skenario 5 blok 15

Click here to load reader

Post on 15-Jul-2016

22 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

laporan tutorial

TRANSCRIPT

Pertanyaan hari pertama a. Terapi Sulih HormoneIndikasi Gejala vasomotorik. Gejala urogenital. Gejala psikogenik. Gejala lain: mata kering, mulut kering, kuku rapuh, kerongkongan kering, lidah terasa panas, gangguan pengecapan. Tidak terdapat keluhan: TSH tetap diberikan untuk pencegahan.Kontraindikasi Absolut Kanker payudara, kanker endometrium. Perdarahan pervaginam belum jelas penyebabnya. Kerusakan hati berat, porfiria, tromboemboli aktif. Hiperlipidemia karena kelainan heriditer.Kontraindikasi Relatif Mioma uteri, endometriosis, tumor jinak payudara atau ovarium. Batu empedu, diabetes mellitus (DM), varises, hiperplasia endometrium. Infark miokard, keganasan ovarium, asma, bronkitis. Anemia bulan sabit, multipel sklerosis, epilepsi.

b. Menarche, menopause, paritasKarakteristik reproduktif yang berhubungan dengan risiko terjadinya kanker payudara adalah nuliparitas, menarche pada umur muda, menopause pada umur lebih tua, dan kehamilan pertama pada umur tua. Risiko utama kanker payudara adalah bertambahnya umur. Diperkirakan, periode antara terjadinya haid pertama dengan umur saat kehamilan pertama merupakan window of initiation perkembangan kanker payudara. Secara anatomi dan fungsional, payudara akan mengalami atrofi dengan bertambahnya umur. Kurang dari 25% kanker payudara terjadi pada masa sebelum menopause sehingga diperkirakan awal terjadinya tumor terjadi jauh sebelum terjadinya perubahan klinis.

c. Lebih tinggi resiko perempuan yang tidak hamil dan melahirkanPerempuan yang memiliki siklus menstruasi lebih banyak, karena mereka mulai menstruasi lebih awal (55 tahun), memiliki risiko yang lebih tinggi terkena kanker payudara. Peningkatan risiko mungkin karena paparan seumur hidup lebih lama terhadap hormon estrogen dan progesteron. Paritas, riwayat reproduksi, dan riwayat menyusui, jumlah paritas yang banyak (multipara) erat kaitannya dengan penurunan risiko kanker payudara. Perempuan yang tidak memiliki anak atau kelahiran hidup anak pertama setelah usia 30 tahun memiliki risiko kanker payudara yang lebih tinggi. Kehamilan beberapa kali dan hamil pada usia muda mengurangi risiko kanker payudara. Sebaliknya usia kehamilan penuh pertama yang lebih tua mempunyai risiko lebih tinggi terkena kanker payudara. Kehamilan mengurangi jumlah siklus menstruasi selama hidup, yang mungkin menjadi alasan untuk efek ini (American Cancer Society, 2013). Beberapa studi menunjukkan bahwa menyusui dapat menurunkan risiko kanker payudara, terutama jika dilanjutkan selama 1-2 tahun, dikarenakan berkurangnya jumlah total siklus menstruasi.

d. Kontrasepsi Hormon estrogen eksogen, baik dalam bentuk kontrasepsi oral kombinasi (Combined Oral Contraception/ COC) atau terapi sulih hormon (Hormone Replacement Therapy/ HRT), juga mengakibatkan peningkatan risiko kanker payudara, namun hal ini tergantung pada durasi paparan dan apakah hormon estrogen yang digunakan dalam bentuk tunggal atau dalam bentuk kombinasi dengan progesteron Data tentang efek kontrasepsi oral pada risiko terjadinya kanker payudara masih kontroversial. Beberapa studi menunjukkan peningkatan risiko kanker payudara pada pengguna kontrasepsi oral jangka panjang (>7 tahun), sedangkan pada beberapa penelitian lain, tidak ada terlihat perbedaan yang signifikan. Penggunaan terapi hormon postmenopause jangka panjang dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena kanker payudara. Sebaliknya, terapi hormon jangka pendek tampaknya tidak meningkatkan risiko kanker payudara secara signifikan. Pada sebuah studi yang dilakukan di Oxford yang meneliti 52.705 wanita yang menggunakan HRT 5 tahun menunjukkan 3-9 kasus kanker payudara/ 1000 wanita yang menggunakan HRT selama 10 tahun dan 5-20 kasus kanker payudara/ 1000 wanita yang menggunakan HRT selama 15 tahun.Terapi hormon estrogen (sering dikombinasikan dengan progesteron) telah digunakan selama bertahun-tahun untuk membantu meringankan gejala menopause dan membantu mencegah osteoporosis. Terapi hormon estrogen tuggal setelah menopause tidak meningkatkan risiko kanker payudara, akan tetapimenggunakan terapi kombinasi hormon (estrogen-progesteron) setelah menopause meningkatkan risiko kanker payudara. Hal ini juga dapat meningkatkan kemungkinan kematian akibat kanker payudara. Peningkatan risiko dapat dilihat hanya dalam 2 tahun penggunaan. Risiko kanker payudara akan kembali seperti populasi umum setelah 5-10 tahun menghentikan penggunaan terapi kombinasi hormon.

