tranmisi automatic siap print

Download Tranmisi Automatic Siap Print

Post on 06-Aug-2015

103 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

TUGAS PERAWATAN DAN PERBAIKAN OTOMOTIF MAKALAH TRANSMISI

Disusun Oleh : Nama : Soleh Hidayat Npm : 10621401E1191

STT WIWOROTOMO PURWOKERTO 2012

1

TRANSMISI OTOMATIS

A. Pendahuluan Kemajuan teknologi dalam dunia otomotif yang begitu pesat membuat perusahaan pembuat mobil berlomba dengan teknologi yang mereka perkenalkan dengan berbagai kemudahan dan kenyaman. Salah satu teknologi yang dibuat untuk kenyaman dan kemudahan consumen adalah penerapan Automatic Transmission pada kendaraan. Teknologi automatic transmission sebenarnya sudah diterapkan sebelum abad ke 19, akan tetapi penerapannya hanya untuk Negara-negara maju. Seiring dengan kemajuan teknologi, automatic transmission telah mengalami berbagai perubahan sehingga kinerja yang dihasilkan semakin baik. B. Keungulan Automatic transmission mempunyai keungguulan-keunggulan antara lain; Pengoperasian lebih praktis Mengurangi kelelahan Tenaga lebih besar Bahan bakar lebih irit Mampu mengatasi berbagai medan Usia mesin lebih lama. C. Prinsip Kerja Prinsip kerja automatic transmission adalah berdasarkan pada; Putaran mesin Kecepatan kendaraan Beban mesin. Semakin tinggi putaran mesin, posisi gigi akan berpindah secara otomatis dari posisi rendah ke posisi tinggi. Ini artinya bahwa gerakan pedal gas akan menggerkan throttle valve pada hydraulic control system

2

yang akan diikuti oleh aliran hydoulic untuk menggerakan shift valve ke posisi lebih tinggi. Semakin cepat kendaraan melaju, posisi gigi akan berpindah secara otomatis dari posisi rendah ke posisi tinggi. Ini artinya bahwa putaran pada final drive yang berhubungan dengan roda akan membuat gaya mengembang pada governor cenrtrifugal yang diikuti oleh besarnya governor pressure untuk menggerakan shift valve pindah ke posisi gigi yang lebih tinggi. Semakin besar beban kendaraan maka posis gigi akan dipertahankan pada posisi tertentu. Ini artinya bahwa beban yang lebih akan membuat governor pressure tidak akan menggerakan shift valve untuk pindah ke posisi yang lebih tinggi dan throttle pressure akan mempertahankan shift valve pada posisi tertentu. D. Jenis Automatic Transmission Automatic transmission dilihat dari jenis yang digerakan dibagi menjadi 2 ; Automatic transmission jenis penggerak depan Automatic transmission jenis penggerak belakangTorque Converter Gear unit

Gear unit

Valve body

Torque converter

Valve body

1 menjadi 2 :

2

Sedangkan dilihat dari jenis pengontrolnya Automatic transmission dibagi

3

1. 2.

Automatic transmission dengan pengontrol full hydraulic Automatic transmission dengan pemgontrol electronic

E. Bagian-Bagian Automatic transmission mempunyai bagian-bagian sebagai berikut : Torque Converter Planetary Gear Unit

Hydroulic Control System Oil Pump

4

Automatic Transmission Fluid Manual Linkage

Torque ConverterTorque Converter merupakan kopling fluida yang berfungsi untuk:1) Memutus dan menghubungkan putaran dari mesin ke transmisi 2) Memperbesar momen 3) Meredam getaran 4) Fly wheel

5) Menggerakan pompa oli Prinsip Kerja Torque Converter Jika dua kipas angin ditempatkan saling berhadapan satu sama lain, dan salah satu kipas angin dinyalakan, angin yang ditimbulkan akan menggerakkan sirip kipas angin satunya(kipas angin yang tidak dinyalakan) dan akhirnya keduanya berputar. Sirip kipas angin yang berputar pertama kali akan berputar secara bertahap lebih cepat sampai pada akhirnya kedua kipas angin berputar dengan kecepatan yang sama.

Gambar 2. Prinsip Kerja Converter Torsi

Apa yang terjadi dengan sistem transmisi atomatis adalah mirip dengan kejadian di atas. Kipas angin digantikan dengan dua roda yang bersirip. Dua roda bersirip tersebut diletakkan saling berdekatan dalam sebuah casing yang berbentuk lingkaran dan dibautkan pada roda gila (flywheel) mesin. Casing tersebut diisi

5

dengan minyak/oli yang berfungsi sebagai medium menggantikan fungsi angin dalam gambaran kerja dua kipas angin. Torque Converter terbuat dari plat baja yang dipasang pada drive plate poros engkol sehingga torque converter berputar sesuai dengan putaran mesin. Bagian-bagian Torque Converter terdiri dari;1) Impeller pump 2) Turbine runner 3) Stator 4) One way clutch

5) Lock-up clutch6) Cover

Konstruksi impeller pump terdiri dari blade yang diikat

menyatu dengan case torque converter. Sehingga impeller pump akan berputar sesuai dengan putaran mesin. Impeller pump akan memompa fluida kemudian memberikannya ke turbine runner sehingga turbine berputar. Konstruksi Turbine runner terdiri dari blade yang tersusun bebas terhadap case torque converter. Sehingga turbine runner akan berputar bebas terhadap torque converter. Turbine runner akan meneruskan momen dan putaran dari impeller pump melalui fluida. Besarnya putaran turbine tergantung dari besarnya tekanan fluida dari impeller pump.

