paper bali cultural anthropology

Download Paper Bali Cultural Anthropology

Post on 31-Jul-2015

65 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

KATA PENGANTARAneka ragam budaya Indonesia merupakan kekayaan bangsa yang tak ternilai harganya, salah satu dari beragam budaya yang Indonesia miliki adalah, kebudayaan dari provinsi Bali. Hingga detik ini, daya magnet pariwisata Bali begitu kuat , ditengah kerasnya persaingan di bidang pariwisata Internasional yang menawarkan wisata tropis lainnya, Bali masih menjadi salah satu primadona bagi wisatawan domestik dan international. Kentalnya kebudayaan masyarakat Bali yang masih terpelihara di masa modern penuh tekhnologi ini, membuat para turis merasa Bali merupakan tempat yang paling pas untuk beristirahat dari segala kepenatan budaya metropolis yang semakin tak terkendali. Budaya bali yang kental dengan syarat mistis dan seni membuat Bali semakin memiliki roh tersendiri bagi orang yang mengunjunginya. Menyoroti fakta dan realita yang ada bahwa pemeliharaan seni dan upacara tradisional seperti inilah yang menjadi daya tarik bagi dunia internasional untuk semakin memberikan atensinya pada provinsi Bali, kita sebagai masyarakat Indonesia sendiri harus lebih dahulu aktif memberikan perhatian kita kepada pemeliharaan salah satu aset kebudayaan bangsa ini, dengan memperkaya pengetahuan kita tentang budaya Bali itu sendiri. Semoga dengan karya tulis yang telah kami susun ini dapat menjadi salah satu referensi bagi pembaca untuk menambah pengetahuan tentang kebudayaan Bali.

Jakarta, 13 Oktober 2008

Tim Penulis

BAB 1 PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Penulisan Makalah Antropologi budaya adalah salah satu mata kuliah yang menarik karena di dalamnya membahas tentang bagaimana kebudayaan manusia itu terbentuk dan berkembang ditilik dari 7 aspek Cultural Universal. Dengan mempelajari budaya ini kita dapat mengetahui pendekatan yang berbeda dalam mengahadapi manusia dengan latar belakang budaya yang berbeda.

1.2 Perumusan Masalah Bagaimana penerapan unsur unsur budaya sebagai kebudayaan universal dalam kebudayaan Bali?

1.3 Tujuan Penulisan Makalah Untuk mengetahui dan menganalisis unsur kesenian di kebudayaan Bali dilihat dari 7 aspek sebagai berikut :

1.3.1 Bahasa 1.3.2 Sistem Teknologi dan Alat Produksi 1.3.3 Sistem Mata Pencaharian 1.3.4 Organisasi Sosial 1.3.5 Sistem Pengetahuan 1.3.6 Sistem Religi 1.3.7 Kesenian

BAB 2 KERANGKA TEORITIS2.1 DEFINISI ANTROPOLOGI

2.1.1 Definisi Etimologis Antropologi terdiri dari kata Anthropos yang berarti manusia dan logos yang berarti ilmu. Meskipun demikian, antropologi tidak dapat diartikan secara langsung menjadi ilmu tentang manusia. Hal ini dikarenakan banyak cabang ilmu lain yang menelaah tentang berbagai aspek kegiatan manusia misalnya seperti ilmu sosiologi, psikologi, ekonomi dan berbagai cabang ilmu lain.

2.1.2 Definisi Konseptual 2.1.2.1 Definisi Menurut Haviland Pada tahun 1985 Haviland mengatakan bahwa antropologi, studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya, dan untuk memperoleh keanekaragaman manusia.

2.1.2.2 Definisi Menurut Ariyono Suyono Di dalam kamus yang Ia susun, Ariyono Suyono mendefinisikan antropologi sebagai suatu ilmu yang berusaha mencapai pengertian tentang makhluk manusia dengan mempelajari aneka bentuk fisik, kepribadian, masyarakat serta

kebudayaannya.

2.1.2.3 Definisi Menurut Koentjaraningrat Ilmu Antropologi sekarang dalam arti seluas luasnya, mempelajari makhluk Anthropos atau manusia. Banyak ilmu lain yang mempelajari manusia itu. Masing masing dari sudut pandangnya sendiri sendiri. Ilmu antropologi memperhatikan lima masalah mengenai makhluk manusia itu. Kelima masalah itu adalah : a. Masalah sejarah terjadinya perkembangan manusia sebagai makhluk biologis. b. Sejarah terjadinya aneka warna makhluk manusia, dipandang dari sudut ciri ciri tubuhnya

c. Masalah persebaran dan terjadinya aneka warna warna bahasa yang diucapkan di seluruh dunia d. Masalah perkembangan, persebaran, dan terjadinya aneka warna daro kebudayaan manusia di seluruh dunia. e. Msalah dasar- dasar dan anek warna dari kebudayaan manusia dalam kehidupan masyarakt dan suku suku bangsa yang tersebar di seluruh bumi sekarang ini

2.1.2.4 Definisi Menurut David Hunter Antropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang umat manusia.

2.1.2.5 Definisi Menurut Ralfh L Beals dan Harry Hoijen Pada tahun 1954 Ralfh dan Harry mendefinisikan antropologi sebagai ilmu yang mempelajarai manusia dan semua apa yang dikerjakannya.

