diagnosa keperawatan

Click here to load reader

Post on 14-Aug-2015

49 views

Category:

Education

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  1. 1. DIAGNOSA KEPERAWATANDIAGNOSA KEPERAWATAN By :By : ROSLIANA DEWI, SKp., MH.Kes.ROSLIANA DEWI, SKp., MH.Kes.
  2. 2. PENGERTIAN Pernyataan yg menjelaskan respon manusia (status kesehatan atau resiko perubahan pola) dari individu atau kelp. dimana perawat secara akontabilitas dpt mengidentifikasi dan memberikan intervensi secara pasti utk menjaga status kesehatan, menurunkan, membatasi, mencegah dan merubah (Carpenito, 2000).
  3. 3. TUJUAN Mengidentifikasi : 1. Masalah dimana adanya respon klien terhdp status kesehatan atau penyakit. 2. Faktor2 yang menunjang atau menyebabkan suatu masalah (etiologi). 3. Kemampuan klien utk mencegah atau menyelesaikan masalah.
  4. 4. PERBEDAAN DIAGNOSA MEDIS DAN DIAGNOSA KEPERAWATAN : DIAGNOSA MEDIS : 1. Fokus : Faktor2 pengobatan penyakit. 1. Orientasi : Keadaan patologis. 1. Cenderung tetap, mulai sakit sampai sembuh. 2. Mengarah pada tindakan medis yg sebagian dilimpahkan kepada perawat. 3. Diagnosa medis melengkapi diagnosa keperawatan. DIAGNOSA KEPERAWATAN : 1. Fokus : Reaksi/respon klien terhdp tindakan keperawatan & tindakan medis. 1. Orientasi : Kebutuhan dasar individu. 1. Berubah sesuai perubahan respon klien. 2. Mengarah pada fungsi mandiri perawat dalam melaksanakan tindakan dan evaluasinya. 3. Diagnosa keperawatan melengkapi diagnosa medis.
  5. 5. LANGKAH-LANGKAH 1. Klasifikasi data 2. Interpretasi data 3. Validasi data 4. Merumuskan diagnosa keperawatan
  6. 6. Klarifikasi Data Data diperoleh dari keadaan klien yg tdk sesuai dgn standar kriteria yg ada. Penglompokan data a/ mengelompokkan data2 klien atau keadaan tertentu dimana klien mengalami permasalahan kesehatan atau keperawatan berdasarkan kriteria permasalahan.
  7. 7. Interpretasi Masalah Klien Menentukan kelebihan klien yg bisa digunakan utk meningkatkan atau membantu memecahkan masalah klien yg dihadapi. Menentukan masalah klien, jika klien tdk memenuhi standart maka klien tsb mengalami keterbatasan dlm aspek kesehatannya dan memerlukan pertolongan.
  8. 8. Menentukan Keputusan 1. Tidak ada masalah (no problem) tetapi perlu peningkatan status dan fungsi (kesejahteraan) a. Tdk ada indikasi respon keperawatan b. Meningkatnya status kesehatan dan kebiasaan c. Adanya inisiatif promosi kesehatan utk meningkatkan derajat kesehatan yg optimal.
  9. 9. Lanjutan.. 2. Masalah yg kemungkinan a. Pola mengumpulkan data yg lengkap utk memaastikan ada tdknya masalah yg diduga
  10. 10. Lanjutan.. 3. Masalah aktual atau resiko atau sindrom a. Tdk mampu merawat krn klien menolak masalah dan pengobatan b. Mulai desain perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi utk mencegah, menurunkan atau menyelesaikan masalah.
  11. 11. Lanjutan. 4. Masalah Kolaboratif a. Konsultasikan dgn tenaga kesehatan profesional yg kompeten dan bekerja secara kolaboratif pada masalah tsb b. Masalah kolaboratif a/ komplikasi fisiologis yg diakibatkan dari patofisiologi, pengobatan dan situasi yg lain c. Tugas perawat a/ memonitor utk mendeteksi status klien dan kolaboratif dgn tenaga medis guna pengobatan yg tepat.
