carcinoma tiroid

Download carcinoma tiroid

Post on 06-Aug-2015

44 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

laporan kasus, longcase, bedah

TRANSCRIPT

<p>LONG CASE SUBDIVISI BEDAH ONKOLOGI PERIODE 2 8 DESEMBER 2012 I. IDENTITAS Nama Umur JenisKelamin RM MRS Status Ruangan Tanggal Pemeriksaan : Tn. A : 58 Tahun : Laki-laki : 216428 : 30/11/2012 : Askes : Palem Bawah B2 Kmr.1/Bed 1 : 4 Desember 2012</p> <p>II. ANAMNESIS Keluhan utama : Benjolan pada leher depan Anamnesis terpimpin : Dialami kurang lebih sepuluh tahun yang lalu sebelum masuk rumah sakit. Awalnya berukuran sebesar kelereng, semakin lama semakin membesar hingga berukuran sebesar bola ping-pong. Keluhan disertai dengan nyeri saat menelan yang dialami sejak 2 bulan yang lalu. Suara menjadi serak (-), jantung berdebar-debar (-), cepat lelah (-), sesak (-), penurunan berat badan (-). Riwayat penyakit HT, DM tidak diketahui. Riwayat konsumsi garam beryodium (+) Riwayat pengobatan (+) pada dokter penyakit dalam, pasien diberikan antinyeri. Riwayat keluarga yang memiliki penyakit yang sama (-). III. PEMERIKSAAN FISIS STATUS PRESENS (Dibuat tanggal 4/12/2012)</p> <p>1</p> <p>STATUS GENERALIS Sakit sedang/gizi kurang/composmentis STATUS VITALIS TD N P S : 110/ 70 mmHg : 76 x/menit, regular, kuat angkat : 18 x/menit, spontan, tipe torakal : 36,5oC per aksilla</p> <p>STATUS REGIONAL Kepala : - Rambut- Wajah - Mata</p> <p>: Hitam, lurus, sukar dicabut : Kesan normal : Konjungtiva kedua mata tidak anemis, sklera tidak ikterik : Tidak ada deformitas : Tampak bekas jahitan pada bibir kiri bawah. Tidak tampak sianosis.</p> <p>- Hidung - Bibir</p> <p>Leher : Regio Colli Anterior</p> <p>I: tampak benjolan di bagian tengah leher yang ikut saat menelan, warna kulit sama dengan sekitarnya P: teraba benjolan dengan ukuran 6 x 4 cm, batas tegas, permukaan rata, konsistensi padat keras, immobile, terfiksir, nyeri tekan (-).</p> <p>Thoraks: Paru Inspeksi :Bentuk dada normal, simetris dalam keadaan statis maupun dinamis, efloresensi primer/sekunder dinding dada (-), pulsasi abnormal (-), gerak napas simetris, irama teratur, retraksi suprasternal (-) Palpasi Perkusi :Gerak napas ,vocal fremitus simetris : Sonor di semua lapangan paru</p> <p>2</p> <p>Auskultasi Jantung- Inspeksi - Palpasi - Perkusi - Auskultasi</p> <p>: Suara napas vesikuler, ronchi -/-, wheezing-/-</p> <p>: Iktus kordis tidak tampak : Iktus kordis teraba : Pekak : Bunyi jantung I/II dalam batas normal, bising (-) : Datar, ikut gerak napas : Massa (-), nyeri tekan (-). : Timpani : Peristaltik ada kesan normal.</p> <p>Abdomen- Inspeksi - Palpasi - Perkusi - Auskultasi</p> <p>Ekstremitas Atas Bawah : akral hangat, sianosis (-), edema (-), deformitas (-). : akral hangat, sianosis (-), edema (-), deformitas (-).