makalah kmb katarak

Download makalah kmb katarak

Post on 18-Dec-2014

50 views

Category:

Documents

11 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

katarak

TRANSCRIPT

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Katarak adalah proses terjadinya opasitas secara progresif pada lensa atau kapsul lensa, umumnya akibat dari proses penuaan yang terjadi pada semua orang lebih dari 65 tahun (Doengoes, 2002).Perubahan fisik dan kimia dalam lensa mengakibatkan hilangnya transparansi. Perubahandalam serabut halus multipel (zonula) yang memanjang dari badan silier ke sekitar daerah di luar lensa. Perubahan kimia dalam protein lensa dapat menyebabkan koagulasi, sehinggamengabutkan pandangan dengan menghambat jalannya cahaya ke retina. Bila kekeruhan tebal,maka penglihatan akan terganggu, kadang kadang sampai menimbulkan kebutaan.Di Indonesia, jumlah kebutaan akibat katarak selalu bertambah 210.000 orang per tahun, 16% diantaranya diderita penduduk usia produktif. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuantentang hal-hal yang dapat menyebabkan katarak dan cara pencegahannya. Faktor pemicukatarak itu sendiri bisa disebabkan oleh pantulan sinar ultraviolet, kekurangan riboflavin(vitamin B2) dan usia lebih panjang.Untuk mengurangi angka kebutaan di Indonesia akibat katarak, pemerintah sudah lamamelakukan program penyuluhan tentang katarak di setiap puskesmas. Operasi katarak juga sudahdigalakkan di seluruh Indonesia dengan cara mendatangi daerah-daerah yang penderitanya darikalangan kurang mampu. Namun, meskipun upaya ini sudah dilakukan, nampaknya penderitakatarak tetap saja tinggi karena factor dana dan keterbatasan tenaga medis yang ada. Tetapi, pemerintah juga sudah mencanangkan program Vision 2020 untuk menanggulangi kebutaan diIndonesia, program Vision tersebut meliputi lima upaya yang meliputi pemantapan advokasi, pengembangan mekanisme koordinasi yang mampu menjamin kesinambungan kegiatan, penguatan SDM, penguatan infra struktur dan pengembangan iptek, serta pemantapan kemitraan.

2

Dahulu memang katarak masih belum diketahui secara jelas, karena kurangnya pengetahuan. Kadang-kadang masih terdapat pula keraguan mengenai letak katarak tersebut.Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengangkat masalah

bagaimana cara memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan katarak dalam sebuah karya tulis ilmiah yang berjudul, "Makalah Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Katarak.

B. Tujuan Penulisan Makalah 1. Tujuan Umum Mahasiswa dapat memahami dan dapat menerapkan asuhan keperawatan kepada klien dengan katarak. 2. Tujuan Khusus a) Mahasiswa dapat mengerti mengenai konsep dasar penyakit katarak. b) Mahasiswa dapat mengerti mengenai konsep dasar asuhan keperawatan pada pasien katarak. c) Mahasiswa dapat membahas kasus yang ada mengenai katarak.

C. Sistematika Penulisan Adapun sistematika penulisan yang digunakan dalam pembuatan makalah ini adalah Bab I Pendahuluan, yang terdiri dari Latar Belakang, Tujuan Penulisan, dan Sistematika Penulisan. Kemudian di lanjutkan Bab II Konsep Dasar Penyakit Katarak yang terdiri dari Anatomi Fisiologi, Pengertian, Penyebab, Patofisiologi, Manifestasi Klinik, Pemeriksaan Diagnostik, Komplikasi, Penatalaksanaan Medik.

3

Bab III Konsep Asuhan Keperawatan pada pasien katarak yang meliputi Pengkajian Data, Diagnosa Keperawatan, Perencanaan, Dan Evaluasi. Bab IV Pembahasan Kasus. Bab V Penutup, yang berisikan Kesimpulan dan Saran. Dan di akhiri dengan Daftar Pustaka.

