makalah gtaw siap print

Download Makalah GTAW Siap Print

Post on 21-Jan-2016

2.476 views

Category:

Documents

493 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

KATA PENGANTARPengelasan dapat diartikan dengan proses penyambungan dua buah logam sampai titik luluh dengan atau tanpa menggunakan bahan tambah dan energi panas sebagai pencair bahan yang di las.Pengelasan juga dapat diartikan sebagai ikatan tetap dari benda yang dipanaskan.Pengelasan bukan hanya memanaskan dua bagian benda sampai mencair dan membiarkan membeku kembali,tetapi membuat logam yang utuh dengan cara memberikan bahan tambah atau elektroda pada saat dipanaskan sehingga mempunyai kekuatan seperti yang diinginkan.Kekuatan sambungan las dipengaruhi beberapa faktor antara lain,prosedur pengelasan,bahan,elektroda dan jenis kampuh yang digunakan.Dengan adanya proses pengelasan maka kita dapat dengan mudah melakukan penyambungan dua logam dengan lebih efisien dan terjamin kekuatannya.Dalam makalah ini membahas tentang pengelasan GTAW atau Gas Tungsten Arc Welding yang dapat membantu para pembaca untuk mengetahui tentang pengelasan GTAW. Walaupun penjelasan dalam makalah ini tidaklah sangat lengkap,namun juga tidak sangat singkat sehingga secara keseluruhan kandungan isinya masih dapat dipertanggung jawabkan.Akhirnya semoga makalah ini dapat bermanfaat tidak hanya bagi para mahasiswa,tetapi juga bagi mereka yang ingin mengetahui dan belajar tentang pengelasan GTAW.Kepada para pembaca yang bersedia memberikan saran dan kritik konstruktif terhadap makalah ini penyusun sampaikan terimakasih.Surabaya,3 November 2013 Penyusun

DAFTAR ISIKATA PENGANTAR.......................................................................................1DAFTAR ISI.....................................................................................................2BAB I PENDAHULUAN.................................................................................31.1 Latar belakang.......................................................................................31.2 Rumusan masalah..................................................................................31.3 Tujuan penulisan...................................................................................41.4 Manfaat penulisan.................................................................................4BAB II TINJAUAN PUSTAKA.......................................................................52.1 Definisi GTAW/TIG.............................................................................52.2 Proses pengelasan.................................................................................62.3 Peralatan yang digunakan pada proses las TIG....................................82.4 Elektroda Tungsten...............................................................................92.5 Keuntungan TIG...................................................................................92.6 Kelemahan TIG...................................................................................10BAB III ISI.......................................................................................................113.1 Mesin las TIG.......................................................................................113.2 Elektroda las TIG.................................................................................143.3 Gas pelindung pada pengelasan TIG....................................................173.4 Brander las (torch)................................................................................193.5 Cara-cara pengelasan TIG.....................................................................203.6 Cacat las pada proses las TIG...............................................................24BAB IV KESIMPULAN..............................................................................26DAFTAR PUSTAKA....................................................................................27

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangPada akhir abad ke 19 teknik pengelasan sudah mulai berkembang dengan pesat. Hal ini disebabkan karena ditemukannya cara penggunaan tenaga listrik sebagai sumber panas dalam pengelasan. Sebelum perang dunia kedua proses pengelasan masih menggunakan gas sebagai sumber panasnya dan pada saat perang dunia kedua berlangsung telah banyak cara-cara pengelasan dengan tenaga listrik sebagai sumber panas yang ditemukan, sehingga pada saat ini hapir semua penyambungan logam untuk segala macam konstruksi dapat dilakukan dengan menggunakan proses pengelasan.Proses pengelasan logam dengan tenaga listrik pada saat ini mulai sering di gunakan dalam penyambungan logam atau pembuatan konstruksi bangunan misalkan jembatan, bangunan kapal, rel kereta api dll. Proses pengelasan dengan tenaga listrik terdapat beberapa macam antara lain; SMAW, GTAW, SAW dll. Sehingga mendorong kami untuk mempelajari sistem pengelasan tersebut. Dalam makalah ini kami mendalami proses pengelasan GTAW (Gas Tungsten Arc Welding). GTAW adalah sebuah Proses mancairkan dan menggabungkan logam dengan memanaskan logam melalui busur yang dipasang antara elektroda tungsten dan logam. atau Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) atau sering juga disebut Tungsten Inert Gas (TIG) merupakan salah satu dari bentuk las busur listrik (Arc Welding) yang menggunakan inert gas sebagai pelindung dengan tungsten atau wolfram sebagai elektrode-nya.(TIG) Tungsten Inert Gas, Tungsten adalah bahan elektroda yang berfungsi sebagai penghantar arus listrik, Inert Gas adalah sejenis gas dari golongan gas mulia. Sehingga Tungsten Inert Gas dapat diartikan sebagai pengelasan menggunakan elektroda yang dilindungi atau diselubungi oleh gas mulia.

