makalah kasus 2 sistem imun dan hematologi i keolompok 12

Click here to load reader

Post on 04-Aug-2015

637 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

LEUKEMIA LIMFOSITIK AKUT MAKALAHDibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sistem Imun dan Hematologi I

Disusun oleh: Kelompok 12Ajeng Gustiani Asti Nurhalimah 220110110006 220110110042

Dewi Yulia Fathonah 220110110056 Fauzia Fatharani Fransiska Yusrida Lusiyanti Melda Iskawati Mona Yosefhin Nurul Iklima Oky Octaviani Putri Panjaitan Ria Herliani Toayah Indah Sari 220110110028 220110110108 220110110047 220110110043 220110110129 220110110055 220110110064 220110110133 220110110038 220110110072

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 20121 Imune and Hematologic System I SGD kasus 2

LEUKEMIA LIMFOSITIK AKUT MAKALAH Dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sistem Imun dan Hematologi I

Disusun oleh: Kelompok 12Ajeng Gustiani Asti Nurhalimah Dewi Yulia Fathonah Fauzia Fatharani Fransiska Yusrida Lusiyanti Melda Iskawati Mona Yosefhin Nurul Iklima Oky Octaviani Putri Panjaitan Ria Herliani Toayah Indah Sari (Anggota) (Anggota) (Anggota) (Anggota) (Anggota) (Anggota) (Scriber 2) (Anggota) (Anggota) (Anggota) (Anggota) (Chair) (Scriber 1)

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2012

2

Imune and Hematologic System I

SGD kasus 2

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Makalah ini membahas tentang sistem imun dan hematologi I khususnya mengenai penyakit kanker darah (leukemia). Dalam penulisan makalah ini, penulis menemui beberapa kendala, tetapi dapat teratasi berkat bantuan berbagai pihak. Penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Ibu Ermiati, S.Kp., M.Kep, Sp.Mat selaku dosen koordinator mata pelajaran Sistem Imun dan Hematologi I 2. Ibu Siti Yuyun, S.Kp., M.Kes selaku dosen tutor kelompok 12 3. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak yang sifatnya membangun demi penyempurnaan makalah ini di waktu yang akan datang. Akhirnya, penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat, khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada kita. Amin.

Jatinangor, September 2012

Penulis

3

Imune and Hematologic System I

SGD kasus 2

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Leukemia adalah kanker anak yang paling sering terjadi, mencapai lebih

kurang 33% dari keganasan pediatrik. Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) merupakan keganasan yang paling umum terjadi pada anak, rata-rata 30 % dari seluruh keganasan pada anak. Insidensi meningkat pada anak-anak usia dibawah 15 tahun dimana insidensi tertinggi pada anak usia 1-15 tahun dengan puncaknya pada usia 3-4 tahun (Crist, 1999). Sekitar 3000 kasus baru LLA per tahun terjadi di Amerika Serikat, 75 % diantaranya terjadi pada anak dibawah umur 15 tahun. Di Indonesia, diperkirakan terjadi 2000-3000 kasus baru per tahun untuk LLA. Dahulu penyembuhan leukemia masih sangat sulit, banyak penderita yang hanya mampu bertahan hidup selama 4 tahun atau lebih. Sejak ditemukan alat kemoterapi, harapan hidup pasien bisa diperpanjang 8-12 bulan. Hampir semua pustaka menyebutkan, kemoterapi

selain untuk penyembuhan leukemia ternyata mempunyai efek samping yang cukup serius bagi tubuh penderita leukemia. Obat-obat kemoterapi tidak hanya menyerang sel-sel kanker saja namun sel-sel darah normal yang diproduksi dalam sumsum tulang juga turut diserang. Akibatnya pasien bisa sangat rawan terhadap infeksi, perdarahan maupun gangguan kesehatan umum (Tehuteru, 2005). Kemoterapi juga mempunyai efek samping terhadap organ-organ Pengobatan seperti anti kanker ginjal seperti dan kemoterapi, radiasi hati. serta

pembedahan dapat mempengaruhi status nutrisi penderita. Kemoterapi mempunyai kontribusi pada terjadinya malnutrisi dengan berbagai sebab antara lain mual, muntah, stomatitis atau sariawan, gangguan saluran pencernaan dan penurunan nafsu makan. Kekerapan gejala mual dan muntah pada penggunaan kemoterapi tergantung pada jenis obat

kemoterapi, dosis dan jadwal pemberian.4 Imune and Hematologic System I SGD kasus 2

Sebagai tenaga kesehatan, perawat sebagai mitra bagi dokter dan tenaga kesehatan lainnya perlu memiliki pengetahuan tentang Leukemia dan

penatalaksanaannya sebagai bentuk tuntutan masyarakat agar penderita dan penyebaran leukemia dapat tertangani secara komprehensif.

1.2 Tujuan Menjelaskan konsep dasar penyakit leukemia Memahami epidemologi penyakit ALL Mamahami tanda dan gejala, cara penularan, pencegahan, dan pengobatan leukemia Memahami peran perawat dalam menghadapi kasus leukemia Memahami asuhan keperawatan pada pasien penderita leukemia

