proposal tesis ibu..docx

Download Proposal Tesis Ibu..docx

Post on 11-Nov-2015

63 views

Category:

Documents

22 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PERAN ORGANISASI WANITA HINDU DHARMA INDONESIA (WHDI) DALAM MENJAGA EKSISTENSI AGAMA HINDU DI WILAYAH KECAMATAN PASIR SAKTI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

(Proposal Tesis)

OlehYAMINI

PROGRAM PASCASARJANA PENDIDIKAN AGAMA HINDU UNVERSITAS HINDU INDONESIABANDAR LAMPUNG2015

PERAN ORGANISASI WANITA HINDU DHARMA INDONESIA (WHDI) DALAM MENJAGA EKSISTENSI AGAMA HINDU DI WILAYAH KECAMATAN PASIR SAKTI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

OlehYAMINI

TesisSebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai GelarMAGISTER PENDIDIKAN AGAMA HINDU

PadaProgram Pascasarjana Magister Pendidikan Agama HinduUniversitas Hindu Indonesia

PROGRAM PASCASARJANA PENDIDIKAN AGAMA HINDU UNVERSITAS HINDU INDONESIABANDAR LAMPUNG2015

LEMBAR PERSETUJUAN PROPOSAL TESIS

Judul Proposal Tesis:Peran Organisasi Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) dalam Menjaga Eksistensi Agama Hindu di Wilayah Kecamatan Pasir Sakti Kabupaten Lampung Timur

Nama Mahasiswa:Yamini

Nomor Pokok Mahasiswa:-

Program Magister:Pendidikan Agama Hindu

MENYETUJUI

1. Komisi Pembimbing

Prof. ...................................Prof. ...................................

NIP. ......................................NIP. ......................................

2. Ketua Program

Magister Pendidikan Agama Hindu

Prof. ...................................

NIP. ......................................

SANWACANA

Om Swastyastu,

Dengan mengucap Om Avighnamastu puji syukur penulis panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/ Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan sinar sucinya, sehingga penulis dapat menyusun proposal tesis ini tepat pada waktu yang telah ditetapkan, proposal ini memiliki judul Peran Organisasi Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) dalam Menjaga Eksistensi Agama Hindu Di Wilayah Kecamatan Pasir Sakti Kabupaten Lampung Timur.

Proposal Tesis ini, disusun untuk memenuhi syarat mencapai gelar Magister Pendidikan Agama Hindu di Universitas Hindu Dharma Indonesia (UNHI).

Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada:1. Dr. Ida Bagus Darmika, MA., Rektor Universitas Hindu Indonesia yang telah membuka program pascasarjana pendidikan agama Hindu, di provinsi Lampung, sehingga kami memiliki kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan akademik mengenai agama Hindu.2. Seluruh Dosen Pascasarjana Program Studi Magister Pendidikan Agama Hindu, Universitas Hindu Indonesia, yang tidak mungkin untuk kami sebutkan namanya satu persatu.3. Sahabat-sahabat setiaku di Program Pascasarjana Pendidikan Agama Hindu, Universitas Hindu Indonesia pokjar Lampung. Terimakasih atas kebersamaan kalian.Penulis menyadari sepenuhnya proposal tesis yang disusun ini masih terdapat beberapa kelemahan. Akan tetapi, penulis berharap semoga bapak/ibu dosen mampu menagkap/memahami garis besar penelitian yang akan dilaksanakan oleh peneliti. Semoga proposal tesis ini bisa dilanjutkan ketahap penelitian yang akan diteruskan dengan penyusunan tesis. Akhir kata, semoga proposal tesis ini dapat memberikan manfaat sebagaimana yang diharapkan. Astungkara.

Lampung Timur, Juni 2015

Penulis

BAB IPENDAHULUAN

Pembahasan pada bagian bab ini mencakup beberapa hal pokok yang berupa latar belakang masalah, fokus penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian/ kegunaan penelitian, dan diakhiri dengan definisi istilah. Guna lebih jelasnya pembahasan ini akan diawali dengan menyajikan latar belakang masalah.

1.1 Latar Belakang Masalah

Sejarah telah mencatat, bahwa Hindu mulai masuk ke nusantara ini diperkirakan pada awal Tarikh Masehi dan terus berkembang sampai kerajaan-kerajaan islam bermunculan. Puncak kejayaan Hindu di nusantara tercatat ketika Kerajaan Majapahit berkuasa. Kerajaan Majapahit adalah nama sebuah kerajaan Hindu di Jawa Timur. Kerajaan ini didirikan oleh Raden Wijaya pada 1293. Masa kejayaan kerajaan ini adalah pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk (1350-1389) yang didampingi oleh Patih Gadjah Mada (1331-1364). Wilayah kekuasaan Majapahit waktu itu bisa disamakan dengan luas Indonesia saat ini ditambah dengan Kalimantan Malaysia ( Kalimantan Inggris), dan Tumasik (Singapura).

Kejayaan Majapahit itu sangat berhubungan erat dengan ketangkasan dan keuletan Maha Patih Gajah Mada dalam memperluas wilayah majapahit dan menyatukan nusantara. Dalam kurun waktu 25 tahun pertama abad 15 masehi, kemakmuran Majapahit mulai berkurang, saat itu dimanfaatkan dengan baik oleh agama islam. Wafatnya Hayam Wuruk, digantikan oleh kemenakan dan menantunya Wikramawardana (1389-1429 M.) Di masa ini Majapahit mulai mundur karena pecahnya perang saudara dengan sepupunya Wirabumi. Sejak itu agama islam mulai masuk di daerah pesisir pulau Jawa. Lambat laun islam kian berkembang di nusantara ini, berbagai kerajaan-kerajaan islam bermunculan menggantikan kejayaan majapahit. Masa kejayaan Hindu kini tinggallah kenangan yang terpahat apik dalam prasasti-prasasti, dan tercatat rapi dalam buku-buku sejarah.