4

BAB II KONSEP DASAR PENYAKIT

A. Anatomi dan FisiologiMata adalah cerminan jiwa, demikian kata pepatah. Sehingga tidak ada salah jika kita membahas secara tuntas anatomi dan fisiologi mata. Anatomi dan fisiologi mata perlu diketahui lebih dalam, untuk mempelajari lebih lanjut kelainan-kelanainan yang biasa diderita yang berkaitan dengan kelainan pada mata. Secara struktral anatomis, bola mata berdiameter 2,5 cm dimana 5/6 bagiannya terbenam dalam rongga mata, dan hanya 1/6 bagiannya saja yang tampak pada bagian luar. Perhatikan gambar dibawah ini:

Gambar diatas adalah gambar anatomi mata. Bagian-bagian mata mempunyai fungsi-fungsi tertentu. Fungsi-fungsi dari anatomi mata adalah sebagai berikut:

Sklera: Melindungi bola mata dari kerusakan mekanis dan menjadi tempat melekatnya bola mata. Otot-otot mata, adalah Otot-otot yang melekat pada mata, terdiri dari: muskulus rektus superior (menggerakan mata ke atas) dan muskulus rektus inferior (mengerakan mata ke bawah).

5

Kornea: memungkinkan lewatnya cahaya dan merefraksikan cahaya. Badan Siliaris: Menyokong lensa dan mengandung otot yang memungkinkan lensa untuk beroakomodasi, kemudian berfungsijuga untuk mengsekreskan aqueus humor.

Iris: Mengendalikan cahaya yang masuk ke mata melalui pupil, mengandung pigmen. Lensa: Memfokuskan pandangan dengan mengubah bentuk lensa. Bintik kuning (Fovea): Bagian retina yang mengandung sel kerucut. Bintik buta: Daerah syaraf optic meninggalkan bagian dalam bola mata Vitreous humor: Menyokong lensa dan menjaga bentuk bola mata Aquous humor: Menjaga bentuk kantong bola mata

Otot, Saraf dan Pembuluh darah Pada Mata Otot yang menggerakan bola mata dengan fungsi ganda dan untuk pergerakan mata tergantung pada letak dan sumbu penglihatan sewaktu aksi otot. Otot penggerak bola mata terdiri enam otot yaitu:

Muskulus oblik inferior memiliki aksi primer eksotorsi dalam abduksi, dan memiliki aksi sekunder elevasi dalam adduksi, abduksi dalam elevasi. Muskulus oblik superior memiliki aksi primer intorsi dalam aduksi, dan aksi sekunder berupa depresi dalam aduksi, dan abduksi dalam depresi.

Muskulus rektus inferior memiliki aksi primer berupa gerakan depresi pada abduksi, dan memiliki aksi sekunder berupa gerakan ekstorsi pada abduksi, dan aduksi dalam depresi.

6

Muskulus rektus lateral memiliki aksi gerakan abduksi. Muskulus rektus medius memiliki aksi gerakan aduksi Muskulus rektus superior memiliki aksi primer yaitu elevasi dalam abduksi dan aksi sekunder berupa intorsi dalam aduksi serta aduksi dalam elevasi. Beberapa otot bekerja sama menggerakkan mata. Setiap otot dirangsang oleh saraf

kranial tertentu. Tulang orbita yang melindungi mata juga mengandung berbagai saraf lainnya.

