makalah ss hernia nucleus pulposus

Download makalah SS Hernia Nucleus Pulposus

Post on 25-Nov-2015

72 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

makalah modul sistem saraf

TRANSCRIPT

DAFTAR ISIBAB 1 : PENDAHULUANBAB 2 : SKENARIO KASUSBAB 3 : PEMBAHASAN KASUSA. IDENTIFIKASI MASALAH DAN HIPOTESISB. ANAMNESIS TAMBAHANC. PEMERIKSAAN FISIK DAN INTERPRETASID. PEMERIKSAAN PENUNJANG DAN INTERPRETASIE. DIAGNOSIS KERJA F. PATOFISIOLOGIG. PENATALAKSANAANH. KOMPLIKASII. PROGNOSISBAB 4 : TINJAUAN PUSTAKAA. ANATOMI LUMBOSAKRALB. NYERIC. HNPBAB 5 : KESIMPULANDAFTAR PUSTAKA

BAB 1PENDAHULUANHampir setiap orang dalam hidupnya pernah mengalami nyeri di daerah pinggang.Sebagian besar keluhan yang dirasakan merupakan nyeri pinggang ringan dan dapat sembuhdengan sendirinya. Sehingga bila nyeri pinggang yang terus menerus dirasakan, biasanyadiabaikan, karena dianggap nyeri pinggang biasa.Salah satu penyebab nyeri pinggang yang sering diabaikan adalah HNP (HerniaNucleus Pulposus), karena gejala awal dari HNP sama dengan gejala nyeri pinggang biasa,yang lama kelamaan akan menyebabkan nyeri setiap kali pasien bergerak. HNP adalah keadaan dimana terjadi penonjolan discus intervertebra ke arah posterior dan atau lateral yang dapat menimbulkan penekanan atau penyempitan radiks saraf saraf spinal, penekananmedula spinalis dengan berakibat timbulnya gejala gejala neurologis. Herniasi diskus intervertebralis atau hernia nukleus pulposus sering terjadi pada priadan wanita dewasa dengan insiden puncak pada dekade ke 4 dan ke 5. Kelainan ini banyakterjadi pada individu dengan pekerjaan yang banyak membungkuk dan mengangkat. HNPpada daerah lumbal lebih sering terjadi pada usia sekitar 40 tahun dan lebih banyak pada wanita dibanding pria. HNP servikal lebih sering terjadi pada usia 20-40 tahun. HNP torakal lebih sering pada usia 50-60 tahun dan angka kejadian pada wanita dan pria sama.

BAB 2SKENARIO KASUSAnda sebagai dokter yang bertugas di UGD RS Jakarta Selatan kedatangan seorang perempuan Ny. Rita umur 37thn dengan keluhan nyeri hebat pada pinggang bawah, bokong dan nyeri menjalar ke tungkai. Nyeri yang dirasakan Ny. Rita sangat hebat setelah menggendong anaknya yang berumur 5 tahun kemarin. Nyeri pinngang, dan rasa baal dan merasa lemah di tungkai sudah berlangsung selama 2 tahun hilang timbul yang berlangsung dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan kemudian sembuh dan timbul kembali. Nyeri dirasakan bertambah berat selama 2 bulan terutama saat mau duduk dan mau berdiri. Akhir-akhir ini ia mulai merasakan nyeri menjalar sepanjang tungkai kiri, nyeri makin bertambah bila pasien duduk atau saat berdiri membungkuk, bersin, batuk atau tertawa dan kekuatan otot tungkai kiri agak lemah disertai rasa baal pada punggung kaki dan rasa kesemutan tapak kaki.Ny. Rita bekerja sebagai tukang jahit di sebuah perusahaan konveksi sejak umur 25 tahun. Pasien tidak pernah merasa terjatuh atau tertabrak kendaraan selama ini. BAB dan BAK pasien tidak terganggu.Pada pemeriksaan fisik didapatkan :Tinggi badan 165 cm, berat 80 kg, HR dan nadi 70x/menit, regular, TD 130/80 mmhg, suhu 36,5C. Pernapasan 18x/menit regular, kesadaran komposmentis, kepala normochepalic, leher gerakan normal, tidak ada nyeri gerak atau nyeri tekan, tidak ada kaku kuduk, cor/pulmo normal, abdomen lemas, tidak ada nyeri tekan, tidak kembung, tidak ada hepatosplenomegali atau massa. Tulang belakang lurus / tidak ada skoliosis, ada nyeri tekan region lumbal bawah, bokong dan region glutea kiri. Nyeri lebih berat bila pasien duduk dengan melakukan gerakan atefleksi batang badan dan menjalar ke belakang tungkai kiri. Ekstremitas atas gerakana normal, tidak ada rasa nyeri, ekstremitas bawah simetris, gaya jalan kelihatan normal, kekiuatan otot kiri 4 dan kanan 5.Nyeri tungkai atas kiri sisi dorsal bila di fleksi pasif pada articulation coxae kiri dengan tungkai bawah dalam keadaan lurus hanya terbatas 40 derajat karena sakit, nyeri bertambah bila dialkukan dorsofleksi pada pergelangan kaki kiri. Nyeri tungkai atas kiri sisi dorsal bila tugkai kanan difleksi pasif pada articulation coxae kanan dengan tungkai bawah dalam keadaan lurus.Tidak didapatkan nyeri pada saat tungkai kiri dilakukan fleksi, abduksi, dan eksorotasi. Sensibilitas dorsum pedis dan plantar pedis kiri berkurang, yang kanan normal, reflex fisiologis KPR normal, dan APR kiri menurun, kanan normal, reflex patologis -/-

