tiroid crs

Download Tiroid Crs

Post on 24-Dec-2015

50 views

Category:

Documents

29 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

fk unpad

TRANSCRIPT

Case Presentation

Case Report SessionTUMOR TIROID

PreseptorDr. Kiki Ahmad Rizki, Sp.B(K)Onk.,M.KesDisusun oleh

Floriyani Indra Putri130112110549

Livy Bonita Pratisthita130112110568

Rendy Ignatius Siswanto130112110624

BAGIAN ILMU BEDAH ONKOLOGI

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PADJADJARANRSUP DR.HASAN SADIKINBANDUNG

2013I. KETERANGAN UMUM

Nama

: Ny.A

Umur

: 56 tahun

Jenis kelamin

: Wanita

Pekerjaan

: Ibu Rumah Tangga

Pendidikan

: SD

Alamat

: Kp Cipasir RT 02/12 Rancaekek Bandung

Agama

: Islam

Status

: Menikah

Tanggal masuk RS: 4 Januari 2013

Tanggal pemeriksaan: 8 Januari 2013II. ANAMNESIS

Keluhan utama : Benjolan di leher yang ikut bergerak saat menelanAnamnesa khusus :

Sejak kurang lebih 20 tahun sebelum masuk rumah sakit, penderita mengetahui adanya benjolan di leher depan kiri. Benjolan tersebut mula-mula sebesar kelereng dan dirasakan makin membesar hingga seukuran bola tenis. Benjolan tersebut teraba keras dan ikut bergerak saat menelan. Benjolah tidak dirasakan nyeri. Sejak 2 tahun SMRS penderita merasakan timbul benjolan di leher sebelah kanan depan. Benjolan pada awalnya sebesar kelereng dan sekarang sebesar telur puyuh. Benjolan ikut bergerak saat menelan. Tidak terdapat suara yang serak, gangguan menelan, sesak nafas.Tidak ada benjolan lain di leher. Tidak terdapat benjolan pada kepala.Keluhan tidak disertai lekas lelah, lebih suka hawa dingin, berdebar-debar. Keluhan tidak disertai sesak saat beraktivitas, berkeringat banyak, nafsu makan yang bertambah, dan perubahan berat badan. Penderita belum pernah mengobati keluhannya. Tidak terdapat riwayat serupa pada keluarga. Tidak ada riwayat penyinaran rontgen waktu anak-anak.III. PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan umum: Tampak sakit ringan

Kesadaran

: Compos mentis

Tanda vital : Tekanan darah: 120/80 mmHg

Nadi

: 80x/ menit

Respirasi

: 20x / menit

Suhu

: afebrisStatus generalis:

Kepala : Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik

Eksoftalmus (-), retraksi palpebra (-)Leher: Kelenjar getah bening tidak teraba membesar

Tekanan vena jugularis tidak meningkat

Lain-lain: lihat status lokalis

Thorax: Bentuk dan gerak simetris

Vocal fremitus normal kanan = kiri, sonorvesicular breath sound normal kanan=kiri, ronkhi (-)

Bunyi jantung murni reguler

Abdomen: Datar lembut, hepar dan lien tidak teraba, bising usus (+) normal

Ekstremitas: Edema (-/-), sianosis (-/-)

Kulit teraba lembab dan hangat

Tremor (-/-) Status Lokalis:

a/r colli anterior sinistra:Inspeksi: tampak massa bentuk bulat, ikut bergerak saat menelan, permukaan kulit sama dengan sekitarnya, deviasi trakea (-), venektasi (+)Palpasi : teraba massa, single, konsistensi padat, batas tegas,permukaan rata, ikut bergerak saat menelan, mobile, nyeri tekan (-), berukuran 15x10x5 cm. Auskultasi : Bruit (-)

a/r colli lateral sinistra dextra tidak terdapat pembesaran tidak terdapat pembesaran KGB a/r colli anterior dextra :inspeksi : tampak massa bentuk bulat, ikut bergerak saat menelan, permukaan kulit sama dengan sekitarnya, venektasi -

palpasi: teraba massa, single, konsistensi lunak, batas tegas, permukaan rata, ikut bergerak saat menelan, mobile, nyeri tekan (-), ukuran 4x3x2 cm auskultasi: bruit (-)IV. RESUME

