makalah hematologi

Click here to load reader

Post on 19-Jul-2015

857 views

Category:

Education

12 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kehadirat Allah SWT, dimana atas segala rahmat dan izin-nya, kami dapat menyelesaikan makalah tentang system hematologi.

Shalawat serta salam tak lupa penulis haturkan kepada junjungan kita Nabi semesta alam Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan para pengikutnya hingga akhir zaman.

Alhamdulillah, kami dapat menyelesaikan makalah ini, walaupun penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan kesalahan didalam makalah ini. Untuk itu kami berharap adanya kritik dan saran yang membangun guna keberhasilan penulisan yang akan datang.

Akhir kata, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga terselesainya makalah ini semoga segala upaya yang telah dicurahkan mendapat berkah dari Allah SWT. Amin.

Sukabumi, 17 Maret 2014

Kelompok 5

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......1

DAFTAR ISI.2

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang..4

1.2 Rumusan Masalah.....4

1.3 Tujuan.......51.4 Manfaat....5

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Komposisi dan struktur sel darah manusia 62.2 Fungsi sel darah dan plasma darah pada tubuh manusia....82.3 Nilai dan ukuran normal komponen darah manusia..112.4 Sel-sel darah merah, anemia, dan polisitemia ..122.5 Leukosit, granulosit, makrofag, monosit, inflamasi .172.6 Imunitas dan alergi ...............................................222.7 Golongan darah ....242.8 Hemostatis dan pembekuan darah ....272.9 Faktor yang mempengaruhi proses pembekuan darah .29BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan.333.2 Saran...33DAFTAR PUSTAKA..34BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Hematologi adalah ilmu yang mempelajari tentang darah serta jaringan yang membentuk darah. Darah merupakan bagian penting dari sistem transport. Darah merupakan jaringan yang berbentuk cairan yang terdiri dari 2 bagian besar yaitu plasma darah dan bagian korpuskuli.

Dalam arti lain hematologi juga dikenal sebagai cabang ilmu kedokteran mengenai sel darah, organ pembentuk darah, dan kelainan yang berhubungan dengan sel serta organ pembentuk darah. Setiap orang mengetahui bahwa pendarahan pada akhirnya akan berhenti ketika terjadi luka atau terdapat luka lama yang mengeluarkan darah kembali. Saat pendarahan berlangsung, gumpalan darah beku akan segera terbentuk dan mengeras, dan luka pun pulih seketika. Sebuah kejadian yang mungkin tampak sederhana dan biasa saja di mata Anda, tapi tidak bagi para ahli biokimia. Penelitian mereka menunjukkan, peristiwa ini terjadi akibat bekerjanya sebuah sistem yang sangat rumit. Hilangnya satu bagian saja yang membentuk sistem ini, atau kerusakan sekecil apa pun padanya, akan menjadikan keseluruhan proses tidak berfungsi.

Darah harus membeku pada waktu dan tempat yang tepat, dan ketika keadaannya telah pulih seperti sediakala, darah beku tersebut harus lenyap. Sistem ini bekerja tanpa kesalahan sedikit pun hingga bagian-bagiannya yang terkecil. Jika terjadi pendarahan, pembekuan darah harus segera terjadi demi mencegah kematian. Di samping itu, darah beku tersebut harus menutupi keseluruhan luka, dan yang lebih penting lagi, harus terbentuk tepat hanya pada lapisan paling atas yang menutupi luka. Jika pembekuan darah tidak terjadi pada saat dan tempat yang tepat, maka keseluruhan darah pada makhluk tersebut akan membeku dan berakibat pada kematian.

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana anatomi fisiologi dalam sistem hematologi itu ?1.3 Tujuan

Makalah ini di buat dengan tujuan agar mahasiswa, tenaga kesehatan atau tenaga medis dapat memahami berkaitan dengan anatomi dan fisiologi sistem hematologi.

1.4 Manfaat

Makalah ini di buat oleh kami agar meminimalisir kesalahan dalam tindakan praktik keperawatan yang di sebabkan oleh ketidakpahaman dalam anatomi fisiologi dalam sistem hematologi sehingga berpengaruh besar terhadap kehidupan klien.

BAB II

PEMBAHASAN2.1 Komposisi dan struktur Darah Manusia.

Karakteristik

1. Darah adalah sejenis jaringan ikat yang sel-selnya (elemen pembentuk) tertahan dan di bawa dalam matriks cairan (plasma).

2. Darah lebih berat dibandingkan dengan air dan lebih ketal. Cairan ini memiliki rasa dan bau yang khas, serta Ph 7.4 (7.35-7.45).

3. Warna darah bervariasi dan merah terang sampai merah tua kebiruan, bergantung pada kadar oksigen yang dibawa ke sel darah merah.

4. Volume darah tetap sekitar 5 liter pada laki-laki dewasa berukuran rata-rata, dan kurang sedikit pada perempuan dewasa. Volume ini bervariasi sesuai dengan ukuran tubuh dan berbanding terbalik dengan jumlah jaringan edukosa dalam tubuh. Volume ini juga bervariasi dengan perubahan cairan darah dan konsentrasi elektrolitnya.

Komposisi

Darah terdiri daripada beberapa jenis korpuskula yang membentuk 45% bagian dari darah, angka ini dinyatakan dalam nilaihermatokritatau volume sel darah merah yang dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47. Bagian 55% yang lain berupa cairan kekuningan yang membentuk medium cairan darah yang disebutplasma darah.

