIAN

Di ajukan sebagai syarat melakukan penelitian untuk skripsi

Oleh :

AGUSTINANIM 0707101010094

Mahasiswa Program Studi Pendidikan DokterFakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala

Banda Aceh, Juni 2010

Dosen pembimbing I Dosen pembimbing II

dr.Tilaili Ibrahim M.Kes,PKK Dra.Tjut Mariam Zanari MSNip.19650823 199903 2 001 Nip.19650823 199903 2 001

Mengetahui,Dokter Fakultas Kedokteran Unsyiah

Dr.Syahrul, Sp. S(K)Nip. 19620202 198903 1 001KATA PENGANTARSegala puji dan syukur penulis ucapkan ke hadirat Allah swt. Rabb semesta alam atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal penelitian yang berjudul Perilaku Terhadap Kasus Skabies pada Santri di Yayasan Dayah Daruzzahidin Aceh Besar Tahun 2010. Shalawat dan salam kepada junjungan Islam, Nabi Muhammad saw. yang telah memberi contoh teladan bagi umat manusia dan membuka cakrawala berfikir manusia.Penulisan proposal ini adalah langkah awal peneliti dalam menyelesaikan penulisan karya ilmiah dalam bentuk skripsi yang bertujuan melengkapi tugas-tugas dan memenuhi syarat-syarat untuk mencapai gelar Sarjana Kedokteran pada Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala.Dalam penyelesaian penulisan proposal ini, penulis ingin mengucapkan ribuan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyusun proposal ini,yaitu:1. dr.Syahrul,Sp.S(K) selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala 2. dr.Tilaili Ibrahim,M.Kes,PKK selaku pembimbing I dalam penulisan proposal ini yang nantinya akan dilanjutkan dengan penelitian skripsi3. Dra.Tjut Mariam Zanaria MS selaku pembimbing I dalam penulisan proposal ini yang nantinya akan dilanjutkan dengan penelitian skripsi.Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan penulisan proposal ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak guna penyempurnaan proposal ini. Akhirnya penulis berharap semoga proposal ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri, juga bagi dunia penelitian kesehatan sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.