Seorang wanita usia 56 tahun datang dengan keluhan benjolan di leher kiri yang ikut bergerak saat menelan dengan tumor doubling time kasar 146 dan benjolan di leher kanan yang ikut bergerak saat menelan dengan tumor doubling time kasar 243. Tidak terdapat keluhan kelainan metabolik. Tidak terdapat infiltrasi ke trakea, esofagus, dan recurrent laryngeal nerve. Tidak terdapat pembesaran KGB. Tidak terdapat metastasis.

Status Lokalis:

a/r colli anterior sinistra:Inspeksi: tampak massa bentuk bulat, ikut bergerak saat menelan, permukaan kulit sama dengan sekitarnya, deviasi trakea (-), venektasi (+)Palpasi : teraba massa, single, konsistensi padat, batas tegas,permukaan rata, ikut bergerak saat menelan, mobile, nyeri tekan (-), berukuran 15x10x5 cm. Auskultasi : Bruit (-)

a/r colli lateral sinistra dextra tidak terdapat pembesaran tidak terdapat pembesaran KGB

a/r colli anterior dextra :

inspeksi : tampak massa bentuk bulat, ikut bergerak saat menelan, permukaan kulit sama dengan sekitarnya, venektasi -

palpasi: teraba massa, single, konsistensi lunak, batas tegas, permukaan rata, ikut bergerak saat menelan, mobile, nyeri tekan (-), ukuran 4x3x2 cm auskultasi: bruit (-) V. DIAGNOSIS KLINIS ONKOLOGIS Tumor tiroid bilateral tidak infiltrasi trakea, esofagus, KGB, metastasis jauh tidak diketahui (T3N0Mx)

Kelainan metabolik (struma multinodusa nontoksik bilateral)

VI. USUL PEMERIKSAAN

Pemeriksaan T3, fT4, TSHs Foto soft tissue leher AP dan lateral Foto thoraks USG leher FNAB VII. HASIL PEMERIKSAAN

Fungsi tiroid

T3= 3,5 nmol/L (N= 1-3,3 nmol/L)

fT4= 2,1 ng/dl (N= 0,8 1,7 ng/dl)TSH = 0,04 ulu/mL (N= 0,3-3,8 ulu/mL)

Foto soft tissue leher AP dan lateralMassa jaringan lunak dengan kalsifikasi di daerah colli anterolateral kiri yang tampak mendesak dan menyempitkan kolom udara Foto thoraksTidak tampak metastase kardiopulmonal USG leherMassa solid dengan kalsifikasi di daerah tiroid kanan

Multipel nodul solid dengan kalsifikasi di tiroid kiri

Tidak tampak pembesaran KGB colli bilateral FNAB FNAB a/r thyroid dextraMakroskopis : massa nekrotik bersama cairan kistik kemerahan sebagian kuning keruh

Mikroskopis : sediaan biopsi aspirasi terdiri dari massa nekrotik dan koloid amorf. Diantaranya tampak sel-sel folikel bentuk bulat, oval yang berkelompok, dan tersebar. Inti sel bulat, oval, kromatin sebagian kasar, sitoplasma cukup. Tampak sebaran sel-sel limfosit dan PMN.

Kesimpulan : follicular neoplasm a/r thyroid dextraVIII. DIAGNOSIS AKHIR ONKOLOGI

Tumor tiroid bilateral tidak infiltrasi trakea, esofagus, KGB, metastasis jauh (T3N0M0) (folicullar neoplasm)IX. PENATALAKSANAAN

Isthmulobektomi sinistra + VC

Jika ganas, dilakukan total tiroidektomi, 4 minggu setelahnya dilakukan sidik tiroid, jika masih terdapat sisa tumor tiroid, akan dilakukan ablasi tiroid dengan menggunakan Iodium. Jika tidak terdapat sisa tumor, dilakukan terapi supresi dengan tyrax 1-2 g/kgBB pada pagi hari seumur hidup.