</p> <p>Kelenjar limfe : kelenjar getah bening axilla dan inguinal tidak tampak adanya metastase lain IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG Adapun pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis, antara lain: PEMERIKSAAN LABORATORIUM (02-12-2012)PEMERIKSAAN WBC RBC HGB HCT PLT HASIL 5,76 4,54 13,6 41,1 211 PEMERIKSAAN CT/BT PT/APTT GDS Na K HASIL 700/300 11,5/28,4 66 146 4,0 3</p> <p>Ur/Cr GOT HBsAg</p> <p>41/1,1 31 Negati ve</p> <p>Cl GPT Anti HCV</p> <p>109 30 Negative</p> <p>PEMERIKSAAN LABORATORIUM (22-11-2012)PEMERIKSAAN FT4 HASIL 0,937 PEMERIKSAAN TSHs HASIL 2,88</p> <p>PEMERIKSAAN FNA (27-11-2012) Kesan: Neoplasma tiroid suspek malignant</p> <p>FOTO THORAKS (2-11-2012) Kesan : KP dekstra lama tenang + atelektasis massif paru kiri dengan efusi pleura kiri</p> <p>4</p> <p>CT SCAN TIROID TANPA KONTRAS (22-11-2012) Kesan: Massa tiroid kanan dengan kalsifikasi di dalamnya</p> <p>5</p> <p>V.</p> <p>RESUME Seorang laki-laki berumur 58 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan utama massa pada regio colli anterior yang dirasakan kurang lebih sepuluh tahun yang lalu sebelum masuk rumah sakit. Awalnya berukuran sebesar kelereng, lalu membesar progresif sehingga berukuran seperti bola ping-pong. Odinofagi (+). Dari pemeriksaan fisis didapatkan status generalis sakit sedang/gizi kurang/composmentis. Status vitalis TD: 110/70 mmHg, N: 76 x/mnt, P: 18 x/menit S: 36,5oC. Status lokalis regio colli anterior pada inspeksi tampak massa dibagian tengah leher, warna kulit sama dengan warna sekitarnya dan pada palpasi teraba mas berukuran 6 x 4 cm, batas tegas, permukaan rata, konsistensi padat keras, immobile, terfiksir, nyeri tekan (-). Pada status regional tidak didapatkan pembesaran pada kelenjar getah bening cervical dan tidak tampak adanya metastasis. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan dalam batas normal. Dari pemeriksaan foto thoraks didapatkan kesan KP dekstra lama tenang, atelektasis dan efusi pleura dekstra. Pada pemeriksaan CT Thyroid (tanpa kontras) tampak tiroid kanan dengan kalsifikasi di dalamnya. Pemeriksaan sitologi FNA menunjukkan suspek neoplasm tiroid suspek malignant. VI. DIAGNOSIS -</p> <p>Ca. Thyroid cT3N0M0 Stad.III Karnofsky 80%</p> <p>VII.</p> <p>PENATALAKSANAAN Total Tiroidektomi</p> <p>6</p> <p>KARSINOMA TIROID I. DEFENISI Karsinoma tiroid berasal dari sel folikel tiroid. Keganasan tiroid dikelompokkan menjadi karsinoma tiroid berdeferensiasi baik, yaitu bentuk papiler, folikuler, atau campuran keduanya, karsinoma meduler yang berasal dari sel parafolikuler yang mengeluarkan kalsitonin (APUD-oma), dan karsinoma berdeferensiasi buruk/anaplastik. Karsinoma sekunder pada kelenjar tiroid sangat jarang dijumpai. Perubahan dari struma endemik menjadi karsinoma anaplastik dapat terjadi terutama pada usia lanjut. (Iyad, A., Manoppo, E. &amp; Manuaba, W. 2005). II. EPIDEMIOLOGI Kanker tiroid menempati urutan ke-9 dari sepuluh keganasan tersering. Lebih banyak pada wanita dengan distribusi berkisar antara 2 : 1 sampai 3 : 1. Insidensnya berkisar antara 5,4-30%. Berdasarkan jenis histopatologi, sebarannya adalah kanker tiroid jenis papilar (71,4%); kanker tiroid jenis folikular ( 16,7%); kanker tiroid jenis anaplastik (8,4%); dan kanker tiroid jenis medular (1,4%). Berdasarkan usia kanker tiroid jenis papilar biasanya pada pasien yang berusia kurang dari 40 tahun, berbeda</p> <p>7</p> <p>dengan