tugas kuliah ke 3.docx

Download TUGAS KULIAH KE 3.docx

Post on 05-Dec-2014

296 views

Category:

Documents

19 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

TUGAS KULIAH KE 3 PRODUK-PRODUK TURUNAN INDUSTRI PETROKIMIA GRUP C4 (BUTANA ,BUTILENA DAN BUTADIENA )

TUGAS UNTUK MEMENUHI PERSYARATAN MATA KULIAH TEKNOLGI PETROKIMIA DAN GAS NAMA : MUHAMMAD HERMANTO NIM : 3081003008 DOSEN : LIA CUNDARI ST. MT. JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2013

KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmanirrohim Segala puji syukur kita haturkkan kepada Allah S.W.T yang telah memberi anugrah berupa ilmu pengetahuan yang sangat luas bagi umat manusia. Serta rahmat-Nya berupa penciptaan alam semesta yang penuh dengan manfaat bagi kehidupan manusia. Dalam industry petrokimia, produk-produk turunannya dibagi berdasarkan bahan bakunya. Ada yang termasuk grup C1 ,C2 ,C3, C4 , dan grup aromatic. Dalam makalah ini akan dijelaskan secara khusus grup turunan C4. Industri petrokimia dari grup C4 yang terkenal adalah pembuatan polimer berupa karet sintetis, Semoga makalah ini bisa menjadi bahan referensi tentang industri petrokimia. Kritik dan saran diperlukan untuk memperbaiki makalah ini agar lebih baik.

Palembang, Februari 2013 Penyusun

DAFTAR ISI

Halaman judul1 Kata pengantar...2 Daftar isi3 Bab I. PENDAHULUAN4 I.I. LATAR BELAKANG4 I.II. TUJUAN ..5 I.III. RUANG LINGKUP5 Bab II. PEMBAHASAN6 II.I. TINJAUAN PUSTAKA.6 A. BUTANA....7 B. BUTENA (BUTILENA).. C. BUTADIENA (1,3 BUTADIENA). BAB III. PROSES PEMBUATAN PRODUK PETROKIMIA C4 III.I. PEMBUATAN STYRENE BUTADIENE RUBBER (SBR) A. LATAR BELAKANG.. B. SEJARAH PERKEMBANGAN.. C. PROSES PEMBUATAN.. D. SIFAT KIMIA DAN FISIKA.. E. DIAGRAM PROSES... F. PENGGUNAAN SBR. BAB. IV. KESIMPULAN DAN SARAN DAFTAR PUSTAKA..

BAB I PENDAHULUAN

I.I. LATAR BELAKANG Industri petrokimia merupakan industri yang mengolah minyak bumi sebagai bahan untamanya menjadi bahan-bahan kimia non-BBM(bahan bakar minyak). Artinya minyak bumi yang di dapatkan di olah menjadi bahan lain misalnya ; bahan dasar pupuk,bahan dasar plastik, karet sintetik, obat-obatan, dan lain sebagainya. Perkembangan industri petrokimia didukung oleh kemajuan teknologi serta pemikiran manusia bahwa jika minyak bumi hanya di jadikan bahan bakar saja, maka minyak bumi akan menimbulkan masalah baik dari dampak lingkungan yaitu pencemaran dan polusi. Serta pemanfaatannya kurang maksimal karena jika minya bumi semua di konversi menjadi BBM maka yang tersisa nantinya hanyalah gas-gas karbon. Berbeda jika minyak bumi di olah menjadi produk-produk petrokimia, manfaatnya sangat luas sekali, yaitu mampu memenuhi kebutuhan secara komersil maupun industrial. Industri petrokimia dibagi berdasarkan grup hidrokarbon meliputi grup C1, C2, C3, C4, dan grup aromatik. Untuk grup C1 produk akhirnya seperti ammonia, pupuk urea, carbon black, methanol, da formaldehid. Grup C2 menghasilkan polietilen, etanol, plastic pembungkus, polivinilclorida(PVC), dll. Grup C3 meliputi propane ataupun propilena menghasilkan produkproduk polimer plastic seperti polipropilena (PP), isopropyl, dan gliserol. Untuk grup C4 seperti butane atau butilena akan dibahas secara rinci pada makalah ini. Namun secara umum menghasilkan karet sintetik yang merupakan bahan industry yang sangat penting. Grup aromatik yaitu benzene, toluene, dan xylena atau yang lebih dikenal dengan sebutan BTX. Grup ini nantinya aan menghasilkan produk seperti deterjen, TNT, nilon, dll. Industri petrokimia dari grup C4 yang terkenal adalah pembuatan karet sintetik. Penggunaan karet sintetik sangat penting dalam kehidupan sehari-hari