BAB 3PEMBAHASAN KASUSA. IDENTIFIKASI MASALAH DAN HIPOTESISDari hasil anamnesis didapatkan bahwa nyeri yang dirasakan Ny. Rita mengalami nyeri hebat pada pinggang bawah, bokong, dan tungkai, yang dirasakan sangat hebat setelah menggendong anaknya yang berumur 5 tahun kemarin. Ini mengarahkan hipotesis ke arah hernia nucleus pulposus yang biasanya dicetuskan dengan bertambah beratnya beban pada daerah pinggang dan nyeri yang menjalar dapat dicurigai sebagai ischialgia, yaitu nyeri sepanjang perjalanan saraf n. ischiadicus.Didapatkan keterangan juga bahwa nyeri, rasa baal, dan kelemahan otot sudah berlangsung 2 tahun hilang timbul dan bertambah berat selama 2 bulan terakhir, terutama saat mau duduk dan berdiri. Keterangan ini juga memperkuat hipotesis hernia nucleus pulposus yang dalam perjalanan penyakitnya kronik dan progresif, sehingga dapat bertahan selama 2 tahun dan bertambah berat jika tidak ada intervensi tatalaksana. Nyeri makin bertambah bila pasien duduk, berdiri membungkuk, bersin, batuk, tertawa, dan kekuatan otot tungkai kiri melemah dan baal pada punggung kaki dan kesemutan pada tapak kaki, menyatakan bahwa pada saat pasien melakukan kegiatan yang mencetuskan terjadinya perubahan tekanan intraabdominal, nyeri semakin bertambah karena penekanan terhadap radix yang awalnya sudah tertekan karena herniasi bertambah berat. Dicurigai juga sudah terjadi penekanan terhadap saraf motorik yang menyebabkan kelemahan otot dan pada saraf sensorik yang menyebabkan rasa baal dan kesemutan.Pekerjaan Ny. Rita sebagai tukang jahit juga menambah faktor risiko terjadinya HNP, karena posisi kerja yang tidak ergonomis dan duduk terus menerus menambah beban pada bagian lumbar sehingga proses herniasi yang awalnya terjadi karena degenerasi dari diskus intervertebralis dapat terjadi lebih cepat. Pernyataan ibu juga menderita masalah nyeri pinggang dapat diinterpretasikan sebagai gaya hidup dalam keluarga yang sama, sehingga dapat terjadi masalah yang sama atau dapat memperkuat hipotesis spondyloarthritis yang memiliki faktor keturunan dalam perjalanan penyakitnya. Hipotesis yang kita buat untuk masalah ny. Rina adalah HNP dikarenakan nyeri yang menjalar diperberat dengan aktivitas, kronik low back pain, ichialgia adanya penekanan, nervus ischiadicus terganggu karena kebanyakan duduk, ichialgia juga bisa dikarenakan oleh HNP.B. ANAMNESIS TAMBAHAN1. Apakah ada keadaan ini pernah terjadi sebelumnya?2. Apakah sudah pernah di obati sebelunya?3. Berapa lamakah posisi duduk dalam melakukan pekerjaan menjahit dalam sehari ?4. Apakah ibu anda mempunyai pekerjaan atau kegiatan yang sama dengan anda?C. PEMERIKSAAN FISIK DAN INTERPRETASIHasil DidapatKeterangan

