makalah tiroid

Download MAKALAH TIROID

Post on 03-Jan-2016

162 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

MAKALAH TIROID BLOM ENDKRIN

TRANSCRIPT

TERMINOLOGI

Mata exophtalmus

Massa soliter

Vascular bruit

Tremor

Antibodi peroksidase tiroidPROBLEM

1. Apa yang menyebabkan ibu merasa lemah dan mudah lelah?

2. Mengapa ibu mengalami konstipasi selama < 3x seminggu?

3. Bagaimana hubungan perasaan cepat lelah dengan jumlah haid yang bertambah?

4. Apa yang menyebabkan berat badannya bertambah dan ada benjolan dileher bagian depan?

5. Faktor apakah yang mempengaruhi kakak perempuan dan si ibu sehingga mempunyai penyakit dan keluhan yang sama?

6. Apa yang menyebabkan nadi dan RR menurun?HIPOTESIS

1. Metabolisme

2. Matilitas usus

3. Anemia

4. Kelainan kelenjar tiroid

5. Status gizi, ekonomi, pola hidup

MEKANISME

Dari case tersebut kami tidak mengetahui beberapa hal sebagai berikut :

I DONT KNOW (IDK) & LEARNING ISSUES (LI)I. Kelenjar tiroid

II. Hormon tiroid

III. Imunitas tiroid, Gangguan kelenjar tiroid

IV. Tiroksitosis pada kehamilan

LEARNING ISSUES

I. Kelenjar tiroid

Definisi

Fungsi

Anatomi

Histologi

Uji fungsi tiroid

II. Hormon tiroid

Struktur, fungsi

Metabolisme

Sintesis

Sekresi

Kelainan dalam sintesis

Mekanisme umpan balik

Transport hormon

Kerja hormon

Perubahan fisiologi pada fungsi tiroid

III. Imunitas tiroid, Gangguan kelenjar tiroid

Hypotiroidisme

Tirotoksikosis

Goiter toksik difusa

Goiter non toksik

Tiroiditis

Nodul dan karsinoma thyroid

Menjelaskan perbedaan struma/nodul, non nodul/toksik, non toksik/jinak, ganas.

Yang dicari:

Epidemiologi

Etiologi

Faktor resiko

Patogenesis

Patofisiologi

Manifestasi klinis

Manajemen, prognosis, talak.

IV. Tirotoksitosis pada kehamilan

BAB IKELENJAR TIROID1.1 Definisi Kelenjar TiroidKelenjar yang terletak tepat dibawah kedua sisi laring dan terletak di sebelah anterior trakea, mensekresikan 2 macam hormon yang bermakna yaitu T4 & T3 ( Tiroksin & triioditironin (GUYTON).1.2 Fungsi Kelenjar Tiroid

Fungsi utama hormon tiroid T3 dan T4 adalah mengendalikan aktivitas metabolik seluler. Kedua hormon ini bekerja sebagai alat pacu umum dengan mempercepat proses metabolisme. Efeknya pada kecepatan metabolisme sering ditimbulkan oleh peningkatan kadar enzim-enzim spesifik yang turut berperan dalam konsumsi oksigen, dan oleh perubahan sifat responsif jaringan terhadap hormon yang lain. Hormon tiroid mempengaruhi replikasi sel dan sangat penting bagi perkembangan otak. Adanya hormon tiroid dalam jumlah yang adekuat juga diperlukan untuk pertumbuhan normal. Melalui efeknya yang luas terhadap metabolisme seluler, hormon tiroid mempengaruhi setiap sistem organ yang penting.Kelenjar tiroid berfungsi untuk mempertahankan tingkat metabolisme di berbagai jaringan agar optimal sehingga mereka berfungsi normal. Hormon tiroid merangsang konsumsi O2 pada sebagian besar sel di tubuh, membantu mengatur metabolisme lemak dan karbohidrat, dan penting untuk pertumbuhan dan pematangan normal.

Hormon-hormon tiroid memiliki efek pada pertumbuhan sel, perkembangan dan metabolisme energi. Efek-efek ini bersifat genomic, melalui pengaturan ekspresi gen, dan yang tidak bersifat genomic, melalui efek langsung pada sitosol sel, membran sel, dan mitokondria. Hormon tiroid juga merangsang pertumbuhan somatis dan berperan dalam perkembangan normal sistem saraf pusat.7 Hormon ini tidak esensial bagi kehidupan, tetapi ketiadaannya menyebabkan perlambatan perkembangan mental dan fisik, berkurangnya daya tahan tubuh terhadap dingin, serta pada anak-anak timbul retardasi mental dan kecebolan (dwarfisme). Sebaliknya, sekresi tiroid yang berlebihan menyebabkan badan menjadi kurus, gelisah, takikardia, tremor, dan kelebihan pembentukan panas.1.3 Anatomi Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid berada di regio colli anterior dengan batas dibelakang muskulus sternothyroideus dan muskulus sternohyoideus setinggi vetebra cervikalis V sampai vetebra thoracalis I. Terletak di atas trakea, tepat dibawah laring. Kelenjar tiroid melekat pada kartilago cricoidea dan cartilagines tracheales dengan perantara jaringan ikat padat.

Sering terdapat lobus pyramidalis, yg menonjol ke atas dari isthmus, biasanya ke sebelah kiri garis tengah. Sebuah pita fibrosa atau muskular sering menghubungkan lobus pyramidalis dgn os hyoideum. Bila pita ini muscular, disebut m. levator glandulae thyroideae. Dalam keadaan normal kelenjar tiroid pada orang dewasa beratnya 1020 gram & berbentuk kupu-kupu. Terdiri dari lobus dekstra dan sinistra serta dihubungkan dengan ismus. Ukuran Normal : tebal : 15 20 mm, lebar : 20 25 mm, dan panjang : 30 50 mm.Saraf-Saraf

Ganglion cervicale superius.