5

Imune and Hematologic System I

SGD kasus 2

BAB II ANALISIS KASUS

2.1 Uraian Kasus An. D, laki-laki, usia 4 tahun, masuk ruang perawatan anak di sebuah Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP). Sejak 2 bulan sebulan sebelum masuk RS klien mengeluh sering merasa lemas, cepat cape serta sering merasa demam. Klien sering mengeluh cape jika pulang bermain, tapi oleh ibunya dianggap cape biasa. Pada lutut dan paha sering timbul memar kebiruan, selain itu ketika menggosok gigi, gusi sering berdarah. Pernah dibawa ke dokter dan di diagnose DBD, klien sembuh setelah diobati, tapi tidak lama kemudian keluhan muncul lagi. Terakhir dibawa ke rumah sakit daerah setempat, namun langsung dirujuk ke RSUP. Di RSUP dilakukan pemeriksaan darah dan didapatkan hasil : Hb.7,8, Hct 22, leukosit 62.000, eritrosit 2.32 , thrombosit 36.000, MCV 93.1, MCH 30.2, MCHC 32.4, Albumin 4.1, protein 6.3, Fe serum 108, TiBC 257. Hasil pemeriksaan fisik menunjukan : hepar teraba 1-2 cm, lien tidak teraba. Saat ini anak D sesah makan, sering memegang perut karena sakit. Kemudian ia juga tidak mau berjalan sendiri karena sering kesakitan sendi saat berjalan. Berdasarkan hasil pemeriksaan tadi, dokter melakukan pemeriksaan BMP dan hasilnya menunjukan sel blast (+): 20 %. Hasil pemeriksaan immunoferrotyping menunjukan ALL-L2. Dokter kemudian memanggil ibu klien untuk berbicara di ruang konsultasi, menjelaskan tentang kondisi penyakit anaknya dan

diagnosisnya. Setelah mendengar penjelasan dari dokter ibu klien terdiam kemudian menangis. Dia mengatakan bingung dan tidak percaya penjelasan yang didapatkan. Anak D adalah anak satu-satunya dan sangat diharapkan. Ibu membayangkan jumlah biaya yang diperlukan dan proses panjang yang harus dilalui untuk penyembuhan klien. Rencana saat ini yang akan dilakukan terhadap An.D di RSUP adalah Chemoterapi tahap I (induksi) menggunakan Indonesia ALL Protokol HR.

6

Imune and Hematologic System I

SGD kasus 2

STEP 1 TiBC (Mona) Lien (Dewi) Immunofenotyping(Fransiska) ALL-L2 (Putri) ALL Protokol HR (Melda) BMP (Asti) Sel Blast (Nurul Iklima) : Bagian dari sel darah putih ( Ajeng)

STEP 2 1. Apakah diagnosis medis pada kasus? (Dewi) 2. Mengapa memar kebiruan hanya timbul pada lutut? (Ajeng) 3. Apakah penyebab gusi berdarah? (Asti) 4. Apakah penyebab sakit perut An. D?(Fransiska) 5. Apa hasil dari pemeriksaan BMP dan Immonofenotyping? (Toayah) 6. Berapa nilai normal pemeriksaan darah ?(Melda) 7. Mengapa gejala muncul kembali setelah diobati? (Mona) 8. Apakah diagnose keperawatan pada kasus? (Melda) 9. Apa tahapan kemoterapi ?( Fauzia) 10. Apa hubungan penyakit masa lalu dengan penyakit sekarang ? (Nurul)

STEP 3 1. Leukemia atau kanker darah. Sebab pada kasus leukosit pasien 62.000 itu merupakan angka yang sangat tinggi karena normalnya 5000-10000. Selain itu pula klien sedang mengalami kemoterapi I sehingga menjadi tanda bahwa klien mengalami kanker darah. (Melda) 2. Karena beban di kaki terlalu berat, sehingga anak akan menumpu beban yang berat yang akibatnya menimbulkan memar kebiruan.(Nurul) 3. Karena ada perlukaan di daerah gusi hal ini disebabkan karena kadar trombosit klien yang rendah.(Dewi)

7

Imune and Hematologic System I

SGD kasus 2

4. Penyebab sakit perut pasien bisa berasal dari hepar. Klien mengalami hepatomegaly sehingga hepar klien mengalami pembesaran akibatnya menimbulkan nyeri perut.(Ajeng) 5. BMP adalah salah satu jenis pemeriksaan sel darah putih Sedangkan immonofenotyping adalah pemeriksaan pada sel imun (Dewi) 6. Nilai normal eritrosit = 120.000 Niali normal leukosit = 5000-10.000 (putri) 7. Gejala muncul kembali karena pemeriksaan tidak tuntas. Pada pemeriksaan awal klien didiagnosa DBD setelah itu diobati dan akhirnya sembuh. Saat gejala mulai muncul kembali akhirnya anak diperiksa ulang dan ternyata bukan DBD tapi leukemia. Hal ini bisa saja terjadi karena data-data yang hamper mirip antara DBD dan leukemia.(Dewi) 8. Diagnosa keperawatan yang tepat pada kasus adalah pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan, intoleransi aktivitas, ansietas.(Dewi) 9. penyakit klien awal adalah DBD dan kemudian Leukemia. Antara DBD dan leukemia merupakan penyakit yang berbeda. Karena data-data pemeriksaan darah yang hampir mirip sehingga diagnosa yang tidak tepat akan dilakukan intervensi yang tidak tepat pula. Awalnya klien menderita DBD dan diberi obat DBD sehingga akhirnya sembuh kemudian kambuh lagi. Hal ini merupakan kurang teliti dalam memberikan diagnosa pada pasien.(Fauzia)

8

Imune and Hematologic System I

SGD kasus 2

STEP 4Askep Terminologi Jenis Treatment Efek samping Leukemia Klasifikasi definisi

genetikEtiologi s.pencernaan Manisfestasi Klinik s.muskulo Pem.diagnostik BMP darah Lingkungan

STEP 5 1. Mind Map 2. Peran perawat pada kasus 3. Apakah Indonesia ALL protocol HR itu? 4. Apa tahapan kemoterapi ? 5. Nama istilah kekurangan dan kelebihan leukosit, Hb, trombosit, MCV,MCH,