bab ii tinjauan pustaka 2.1 penuaan - sinta.unud.ac.id ii.pdf1 bab ii tinjauan pustaka 2.1 penuaan...

Download BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penuaan - sinta.unud.ac.id II.pdf1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penuaan Diet…

Post on 13-Mar-2019

213 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

1

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Penuaan

Diet lemak yang melebihi kebutuhan standar (menurut Institute of Medicine

Food and Nutrition Board adalah 19%-35% dari total kalori perhari) terutama

lemak jenuh, yang didapat dari kebiasaan makan yang salah dan perubahan gaya

hidup dikaitkan dengan timbulnya penyakit degeneratif dan metabolik yang

merupakan tanda dari proses penuaan (Eszy dkk., 2014).

Pada umumnya, orang hanya menganggap bahwa menjadi tua memang harus

terjadi, sudah ditakdirkan dan semua masalah yang muncul harus dialami. Banyak

faktor yang menyebabkan orang menjadi tua melalui proses penuaan, menjadi

sakit dan akhirnya kematian. Faktor-faktor ini dikelompokkan menjadi dua yaitu

faktor internal seperti radikal bebas, berkurangnya hormon, proses glikosilasi,

metilasi, apoptosis, sistem kekebalan yang menurun dan gen, Faktor eksternal

yang utama adalah gaya hidup yang tidak sehat, diet tidak sehat, kebiasaan salah,

polusi lingkungan, stress dan kemiskinan (Pangkahila,2011).

Ilmu Pengetahuan dan teknologi kedokteran semakin maju, tinjauan

mengenai penuaan secara perlahan mulai bergeser, sehingga menjadikan penuaan

sebagai penyakit yang dapat dicegah dan diobati (Arking, 2006). Perkembangan

Anti Aging Medicine (AAM) menciptakan konsep baru dalam dunia kedokteran,

dimana penuaan itu tidak hanya dianggap sebagai penyakit yang hanya dapat

dicegah dan diobati tetapi juga dapat dikembalikan kekeadaan semula sehingga

usia harapan hidup menjadi lebih panjang dengan kualitas hidup yang lebih baik

(Pangkahila,2007).

Pencegahan terhadap proses penuaan agar fungsi berbagai organ tubuh dapat

dipertahankan optimal. Berbagai organ tubuh dapat berfungsi seperti usia lebih

muda, sehingga penampilan dan kualitas hidupnya lebih muda dari usia

sebenarnya. Dikenal dua macam usia yaitu usia kronologis dan usia fisiologis.

Usia kronologis adalah usia sebenarnya sesuai tahun kelahiran, sedangkan usia

fisiologis adalah usia sesuai dengan fungsi organ tubuh (Pangkahila, 2011).

2.2 Biomarker Penuaan

Penuaan dapat diketahui dengan mengukur atau melihat tanda atau

perubahan yang terjadi dibandingkan sebelumnya, yang disebut biomarker.

Biomarker dapat berupa parameter anatomik, fisiologik, biokimia atau molekuler

yang berkaitan dengan proses penuaan. Biomarker merupakan parameter adanya

penyakit atau berat ringannya suatu penyakit. Secara garis besar, biomarker

penuaan dapat diketahui dengan cara : kuesioner keadaan kesehatan dan faktor

resiko, pemeriksaan fisik serta kapasitas fungsional termasuk pemeriksaan

laboratorium terhadap bahan tubuh seperti darah, saliva, urine dan jaringan tubuh

lain. Pemeriksaan laboratorium profil lipid (pemeriksaan kolesterol total,

kolesterol HDL, LDL dan trigliserida) merupakan pemeriksaan biomarker

penuaan untuk mengetahui risiko penyakit kardiovaskular. Biomarker penuaan

berkaitan erat dengan fungsi berbagai organ tubuh yang menunjang aktivitas

sehari-hari sehingga berkaitan dengan kualitas hidup. Pemeriksaan adanya tanda

atau perubahan akibat proses penuaan seharusnya dilakukan sebelum muncul

keluhan dan sebelum menimbulkan gangguan dalam aktivitas hidup sehari-hari.

(Pangkahila,2011).

2.3 Asam Lemak

Asam lemak merupakan asam monokarboksilat rantai lurus tanpa cabang

yang merupakan atom genap dari C-4, yang terbanyak adalah C-16 dan C-18.

Asam lemak dikelompokkan berdasarkan panjang rantai, ada tidaknya ikatan

rangkap dan isomer trans-cis (Silalahi dan Nurbaya, 2011).

Berdasarkan panjang rantainya asam lemak dikelompokkan menjadi 3

kelompok yaitu, asam lemak rantai pendek (Short Chain Fatty Acids / SCFA):

jumlah atom karbonnya C-4 sampai C-8 (asam butirat (C4), asam kaproat (C6)

dan asam kaprilat (C8)) ; asam lemak rantai sedang (Medium Chain Fatty Acids /

MCFA): jumlah atom karbonnya C-10 dan C-12 (asam kaprat (C10) dan asam

laurat (C12)); dan asam lemak rantai panjang (Long Chain Fatty Acids / LCFA):

jumlah atom karbonnya C-14 (asam miristat (C14), asam palmitat (C16-0),

asam stearat (C18-0), asam oleat (C18-1), asam linoleat (C18-2) dan asam

linolenat (C18-3) (Silalahi dan Nurbaya, 2011).

Berdasarkan jumlah ikatan rangkapnya, dikelompokkan menjadi asam lemak

jenuh (saturated fatty acid/SFA), contohnya asam laurat, asam miristat, asam

palmitat dan asam stearat) dan asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acid)).

