trans dry eyes

Download Trans Dry Eyes

Post on 01-Dec-2015

27 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PERSPEKTIFKEMAJUAN DALAM MEMAHAMI DAN MENGELOLA DRY EYE DISEASEMICHAEL A. LEMP

TUJUAN: Untuk menyajikan bukti dari literatur dan penemuan ilmiah yang mendukung perubahan mendasar dalam konsep mengenai prevalensi, patogenesis, definisi, diagnosis, manajemen penyakit mata kering (DED) dan prospek untuk pengembangan terapi baru.

DESAIN: Analisis dan perspektif klinis literatur dan presentasi.

METODE: Review dan penafsiran literatur.

HASIL: Film air mata dan bentuk permukaan mata merupakan suatu unit yang terintegrasi fisiologis yang menghubungkan permukaan epitel dan kelenjar sekresi melalui jaringan saraf. Sensori ini mengatur aktivitas jaringan yang keluar dalam jumlah dan komposisi tertentu, mendukung sistem dari homeostasis. film air mata membentuk perlindungan metastabil antara lain dengan berkedip, memberikan penglihatan yang jelas, dan memelihara kesehatan serta pengganti dari sel-sel permukaan mata. Gangguan faktor intrinsik seperti bertambahnya usia; keseimbangan hormonal, penyakit autoimun sistemik atau lokal, atau keduanya; obat sistemik atau faktor ekstrinsik termasuk obat topikal, tekanan lingkungan, memakai lensa kontak, atau bedah refraktif mengakibatkan suatu kejadian di film air mata dan permukaan mata, sehingga terjadi DED. Diagnosis DED dan desain uji klinis untuk obat baru telah terhambat oleh kurangnya korelasi antara tanda-tanda dan gejala dan hingga akhirnya terjadi kecacatan; keberhasilan aplikasi obat baru kemungkinan akan membutuhkan pendekatan baru, seperti penggunaan biomarker obyektif untuk tingkat keparahan penyakit.

KESIMPULAN: Kemajuan terbaru dalam pengetahuan kita dapat menyebabkan terbukanya peluang untuk meningkatkan diagnosis dan manajemen penyakit DED dan untuk mengembangkan terapi baru yang lebih efektif untuk mengelola ini secara lazim dan luas serta mengurangi penyakit ini di negara.

STRUKTUR DAN FUNGSI FILM AIR MATA DAN PERMUKAAN OKULER

Lebih dari dua dekade terakhir, kemajuan substansial telah dibuat untuk memahami struktur elemen dari film air mata, permukaan mata, dan terkait jaringan yang membentuk unit tunggal terpadu disebut lacrimal functional unit. Informasi ini telah menyebabkan konsep revisi tentang cara film air mata dibentuk dan dipelihara dan operatif dalam pengembangan patofisiologi DED. Selain itu, telah membuka jalan bagi terapi intervensi baru. Secara tradisional, film air mata telah diduga terdiri dari tiga lapisan diskrit, dengan lapisan musin terdalam meliputi epitel kornea dan konjungtiva, sebuah lapisan intermediate berair yang diproduksi oleh kelenjar lakrimal, dan lapisan lipid terluar, produk dari kelenjar meibom dari kelopak mata, konsep ini telah direvisi secara substansial. Konsep kontemporer dari struktur permukaan mata adalah bahwa dari metastabil film air mata yang terdiri dari suatu gel yang encer terjadi penurunan lapisan lipid terluar yang konten, yaitu pada lapisan bawah permukaan air mata. Kedua struktur berinteraksi dengan mendasari air dan komponen musin, memperlambat hilangnya air pada mata berair melalui penguapan dan memberikan kontribusi bagi stabilitas film air mata dengan berkedip.Film air mata dibentuk melalui berkedip, dengan mendistribusikan air mata di atas permukaan mata, segera setelah berkedip, dimana film air mata mulai menipis secara teratur, menjaga perlindungan yang encer sampai terjadi kedipan berikutnya yang lengkap hingga membangun kembali sebuah film tebal, dan proses ini berulang. Setidaknya tiga jenis yang berbeda dari musin telah diidentifikasi: transmembran musin diproduksi oleh kornea dan sel konjungtiva, pembentuk gel musin dari piala sel konjungtiva, dan musin larut terutama dari glandula lacrimal. Musin-musin transmembran berkontribusi pada permukaan struktur sel epitel, berinteraksi dengan pembentuk gel dan musin yang larut dari film air mata untuk menstabilkan film, dan memberikan jalur pembersihan untuk permukaan mata, mendukung suatu interaksi antara lipid-musin relatif stabil saat berkedip.Selain sebagai nutrisi, permukaan okular juga menyediakan pelumas antara kelopak dan permukaan okular, film air mata berfungsi sebagai permukaan yang memberikan pembiasan pada bagian anterior mata. Penelitian terbaru telah menunjukkan efek yang mendalam pada penglihatan ketika film air mata menjadi tidak stabil dalam dry eyes disease (DED; infra vide). Semua permukaan jaringan okular, kelenjar sekretorik, kelopak mata dan saluran keluar dari jalur nasolacrimal dihubungkan melalui jaringan saraf (unit fungsional lacrimalis). reseptor Sensory memantau kondisi dari air mata, mengirimkan sinyal aferen untuk sistem saraf pusat, pada gilirannya, mengirim impuls eferen ke kelenjar sekretorik dan sel, mempengaruhi perubahan komposisi dan volume untuk mempertahankan homeostasis dan untuk merespon stres dan cedera. Faktor tambahan yang mendukung kelengkapan film okular-permukaan air mata termasuk hormon bioavailable, terutama androgen, dan sistem kekebalan tubuh. Sistem ini berimbang dengan sangat indah mempresentasikan sebuah unit yang sangat kompleks dalam pengadaaan akses penglihatan kita ke lingkungan eksternal. penyakit apapun dapat menyebabkan kerusakan pada salah satu unsur dari keseluruhan struktur dan fungsi dengan efek klinis yang signifikan.

