cfa tiroid

Download Cfa Tiroid

Post on 10-Apr-2016

21 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

CA TIROID

TRANSCRIPT

A. DefinisiKarsinoma tiroid adalah suatu pertumbuhan yang ganas dari kelenjar tiroid. Keganasan tiroid dikelompokkan menjadi karsinoma tiroid berdiferensi baik, yaitu bentuk papiler,folikuler, atau campuran keduanya, karsinoma meduler yang berasal dari sel parafolikuler yang mengeluarkan kalsitonin(APUD-oma), dan karsinoma berdiferensiasi buruk/anaplastik. Karsinoma sekunder pada kelenjar tiroid sangat jarang dijumpai. Perubahan dari struma endemik menjadi kasinoma anaplastik dapat terjadi terutama pada usia lanjut.B. KlasifikasiKlasifikasi WHO 1988 membedakan neoplasma tiroid menjadi :6,71. Tumor-tumor epitelial a. Adenoma folikuler b. Karsinoma papilari c. Karsinoma folikuler d. Karsinoma medulari e. Karsinona undiferensiasi 2. Tumor-tumor non-epitelial a. Limfoma malignan b. Tumor-tumor miselaneous

a. Adenoma Folikular4Merupakan neoplasma jinak yang berasal dari epitel folikel. Lesi biasanya soliter. Tumor ini sulit dibedakan dengan karsinoma folikular pada pemeriksaan sitologi biopsi jarum halus, maka pendiagnosaannya disebut dengan neoplasma folikular. Merupakan tumor yang berbatas tegas dan berkapsul jaringan ikat fibrous dengan diferensiasi sel folikel yang menunjukkan gambaran yang seragam. Pada pemotongan tampak massa yang homogen tapi kadang-kadang disertai perdarahan dan berkistik. Secara mikroskopis, sel-sel tersusun dalam folikel-folikel yang mengandung massa koloid dengan dinding kapsulnya yang tebal. b. Karsinoma Papilari4,5 Karsinoma papilari adalah jenis keganasan tiroid yang paling sering ditemukan (75-85%) yang timbul pada akhir masa kanak- kanak atau awal kehidupan dewasa. Merupakan karsinoma tiroid yang terutama berkaitan dengan riwayat terpapar radiasi pengion. Tumor ini tumbuh lambat, penyebaran melalui kelenjar limfe dan mempunyai prognosis yang lebih baik diantara jenis karsinoma tiroid lainnya. Faktor yang mempengaruhi prognosis baik adalah usia dibawah 40 tahun, wanita dan jenis histologik dominan papilari. Sifat biologik daripada tumor jenis papilari ini yakni tumor atau lesi primer yang kecil bahkan mungkin tidak teraba tetapi metastasis ke kelenjar getah bening dengan massa atau tumor yang besar atau nyata. Lesi ini sering tampil sebagai nodul tiroid soliter dan biasanya diagnosis dapat ditegakkan dengan pemeriksaan sitologi biopsi jarum halus, dengan angka ketahanan hidup 10 tahun mencapai 95%. Mikroskopis, karsinoma papilari berupa tumor yang tidak berkapsul dengan struktur berpapil dan bercabang. Sel karakteristik dengan inti sel yang berlapis-lapis dan sitoplasma yang jernih. Ada beberapa varian dari karsinoma papilari yaitu microcarcinoma, encapsulated, follicular, tall-cell, columnar-cell, clear-cell dan diffuse sclerosing carcinoma. Dua puluh sampai delapan puluh persen berupa tumor yang multisentrik dan bilateral pada 1/3 kasus.