Korpuskula darah terdiri dari:

Sel darah merah atau eritrosit (sekitar 99%).

Eritrosit tidak mempunyainukleus selataupunorganela, dan tidak dianggap sebagaisel dari segi biologi. Eritrosit mengandung hemoglobin dan mengedarkan oksigen. Sel darah merah juga berperan dalam penentuangolongan darah. Orang yang kekurangan eritrosit menderita penyakitanemia.

Keping-keping darahatautrombosit (0,6 - 1,0%)

Trombosit bertanggung jawab dalam proses pembekuan darah.

Sel darah putihatauleukosit(0,2%)

Leukosit bertanggung jawab terhadapsistem imuntubuh dan bertugas untuk memusnahkan benda-benda yang dianggap asing dan berbahaya oleh tubuh, misal virus atau bakteri. Leukosit bersifat amuboid atau tidak memiliki bentuk yang tetap. Orang yang kelebihan leukosit menderita penyakitleukimia, sedangkan orang yang kekurangan leukosit menderita penyakitleukopenia.

Susunan Darah. serum darah atau plasma terdiri atas:

1. Air: 91,0%

2. Protein: 8,0% (Albumin, globulin, protrombin dan fibrinogen)

3. Mineral: 0.9% (natrium klorida,natrium bikarbonat,garamdarikalsium,fosfor, magnesium dan zat besi, dll)

Plasma darahpada dasarnya adalah larutanairyang mengandung:-

albumin bahan pembeku darah

immunoglobin(antibodi)

hormon berbagai jenisprotein berbagai jenisgaram Struktur sel darah :1.Air: 91%2.Protein: 3% (albumin, globulin, protombin dan fibrinogen).3.Mineral: 0,9% ( Natrium klorida,natrium bikarbonat, garam posfat,

magnesium, kalsium dan zat besi).4.Bahan organik: 0,1% ( Glukosa, lemak, asam urat, kreatinin kolesterol dan asam

amino). (Dr. Syaifuddin, 1992).2.2 Fungsi Sel Darah dan Plasma Darah Pada Tubuh Manusia.

Plasma darah adalah cairan bening kekuningan yang unsur pokoknya sama dengan sitoplasma. Plasma terdiri dari 92% air dan mengandung campuran kompleks zat organic dan zat anorganik.

Di dalam plasma darah terlarut berbagai macam zat. Di antara zat-zat tersebut ada yang masih berguna dan adapula yang tidak berguna. Beberapa zat tersebut antara lain seperti berikut.

a.Zat makanan dan mineral,antara lain glukosa, gliserin, asam amino, asam lemak, kolesterol, dan garam mineral.

b.Zat hasil produksi dari sel-sel,antara lain enzim, hormon, dan antibodi.

c.Protein,

Protein dalam plasma darah terdiri atas:

1) antiheofilik berguna mencegah anemia;

2) Tromboplastin berguna dalam proses pembekuan darah;

3) protrombin mempunyai peranan penting dalam pembekuan darah;

4) fibrinogen mempunyai peranan penting dalam pembekuan darah;

5) albumin mempunyai peranan penting untuk memelihara tekanan osmotik darah;

6) gammaglobulin berguna dalam senyawa antibodi.

d.Karbon dioksida, oksigen, dan nitrogen.

Protein plasma mencapai 7% plasma dan merupakan satu-satunya unsure pokok plasma yang tidak dapat menembus membrane kapilar untuk mencapai sel. Ada 3 jenis protein plasma:

Albumin adalah protein plasma yang terbanyak, sekitar 55-60%. Albumin disintesiskan dalam hati dan bertanggung jawab untuk tekanan osmotic koloid darah.

Koloid, adalah zat yang berdiameter 1Nm 100Nm, sedangkan kristaloid adalah zat yang berdiameter kurang dari 1 Nm. Plasma mengandung koloid dan kristaloid.

Tekanan osmotic koloid atau tekanan onkotik, ditentukan berdasarkan jumlah partikel koloid dalam larutan. Tekanan ini merupakan ukuran daya tarik plasma terhadap difusi air dan cairan ekstraseluler yang melewati membrane kapilar.

Globulin membentuk sekitar 30% protein plasma.

dan globulin disintesiskan dihati, dengan fungsi utama sebagai molekul pembawa lipid, beberapa hormone berguna sebagai substrat, dan zat penting tubuh lainnya.

Gamma globulin adalah antibody. Ada 5 jenis immunoglobulin yang diproduksi jaringan limpoid dan berfungsi dalam imunitas.

Fibrinogen membentuk 4% protein plasma, disintesis di hati dan erupakan komponen esensial dalam mekanisme pembekuan darah.

Plasma juga mengandung nutrient, gas darah, elektrolit, mineral, hormone, vitamin dan zat-zat sisa.

(1). Nutrien meliputi asam amino, gula dan lipid yang diabsorbsi dari saluran pencernaan.

(2). Gas Darah meliputi oksigen, karbondioksida dan nitrogen

(3). Elektrolit plasma meliputi ion natrium, kalium,magnesium, klorida, kalsium, bikarbonat, fosfat dan ion sulfat.

Elemen pembentuk darah meliputi sel darah merah (eritrosit),sel darah putih (leukosit) dan trombosit.Eritrosit atau Sel Darah Merah

Karakteristik

Eritrosit merupakan diskus bikonkaf, bentuknya bulat dengan lekukan pada sentralnya dan berdiameter 7,65 m.

Terbungkus dalam membran