  12. 12. KOMPONEN PENULISAN DIAGNOSA KEPERAWATAN P (Problem) Dapat ditentukan dari data yg terkumpul yg telah divalidasi dan diidentifikasi pola. E (Etiologi) Dapat ditentukan dgn cara menghubungkan faktor yg berhub. dgn masalah keperawatan yg dpt mempengaruhi status kesehatan. S (Simptom) Dapat diperoleh dari hasil pengelompokan data yaitu data subyektif (DS) dan data obyektif (DO) dgn memperhatikan karakteristik dari pernyataan masalah (diagnosa keperawatan).
  13. 13. RUMUSAN DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. DK = P b.d E ditandai dengan S 2. DK = P b.d E 3. DK = P b.d S Keterangan : DK = Diagnosa keperawatan P = Problem E = Etiologi S = Simptom b.d = berhubungan dengan
  14. 14. Lanjutan.. P = menjelaskan status kesehatan dengan singkat dan jelas. E = Penyebab masalah yang meliputi faktor penunjang dan faktor risiko yg terdiri dari : Patofisiologi, yaitu semua proses penyakit yg dpt menimbulkan tanda/gejala yg mjd penyebab timbulnya masalah keperawatan Situasional, yaitu situasi personal (berhub dgn klien sbg individu) dan environment (berhub dn lingk yg berinteraksi dgn klien). Medication/treatment, yaitu pengobatan/tindakan yg diberikan yg memungkinkan terjadinya efek yg tdk menyenangkan yg dpt diantisipasi atau dicegah dgn tindakan keperawatan. Maturasional, yaitu tingkat kematangan/kedewasaan klien, dlm hal ini berhub dgn tingkat pertumbuhan dan perkembangan. S = definisi karakteristik tentang data subyektif atau obyektif sebagai pendukung diagnosis aktual.
  15. 15. CONTOH ETIOLOGI : Patofisiologi : Intoleransi aktivitas b.d penurunan transport oksigen sekunder terhdp gagal jantung kongestif yg dibuktikan dgn napas pendek, frek napas meningkat, nadi lemah& menurun, tekanan diastolik meningkat > 15 mmhg, pucat, sianosis, kelemahan. Situasi : Intoleransi aktivitas b.d peningkatan kebutuhan metabolik sekunder terhdp stress berat atau hambatan lingkungan. Medication/treatment : Intoleransi aktivitas b.d penurunan transport oksigen sekunder terhdp tirah baring lama dibuktikan dgn napas pendek, frek nafas meningkat, nadi lemah&menurun, tekanan diastolik > 15 mmhg, pucat, sianosis, kelemahan. Maturasional : Intoleransi aktivitas b.d penurunan kekuatan atau fleksibilitas otot, defisit sensori akibat lanjut usia.
  16. 16. KATEGORI DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Aktual Menjelaskan masalah kesehatan nyata saat ini sesuai dengan data klinik yg ditemukan. Syarat : adanya unsur P, E, S. Contoh : Kekurangan volume cairan tubuh b.d kehilangan cairan secara abnormal ditandai dengan nyeri abdomen, bising usus meningkat dan feses cair. 1. Resiko / Resiko tinggi Menjelaskan masalah kesehatan yg nyata akan terjadi jika tidak dilakukan intervensi keperawatan. Syarat : adanya unsur P, E. Contoh : Resiko gangguan integritas kulit b.d diare yang terus menerus.
  17. 17. LANJUTAN 3. Kemungkinan Menjelaskan bahwa perlu adanya data tambahan utk memastikan masalah keperawatan kemungkinan. Masalah dan faktor pendukung belum ada tapi sudah ada faktor yg dpt menimbulkan masalah. Syarat : adanya unsur P dan faktor yg mungkin menimbulkan masalah tetapi belum terjadi. Contoh : Kemungkinan gangguan konsep diri : rendah diri / terisolasi b.d adanya diare.
  18. 18. LANJUTAN 4. Syndrome / Sindrom Diagnosa keperawatan yg terdiri dari sekelompok diagnosis keperawatan aktual atau risiko tinggi yg diduga akan tampak krn suatu kejadian atau situasi tertentu. Syarat : adanya P. Contoh : Sindrom kurang perawatan diri. Terdiri dari : Kurang perawatan diri : makan Kurang perawatan diri : mandi Kurang perawatan diri : berpakaian/berhias Kurang perawatan diri : toileting