Gambaran dari karsinoma tiroid papilar khususnya yang menampakkan massa yang berbeda-beda ukurannya, berbatas tegas, konsistensi keras, berwarna keputihan, dan permukaan granular tajam. Secara histologis, karsinoma ini berbentuk papilla dan memiliki perubahan inti sel yang cukup dikenal secara diagnostic. Gambaran inti sel termasuk ukuran serta konturnya yang tidak beraturan dan halus, lekuk inti sel yang dalam, serta pseudo inklusi yang berasal dari invaginasi sitoplasma. Karakteristik inti sel seperti ini memungkinkan diagnosis karsinoma tiroid papillar pada hapusan sitologi dihasilkan melalui biopsy FNA (Balley, 2006).Faktor risiko utama (22% kasus) karsinoma tiroid papilar adalah adanya riwayat paparan radiasi, khususnya pada bagian kepala dan leher pada waktu anak-anak (Balley, 2006).Umumnya Karsinoma tiroid papillaris didapatkan pada wanita muda dengan massa yang palpable di kelenjar tiroid atau teraba kelenjar limfe servikal (Balley, 2006).

Gambar : Karsinoma papilar pada tiroid: A.memperlihatkan struktur papilar yang tampak jelas, B.Contoh kasus yang mengandung bentuk papilar yang sempurna, C. dilapisi oleh sel dengan karakteristik nucleus yang tampak kosong, D. Memperlihatkan sel yang diambil dari FNA dari karsinoma papiler. Tampak badan inklusi intranukleus pada sebagian sel yang teraspirasi. Kumar,2004

c. Karsinoma Folikular4 Karsinoma folikular meliputi sekitar 10-20% keganasan tiroid dan biasa ditemukan pada usia dewasa pertengahan atau diatas 40 tahun. Pada kasus yang jarang, tumor ini mungkin hiperfungsional (tirotoksikosis). Insiden karsinoma folikular meningkat di daerah dengan defisiensi yodium. Diagnosa tumor ini secara sitologi sulit dibedakan dengan adenoma folikular, diagnosa pasti dengan pemeriksaan frozen section pada durante operasi atau dengan pemeriksaan histopatologi untuk melihat adanya invasi ke kapsul atau pembuluh darah. Karsinoma folikular bermetastasis terutama melalui pembuluh darah ke paru, tulang, hati dan jaringan lunak. Karsinoma folikular diterapi dengan tiroidektomi total diikuti pemberian iodine radioaktif. Juga karena sel karsinoma ini menangkap yodium, maka radioterapi dengan Y 131 dapat digunakan dengan pengukuran kadar TSH sebagai follow up bahwa dosis yang digunakan bersifat supresif dan untuk memantau kekambuhan tumor. Angka ketahanan hidup 10 tahun mencapai 85%. Gambaran karsinoma folikularis yaitu tumor soliter yang bervariasi ukuran dan memiliki permukaan berwarna coklat dengan kapsul fibrous yang tebal. Secara mikroskopis, terdapat invasi kapsular dan/atau vaskular yang membedakan lesinya dengan adenoma yang jinak. Sayangnya karena tidak ada karakteristik sitologi yang khas untuk karsinoma folikularis, diagnosis definitif dengan frozen section cukup sulit dan tidak mungkin dengan FNA. Dibanding karsinoma papillar, karsinoma folikular lebih umum didapatkan metastasis hematogen (Balley, 2006).Faktor resiko dari karsinoma folikular dihubungkan dengan paparan radiasi seperti halnya karsinoma papillar. Umumnya karsinoma folikular didapatkan sebagai massa atau nodul tunggal pada leher. Terdapat 10-15% metastasis jauh saat diagnosis ditegakkan (Balley, 2006).

Gambar: Karsinoma folikular memperlihatkan invasi pada kapsul (tanda panah) Kumar,2004

