kmb fraktur

Download KMB fraktur

Post on 18-Jul-2015

602 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Berkembangnya ilmu pengetahuan yang semakin canggih, maka banyak pula teknologi canggih yang diciptakan manusia. Teknologi canggih tersebut diantaranya adalah teknologi kendaraan bermotor yang banyak di konsumsi dalam dan luar negeri. Akibat bertambahnya produksi kendaraan tersebut maka bertambah pula angka kejadian kecelakaan. Kecelakaan akibat kendaraan bermotor tersebut salah satunya adalah fraktur. Fraktur adalah rusaknya kontinuitas tulang yang disebabkan tekanan eksternal yang datang lebih besar dari yang dapat diserap oleh tulang. (Linda Juall C) Umumnya fraktur disebabkan oleh trauma atau aktivitas fisik di mana terdapat tekanan yang berlebihan pada tulang. Fraktur lebih sering terjadi pada laki laki dari pada perempuan dengan umur dibawah 45 tahun dan sering berhubungan dengan olahraga, pekerjaan atau luka yang disebabkan oleh kecelakaan kendaraan bermotor. Gejala dari fraktur adalah nyeri, pemendekan ekstermitas, krepitus (sensasi berderak yang teraba dan sering ditemukan pada tulang rawan sendi yang menjadi kasar), pembengkakan lokal, dan perubahan warna. Adapun akibat komplikasi keparahan yang terjadi bila tidak segera tertangani adalah kerusakan arteri, kompartement syndrom, fat embolism syndrom, infeksi, avaskuler nekrosis, dan shock Jumlah korban kecelakaan lalu lintas diindonesia cenderung turun, yaitu 47.401 orang pada tahun 1989, menjadi 32.815 orang pada tahun 1995. Rasio jumlah korban cedera sebesar 16,80 per 10.000 penduduk. Angka kematian tertinggi berada di wilayah kalimantan timur, yaitu 11,07 per 100.000 penduduk dan terendah di jawa tengah, yaitu sebesar 2,67 per 100.000 penduduk. Sedangkan diindonesia dikumpulkan oleh unit pelaksana teknis makmal imunoendokrinologi fakultas kedokteran universitas indonesia, pada tahun 2006 dari 1690 kasus kecelakaan lalu lintas, ternyata memiliki faktur femur 249 kasus atau 14,7 %. Sedangkan berdasarkan data RSPAD gatot soebroto pada tahun 2011 adalah 178 orang.

Melihat angka kejadian di atas yang semakin tinggi, maka peran perawat pun sangat dibutuhkan. Ada pun peran perawat dalam merawat klien fraktur adalah promotif yaitu peran perawat sebagai pendidik dimana perawat akan melakukan peyuluhan tentang fraktur kepada masyarakat dan klien fraktur, preventif yaitu peran perawat dalam pencegahan penyakit fraktur, dimana perawat akan menjelaskan pencegahan dari fraktur, kuratif yaitu peran perawat sebagai penyembuhan pada klien fraktur, dimana klien akan dirawat oleh perawat agar klien sembuh secara bertahap, dan rehabilitasi yaitu peran perawat sebagai merehabilitasi klien fraktur demi meningkatkan pengetahuan secara mendalam tentang fraktur. Dengan penjelasan dan jumlah angka kematian maka penulis tertarik untuk membuat makalah tentang asuhan keperawatan klien fraktur. Agar penulis dapat mempelajari dalam lagi tentang fraktur. lebih

B. Tujuan Penulisan 1. Tujuan umum Mahasiswa dapat memahami asuhan keperawatan pada klien fraktur 2. Tujuan khususa. Mahasiswa dapat menjelaskan anatomi fisiologi tulang

b. Mahasiswa dapat menjelaskan konsep fraktur mulai dari definisi, jenis jenis fraktur, etiologi, patofisiologi, komplikasi, dan penatalaksanaan c. Mahasiswa dapat memahami proses keperawatan pada klien fraktur mulai dari pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. C. Ruang Lingkup Penulis membahas penelitian ini mulai dari tanggal 21 maret 2012 sampai dengan tanggal 4 april 2012 dengan judul Asuhan Keperawatan pada klien Fraktur.

D. Metode penulisan

Dalam pembuatan makalah ini digunakan metode penulisan yang berdasarkan literatur atau metode pustaka. E. Sistematika Penulisan Pada halaman pertama terdapat cover yang berisikan judul makalah dan nama kelompok. Dilanjut dengan kata pengantar yang berisikan ucapan terimasih telah terbuatnya makalah ini. Lalu lembar berikutnya terdapat daftar isi yang berisikan halaman halaman pada makalah ini. Dan BAB I Pendahuluan yang berisikan tentang latar belakang, tujuan penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan. Lalu BAB 2 Tinjauan Teoritis berisikan tentang pambahasan dari makalah. BAB III penutup berisikan kesimpulan dan saran. Lalu halaman terakhir Daftar Pustaka yang berisikan sumber sumber buku yang di dapat.

BAB II TINJAUAN TEORITIS

A. Anatomi Fisiologi 1. Struktur Tulang Tulang adalah jaringan yang paling keras di antara jaringan ikat lainnya pada tubuh. Tulang terdiri atas hampir 50% air, garam garam mineral terutama garam kalsium 67% dan bahan seluler 33%. Struktur tulang yang dapat dilihat dengan mata telanjang ialah struktur kasar dengan bantuan mikroskop dapat diamati struktur halusnya. Bagian paling luar adalah selaput pembungkus tulang atau periosterium. Selaput ini banyak mengandung pembuluh darah, yang memberikan makanan kepada sel sel tulang. Pada selaput pembungkus tulang inilah otot otot melekat.

