dry syrup amoxicillin

Download Dry Syrup Amoxicillin

Post on 26-Dec-2015

1.678 views

Category:

Documents

54 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Formulasi dan cara kerja dry syrup amoxicillin

TRANSCRIPT

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN LIKUIDA DAN SEMISOLIDAMEMBUAT SEDIAAN DRY SIRUP DENGAN BAHAN AKTIF AMOXICILLIN

Kelompok A3Anggota Kelompok :

1. Radita Surya A(122210101055)2. Nili Sulfianti(122210101057)3. Yodi Setiadi(122210101059)4. Aulia Putri Kandy(122210101063)5. Bannan Muthiatul A(122210101065)6. Dhany Alghifari(122210101079)7. Juwita Permata SG(122210101081)8. Novialda Nitiyacassari(122210101089)

BAGIAN FARMASETIKAFAKULTAS FARMASIUNIVERSITAS JEMBER20141. Tujuan Praktikum1. Mahasiswa mengetahui formula dari sediaan sirup kering amoksisilin.2. Mahasiswa mengetahui tahapan-tahapan dalam pembuatan sediaan sirup kering amoksisillin.3. Mahasiswa mampu mengetahui tahapan evaluasi sediaan sirup kering amoksisilin

2. Teori DasarSirup adalah larutan oral yang mengandung sakarosa, kecuali dinyatakan lain, kadar sakarosa, C12H22O11, tidak kurang dari 64,0% dan tidak lebih dari 66,0% (Depkes RI, 1979). Sirup kering adalah suatu campuran padat yang ditambahkan air pada saat akan digunakan, sediaan tersebut dibuat pada umumnya untuk bahan obat yang tidak stabil dan tidak larut dalam pembawa air, seperti ampisilin dan amoksisilin (Ofner et al, 1989). Sirup kering adalah suatu campuran padat yang ditambahkan air pada saat akan digunakan, sediaan tersebut dibuat padat umumnya untuk bahan obat yang tidak stabil dan tidak larut dalam pembawa air, seperti ampisilin, amoksisilin, dan lain-lainnya. Agar campuran setelah ditambah air membentuk dispersi yang homogen, maka dalam formulanya digunakan bahan pensuspensi. Komposisi suspensi sirup kering biasanya terdiri dari bahan pensuspensi, pembasah, pemanis, pengawet, penambah rasa/aroma, buffer, dan zat warna (Depkes RI,1995). Sirup kering adalah sediaan berbentuk suspensi yang harus direkonstitusikan terlebih dahulu dengan sejumlah air atau pelarut lain yang sesuai sebelum digunakan. Sedian ini adalah sediaan yang mengandung campuran kering zat aktif dengan satu atau lebih dapar, pewarna, pengencer, pendispersi, dan pengaroma yang sesuai (Depkes RI, 1995). Suspensi merupakan sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus dan tidak larut, terdispersi dalam cairan pembawa. Zat yang terdispersi harus larut, tidak boleh cepat mengendap, dan bila digojog perlahan-lahan, endapan harus segera terdispersi kembali. Dapat ditambahkan zat tambahan untuk menjamin stabilitas suspensi tetapi kekentalan suspensi harus menjamin sediaan mudah digojog dan dituang. Suspensi sering disebut mixture gojog (mixturae agitandae). Bila obat dalam suhu kamar tidak larut dalam pelarut yang tersedia maka harus dibuat mikstur gojog atau disuspensi (Anief, 1997). Suspensi dapat dibagi menjadi 4 yaitu suspensi oral, suspensi topical, suspensi tetes telinga dan suspensi optalmik. Suspensi harus dikocok baik sebelum digunakan untuk menjamin distribusi bahan padat yang merata dalam pembawa, hingga menjamin keseragaman dan dosis yang tepat. Suspensi harus disimpan dalam wadah tertutup rapat (Depkes RI, 1995).Sejumlah bahan-bahan obat terutama antibiotika tertentu tidak memiliki stabilitas yang cukup dalam larutan berair. Suspensi amoksisilin digunakan pada anak-anak dan harus didinginkan (2-8C) untuk mempertahankan efektifitas pada saat dilarutkan. Formulasi cair pada umumnya cenderung memiliki stabilitas yang buruk dari pada formulasi padat dan jika kemasan sudah dibuka harus digunakan dalam waktu 2 minggu untuk menghindari mikroba kontaminasi atau penurunan aktivitas. Biasanya ini merupakan periode yang cukup bagi pasien untuk menghabiskan semua volume obat yang biasa ditulis dalam resep. Campuran bubuk kering mengandung semua komponen formulasi termasuk obat, penambah rasa, pewarna, dapar dan lain-lain kecuali pelarut. Keuntungan obat dalam sediaan sirup yaitu merupakan campuran yang homogen, dosis dapat diubah-ubah dalam pembuatan, obat lebih mudah diabsorbsi, mempunyai rasa manis, mudah diberi bau-bauan dan warna sehingga menimbulkan daya tarik untuk anak-anak, membantu pasien yang mendapat kesulitan dalam menelan obat. Kerugian obat dalam sediaan sirup yaitu ada obat yang tidak stabil dalam larutan, volume bentuk larutan lebih besar, ada yang sukar ditutupi rasa dan baunya dalam sirup (Ansel, 2008).Adapun alasan dipihnya bentuk sediaan sirup kering , antara lain :1. Bahan aktif amoksisilin didalam air diperkirakan efek antibiotiknya akan terdegradasi dikarenakan cincin beta laktam rusak 2. Menghindari masalah stabilitas fisika yang tidak dapat dihindari dalam suspensi konvensional3. Sediaan suspensi kering lebih ringan sehingga lebih menguntungkan dalam pendistribusian4. Sediaan suspensi lebih mudah diabsorbsi dalam tubuh dibandingkan sediaan padat5. Mengurangi biaya distribusi (ekonomis) karena tidak ada pelarut cair dalam botol6. Baik untuk pasien yang sulit menelanDalam praktikum digunakan amoksisilin sebagai zat aktif , adapun sifat-sifat zat aktif sebagai berikut : Struktur Amoxicillin:

Nama Kimia:(6R)-6-[-d-(4Hydroxyphenyl)glycylamino]penicillanic acidBerat Molekul : 365,4 g/molRumus Molekul : C16H19N3O5S(Reynolds, 1982) Kandungan: Amoxicillin mengandung tidak kurang dari 90,0% C16H19N3O5S, dihitung terhadap zat anhidrat. Mempunyai potensi yang setara dengan tidak kurang dari 900 g dan tidak lebih dari 1050 g per mg C16H19N3O5S, dihitung terhadap zat anhidrat. Pemerian: serbuk hablur putih; praktis tidak berbau. Kelarutan: sukar larut dalam air dan metanol, tidak larut dalam benzena, dalam karbon tetraklorida, dan dalam kloroform. Baku pembanding: Amoxicilin BPFI; tidak boleh dikeringkan sebelum digunakan.(Anonim a, 1995) StabilitasAmoxicillin yang merupakan derivat penicillin mengalami hidrolisis yang mendegradasi produksi cincin -laktam (Lund, 1994).Terhadap cahaya: tidak stabil terhadap paparan cahayaTerhadap suhu: terurai pada suhu 30-350CTerhadap pH: 3,5- 6,0Titik lebur: -

Secara farmakokinetik, amoxicillin stabil pada asam lambung dan terabsorpsi 74-92% di saluran pencernaan pada penggunaan dosis tunggal secara oral. Nilai puncak konsentrasi serum dan AUC meningkat sebanding dengan meningkatnya dosis. Efek terapi Amoxicillin akan tercapai setelah 1-2 jam setelah pemberian per oral. Meskipun adanya makanan di saluran pencernaan dilaporkan dapat menurunkan dan menunda tercapainya nilai puncak konsentrasi serum amoxicillin, namun hal tersebut tidak berpengaruh pada jumlah total obat yang diabsorpsi (McEvoy and Gerald, 2002).Distribusi obat bebas ke seluruh tubuh baik. Amoxicillin dapat melewati sawar plasenta, tetapi tidak satupun menimbulkan efek teratogenik. Namun demikian, penetrasinya ke tempat tertentu seperti tulang atau cairan serebrospinalis tidak cukup untuk terapi kecuali di daerah tersebut terjadi inflamasi. Selama fase akut (hari pertama), meningen terinflamasi lebih permeable terhadap amoxicillin, yang menyebabkan peningkatan rasio sejumlah obat dalam susunan saraf pusat dibandingkan rasionya dalam serum. Bila infefksi mereda, inflamasi menurun maka permeabilitas sawar terbentuk kembali (Mycek et al., 2001).Jalan utama eliminasi melalui system sekresi asam organik (tubulus) di ginjal, sama seperti melalui filtrat glomerulus. Penderita dengan gangguan fungsi ginjal, dosis obat yang diberikan harus disesuaikan (Mycek et al., 2001).