KARAKTERISTIK DRY EYES DISEASE

Ada sejumlah faktor risiko yang diakui dapat bekembang menjadi mata kering. Hal ini antara lain: penuaan; jender perempuan, perubahan hormonal, penyakit autoimun sistemik (paling menonjol Sjgren syndrome); menurun sensasi kornea, bedah refraktif di mana kornea saraf yang baik terputus atau ablated, kelainan berkedip, efek obat, infeksi virus seperti human immunodeficiency virus, cytomegalovirus, dan hepatitis C, diabetes mellitus; kekurangan vitamin A, dan graft-versus-host disease. Tanpa memandang faktor yang memulai atau kelompok faktor yang mengakibatkan mata kering, hal ini umumnya merupakan akhir dari jalur yang dapat memunculkan penyakit di permukaan antara film air mata-okular. Fitur yang umum meliputi: sebuah film air mata yang tidak stabil diantara kedipan, meningkat Konsentrasi elektrolit dalam air mata mengarah ke hyperosmolarity dan selanjutnya kerusakan pada permukaan mata, gejala ketidaknyamanan, dan penurunan penglihatan. Peradangan adalah fitur di mata kering baik terkait dalam Sjgren-terkait dan non-Sjgren-terkait DED. Telah dilaporkan bahwa alergi dan inflamasi permukaan mata dapat mengganggu kestabilan film air mata. Meskipun tempat peradangan yang tepat dalam peristiwa yang menyebabkan gangguan permukaan mata tidak jelas, namun peran permukaan mata ini adalah jelas.

MATA KERING SEBAGAI SEBUAH DISEASE

mata kering memiliki sejumlah nama, yaitu antara lain: sicca keratoconjunctivitis, sindrom mata kering, dan air mata disfungsional baru-baru ini disarankan sebagai sindrom. Mata kering berkembang sebagai respons terhadap adanya satu faktor risiko atau lebih yang tercantum di atas, di samping itu, lingkungan, tempat kerja, atau rekreasi misalnya, suasana yang gersang, arus angin konstan dan adanya suatu lensa kontak, dan penggunaan layar komputer jangka panjang adalah faktor-faktor yang dapat menginisiasi dan memperburuk proses penyakit. Fitur dari mata kering adalah mereka yang proses penyakitnya spesifik, dan oleh karena itu, penyakit mata kering menggunakan istilah sindrom, yang merupakan kumpulan tanda-tanda yang biasanya diterapkan pada beberapa sistem organ, cenderung untuk menyepelekan penyakit yang berlainan dan yang melumpuhkan. Mata kering baru-baru ini telah dikritik, tidak sepenuhnya deskriptif dari proses yang ada, pada beberapa pasien, dapat dicirikan terutama oleh perubahan kualitatif dalam film air mata, dan sindrom dysfunctional tear syndrome (DTS) telah diusulkan. Meskipun istilah ini bisa dibilang lebih deskriptif, mata kering melekat tidak hanya di literatur medis tetapi juga dalam tulisan dan digunakan dalam bahasa lainnya. Pada internasional dry eye Workshop, DTS ditolak sebagai pengganti, dan istilah Penyakit mata kering diterima dan baru digunakan dalam menerbitkan Laporan dari Internasional dry eye Workshop (DEWS) .PREVALENSI DRY EYES DISEASE

Mata kering telah dikenal bertahun-tahun dengan DED yang merupakan masalah klinis yang umum. Namun baru belakangan ini, memiliki data dokumen kuantitatif yang valid tentang sejauh mana DED. Survei selama 20 tahun terakhir telah memperkirakan prevalensi DED menjadi antara 5% sampai lebih dari 30% pada berbagai usia. Perbedaan penggunaan definisi tentang penyakit ini di berbagai penelitian menjadi sulit untuk dibandingkan. Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh American Academy of Ophthalmology, melaporkan bahwa sekitar 30% responden dari pasien yang memerlukan perawatan di kantor seorang dokter mata memiliki gejala yang konsisten dengan DED. Dalam beberapa penelitian besar, diperkirakan bahwa hanya kurang dari 5 juta orang Amerika usia 50 tahun dan lebih tua telah memiliki DED derajat sedang sampai parah. perkiraan lain, yang meliputi study tentang ini melaporkan bahwa beberapa gejala mata kering merespon waktu atau lingkungan tempat kerja tertentu,atau kegiatan rekreasi, rentang setinggi 20% dari populasi Amerika. Diperkirakan bahwa Populasi di Eropa dan Asia memiliki prevalensi yang sama atau sedikit lebih tinggi. Dengan adanya penuaan dari populasi di negara maju, ada kemungkinan bahwa jumlah penderita DED akan meningkat secara substansial. Dalam sebuah studi yang lebih muda, penyebaran bias operasi di mana saraf kornea yang baik terputus atau ablated dikaitkan dengan tingginya insiden DED. Meskipun ada beberapa perdebatan mengenai kebenaran sejauh mana ini DED atau merupakan bentuk dari keratopati neurotropik. Gejala DED terjadi pada lebih dari 50% pada pasien dengan laser insitu keratomileusis. Sebuah Kelompok yang signifikan memiliki gejala yang berkelanjutan selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun setelah operasi. Me