d. Karsinoma Medular4,5 Karsinoma medular meliputi sekitar 5 % keganasan tiroid dan berasal dari sel parafolikuler, atau sel C yang memproduksi kalsitonin. Karsinoma ini timbul secara sporadik (80%) dan familial (20%), dimana tumor ini diturunkan sebagai sifat dominan autosom; apakah berhubungan dengan MEN-2a atau MEN-2b atau endokrinopati lainnnya. Karsinoma medular terutama ditemukan pada usia 50-60 tahun tetapi pernah juga ditemukan pada usia yang lebih muda bahkan anak. Penyebarannya terutama melalui kelenjar limfe. Bila dicurigai adanya karsinoma medular maka perlu diperiksa kadar kalsitonin darah. Angka ketahanan hidup 10 tahun mencapai 40%.Massa tumor berbatas tegas dan keras pada perabaan, pada lesi yang lebih luas tampak daerah nekrosis dan perdarahan dan dapat meluas sampai ke kapsul. Mikroskopis, tampak kelompokan sel-sel bentuk poligonal sampai lonjong dan membentuk folikel atau trabekula. Tampak adanya deposit amiloid pada stromanya yang merupakan gambaran khas pada karsinoma tipe medular ini. Karsinoma medular dapat timbul sebagai nodul soliter atau lesi multiple yang mengenai kedua lobus tiroid. Pada kasus familial, sering ditemukan multisentrisitas. Lesi besar sering mengandung daerah nekrosis dan perdarahan serta dapat meluas menembus kapsul tiroid. Secara mikroskopis, karsinoma medular terdiri atas sel berbentuk polygonal hingga gelendong, yang mungkin membentuk sarang-sarang, trabekula dan bahkan folikel. Pada banyak kasus, endapan amiloid aselular, yang berasal dari molekul kalsitonin yang mengalami perubahan, terdapat pada stroma di sekitarnya dan merupakan gambaran khusus pada tumor ini. Kalsitonin mudah ditemukan, baik dalam sitoplasma sel tumor maupun di amiloid stroma dengan metode imunohistokimia (Kumar, 2004).Salah satu gambaran unik pada karsinoma medular familial adanya hyperplasia sel c multisentrik di sekitar parenkim tiroid (Kumar, 2004).

Gambar : Karsinoma medular tiroid. Tumor ini biasanya mengandung amiloid, yang disini tampak sebagai bahan ekstrasel homogen, berasal dari molekul kalsitonin yang dikeluarkan sel neoplastik Kumar,2007

e. Karsinoma Anaplastik4,5 Karsinoma anaplastik tiroid merupakan salah satu keganasan pada manusia yang paling agresif dan jarang dijumpai yaitu kurang dari 5%. Karsinoma anaplastik ini berkembang dengan menginfiltrasi ke jaringan sekitarnya. Tumor ini terutama timbul pada usia lanjut, terutama di daerah endemik gondok dan lebih banyak pada wanita. Sebagian besar kasus muncul dengan riwayat pembengkakan yang cepat membesar pada leher, disertai dengan adanya kesulitan bernafas dan menelan, serta suara serak karena infiltrasi ke nervus rekurens. Pertumbuhannya sangat cepat walaupun diterapi. Metastasis ke tempat jauh sering terjadi, tetapi umumnya kematian terjadi dalam waktu kurang dari setahun. Angka ketahanan hidup 5 tahun 60 tahunb. Riwayat radiasi leherc. Jenis kelamin pria dengan nodul soliterd. Tidak jelas adanya fiksasi daerah sekitare. Diameter lebih besar dari 4 cm dan kistikKecurigaan rendah adalah tanda atau gejala diluar / selain yang disebutkan diatas.E. PATOGENESISAda dua sel utama yang diduga merupakan pencetus munculnya karsinoma tiroid .Yang pertama adalah sel yang menghasilkan sel folikular yang disebut dengan predominan sel dan yang kedua adalah yang menghasilakn parafolikular sel atau yang disebut dengan C sel, disebut demikian sebab sel tersebut mengahasilkan hormone peptide yang disebut dengan Calcitonin. Sel folikullar adalah sel yang paling sering menimbulkan adanya keganasan, kurang lebih antara 80% - 90%, sedangkan C sel hanya sekitar 5% - 10% dapat berubah kearah keganasan. Yang cukup berperan pada gangguan molekular genetik adalah adanya teraktivasinya ret protoonkogen.Randolph 2003,Lawlani 2007Ret protoonkogen adalah ekson gen yang terletak pada ikatan kromosom 10 yang merupakan kode reseptor