Saraf optikus membawa gelombang saraf yang dihasilkan di dalam retina ke otak Saraf lakrimalis merangsang pembentukan air mata oleh kelenjar air mata Saraf lainnya menghantarkan sensasi ke bagian mata yang lain dan merangsang otot pada tulang orbita. Arteri oftalmika dan arteri retinalis menyalurkan darah ke mata kiri dan mata kanan,

sedangkan darah dari mata dibawa oleh vena oftalmika dan vena retinalis. Pembuluh darah ini masuk dan keluar melalui mata bagian belakang. Struktur pelindung Struktur di sekitar mata melindungi dan memungkinkan mata bergerak secara bebas ke segala arah. Struktur tersebut melindungi mata terhadap debu, angin, bakteri, virus, jamur dan bahan-bahan berbahaya lainnya, tetapi juga memungkinkan mata tetap terbuka sehingga cahaya masih bisa masuk.

Orbita adalah rongga bertulang yang mengandung bola mata, otot-otot, saraf, pembuluh darah, lemak dan struktur yang menghasilkan dan mengalirkan air mata.

7

Kelopak

mata

merupakan

lipatan kulit tipis yang melindungi mata. Kelopak mata secara refleks segera menutup untuk melindungi mata dari benda asing, angin, debu dan cahaya yang sangat terang.

Ketika berkedip, kelopak mata membantu menyebarkan cairan ke seluruh permukaan mata dan ketika tertutup, kelopak mata mempertahankan kelembaban permukaan mata. Tanpa kelembaban tersebut, kornea bisa menjadi kering, terluka dan tidak tembus cahaya. Bagian dalam kelopak mata adalah selaput tipis (konjungtiva) yang juga membungkus permukaan mata.

Bulu mata merupakan rambut pendek yang tumbuh di ujung kelopak mata dan berfungsi membantu melindungi mata dengan bertindak sebagai barrier (penghalang). Kelenjar kecil di ujung kelopak mata menghasilkan bahan berminyak yang mencegah penguapan air mata.

8

Kelenjar lakrimalis terletak di puncak tepi luar dari mata kiri dan kanan dan menghasilkan

air mata yang

encer.

Air mata mengalir dari mata ke dalam hidung melalui 2 duktus lakrimalis; setiap duktus memiliki lubang di ujung kelopak mata atas dan bawah, di dekat hidung. Air mata berfungsi menjaga kelembaban dan kesehatan mata, juga menjerat dan membuang partikel-partikel kecil yang masuk ke mata. Selain itu, air mata kaya akan antibodi yang membantu mencegah terjadinya infeksi. Bola mata mempunyai 3 lapis dinding yang mengelilingi rongga bola mata. Ketiga lapis dinding ini dari luar ke dalam adalah sebagai berikut:

9

Sklera Sklera merupakan jaringan ikat dengan serat yang kuat; berwarna putih buram (tidak tembus cahaya), kecuali di bagian depan bersifat transparan, disebut kornea. Konjungtiva adalah lapisan transparan yang melapisi kornea dan kelopak mata. Lapisan ini berfungsi melindungi bola mata dari gangguan. Koroid Koroid berwarna coklat kehitaman sampai hitam merupakan lapisan yang berisi banyak pembuluh darah yang memberi nutrisi dan oksigen terutama untuk retina. Warna gelap pada koroid berfungsi untuk mencegah refleksi (pemantulan sinar). Di bagian depan, koroid membentuk badan siliaris yang berlanjut ke depan membentuk iris yang berwarna. Di bagian depan iris bercelah membentuk pupil (anak mata). Melalui pupil sinar masuk. Iris berfungsi sebagai diafragma, yaitu pengontrol ukuran pupil untuk mengatur sinar yang masuk. Badan siliaris membentuk ligamentum yang berfungsi mengikat lensa mata. Kontraksi dan relaksasi dari otot badan siliaris akan mengatur cembung pipihnya lensa.

10

Retina Lapisan ini peka terhadap sinar. Pada seluruh bagian retina berhubungan dengan badan sel-sel saraf yang serabutnya membentuk urat saraf optik yang memanjang sampai ke otak. Bagian yang dilewati urat saraf optik tidak peka terhadap sinar dan daerah ini disebut bintik buta.

Adanya lensa dan ligamentum pengikatnya menyebabkan rongga