Banda Aceh, September 2010 penulis

DAFTAR ISILEMBARAN PENGESAHANi

KATA PENGANTAR ii

DAFTAR ISIiii

DAFTAR LAMPIRAN iv

DAFTAR TABELv

DAFTAR GAMBARvi

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang 1

1.2. Perumusan Masalah 3

1.3. Tujuan dan Manfaat 3

1.4. Hipotesis4

BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN

2.1. Skabies 5

2.1.1. Definisi 5

2.1.2. Etiologi 5

2.1.3. Siklus Hidup 6

2.1.4. Patogenesis7

2.1.5. Cara Penularan8

2.1.6. Gambaran klinis8

2.1.7. Diagnosis11

2.1.8. Pengobatan13

2.2. Perilaku13

2.2.1. Perilaku kesehatan14

2.3. Pesantren 16

2.3.1. Prinsip-prinsip pendidikan pesantren16

2.4. Kerangka teori 18

BAB III METODE PENELITIAN

3.1. Jenis dan Rancangan Penelitian19

3.1.1. Jenis Penelitian19

3.1.2. Rancangan Penelitian19

3.1.3. Kerangka Konsep19

3.1.4. Definisi Operasional 20

3.1.5. Cara Pengukuran Variabel20

3.2. Lokasi dan Waktu 21

3.3. Populasi dan Sampel 22

3.4. Alat dan bahan23

3.5. Teknik Pengumpulan Data233.5 Pengelolahan Data 243.6 Analisa Data24

DAFTAR PUSTAKA26

LAMPIRAN

BIODATA PENELITI

DAFTAR TABELTabelHalaman

3.1. Definisi Operasional20

3.2. Waktu Penelitian22

3.3. Populasi Penelitian23

DAFTAR GAMBARGambarHalaman

2.1. Sarcoptes scabiei6

2.2. Siklus hidup 7

2.3. Terowongan skabies 10

2.4. Kerangka teori18

3.1. Kerangka konsep19

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

3.1 Kuesioner

BAB IPENDAHULUAN1.1. Latar BelakangSkabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap sarcoptes scabei var hominis dan produknya (Derber, 1971). Penyakit ini terus menjadi masalah kesehatan masyarakat yang terutama terjadi pada daerah-daerah miskin. Apabila infeksi terus berlanjut, skabies dapat menyebabkan morbiditas yang signifikan akibat infeksi bakteri sekunder (Leone, 2007). Prevalensi di seluruh dunia telah di perkirakan sekitar 300 juta setiap tahun. Skabies dapat terjadi pada semua umur, jenis kelamin, kelompok etnis, dan tingkatan sosial ekonomi (Chosidow, 2006). Prevalensi skabies dibeberapa negara berkembang dilaporkan 6-27% populasi umum dan insiden tertinggi pada anak usia sekolah dan remaja. Berdasarkan pengumpulan data Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia (KSDAI) tahun 2001, dari 9 rumah sakit di 7 kota besar di Indonesia, jumlah penderita skabies terbanyak adalah Jakarta yaitu 335 kasus di 3 rumah sakit (Mansyur, 2007).Data pola penyakit di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam menunjukkan bahwa penyakit menular masih merupakan masalah kesehatan masyarakat seperti demam berdarah, malaria, dan penyakit infeksi lainnya termasuk skabies. Dari hasil pencatatan dan pengumpulan data di puskesmas propinsi NAD melalui formulir SP2TP (Sistem Pencatatan Pelaporan Terpadu Puskesmas) yang dikumpulkan pada tahun 2006 menunjukkan jumlah kunjungan dengan penyakit skabies sebanyak 5.889 kunjungan (Dinkes NAD, 2006).Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak dan dewasa muda, walaupun akhir-akhir ini juga sering di dapatkan pada orang berusia lanjut, biasanya di lingkungan rumah jompo (Graham, 2005). Banyak faktor yang menunjang perkembangan penyakit ini, antara lain sosio ekonomi yang rendah, hygiene yang buruk, lingkungan yang tidak saniter, perilaku yang tidak mendukung kesehatan, kepadatan penduduk, hubungan seksual yang sifatnya promiskuitas, kesalahan diagnosis dan perkembangan dermatografik dan ekologik, penyakit ini dimasukkan dalam penyakit akibat hubungan seksual (Handoko, 2007; Marufi, 2005).Skabies sebagai salah satu penyakit berbasis lingkungan dan perilaku merupakan masalah kesehatan yang juga sering ditemukan di pondok pesantren. Pondok Pesantren dilihat dari segi kondisi lingkungan pondok serta perilaku kesehatan santri mempunyai resiko yang cukup besar terhadap penularan penyakit. Menurut berbagai laporan tingkat kepadatan penduduk cukup tinggi, yaitu 1 kamar tidur dengan luas kamar 15 m2 dihuni sampai 15 orang. Hal ini belum memenuhi standar hunian kamar yaitu 3 m2/tempat tidur/orang (Andayani, 2005). Penularan skabies dapat terjadi secara kontak langsung dan tidak langsung, secara langsung (kontak kulit dengan kulit) misalnya berjabat tangan, tidur bersama dan hubungan seksual sedangkan kontak tidak langsung (melalui benda) misalnya melalui handuk, pakaian, sprei, bantal, dan lain-lain (Handoko, 2007). Dampak yang sering muncul pada santri yang menderita skabies antara lain terganggunya proses belajar dan timbulnya perasaan malu karena pada usia remaja adanya penyakit skabies sangat mempengaruhi penampilan dan juga akan mempengaruhi penilaian masyarakat tentang pondok pesantren yang kurang terjaga kebersihannya. Rasa gatal yang ditimbulkannya terutama waktu malam hari, secara tidak langsung ikut mengganggu kelangsungan hidup terutama tersitanya waktu untuk istirahat tidur, sehingga kegiatan yang akan dilakukannya disiang hari juga ikut terganggu. Jika hal ini dibiarkan berlangsung lama, maka efisiensi dan efektifitas kerja menjadi menurun yang akhirnya mengakibatkan menurunnya kualitas hidup masyarakat (Kenneth, 1995).Untuk meningkatkan derajat kesehatan santri perlu adanya upaya untuk meningkatkan pengetahuan para santri tentang kesehatan, khususnya mengenai penyakit menular seperti skabies sehingga diharapkan ada perubahan sikap serta diikuti dengan perubahan perilaku kebersihan perorangan. Berdasarkan permasalahan yang telah penulis uraikan maka dipandang perlu untuk melakukan penelitian tentang hubungan perilaku terhadap kasus skabies pada santri di Yayasan Dayah Daruzzahidin Aceh Besar Tahun 2010.

1.2. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, permasalahannya adalah: a. Jumlah penularan penyakit skabies di daerah penghuni padat seperti lingkungan pesantren sering meluas dengan cepat.b. Terdapat perbedaan tingkat penularan skabies pada setiap santri dan sering ditemukan perilaku santri yang masih kurang menjaga kebersihan diri.

1.3. Tujuan dan Manfaat1.3.1. a. Tujuan Umum Untuk mengetahui hubungan perilaku terhadap kasus skabies pada santri di Yayasan Dayah Daruzzahidin Aceh Besar Tahun 2010.b. Tujuan Khusus1. Untuk mengetahui gambaran perilaku para santri di Yayasan Dayah Daruzzahidin Aceh Besar Tahun 20102. Untuk mengetahui gambaran kejadian skabies di Yayasan Dayah Daruzzahidin Aceh Besar Tahun 2010

1.3.2.Manfaata. Bagi Dunia Medis1. Untuk mengetahui faktor-faktor yang berperan terhadap kejadian skabies sehingga diharapkan para santri ikut berperan aktif dalam mencegah penularan penyakit skabies.2. Sebagai bahan yang dapat diangkat dalam penyuluhan kesehatan bagi komunitas yang menderita skabies agar dapat menurunkan prevalensi penularan skabies.

b. Bagi Pengelola Pesantren1. Menjadi a