Jika jinak, dilakukan subtotal tiroidektomi. Apabila tidak terdapat jaringan tiroid normal, dilakukan total tiroidektomi, lalu diberikan terapi substitusi (tyrax).X. PROGNOSIS

Quo ad vitam

: ad bonam

Quo ad functionam: ad malamDISKUSI

Epidemiologi

Tumor tiroid merupakan neoplasma sistem endokrin yang terbanyak dijumpai. Berdasarkan dari Patholoycal Based Registration di Indonesia, kanker tiroid merupakan kanker dengan insidensi tertinggi urutan ke-9. Neoplasma tiroid lebih sering ditemukan pada wanita daripada pria dan jarang ditemukan pada anak-anak. Karsinoma tiroid sering terjadi pada goiter non toksik yang uni noduler dan jarang pada goiter difus maupun goiter noduler toksik. Pada 73% penderita ditemukan riwayat radiasi pada leher.

Klasifikasi Histopatologi dan sistem TNM:

Berdasarkan gambaran histopatologi menurut Ackerman:

1. Adenoma :

- Folikuler

- Atipikal

- Oksifil (Hurtle Cell)

2. Karsinoma yang berdiferensiasi baik:

- Folikuler

- Papilifer

- Campuran papilifer dan folikuler

- Oksifil

3. Karsinoma yang berdiferensiasi buruk :

- Small cell

- Spindle cell

- Giant cell

4. Karsinoma meduler

5. Lain-lain:

- Sarkoma

- Limfoma maligna

- Plasmositoma

- Karsinoma sel skuamosa

Berdasarkan WHO :

Tumor epitel maligna:

Karsinoma folikuler

Karsinoma papiler

Campuran karsinoma folikuler-papiler

Karsinoma anaplastik (undifferentiated)

Karsinoma sel skuamosa

Karsinoma tiroid meduler

Tumor non epitel maligna:

Fibrosarkoma

Lain-lain

Tumor maligna lainnya:

Sarkoma

Limfoma maligna

Haemangiothelioma maligna

Teratoma maligna

Klasifikasi klinik TNM (1997)

T : tumor primer

Tx : tumor primer tidak dapat dinilai

To : tidak terdapat tumor primer

T1 : tumor degan ukuran 1 cm atau kurang masih terbatas pada tiroid

T2 : tumor dengan ukuran >1 cm tetapi tidak >4 cm masih terbatas pada tiroid

T3 : tumor denan ukuran >4 cm masih terbatas pada tiroid

T4 : tumor dengan ukuran berapa saja yang telah berekstensi keluar kapsul tiroid

N : KGB regional

Nx : KGB tidak dapat dinilai

No : tidak didapat metastasis ke KGB

N1 : terdapat metastasis ke KGB

N1a : metastasis pada KGB servikal ipsilateral

N1b : metastasis pada KGB servikal bilateral, midline kontralateral atau ke

KGB mediastinal

M : metastasis jauh

Mx : metastasis jauh belum dapat dinilai

Mo : tidak terdapat metastasis jauh

M1 : terdapat metastasis jauh

Prosedur Diagnostik

a. Anamnesis

1. Pengaruh usia dan jenis kelamin

Risiko malignansi apabila nodul tiroid terdapat pada usia di bawah 20 tahun dan diatas 50 tahun. Jenis kelamin laki-laki mempunyai risiko malignansi lebih tinggi.

2. Pengaruh radiasi di daerah leher dan kepala

Radiasi pada masa kanak-kanak dapat menyebabkan malignansi pada tiroid kurang lebih 33