Jas Merah,jangan sekali-kali meninggalkan sejarah,demikian diucapkan Soekarno dalam pidatonya yang terakhir pada Hut RI tanggal 17 Agustus 1966. Semboyan ini hendaknya dapat juga dimaknai bagi umat Hindu nusantara untuk mengenang, dan memperjuangkan kembali masa keemasan, masa kejayaan Hindu yang pernah di raih di era kerajaan majapahit. Melalui mengetahui sejarah kebesaran Hindu di masanya maka umat Hindu sudah semestinya menjaga eksistensi agamanya di nusantara ini.

Problematika Hindu sampai saat ini memang masih sangat terasa, rendahnya mental dan kemalasan intelektual umat Hindu ditengah himpitan dua agama missionaris agresif seperti agama Islam dan Kristen mengakibatkan tidak sedikit umat Hindu yang memilih meninggalkan sradha untuk bergabung dengan dua agama tersebut. Umat Hindu yang meninggalkan sradhanya bisa dijumpai dimasing-masing daerah, begitu juga di wilayah kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Tidak bisa dipungkiri konsep dan makna keagamaan dewasa ini ditentukan oleh agama Kristen dan Islam. Ini adalah hasil dari keaktifan mereka di dalam wacana keagamaan. Mereka dapat mendiktekan definisi dan menentukan mana agama yang benar dan mana yang salah. Misalnya soal paham ketuhanan monotheisme, agama bumi dan agama langit, tentang nabi dan lain sebagainya. Lemahnya mental dan kemalasan intelektual yang tengah dihadapi umat Hindu mengakibatkan umat Hindu tidak memiliki pemahaman yang cukup tentang agamanya, apalagi tentang agama lain, sehingga tidak mampu untuk berpartisipasi di dalam wacana ini. Akibatnya mereka hanya mengikuti saja apa yang didiktekan oleh agama Kristen dan Islam. Hal paling maksimal yang dapat dilakukan oleh umat Hindu, adalah mematut-matut diri di depan cermin yang dipasang oleh agama lain (Kristen dan Islam). Hal ini merupakan kelemahan mendasar yang dialami umat Hindu.Menghadapi kondisi seperti itu, peran organisasi-organisasi keagamaan seperti Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), dan PERADAH sangat diharapkan mampu menumbuhkembangkan atau mereformasi mental umat Hindu, agar mampu membangunkan umat Hindu dari kemalasan intelektual yang tengah dihadapi. Organisasi-organisasi tersebut hendaknya mampu bersinergi secara harmonis dengan satu tujuan pasti eksistensi Hindu tetap terjaga ditengah himpitan dua agama missionaris agresif (Islam dan Kristen).Selama ini ada kesan WHDI hanya sekedar silent partner (sekutu diam) dari PHDI. Di dalam Weda dan Upanisad ada diceritakan mengenai para maharsi dan filsuf perempuan seperti Gargi dan Maitreyi. Itihasa juga menceritakan perempuan-perempuan perkasa seperti; Sinta, Kunti, Gandhari, Srikandi dan Drupadi. Weda memberikan peran sentral pada perempuan, pada hakekatnya perempuan tidak lemah, karena itu perempuan juga wajib ikut serta dalam menjaga eksistensi agamanya. Bahkan seorang perempuan yang sudah menjadi ibu, berkewajiban untuk membekali agama yang baik untuk anak-anaknya.Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut, penulis tertarik untuk meneliti mengenai Peran Organisasi Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) dalam Menjaga Eksistensi Agama Hindu di Wilayah Kecamatan Pasir Sakti Kabupaten Lampung Timur.

1.2 Fokus Penelitian

Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka fokus penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.2.1 Apakah bentuk peran organisasi Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) dalam menjaga eksistensi agama Hindu di wilayah kecamatan Pasir Sakti kabupaten Lampung Timur ?1.2.2 Bagaimanakah hasil yang dicapai dari organisasi Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) dalam menjaga eksistensi agama Hindu di wilayah kecamatan Pasir Sakti kabupaten Lampung Timur ?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan fokus penelitian di atas, maka yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengaalisis :1.3.1 Bentuk peran organisasi Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) dalam menjaga eksistensi agama Hindu di wilayah kecamatan Pasir Sakti kabupaten Lampung Timur1.3.2 Hasil yang dicapai dari organisasi Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) dalam menjaga eksistensi agama Hindu di wilayah kecamatan Pasir Sakti kabupaten Lampung Timur

1.4 Manfaat Penelitian

Berdasarkan fokus dan tujuan penelitian di atas, maka manfaat penelitian ini dapat dibedakan menjadi dua yaitu; manfaat secara teoritis dan manfaat secara praktis. Manfaat-manfaat tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1.4.1 Manfaat Teoritis

1.4.1.1 Sebagai bahan kajian lebih lanjut untuk mencari dan mengembangkan peran organisasi Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) dalam menjaga eksistensi agama Hindu.1.4.1.2 Sebagai referensi penulisan karya ilmiah yang berkaitan dengan peran organisasi keagamaan.1.4.1.3 Sebagai khasan