Carsinoma MammaeA. DefinisiKanker payudara adalah tumor ganas yang menyerang jaringan payudara. Jaringan payudara tersebut terdiri dari kelenjar susu, saluran kelenjar, dan jaringan penunjang payudara. Kanker payudara menyebabkan sel dan jaringan payudara berubah bentuk menjadi abnormal dan bertambah banyak secara tidak terkendaliTerdapat beberapa jenis kanker payudara : Karsinoma in situ : Karsinoma in situ artinya adalah kanker yang masih berada pada tempatnya, merupakan kanker dini yang belum menyebar atau menyusup keluar dari tempat asalnya. Karsinoma duktal : Karsinoma duktal berasal dari sel-sel yang melapisi saluran yang menuju ke puting susu. Sekitar 90% kanker payudara merupakan karsinoma duktal. Kanker ini bisa terjadi sebelum maupun sesudah masa menopause. Kadang kanker ini dapat diraba dan pada pemeriksaan mammogram, kanker ini tampak sebagai bintik-bintik kecil dari endapan kalsium (mikrokalsifikasi). Kanker ini biasanya terbatas pada daerah tertentu di payudara dan bisa diangkat secara keseluruhan melalui pembedahan. Sekitar 25-35% penderita karsinoma duktal akan menderita kanker invasif (biasanya pada payudara yang sama). Karsinoma lobuler : Karsinoma lobuler mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, biasanya terjadi setelah menopause. Kanker ini tidak dapat diraba dan tidak terlihat pada mammogram, tetapi biasanya ditemukan secara tidak sengaja pada mammografi yang dilakukan untuk keperluan lain. Sekitar 25-30% penderita karsinoma lobuler pada akhirnya akan menderita kanker invasif (pada payudara yang sama atau payudara lainnya atau pada kedua payudara). Kanker invasif : Kanker invasif adalah kanker yang telah menyebar dan merusak jaringan lainnya, bisa terlokalisir (terbatas pada payudara) maupun metastatik (menyebar ke bagian tubuh lainnya). Sekitar 80% kanker payudara invasif adalah kanker duktal dan 10% adalah kanker lobuler. Karsinoma meduler : Kanker ini berasal dari kelenjar susu. Karsinoma tubuler : Kanker ini berasal dari kelenjar susu.

B. EpidemiologiKarsinoma payudara pada wanita menduduki tempat nomor dua setelah karsinoma serviks uterus. Di Amerika Serikat, karsinoma payudara merupakan 28% kanker pada wanita kulit putih, dan 25% pada wanita kulit hitam. Kurva insidens usia bergerak naik terus sejak usia 30 tahun. Kanker ini jarang sekali ditemukan pada wanita usia di bawah 20 tahun. Angka tertinggi terdapat pada usia 45-66 tahun. Insidens karsinoma mamae pada lelaki hanya 1% dari kejadian pada perempuan.C. Faktor resiko UsiaSekitar 60% kanker payudara terjadi pada usia diatas 60 tahun. Resiko terbesar ditemukan pada wanita berusia diatas 75 tahun. Faktor genetik dan hormonal. Telah ditemukan 2 varian gen yang tampaknya berperan dalam terjadinya kanker payudara, yaitu BRCA1 dan BRCA2. Jika seorang mwanita memiliki salah satu dari gen tersebut, maka kemungkinan menderita kanker payudara sangat besar. Gen lainnya yang juga diduga berperan dalam terjadinya kanker payudara adalah p53, BARD1, BRCA3 dan Noey2. Kenyataan ini menimbulkan dugaan bahwa kanker payudara disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel yang secara genetik mengalami kerusakan. Faktor hormonal juga penting karena hormon memicu pertumbuhan sel. Kadar hormon yang tinggi selama masa reproduktif wanita, terutama jika tidak diselingi oleh perubahan hormonal karena kehamilan, tampaknya meningkatkan peluang tumbuhnya sel-sel yang secara genetik telah mengalami kerusakan dan menyebabkan kanker. Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara Wanita yang ibu, saudara perempuan atau anaknya menderita kanker, memiliki resiko 3 kali lebih besar untuk menderita kanker payudara. Menarke (menstruasi pertama) sebelum usia 12 tahun, menopause setelah usia 55 tahun, kehamilan pertama setelah usia 30 tahun atau belum pernah hamilSemakin dini menarke, semakin besar resiko menderita kanker payudara. Resiko menderita kanker payudara adalah 2-4 kali lebih besar pada wanita yang mengalami menarke sebelum usia 12 tahun. Faktor resiko lainnya Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kanker rahim, ovarium dan kanker usus besar serta adanya riwayat kanker dalam keluarga bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. PenyinaranPemaparan terhadap penyinaran (terutama penyinaran pada dada), pada masa kanak-kanak bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara.

D. Patofisiologi Sel-sel kanker dibentuk dari sel-sel normal dalam suatu proses rumit yang disebut transformasi, yang terdiri dari tahap inisiasi danpromosi. Fase inisiasi.Pada tahap inisiasi terjadi suatu perubahan dalam bahan genetik sel yang memancing sel menjadi ganas. Perubahan dalam bahangenetiksel ini disebabkan oleh suatu agen yang disebutkarsinogen, yang bisa berupa bahankimia,virus,radiasi(penyinaran) atausinar matahari. Tetapi tidak semua sel memiliki kepekaan yang sama terhadap suatu karsinogen. Kelainan genetik dalam sel atau bahan lainnya yang disebut promotor, menyebabkan sel lebih rentan terhadap suatu karsinogen. Bahkan gangguanfisikmenahunpun bisa membuat sel menjadi lebih peka untuk mengalami suatu keganasan. Fase promosi.Pada tahap promosi, suatu sel yang telah mengalami inisiasi akan berubah menjadi ganas. Sel yang belum melewati tahap inisiasi tidak akan terpengaruh oleh promosi. Karena itu diperlukan beberapa faktor untuk terjadinya keganasan (gabungan dari sel yang peka dan suatu karsinogen).

E. Manifestasi klinisUmumnya berupa benjolan yang tidaknyeripada payudara. Benjolan itu mula-mula kecil, semakin lama akan semakin besar, lalu melekat padakulitatau menimbulkan per