TB/BB165cm/80kgObesitas, pada pasien dapat memperberat masalah yang diderita karena kelebihan beban tubuh

Heart Rate70x/menit RegularNormal

Tekanan Darah130/80High-Normal

Suhu36.5oCNormal

Pernafasan18x/menit RegularNormal

KesadaranCompos MentisNormal

KepalaNormosefalikNormal, tidak ada peningkatan tekanan intrakranial yang menyebabkan hidrosefalus

LeherTidak nyeri gerak maupun tekan, kaku kuduk negatifNormal, tidak ada rangsang meningeal yang menyebabkan kaku kuduk ataupun kelainan musculoskeletal yang

menyebabkan nyeri tekan/gerak pada pasien

Jantung/ ParuNormalNormal

AbdomenLemas, tidak nyeri tekan, kembung, hepatosplenomegali atau massaNormal

TulangSkoliosis (-)Nyeri tekan lumbal bawah, gluteal kiriNormalGangguan sistem saraf sensoris

Ekstremitas atasTidak ada kelainanNormal

Ekstremitas bawahSimetris, gaya jalan normal

Kekuatan otot kiri 4

Kekuatan otot kanan 5

Normal

Dapat melawan tahanan ringan, namun tidak dapat melawan tahanan berat

Normal, dapat melawan tahanan berat.

Reflek fisiologis kiriKPR normalAPR menurunRefleks APR menurun diperkirakan karena gangguan jaras sacral 1 yang mempersarafi otot bagian

belakang (gastrocnemius & soleus) untuk plantar fleksi

Reflek patologisNegatifNormal

Terdapat nyeri tekan region lumbal bawah, gluteal kiri dan memberat jika pasien duduk dengan gerak antefleksi batang badan dan nyeri menjalar ke belakang tungkai kiri. Adanya nyeri yang menjalar, rasa sakit ditimbulkan akibat salah satu jaras dari sistem sensoris daerah lumbosakral mengalami gangguan seperti terjepit, trauma repetitive, dan sebagainya.Nyeri didapat pada tungkai atas kiri dorsal bila di fleksi pasif hingga 40 derajat, nyeri juga bertambah bila dilakukan dorsofleksi pada pergelangan kaki yang merupakan gejala akibat gangguan jaras di regio lumbal 2- lumbal 5.Nyeri didapat pada tungkai atas kiri bagian dorsal yang merupakan gangguan penjarasan pada region lumbal 5- sacral 1.Sensibilitas dorsum pedis dan plantar pedis kiri berkurang dimana merupakan gangguan pada regio lumbal 4 sacral 1.Refleks fisiologis KPR (Knee-Pattela Reflek) normal dan APR (Achilles Plantar Reflek) menurun juga menandakan adanya gangguan pada lumbal 4-sacral 1.Pemeriksaan neurologic pasien menunjukkan tidak ada tanda-tanda kelainan nervi cranialis, tidak terdapat rangsang meningeal seperti kaku kuduk dan koordinasi serta keseimbangan pasien baik.

D. PEMERIKSAAN PENUNJANG DAN INTERPRETASIBeberapa pemeriksaan yang perlu dikerjakan pada pasien ini untuk menegakkan diagnosis adalah:1. Laboraturium : Darah rutin2. Foto Polos lumbosakral : Dapat memperlihatkan penyempitan yang terjadi pada sendi3. CT scan lumbosakral : Dapat memperlihatkan letak disk protusion4. MRI : Dapat memperlihatkan perubahan tulang dan jaringan lunak divertebra serta herniasi. Dari hasil MRI potongan aksial didapatkan gambaran herniasi yang memperkuat diagnosis HNP pada pasien i