2.1.3 Definisi Operasional Antropologi adalah ilmu yang berusaha mencapai pengertian tentang makhluk manusia dengan mempelajari aneka bentuk fisik, kepribadian, perilaku, masyarakat serta 2.1.4 Instrumen Variabel AntropologiVariabel Ilmu Dimensi Alam Pasti Sosial A Hitung ukur N Bahasa Falak T Makhluk R Manusia Hewan Tumbuhan Gaib O Indikator

kebudayaannya untuk memperoleh keanekaragaman manusia.

Masyarakat P

Primitif Modern Nomaden

O Kebudayaan L Bali Jawa Tionghoa O Padang Norma G Nilai Peraturan Hasil Karya I Manusia

2.2

Definisi Kebudayaan

2.2.1 Definisi Etimologis Istilah Kebudayaan Dan Culture. Kata kebudayaan berasal dari kata Sanskerta buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau kekal. Kata asing culture yang berasal dari kata Latin colere (yaitu mengolah, mengerjakan, dan terutama berhubungan dengan pengolahan tanah atau bertani), memiliki makna yang sama dengan kebudayaan, yang kemudian berkembang menjadi segala daya upaya serta tindakan manusia untuk mengolah tanah dan mengubah alam.

2.2.2 Definisi Konseptual 2.2.2.1 Definisi Menurut Ki Hajar Dewantara Kebudayaan menurut Ki Hajar Dewantara berarti buah budi manusia, adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni alam dan zaman (kodrat dan masyarakat) yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran di dalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.

2.2.2.2 Definisi Menurut Sutan Takdir Alisyahbana Sutan Takdir Alisyahbana mengatakan bahwa kebudayaan adalah

manifestasi dari cara berpikir sehingga menurutnya pola kebudayaan itu sangat luas. Sebab, semua laku dan perbuatan tercakup di dalamnya dan dapat diungkapkan pada basis dan cara berpikir termasuk di dalamnya perasaan karena perasaan juga merupakan maksud dari pikiran.

2.2.2.3 Definisi Menurut Malinowski Malinowski menyebutkan, bahwa kebudayaan pada prinsipnya berdasarkan atas berbagai sistem kebutuhan manusia. Tiap tingkat kebutuhan itu menghadirkan corak budaya yang khas. Misalnya, guna memenuhi kebutuhan manusia akan keselamatannya, maka timbul kebudayaan yang berupa perlindungan, yakni seperangkat budaya dalam bentuk tertentu, seperti lembaga kemasyarakatan.

2.2.2.4 Definisi Menurut A. van Peursen C.A. van Peursen mengatakan bahwa dewasa ini kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang dan kehidupan setiap kelompok orang dapat berlainan dengan hewan. Maka, manusia tidak dapat hidup begitu saja di tengah alam. Oleh karena itu, untuk dapat hidup, manusia harus mengubah segala sesuatu yang telah disediakan oleh alam. Misalnya, beras agar dapat dimakan harus diubah dulu menjadi nasi. Terwujudnya suatu kebudayaan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, yaitu halhal yang menggerakkan manusia untuk menghasilkan kebudayaan sehingga dalam hal ini kebudayaan merupakan produk kekuatan jiwa manusia sebagai makhluk Tuhan yang tertinggi. Oleh karena itu, walaupun manusia memiliki tubuh yang lemah

bila dibandingkan dengan binatang seperti gajah, harimau, dan kerbau, tetapi dengan akalnya manusia mampu untuk menciptakan alat (sebagai homofaber) sehingga akhirnya dapat menjadi penguasa dunia. Dengan kualitas badannya, manusia mampu menempatkan dirinya di seluruh dunia. Tidak seperti binatang, yang hanya dapat menempatkan diri di dalam lingkungannya. Oleh karena itu, manusia dikatakan sebagai insan budaya.

2.2.2.5 Definisi Menurut Koentjaraningrat Menurut Koentjaraningrat kebudayaan adalah seluruh sistem gagasan dan rasa, tindakan, serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat, yang dijadikan miliknya dengan belajar

2.2.3 Definisi Operasional

Kebudayaan adalah seluruh sistem, rasa, gagasan dan tindakan yang dimiliki oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan kebudayaan, manusia berpikir dan bertindak guna mengatasi berbagai rintangan yang ada dalam hidup bermasyarakat.

2.2.4 Instrumen Variabel Kebudayaan

Variabel K Sistem

Dimensi

Indikator struktur organisasi

E Hidup bermasyarakat B Kebutuhan U Sandang Pangan Papan D Hidup A Bernafas Bergerak Bertumbuh Y Berkembang Biak bersosialisasi

A

Bertindak

Tegas

A

N

Berpikir

Positif Negatif

2.3 DEFINISI MASYARAKAT

2.3.1 Definisi Etimologis Masyarakat berasal dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas -entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

2.3.2 Definisi Konseptual 2.3.2.1 Definisi Menurut Selo Sumardjan Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.

2.3.2.2 Definisi Menurut Karl Marx Masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok kelompok yang terbagi secara ekonomi.

2.3.2.3 Definisi Menurut Emile Durkheim Masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi - pribadi yang merupakan anggotanya.

2.3.2.4 Definisi menurut Paul B. Horton & C. Hunt Masyarakat