1.2 Rumusan Masalah1. Bagaimana Proses pengelasan GTAW/TIG?2. Mengapa welder memilih pengelasan GTAW/TIG?3. Bagaimana pengaruh elektroda las terhadap hasil pengelasan GTAW/TIG?4. Bagaimana prosedur pengelasan GTAW/TIG yang aman (yang memenuhi standart Keselamatan dan Kesehatan Kerja)?

1.3 Tujuan Penulisan1. Mendeskripsikan Proses Pengelasn GTAW/TIG.2. Mendeskripsikan alasan welder memilih menggunakan pengelasan GTAW/TIG.3. Mendeskripsikan pengaruh elektroda las terhadap hasil pengelasan GTAW/TIG.4. Mendeskripsikan prosedur pengelasan GTAW/TIG yang aman (yang memenuhi standart Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

1.4 Manfaat Penulisan1. Untuk Penulis. Memperdalam pengetahuan tentang proses pengelasan GTAW/TIG dan menyelesaikan tugas mata kuliah Teknologi Pengelasan dan Fibrikasi.2. Untuk Pembaca. Diharapkan makalah ini dapat memberi informasi atau pengetahuan tentang proses pengelasan GTAW/TIG.

BAB II TINJAUAN PUSTAKAPengelasan dapat diartikan dengan proses penyambungan dua buah logam sampai titik luluh dengan atau tanpa menggunakan bahan tambah dan energi panas sebagai pencair bahan yang di las.Pengelasan juga dapat diartikan sebagai ikatan tetap dari benda yang dipanaskan.Pengelasan bukan hanya memanaskan dua bagian benda sampai mencair dan membiarkan membeku kembali,tetapi membuat logam yang utuh dengan cara memberikan bahan tambah atau elektroda pada saat dipanaskan sehingga mempunyai kekuatan seperti yang diinginkan.Kekuatan sambungan las dipengaruhi beberapa faktor antara lain,prosedur pengelasan,bahan,elektroda dan jenis kampuh yang digunakan.Pengaruh parameter pengelasan terhadap hasil pengelasan logam diantaranya,makin besar arus yang digunakan maka akan menaikkan impact strength untuk material SS 304.Pengujian vareasi arus juga di uji terhadap kekerasan dan pengujian tarik HAZ, mempunyai kekerasan paling tinggi untuk arus semakin besar dan kekuatan tarik semakin naik pada arus yang lebih tinggi.2.1 Definisi GTAW/TIGGas Tungsten Arc Welding (GTAW) atau sering juga disebut Tungsten Inert Gas (TIG) merupakan salah satu dari bentuk las busur listrik (Arc Welding) yang menggunakan inert gas sebagai pelindung dengan tungsten atau wolfram sebagai elektrode. Pengelasan ini dikerjakan secara manual maupun otomatis serta tidak memerlukan fluks ataupun lapisan kawat las untuk melindungi sambungan. Elektrode pada GTAW termasuk elektrode tidak terumpan (non consumable) berfungsi sebagai tempat tumpuan terjadinya busur listrik. GTAW mampu menghasilkan las yang berkualitas tinggi pada hampir semua jenis logam mampu las. Biasanya ini digunakan pada stainless steel dan logam ringan lainnya seperti alumunium, magnesium dan lain-lain.hasil pengelasan pada teknik ini cukup baik tapi membutuhkan kemampuan yang tinggi. Metode pengelasan ini sebelumnya dikenal dengan nama Tungsten Inert Gas (TIG). Gas Inert yang biasa digunakan adalah wolfram untuk pelindung yang bagus sehingga atmosfir udara tidak masuk ke daerah lasan. Namun sekarang digunakan Co2 (tidak inert) karena lebih murah dan stabil.Elektroda tungsten bukan sebagai filler metal, sehingga perlu filler metal dari luar untuk mengisi gap sambungan. Filler metal bersama logam induk akan dicairkan oleh busur listrik yang terjadi antara elektroda dengan logam induk. Las busur yang menggunakan elektroda wolfram (elektroda tak terumpan) dikenal pula dengan sebutan las busur wolfram gas. Pada proses ini las dilindungi oleh selubung gas mulia yang dialirkan melalui pemegang elektroda.Tenaga yang di butuhkan pada pengelasan TIG adalah tenaga listrik baik AC maupun DC. Tenaga listik hanya digunakan sebagai pemanas dan hanya untuk membuat busur nyala pada elektroda, bagian bagian pemdukung lainnya masih disuplai dari alat lain. peralatan yang sering digunakan sebagai pendukung dari las TIG ini adalah tabung gas Argon maupun gas lain yang dapat melindungi proses pengelasan dari pengaruh udara luar. Pengelasan ini pertama kali ditemukan di USA (1940), berawal dari pengelasan paduan untuk bodi pesawat terbang. Prinsipnya adalah : Panas dari busur terjadi diantara elektrode tungsten dan logam induk akan meleburkan logam pengisi ke logam induk di mana busurnya dilindungi oleh gas mulia (Ar atau He) Las listrik TIG (Tungsten Inert Gas = Tungsten Gas Mulia) menggunakan elektroda wol