kanker tiroid folikular yang banyak pada usia di atas itu. Sedangkan kanker jenis medular sering ditemukan pada usia tua (50-60 tahun). Angka insidensi tahunan kanker tiroid bervariasi di seluruh dunia, yaitu dari 0,5-10 per 100.000 populasi. Karsinoma tiroid mempunyai angka prevalensi yang sama dengan multipel mieloma. Karsinoma tiroid ini merupakan jenis keganasan jaringan endokrin yang terbanyak, yaitu 90% dari seluruh kanker endokrin. III. ETIOLOGI Penyebab karsinoma tiroid tidak diketahui secara pasti. Faktor resiko yang meningkatkan terjadinya karsinoma tiroid adalah:a. Usia50 tahun. b. Jenis kelamin perempuan c. Kecepatan tumbuh tumor. d. Paparan oleh radiasi tingkat tinggi seperti radiasi karena senjata nuklir,</p> <p>pengobatan radiasi pada kepala dan leher saat usia muda.e. Riwayat goiter pada keluarga dan pribadi. Goiter adalah pembesaran non</p> <p>karsinoma kelenjar tiroid.f. Riwayat keturunan penderita tumor. g. Defisiensi yodium (di pegunungan) membuat resiko lebih besar</p> <p>IV. KLASIFIKASI Klasifikasi karsinoma tiroid menurut World Health Organization : Tumor epitel maligna: Karsinoma papilare Karsinoma folikulare Campuran karsinoma (undifferented) Karsinoma sel squamosa Karsinoma tiroid medulare</p> <p>8</p> <p>Tumor non epitel maligna: Fibrosarcoma Lain-lain Tumor maligna lainnya: Sarkoma Limfoma maligna Teratoma maligna</p> <p>Tumor sekunder Karsinoma tiroid atas 4 type berdasarkan kepada histopatologi mayor, yaitu: Karsinoma papilare Tipe adenokarsinoma papiler adalah tipe terbanyak pada karsinoma tiroid, sekitar 80% dari keseluruhan tipe karsinoma tiroid. Adenokarsinoma tiroid dapat terjadi pada semua umur, terutama umur 30-50 tahun. Merupakan jenis keganasan tiroid berdiferensiasi baik dan paling sering ditemukan (60%). Merupakan karsinoma yang bersifat kronik, tumbuh lambat dan mempunyai prognosis paling baik diantara keganasan tiroid lainnya. Perkembangan sel adenokarsinoma papiler mungkin dipengaruhi oleh peningkatan kadar TSH Karsinoma folikulare Adenokarsinoma Folikuler termasuk kanker sel hurtle, biasanya terjadi pada usia lebih dari 50 tahun. Adenokarsinoma meliputi sekitar 25% keganasan tiroid dan didapat terutama pada wanita setengah baya. Merupakan jenis kedua kanker tiroid paling umum, merupakan 5-10% dari karsinoma tiroid dan sekitar 15% dari karsinoma tiroid berdeferensiasi baik. Lebih agresif (ganas) dari karsinoma9</p> <p>papiler, dan terjadi lebih sering pada wanita daripada pria dengan rasio tiga banding satu. Puncaknya onset adalah pada usia 50 tahun. Biasanya tidak menyebar ke kelenjar getah bening, tetapi dapat menyerang vena dan arteri, dan kemudian dapat menyebar (metastasis) ke lain organ. Paling sering metastasis ke paru-paru, tulang, otak, hati, kandung kemih, dan kulit. Kanker ini jarang terjadi pada individu yang telah terpapar radiasi dan lebih jarang terjadi pada anak-anak. Muncul dari sel-sel yang membuat hormon tiroid. Survival rate tergantung pada ukuran tumor dan apakah telah menginvasi pembuluh darah, kelangsungan hidup 10 tahun untuk tumor yang non invasif 86% dan untuk yang invasif 44%.