  19. 19. LANJUTAN 5. Wellness (Sehat Sejahtera) Keputusan klinik tentang keadaan individu, keluarga dan atau masyarakat dlm transisi dari tingkat sejahtera tertentu ke tingkat sejahtera yg lebih tinggi. Syarat : a. Sesuatu yg menyenangkan pada tingkat kesejahteraan yg lebih tinggi. b. Adanya status & fungsi yg efektif. c. Tidak ada unsur faktor yg berhubungan. d. Etiologi tdk ada atau bila ada etiologinya adalah potensi klien yg akan ditingkatkan. Contoh : Potensial terhadap peningkatan peran menjadi orang tua.
  20. 20. LANJUTAN 6. Masalah kolaboratif Komplikasi fisiologis yg diakibatkan oleh patofisiologi, berhubungan dgn pengobatan, dan situasi yg lain. Tugas perawat adalah memonitor utk mendeteksi status klien dan berkolaborasi dgn tim medis. Label : Potensial komplikasi Contoh : Potensial komplikasi hipoglikemi Potensial komplikasi perdarahan
  21. 21. PERSYARATAN DIAGNOSA KEPERAWATAN : 1. Perumusan harus jelas dan singkat dari respon. 2. Spesifik dan akurat/pasti. 3. Dapat merupakan pernyataan dari penyebab. 4. Memberikan arahan pada asuhan keperawatan. 5. Dapat dilaksanakan oleh perawat. 6. Mencerminkan keadaan kesehatan pasien.
  22. 22. HAL-HAL YG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENENTUKAN DIAGNOSA KEPERAWATAN : 1. Berorientasi kepada pasien, keluarga dan masyarakat. 2. Bersifat aktual, risiko, kemungkinan, wellness, sindrom, dan masalah kolaboratif. 3. Dapat diatasi dengan intervensi keperawatan. 4. Menyatakan masalah kesehatan individu, kelg.dan masyarakat serta faktor-faktor penyebab timbulnya masalah tersebut.
  23. 23. Contoh Masalah Aktual Tgl/Jam Pengelompokan Data Masalah Kemungkinan Penyebab 5-10-2009 DS : Perut terasa melilit stlh makan makanan pedas, mencret 8x/hari DO : BAB cair ada ampas, tdk ada darah Bising usus 10x/menit, nada tinggi Defisit volume cairan Makan makanan yg pedas.
  24. 24. Contoh Masalah Risiko/Risiko Tinggi Tgl/Jam Pengelompokan Data Masalah Kemungkinan Penyebab 5-10-2009 5-10-2009 DS : - DO : BB lahir 3000 g Lahir aterm Usia 1 hari DS : - DO : BB lahir 1900 g Lahir prematur Usia 1 hari Risiko hipotermi Risiko tinggi hipotermi Status neonatus. Status neonatus prematur
  25. 25. Contoh Masalah Kemungkinan Tgl/Jam Pengelompokan Data Masalah Kemungkinan Penyebab 5-10-2009 DS : - DO : Terpasang infus ditangan kanan Tek darah 90/60 mmHg Nadi 88x/menit Suhu 37C Kemungkinan kurangnya perawatan diri : makan Terpasang infus ditangan kanan
  26. 26. Contoh Masalah Sindrom Tgl/Jam Pengelompokan Data Masalah Kemungkinan Penyebab 5-10-2009 DS : - DO : GCS 11 Aktivitas mandi, berpakaian, berhias, makan,minum dan toileting tergantung penuh Kuku panjang, rambut tdk disisir, bibir pecah2, bau mulut tdk sedap. Sindrom kurang perawatan diri Penurunan kesadaran
  27. 27. Contoh Masalah Wellness Tgl/Jam Pengelompokan Data Masalah Kemungkinan Penyebab 5-10-2009 DS : Saya bersukur anak saya telah lahir dgn selamat, saya ingin merawatnya sendiri dgn baik. DO : P1A0 Lahir spontan pervagina TFU 1 jari bawah pusat Lochea rubra Bayi hidup AS 7-8 BB 3000 g, PB 50 cm Potensial peningkatan peran menjadi orang tua -
  28. 28. Contoh Masalah Kolaboratif Tgl/Jam Pengelompokan Data Masal