Tulang terdiri atas dua jenis jaringan, yaitu jaringan padat dan jaringan seperti spons. Jaringan padat (kompak) tulang keras dan padat. Dijumpai pada tulang pipih dan tulang pipa dan sebagai lapisan tipis menutup semua tulang. Jaringan tulang membentuk jala yang

mempunyai struktus seperti spons. Dijumpai terutama pada ujung tulang pipa, dalam tulang pendek dan sebgai lapisan tengah antara dua lapisan padat pada tulang pipih seperti pada tulang tengkorak dan tulang rusuk. ( Kus Irianto, 2004 )

2. Jenis jenis tulang Menurut Kus Irianto (2004), rangka tubuh manusia tersusun atas 3 macam jenis tulang, yaitu :

a.

Tulang Rawan (Kartilago)

Tulang rawan terbuat dari bahan yang padat, bening, dan putih kebiru biruan. Sangat kuat tetapi kurang dibandingkan dengan tulang (tulang keras). Dijumpai terutama pada sendi dan diantara dua tulang. Mula mula tulang embrio adalah tulang rawan. Kemudian hanya pusat pusat yang masih tumbuh saja yang dipertahankan sebagai tulang rawan. Dan bila usia dewasa tercapai, maka tulang rawan hanya dijumpai sebagai penutup ujung ujung tulang. Tulang rawan tidak mengandung pembuluh darah tetapi diselubungi membran, yaitu periosterium, tempat tulang rawan mendapatkan darah. Ada tiga jenis tulang rawan yang memperlihatkan ciri cirinya yang khusus, yaitu: 1) Tulang rawan hialin Terdiri atas serabut serabut kolagen yang terbenam dalam bahan dasar yang bening seperti kaca. Kuat dan elastis dan dijumpai menutupi ujung tulang pipa sebagai tulang rawan sendi. Juga pada tulang rawan iga, pada hidung, laring, trakhea dan pada bronkhus supaya tetap terbuka. Sel tulang rawan hialin pada dasarnya disusun dalam kelompok kelompok kecil didalam matriks yang kuat.

2)

Tulang rawan fibrosa Terbentuk oleh berkas berkas serabut dengan sel tulang rawan tersusun

diantara berkas serabut itu dan dijumpai ditempat yang memerlukan kekuatan besar, seperti pada tulang panggul dan tulang tempurung lutut.

3)

Tulang rawan elastis Berwarna kuning sebab mengandung sejulah besar serabut elastis berwarna

kuning. Terdapat pada daun telinga, cuping hidung dan tabung eustakhius. Bila ditekan atau dibengkokkan terasa lentur dan cepat kembali ke bentuknya semula. Tulang rawan ini tidak akan mengalami perubahan menjadi tulang keras, walaupun orang itu telah dewasa.

b.

Tulang keras

Tulang keras yang kita sebut sehari hari sebagai tulang saja berasal dari tulang rawan. Tulang tersusun atas sel sel tulang yang hidup. Ruang antar selnya tersusun atas zat kapur (kalsium), fosfor, protein dan zat perekat. Zat kapur (kalsium) dan fosfor yang terkandung dalam matriks menyebabkan tulang menjadi keras dan tidak lentur. Pada tulang anak banyak mengandung zat perekat, sehingga mudah dilenturkan, sedangkan pada orang dewasa sedikit zat perekatnya. Karena itu rapuh dan kalau patah akan lambat masa penyembuhannya. Inilah yang membedakan tulang keras dengan tulang rawan.

c.

Pengikat sendi (ligamen)

Ikat sendi merupakan jaringan pengikat yang sifatnya tetap lentur (elastis). Sesuai dengan namanya, ikat sendi berfungsi menghubungkan dua atau beberapa tulang yang dapat bergerak, sehingga membentuk suatu sendi dan melindungi sendi tersebut. Pada umumnya pengikat sendi ini terdapat pada daerah persendian untuk mencegah pergeseran persendian. Tulang tulang didalam tubuh saling berhubungan satu sama lain. Hubungan antar tulang disebut Artikulasi. Terbentuknya ikat sendi dapat dijelaskan sebagai berikut : mula mula tulang rawan (kartilago) di daerah sendi tersebut akan membengkak. Kedua ujungnya akan diliputi suatu jaringan pengikat, sedangkan jaringan serabut tetap menjaga agar kedua ujung tulang rawan tersebut mulai terisi sel sel tulang, maka keduanya diselaputi oleh selaput sendi yang liat. Selaput ini menghasilkan semacam minyak pelumas yang disebut minyak sendi atau minyak sinovial.

3. Berbagai bentuk tulang

Tulang tulang yang menyusun kerangka tubuh manusia cukup banyak jumlahnya sesuai dengan bentuk dan formasinya. Menurut Kus Irianto (2004), secara garis besarnya bentuk tulang dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu : a. Tulang pipa atau tulang panjang Tulang pipa atau tulang panjang dijumpai dalam anggota gerak. Setiap tulang pipa terdiri atas bagian batang dan dua bagian ujung. Tulang pipa bekerja sebagai alat ungkit dari tubuh dan memungkinkan bergerak. Dibagian pusatnya terdapat rongga besar, berisi sumsum kuning dan banyak mengandung zat lemak. Contoh tulang pipa adalah tulang lengan atas, tulang hasta, tulang pengumpil, tulang tangan dan tulang betis. Suatu tulang terdiri dari beberapa bagian : a. b. c. Epifisis, yaitu kedua ujung tulang Diafisis, yaitu bagian tengah tulang Metafisis, yaitu sambungan epifisis dan

diafisis d. e. Tulang rawan daerah sendi Kanalis medularis, yaitu rongga

memanjang di dalam diafisis yang diisi oleh sumsum tulang kuning. f. Periosterium, yaitu selaput yang menyelimuti bagian luar tulang.