I.II. TUJUAN Adapun tujuan penyusunan makalah ini adalah : Mengumpulkan informasi tentang produk-produk yang dihasilkan dari industri petrokimia. Khususnya grup C4 Memahami beberapa proses pembuatan karet sintetik yang merupakan produk turunan dari butadiene sebagai petrokimia grup C4 Mengkaji sejauh mana perkembangan industri petrokimia grup C4 di Indonesia

I.III. RUANG LINGKUP Makalah ini akan membahas industri petrokimia secara khusus hanya pada grup C4 yaitu tentang turunan grup C4 sampai menjadi produk akhir yang berupa karet sintetik. Juga membahas tentang pembuatan SBR dan karet sintetik lainnya.

BAB II PEMBAHASAN

II.I. TINJAUAN PUSTAKA Industri petrokimia yang merupakan industri kimia yang sangat luas cakupannya. Secara umum industri petrokimia adalah industri kimia yang mengolah bahan baku berupa minyak bumi dan gas alam untuk di jadikan produk dasar, produk antara, produk akhir, dan produk jadi. Pada pembahasan makalah sebelumnya telah di jelaskan secara rinci tentang industri petrokimia dan bahan bakunya. Industri petrokimia grup C4 adalah industri petrokimia yang khusus mengolah bahan baku hidrokarbon rantai C4 untuk menjadi produk-produk yang sangat luas. Hidrokarbon C4 merupakan hidrokarbon dengan jumlah atom karbon empat, baik yang berupa hidrokarbon paraffin (butana) dann hidrokarbon olefin (butena/butilena dan butadiene ). Hidrokarbon C4 merupakan campuran dari butana, butena(butilena) , dan butadiene. Industri petrokimia C4 masih mengandalkan bahan bakunya dari minyak bumi dan gas alam. Hampir semua jenis minyak bumi mengandung campuran diatas. Atau senyawa tersebut dibuat secara sintetik, misalnya senyawa butadiene yang dibuat dari bahan baku butana. Berikut akan kita jelaskan ketiga senyawa penting tersebut . dari cara memperolehnya, sifat-sifatnya, produk turunan, dan lain sebagainya.

A. BUTANA Butana (butane) adalah senyawa hidrokarbon C4 dengan rumus molekulnya C4H10 . senyawa hidrokarbon yang termasuk stabil ini adalah senyawa penting dalam industry petrokimia. Butana adalah gas suhu kamar dan tekanan atmosfer. Istilah dapat merujuk kepada salah satu dari dua isomer struktural, n-butana atau isobutana (atau "metilpropana"), atau campuran dari isomer. Dalam tatanama IUPAC, butana hanya merujuk kepada isomer n-butana (yang merupakan isomer dengan struktur bercabang). Butana yang mudah terbakar, tidak berwarna, gas mudah dicairkan. Gas butana di peroleh dari ekstraksi dan adsorbs gas alam. Gas butana jika dibakar dengan oksigen berlebih akan membentuk gas karbondioksida (CO2) dan uap air. Sedangkan jika dibakar dengan oksigen yang terbatas akan membentu jelaga

(karbon). Temperatur nyala adiabatik maksimum dari butana dengan udara adalah 2.243 K (1.970 C, 3.578 F). n-Butana adalah bahan baku untuk proses katalitik DuPont untuk persiapan anhidrida maleat:

2CH3CH2CH2CH3 + n-butana

7O2

2C2H2(CO)2O +

8H2O air

oksigen

anhidrat maleat

n-Butana, seperti semua hidrokarbon, mengalami klorinasi radikal bebas menghasilkan baik 1-kloro-2-dan CHLOROBUTANES, serta turunannya lebih tinggi diklorinasi. Tingkat relatif klorinasi ini sebagian dijelaskan oleh energi ikatan disosiasi yang berbeda, 425 dan 411 kJ/mol untuk dua jenis obligasi CH. Butana Normal terutama digunakan untuk campuran bensin, sebagai bahan bakar gas, baik sendiri atau dalam campuran dengan propana, dan sebagai bahan baku untuk pembuatan etilena dan butadiena, bahan utama karet sintetis. Isobutana terutama digunakan oleh kilang untuk meningkatkan kandungan oktan bensin motor. Ketika dicampur dengan propana dan hidrokarbon lainnya, ini disebut sebagai komersial LPG, untuk elpiji. Hal ini digunakan sebagai komponen bensin, sebagai bahan baku untuk produksi petrokimia dasar dalam perengkahan uap(steam cracking), sebagai bahan bakar untuk pemantik rokok dan sebagai propelan dalam semprotan aerosol seperti deodoran. Selain itu, butana bertindak sebagai agen campuran untuk bensin di berbagai tingkat sepanjang tahun. Bentuk yang sangat murni dari butana, isobutana khususnya, dapat digunakan sebagai refrigeran dan telah banyak menggantikan lapisan ozon-depleting halomethanes, misalnya dalam lemari es rumah tangga dan freezer. Sistem operasi tekanan lebih rendah dari butana untuk halomethanes, seperti R-12, R-12 sehingga sistem seperti pada sistem pengkondisian udara otomotif, bila dikonversi ke butana tidak akan berfungsi optimal. Butana juga digunakan sebagai bahan bakar ringan ringan untuk umum atau obor butana dan dijual dalam botol sebagai bahan bakar untuk memasak dan berkemah. Menghirup butana dapat menyebabkan euforia, mengantuk, narkosis, asfiksia, aritmia jantung, kehilangan memori sementara dan radang dingin, yang dapat mengakibatkan kematian akibat sesak napas dan fibrilasi ventrikel. Butana adalah zat berbahaya yang paling sering

disalahgunakan di Inggris. Dengan penyemprotan butana langsung ke tenggorokan, jet cairan dapat mendinginkan cepat sampai -20 C dengan ekspansi, menyebabkan spasme laring berkepanjangan . "kematian sniffer mendadak itu" sindrom, pertama kali dijelaskan oleh Bass pada tahun 1970.

anhidrat maleat n-butana LPG LNG 1,3 BUTADIENA BUTENAGambar 1. Turunan butane

B.

BUTENA (BUTILENA) Butena, juga dikenal sebagai butilena, adalah alkena dengan rumus C4H8. Ini adalah gas

berwarna yang hadir dalam minyak mentah sebagai konstituen kecil dalam jumlah yang terlalu kecil untuk ekstraksi . Oleh karena itu butilena diperoleh dengan catalytic cracking dari hidrokarbon rantai panjang kiri selama penyulingan minyak mentah. Cracking menghasilkan campuran produk, dan butena yang diekstrak dari proses ini dengan distilasi fraksional. Butena dapat digunakan sebagai monomer untuk polybutene tetapi polimer ini lebih mahal daripada alternatif rantai karbon lebih pendek seperti polypropylene. Oleh karena itu polibutilena sering digunakan sebagai co-polimer (dicampur dengan polimer lain, baik selama atau setelah reaksi). Di antara molekul yang memiliki rumus kimia C4H8 empat isomer adalah alkena. Keempat hidrokarbon memiliki empat atom karbon dan satu ikatan ganda dalam molekul mereka, tetapi memiliki struktur kimia yang berbeda. Nama-nama IUPAC dan umum, masingmasing, senyawa kimia:

Sumber:www.wikipedia.com Gambar 2. Isomer butilena Dalam struktur kimia di atas, angka-angka biru kecil dalam gambar struktur adalah penomoran dari atom dalam ra