</p> <p> Karsinoma sel hurthle adalah variasi dari adenokarsinoma folikuler.</p> <p>Karsinoma sel hurthle biasanya multifokal dan mengenai kelenjar getah bening Karsinoma medulare Meliputi 5-10% keganasan tiroid dari sel parafolikuler, atau sel C yang memproduksi tirokalsitonin. Tumor berbatas tegas dan keras pada perabaan. Tumor ini terutama ditemukan pada usia di atas 40 tahun, tetapi juga ditemukan pada usia yang lebih muda bahkan pada anak-anak dan biasanya disertai gangguan endokrin lainnya. Adenokarsinoma Anaplastik Adenokarsinoma anaplastik biasanya terjadi pada usia 60 tahun atau lebih, sangat jarang terjadi, sangat agresif dan sulit untuk diterapi. Jarang ditemukan dibandingkan dengan karsinoma yang berdiferensiasi baik. Tumor ini sangat ganas, terutama terdapat pada usia tua dan lebih banyak pada wanita. Sebagian tumor terjadi pada struma nodosa yang kemudian membesar dengan cepat. Tumor ini sering disertai nyeri dan nyeri alih ke daerah telinga dan suara serak</p> <p>10</p> <p>karena infiltrasi n.rekuren. Dispnea dengan stridor inspirasi karena adanya infiltrasi ke dalam lumen trakea. Klasifikasi Klinis TNM Karsinoma Tiroid: T (Tumor Primer) T0 Tx T1 T2 T3 tidak terbukti ada tumor tumor tidak dapat dinilai 4 cm terbatas pada tiroid atau tumor dengan ukuran</p> <p>berapa saja dengan ekstensi ekstra triod yang minimal (misal ke otot sternotiroid atau jaringan lunak peritiroid) T4a tumor telah berestensi keluar kapsul tiroid dan menginvasi ke</p> <p>tempat berikut ; jaringan lunak subkutan, laring, trakea, esofagus, n. laringeus rekurren atau karsinoma anaplastik terbatas pada tiroid (intra tiroid) T4b tumor telah menginvasi fasia prevertebra, pembuluh</p> <p>mediastinal atau arteri carotis atau karsinoma anaplastik berestensi keluar kapsul (ekstra tiroid) N (Kelenjar Getah Bening) Nx N0 N1 N1a N1b kelenjar getah bening tidak dapat dinilai tidak ditemukan metastasis ke kelenjar getah bening pembesaran (dapat dipalpasi) hanya ipsilateral kontralateral, bilateral, garis tengah, atau mediastinum</p> <p>11</p> <p>M (Metastasis Jauh) Mx M0 M1 metastasi tidak dapat dinilai tidak terdapat metastasis jauh terdapat metastasis jauh</p> <p>V. PROSEDUR DIAGNOSTIK Diagnostik dapat ditegakkan dengan anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. A. ANAMNESA Pada kasus karsinoma tiroid kita harus teliti menanyakan semua hal yang berhubungan dengan riwayat perjalanan penyakit tersebut. Selain itu kita juga harus menanyakan faktor-faktor resiko karena dengan menanyakan hal tersebut kita bisa mempunyai gambaran tentang tipe yang diderita walaupun diagnosis pasti kita ketahui dari pemeriksaan penunjang. Hal yang dapat ditanyakan : percepatan tumbuhnya. Ada tidaknya gangguan mekanik pada leher seperti gangguan menelan, perasaan sesak nafas, perubahan suara nyeri pada tenggorokan/leher/tulang kadang menyebar ke telinga akibat desakan dan infiltrasi dari tumor tersebut. atau kepala. insidensi karsinoma tiroid . B. PEMERIKSAAN FISIK Ada tidaknya penyakit serupa pada keluarga. Identitasnya yang lengkap seperti umur, Ada tidaknya riwayat radiasi di daerah leher Kapan mulai timbulnya benjolan pertama kali, bagaimana bentuknya, letaknya dimana, bagaimana cara perkembangan</p> <p>kelamin, ras, dan tempat tinggal harus ditanyakan karena berhubungan dengan</p> <p>12</p> <p>Yang pertama harus diperiksa adalah status generalisnya, bila tekanan darahnya tinggi hati-hati adanya karsinoma tiroid tipe medulare. 