Ganglion cervicale medium.

Ganglion cervicale inferius.

Saraf-saraf ini mencapai glandula triroidea melalui :

Nervus kardiakus.

Nervus laryngeus superior dan inferior.

Nervus2 sepanjang arteri tiroid.Vaskularisasi Tiroid

Arteri

Darah dari jantung dialirkan menuju Arcus aortae kemudian menuju :

1. A. Subclavia Sinistra

A.Thyroidea Inferior Sinistra, arteri ini yang memperdarahi tiroid bagian posterior dan inferior.

2. A. Carotis Communis Sinistra A. Carotis Externa Sinistra A. Thyroidea Superior Sinistra, arteri ini yang memperdarahi tiroid bagian superior dan inferior.

3. A. Branchiocephalica

A. Thyroidea Ima, arteri ini yang memperdarahitiroid bagian medial.

4. A. Branchiocephalica

A. Carotis Externa Dextra A. Thyroidea Superior Dextra, arteri ini yang memperdarahi tiroid bagian superior dan inferior.

5. A. Branchiocephalica

A. Subclavia Dextra A. Thyroidea Inferior Dextra melewati Traktus Thyrocervicalis, arteri ini yang memperdarahi tiroid bagian posteriordan inferior.

.

1.4 Histologi Kelenjar Tiroid Sekret (koloid) disimpan dalam lumen folikel

Terdiri dari:

Sel folikular (sel prinsipal)

Sekresi T3 & T4

Kelenjar aktif: folikel kecil, epitel kubus/silindris. Kebutuhan tiroid , pseudopodia melebar ke folikel untuk menyerap koloid

Kelenjar pasif: Folikel besar, epitel kubus rendah, Koloid lebih besar

Sel parafolikular (Clear cell, C cell)

Sekresi kalsitonin

2-3 x lebih besar dari sel folikular

Perifer folikel, 0,1 % epitelium

Koloid

(T3 & T4) + tiroglobulin (glikoprot. sekretori)

Jika hormon hendak dilepas:

Endositosis, dipecah dg protease lisosom

1.5 Uji Fungsi Tiroid

Sebuah tes tiroid biasanya dilakukan untuk alasan berikut: * Sebagai tindakan pencegahan sebelum operasi * Untuk menentukan apakah seseorang mengalami semacam masalah hormonal * Untuk melihat apakah ada tumor di tiroid * Untuk menentukan apakah gejala lainnya adalah karena untuk masalah Tiroid

Masing-masing melayani tujuan tertentu, khususnya yang berkaitan dengan menentukan sifat yang tepat dari masalah tiroid bahwa seseorang mengalami. Beberapa mungkin dipilih karena kemudahan yang mereka dilakukan sementara beberapa yang dipilih hanya karena tes lain tidak akan memadai. Berikut ini adalah berbagai bentuk tes tiroid:* Pengukuran Serum Hormon tiroid melalui radioimmunoassay.

Ini adalah tes tiroid yang paling umum. Hal ini dilakukan untuk menentukan jumlah tiroksin dalam darah. Ini adalah tes yang sangat baik dan akurat dari fungsi tiroid, terutama jika pasien belum minum obat apapun.

* Pengukuran Produksi TSH hipofisis.

TSH adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis. Jika ada kenaikan di tingkat TSH, mungkin merupakan respon dari kelenjar pituitary untuk penurunan dalam tingkat sirkulasi Hormon tiroid. Ketika ini terjadi, biasanya indikator pertama dari kegagalan kelenjar tiroid.

* TRH Test.

TRH mengacu pada hormon yang dikeluarkan oleh hipotalamus yang bertindak sebagai pemicu kelenjar pituitari untuk menghasilkan TSH. Dalam hal ini, seseorang akan disuntik dengan TRH dan ketika pasien menunjukkan respon diangkat ke tingkat baru TRH, itu bisa menjadi indikator hipotiroidisme.

* Yodium Serapan Scan. Hal ini untuk menentukan berapa banyak yodium tubuh dalam memproduksi hormon memanfaatkan. Sel-sel di kelenjar tiroid menggunakan sampai yodium dalam aliran darah. Ketika kelenjar tiroid menggunakan yodium terlalu sedikit, itu berarti bahwa seseorang mengalami hipotiroidisme. Di sisi lain, ketika seseorang akan menggunakan yodium terlalu banyak, maka itu adalah indikator hipertiroidisme.

BAB IIHORMON TIROID2.1 Struktur dan Fungsi hormone Tiroid

1.2 Metabolisme Hormon tiroidT3 dan T4 mengalami deiodinasi di hati, ginjal, dan jaringan lain. Pada dewasa normal, sepertiga T4 akan diubah menjadi T3 dan 45% diubah menjadi RT3. 13% T3 dihasilkan oleh kelenjar tiroid sedangkan 84% nya merupakan deiodinasi T4. Hanya 5% dari RT3 diproduksi oleh kelenjar tiroid sedangkan 95% nya merupakan deiodinasi T4.

Untuk mengiodinasi diperlukan enzim deiodinase yang terdiri dari 3 jenis, yaitu:

D1

D1 terutama untuk memantau T3 dan T4 di perifer. Konsentrasinya tinggi di hati, ginjal, tiroid, dan hipofisis.

D2

D2 terutama berguna untuk pembentukan T3. Terutama terletak di otak, hipofisis, dan lemak coklat. Pada otak terletak di astroglia dan menghasilkan T3 untuk dipasok ke neuron.

D3

D3 hanya bekerja di posisi 5 di T3 dan T4 dan merupakan sumber utama dari RT3 di darah dan jaringan. Terutama terletak di otak dan organ reproduksi.