6

Konstruksi stator terdiri dari blade yang berfungsi untuk sehingga akan membantu memperingan

mengarahkan arah aliran fluida dari turbine runner ke sisi belakang blade impeller pump putaran mesin. Stator dipasang diatas one way clutch yang ditempatkan diatas input shaft yang memungkinkan stator hanya akan berputar searah dan akan mengunci manakala terdapat putaran balik. Konstruksi Lock-up clutch terbuat dari bahan asbes paduan

yang dipasang dibelakang turbine runner yang berfungsi untuk menghubungkan turbine runner dengan case torque converter sehingga putaran turbine akan menjadi 1 : 1 dengan putaran impeller pump. Lock-up clutch akan bekerja pada kecepatan kendaraan mencapai 60 km/jam atau lebih.Converter range Coupling range

-

(%) 100

3TORQUE RATIO (t) Stall point Lock-up Clutch point clutch ON

- 80 - 60 - 40

2

-

1-

- 20

0

0.2

0.4

0.6

0.8

1.0

SPEED RATIO (e)

Gb. 1 Lock-up Clutch sebelum bekerja

TRANSMISSION EFFICIENCY ()

7

Gb. 1 Lock-up Clutch setelah bekerja

Torque RatioConverter oleh Coupling range Pelipatgadaan momenrange torque converter akan terjadi sebanding

dengan semakin tingginya vortex flow. Kerja torque converter terbagi dalam dua tingkatan : yaitu converter range dimana saat itu terjadi pelipatgandaan momen dan coupling range yang pada saat itu tidak terjadi pelipatgandaan momen.3Stall point Clutch point 2 TORQUE RATIO (t)

-

1-

0 0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0

8

SPEED RATIO (e)

Dimana :Turbine runner output torque Torque Ratio (t) = Pump impeller input torque Turbine runner rpm Speed Ratio (e) = Pump impeller rpm

Stall Point

Yang dimaksud dengan staal point adalah jika mesin hidup akan tetapi turbine runner tidak berputar. Stall point terjadi saat stator turbine runner tidak bergerak atau saat speed ratio (e) nol. Torque ratio maksimum dari torque converter terjadi pada stall point antara 1,7 dan 2,5 Clutch Point

Clutch point adalah garis pembagi antara converter range dan coupling range. Artinya bila speed ratio mencapai tingkat tertentu, maka vortex flow mencapai maksimal, jadi torque ratio mendekati 1:1. Hal ini akan membuat torque converter bekerja sebagai kopling fluida pada clutch point untuk mencegah torque ratio menurun di bawah 1. Transmission Efficiency Effesiensi transmisi dari torque converter menunjukkan efektifitas torque converter dalam memindahkan energi yang diberika ke pompa impeller dan diteruskan ke turbine runner. Pada stall point, pompa impeller berputar dan turbine runner berhenti. Momen maksimum diteruskan ke turbine runner tetapi effisiensi transmisi nol karena turbine tidak berputar. Pada clutch point, dimana sebagian 9

besar minyak dari turbine membentur permukaan bagian belakang stator vane mulai berputar mencegah penurunan effisiensi transmisi lebih jauh dan toque converter mulai berfungsi sebagai kopling fluida. Momen dipindahkan pada perbandingan mendekati 1 : 1 dalam kopling fluida, effisiensi transmisi pada tahap kopling meningkat berbanding lurus dengan speed ratio. Akibat kerugian panas pada minyak, maka effisiensi pada torque converter tidak dapat mencapai 100 % dan biasanya tidak lebih dari 95 %.Converter range Coupling range

(%)

- 100TRANSMISSION EFFICIENCY ()

- 80Clutch point

- 60 - 40 - 20

Stall point

0

0.2

0.4

0.6

0.8

1.0

SPEED RATIO (e)

Dimana :Turbine runner output torque Effisiensi Transmisi () = Pump impeller output torque Turbine runner rpm Speed Ratio (e) = Pump impeller rpm x speed ratio (e) x 100 %

Planetary Gear Unit

10

Planetary gear unit merupakan susunan gigi-gigi yang digunakan pada automatic transmission type planetary, dimana planetary gear unit berfungsi untuk : 1) Menghasilkan beberapa perbandingan gigi untuk memperoleh momen dan kecepatan putar yang sesuai dengan kondisi kendaraan dan keinginan pengemudi 2) Memberikan gigi mundur untuk arah gerakan mundur 3) Memberikan posisi gigi netral yang memungkinkan mesin berputar idle saat kendaraan berhenti. Susunan planetary gear terdiri dari ring gear, sun gear, pinion gear dan carrier.

Cara Kerja Planetary Gear 1. Posisi Perlambatan Ring gear ~ sebagai penggerak (drive member) Sun gear ~ ditahan (fixed) Carrier ~ yang digerakan (driven member)

11

2. Posisi Percepatan Ring gear ~ yang digerakan (driven member) Sun gear ~ ditahan (fixed) Carrier ~ sebagai penggerak (drive member)

3. Posisi Mundur Ring gear ~ yang digerakan (driven member) Sun gear ~ sebagai penggerak (drive member) Carrier ~ ditahan (fixed)

Gear Ratio Gear ratio dari planetary gear set diperoleh dari persamaan sebagai berikut :

12

Jumlah gigi yang