3. Evaluasi Produk Referen1. Amoxicillin Dry SyrupNama Produk: OpimoxPabrik : OttoKomposisi : Amoxicillin trihidratIndikasi : Infeksi saluran kemih dan kelamin, saluran nafas dan kulit, jaringan lunak yang rusak, otitits mesia, osteoartritis, demamDosis: Dewasa 500 mg tiap 8 jam Anak-anak 25-50 mg/Kg BB per hari dalam dosis terbagi tiap 8 jamKemasan : 125mg/5mlVolume : 60 mlKonsumsi obat: dikonsumsi setelah makan2. Amoxicillin Dry SyrupNama Produk: RobamoxPabrik : CombipharKomposisi :Amoxicillin trihidratIndikasi : Infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, infeksi saluran kemih dan kelamin serta jaringan lunak akibat bakteri gram negatifDosis: Dewasa 3 kali sehari dosis 250-500 mg Anak-anak 20-40 mg/KgBB 3 kali sehariKemasan : 250mg / 5mlVolume : 60 mlKonsumsi obat: dikonsumsi setelah makan3. Amoxicillin Dry SyrupNama Produk: Amoxicillin forte Dry syrupPabrik : SanbeKomposisi : Amoxicillin trihidratIndikasi : Infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, infeksi saluran kemih dan kelamin serta jaringan lunak serta demam, tifus, gonorrhoeDosis: Dewasa 3 kali sehari dosis 250-500 mg Anak-anak 20-40 mg/KgBB 3 kali sehari Tifus 3-4 gram per hari dalam dosis terbagi diminum selama 1 bulan Gonorrhoe 3 gram amoxicillin + 1 gram probenecid sebagai dosis tunggalKemasan : 250mg / 5mlVolume : 60 mlKonsumsi obat: dikonsumsi setelah makan4. Amoxicillin Dry SyrupNama Produk: Sirup kering amoxicillinPabrik : Hexapharm JayaKomposisi : Amoxicillin trihidratIndikasi : Infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, infeksi saluran kemih dan kelamin serta jaringan lunak serta demam, gonorrhoe uretritis.Dosis: Dewasa 3 kali sehari dosis 250-500 mg Anak-anak 20-40 mg/KgBB 3 kali sehari Gonorrhoe uretritis menggunakan 3 gram amoxicillin dosis tunggalKemasan : 125mg/5mlVolume : 60 ml

Hasil Studi Pustaka Bahan AktifBahan AktifEfek UtamaEfek SampingKarakteristik FisikaKarakteristik KimiaSifat Lain

AmoxicillinDigunakan dalam pengobatan infeksi pada telinga, hidung, saluran gastrointestinal, gigi, kulit, dan saluran pernafasan. Merupakan antibiotik dengan spesktum luasMual, muntah, sakit perut, diare, gangguan pencernaan dan alergiSerbuk hablur putih, tidak berbau, berbentuk kristal, dan rasa pahit.Stabil dalam asam, larut dalam 370 bagian air, dan 2000 bagian alkohol.Antibiotik spektrum luas, proses absorbsi di GI tidak dipengaruhi keadaan makanan di lambung. Distribusi obat rute oral 70%-90%.

AmpicillinUntuk pengobatan infeksi peritonitis, endokarditis, meningitis, Ccholecystitis, dan osteomaelitis.Mual, muntah, ruam, alergi, urtikaria, a