1. Inspeksi 2. Palpasi Benjolan di leher tadi harus kita palpasi untuk menentukan apakah benjolan itu berasal dari tiroid atau bukan. Kalau dari tiroid maka pada waktu menelan akan ikut ke atas. Pada tumor primer dapat suatu nodul soliter atau multiple dengan konsistensi bervariasi dari kistik sampai dengan keras bergantung dari jenis patologi anatominya tetapi biasanya massa yang merupakan suatu karsinoma berukuran &gt; 4 cm dengan konsisitensi keras dan tidak bisa digerakkan dari dasarnya. Bila kelenjar besar sekali dan belum terlihat gejala sesak nafas, kita bisa curiga adanya penekanan terhadap trakea dengan melakukan kocher tes. Kita bisa mengetahui adan tidaknya penekanan pada trakea, caranya dengan menekan lobus lateral kelenjar maka akan timbul stridor : penekanan pada trakea (+). Perlu diketahui juga ada tidaknya pembesaran KGB regional secara Di samping itu dicari juga ada tidaknya benjolan pada calvaria, tulang lengkap. belakang, clavicula, sternum serta tempat metastasis lainnya di paru, hati, ginjal, dan otak C. Pemeriksaan Penunjang Biopsi Aspirasi Jarum Halus (BAJAH) Adanya benjolan di leher depan atau lateral Bila penderita terlihat sesak waspada adanya penekanan pada trakea.</p> <p>13</p> <p>FNAB (fine-needle aspiration biopsy) dilaksanakan, dan dengan sedikit komplikasi.</p> <p>adalah pemeriksaan yang paling</p> <p>penting untuk mengevaluasi nodul pada tiroid. Tekhnik ini tidak mahal dan mudah</p> <p>Untuk melakukan FNAB, ekstensikkan leher pasien dan palpasi nodul dengan lembut. Kulit area penusukan harus dibersihkan dengan alkohol terlebih dahulu yang kemudian diikuti dengan penyuntikan anestesi lokal. Peggunaan jarum juga harus dengan jarum yang besar agar spesimen yang diambil tidak rusak. Diagnosis sitologis sangat tergantung dari benar atau tidaknya proses pengambilan sampel, sehingga disarankan untuk mengaspirasi di tiga tempat yang berbeda pada nodul untuk kepastian spesimen. Laboratorium Pemeriksaan secara radioimunoesai dapat memberikan gambaran fungsi tiroid, yaitu dengan mengukur kadar T4, T3, FT4, TBG, dan TSH palam plasma. Kadar T4/FT4 total di dalam serum adalah refleksi tepat untuk fungsi kelenjar tiroid. Penentuan kadar TBG kadang kala diperlukan untuk interpretasi kadar T4 dan sampai tingkat tertentu berlaku untuk kadar T3. Kadar TBG dapat berubah pada kehamilan atau pada pengobatan dengan estrogen. Peningkatan thyroglobulin dalam serum menunjukan terjadinya kembali adenokarsinoma yang telah menjalani operasi. Peningkatan Kadar kalsitonin dalam darah sangat penting untuk mengetahui adanya adenokarsinoma meduler. Kadar TSH di dalam serum merupakan penyaring yang peka untuk hipotiroidisme karena kada...</p>