Asam lemak tak jenuh dikelompokkan lagi menjadi 2 yaitu asam lemak tak jenuh

tunggal (monounsaturated fatty acids/MUFA), contohnya asam oleat) dan asam

lemak tak jenuh jamak (Polyunsaturated Fatty Acids/PUFA), contohnya asam

linoleat dan asam linolenat). Asam lemak tak jenuh secara alamiah biasanya

berbentuk cis-isomer, hanya sedikit yang berbentuk trans (trans fatty acids, TFA).

Asam linoleic dan asam -linolenic termasuk asam lemak esensial dalam diet

manusia karena tubuh kita tidak mampu untuk mensintesisnya (Silalahi dan

Nurbaya, 2011).

Posisi asam lemak dalam molekul lemak (triacylglycerol, TAG) dibedakan

berdasarkan stereoisomer atom karbon dalam molekul gliserol yaitu stereospesific

numbering system (sn) menjadi sn-1, sn-2 dan sn-3 (Berry, 2009).

H O

H C O C R posisi sn-1

O

R - C - O C - H posisi sn-2

O

H C O C R posisi sn-3

H

Gambar 2.1 Struktur Molekul TAG (Berry, 2009)

Karakteristik kimia, fisika dan biokimia (metabolisme dan sifat aterogenik)

dari suatu lemak ditentukan oleh komposisi asam lemak, dan posisi asam lemak

(sn-1, sn-2 dan sn-3) yang teresterkan di dalam molekul lemak (triasilgliserol).

Metabolisme daya cerna lemak dipengaruhi oleh panjang rantai dan posisi asam

lemak dalam molekul TAG (Silalahi dan Nurbaya, 2011).

2.4 Lipid

Lipid merupakan sekelompok senyawa heterogen, dari molekul organik

hidrofobik yang dapat diekstraksi dari jaringan oleh pelarut nonpolar. Lipid adalah

sumber energi utama untuk badan. Lipid disimpan di jaringan adiposa. Fungsi

lemak / lipid adalah sebagai sumber energi, pelindung organ tubuh, pembentuk

sel, alat angkut vitamin larut lemak, pemberi rasa kenyang dan kelezatan, dan

memelihara suhu tubuh (Almatsier, 2009).

Lipid plasma yang utama adalah kolesterol, trigliserida, fosfolipid dan asam

lemak bebas. Kombinasi lipid dan protein (lipoprotein) adalah konstituen sel yang

terpenting, yang terdapat baik di membran sel maupun di mitokondria, dan yang

juga berfungsi sebagai alat pengangkut lipid dalam darah. Lipid atau lemak

tersusun dari tiga asam lemak dengan tiga gugus alkohol dari senyawa gliserol

(Botham dan Mayes, 2006).

2.5 Absorbsi, Transportasi, dan Metabolisme Lipid

Lipid dapat diperoleh dari dua sumber yaitu dari makanan (eksogen) dan dari

hasil produksi organ hati (endogen) (Junaidi, 2009). Lipid eksogen terutama

terdiri dari kolesterol, kolesteril ester, phospholipid dan yang tidak teresterifikasi (

bebas) ( Harvey dan Ferrier, 2011).

2.5.1 Proses dari lipid eksogen di dalam lambung

Pencernaan lipid di mulai di lambung, dikatalisasi oleh enzim lingual lipase

yang stabil terhadap asam. Enzim ini dihasilkan dari kelenjar dibelakang lidah.

Molekul TAG (triacylglycerol) terutama yang mengandung asam lemak rantai

pendek atau sedang (kurang dari 12 karbon seperti yang ditemukan didalam lemak

susu), merupakan target utama dari enzim ini. TAG ini juga didegradasi secara

terpisah oleh enzim gastric lipase yang disekresi oleh mukosa gaster. Kedua

enzim ini relatif stabil pada pH 4-6 ( Harvey dan Ferrier, 2011).

2.5.2 Emulsifikasi dari lipid eksogen didalam usus halus

Proses kritis dari emulsifikasi dari lipid eksogen terjadi di dalam duodenum.

Emulsifikasi meningkatkan area permukaan hydrophobic lipid droplets sehingga

enzim pencernaan yang bekerja pada interface dari droplet dan larutan berair di

sekitarnya, dapat bekerja efektif. Emulsifikasi dilakukan oleh dua mekanisme

komplementer, yaitu menggunakan sifat deterjen dari garam-garam empedu dan

mekanisme pencampuran karena peristaltik. Garam empedu dibuat di hati dan

disimpan di kandung empedu, merupakan derivat dari kolesterol. Garam empedu

berinteraksi dengan partikel lipid eksogen dan cairan dalam duodenum,

menstabilkan partikel menjadi partikel yang lebih kecil, dan mencegah mereka

dari penggabungan ( Harvey dan Ferrier, 2011).

2.5.3 Degradasi dari lipid eksogen oleh enzim pankreatik

TAG, kolesteril ester dan phospholipid dalam diet dicerna oleh enzim

pankreatik, yang sekresinya dikontrol oleh hormon.

1. Degradasi TAG

Molekul TAG terlalu besar untuk dapat diambil secara efisien oleh sel

mukosa dari villi usus. Degradasinya dibantu oleh esterase, pancreatic

lipase, yang istimeva menghapus asam lemak pada karbon 1 dan 3. Produk

utama dari hidrolisis adalah campuran dari 2-monoacylglycerol (2-MAG)

dan free fatty acids (FFA). Protein yang ke2 adalah collipas

Recommended

View more >