makalah sistem imun dan hematologi kelompok 5

Download Makalah Sistem Imun Dan Hematologi Kelompok 5

Post on 19-Jul-2015

2.369 views

Category:

Documents

136 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

MAKALAH SISTEM IMUN dan HEMATOLOGI ASUHAN KEPERAWATAN MALARIA

Oleh : KELOMPOK 5 1. Gemma Alhamdy 2. Pinto Mulio 3. Yolanda 4. Zarniati

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN STIKes CERIA BUANA LUBUK BASUNG T.A 2011

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT Sang Penguasa sekalian alam yang maha pengasih dan maha penyayang. Shalawat serta salam senantasa terarah kepada Nabi Muhammad SAW. Pemimpin para Nabi saya serta umat-umat, keluarga serta sahabat sehingga penulis dapat menyelesaikan pembuatan makalah dengan judul ASUHAN KEPERAWATAN MALARIA. Pembuatan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi syarat dalam mata kuliah SISTEM IMUN DAN HEMATOLOGI. Dalam penyusunan makalah ini terdapat kesulitan dan hambatan. Berkat bantuan, bimbingan, arahan dan dukungan berbagai pihak, akhirnya makalah ini dapat diselesaikan dengan baik. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun ke arah perbaikan dikemudian hari. Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan rekan-rekan semua. Akhir kata semoga Allah SWT selalu memberikan yang terbaik bagi kita semua.

Lubuk Basung, 10 Desember 2011

Kelompok 5

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................... i DAFTAR ISI .......................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN ...................................................................... 1 1.1. Latar Belakang ......................................................................... 1 1.2.Tujuan Penulisan ...................................................................... 1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA........................................................... 2 2.1. Pengertian ................................................................................ 2 2.2. Etiologi ..................................................................................... 2 2.3. Jenis-jenis malaria .................................................................. 3 2.4. karakteristik nyamuk ............................................................. 4 2.5. Fatofisiologi ............................................................................ 5 2.6. Manifestasi Klinis.................................................................... 7 2.7. Pemeriksaan Diasnotik ........................................................... 8 2.8. Penatalaksanaan .................................................................... 9 2.9. Komplikasi ............................................................................... 9

BAB III ASUHAN KEPERAWATAN MALARIA ........................... 11 BAB IV KESIMPULAN ....................................................................... 17 4.1. Kesimpulan .............................................................................. 17 4.2. Saran ........................................................................................ 17 DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Malaria merupakan penyakit yang terdapat di daerah Tropis. Penyakit ini sangat dipengaruhi oleh kondisi-kondisi lingkungan yang memungkinkan nyamuk untuk berkembang biak dan berpotensi melakukan kontak dengan manusia dan menularkan parasit malaria. Contoh faktor-faktor lingkungan itu antara lain hujan, suhu, kelembaban, arah dan kecepatan angin, ketinggian. Salah satu faktor lingkungan yang juga mempengaruhi peningkatan kasus malaria adalah penggundulan hutan, terutama hutan-hutan bakau di pinggir pantai. Akibat rusaknya lingkungan ini, nyamuk yang umumnya hanya tinggal di hutan, dapat berpindah di pemukiman manusia, kerusakan hutan bakau dapat menghilangkan musuh-musuh alami nyamuk sehingga kepadatan nyamuk menjadi tidak terkontrol. 1.2 Tujuan Penulisan 1.2.1Tujuan umum Setelah mengikuti seminar ini diharapkan mahasiswa dapat memahami asuhan keperawatan Malaria. 1.2.2Tujuan khusus a. Mahasiswa dapat memahami penyakit malaria b. Mahasiswa dapat memahami etiologi malaria c. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami tanda dan gejala malaria. d. Mahasiswa dapat menguraikan dan memahami patofisiologi malaria e. Mahasiswa dapat menguraikan asuhan keperawatan pada pemutusan diagnostik/laboratorium.

BAB II TINJAUAN TEORITIS 2.1 DEFENISI Hipertensi dapat di defenisikan sebagai tekanan darah persinten dimana tekanan sistoliknya diatas 140 mmhg dan tekanan diastoliknya diatas 90 mmhg( Smith tom, 1995 ) Menurut WHO, penyakit hipertensi merupakan peningkatan tekanan sistoliklebih besar atau sama dengan 160 mmhg atau tekanan diastoliknya sama atau lebih 95 mmhg ( Kodim Nasin, 2003 ) Hipertensi dikategorikan ringan bila tekanan diastoliknya antara 95 -104 mmhg, hipertensi sedang jika diastoliknya antara 105 dan 114 mmhg, dan hipertensi berat apabila tekanan diastolliknya 115 mmhg atau lebih. Pembagian ini berdasarkan peningkatan tekanan diastolik karena di anggap lebih serius dari peningkatan sistoliknya (Smith Tom, 1995 )

2.2 Etiologi

Hipertensi berdasarkan penyebab dapat dibedakan menjadi dua golongan besar yaitu: ( Leny Gumwan, 2001 ) Hipertensi assensial ( hipertensi primer ) yaitu hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya. Hipertensi sekunder yaitu hipertensi yang disebabkan oleh penyakit lain Hipertensi primer terdapat lebih dari 90 % penderita hipertensi sedangkan 10 % sisanya disebabkan oleh hipertensi sekunder meskipun hipertensi primer belum diketahui pasti penyebabnya data data penelitian telah menemukan beberapa faktor yang sering menyebabkan terjadinya hipertensi. Faktor tersebut adalah sebagai berikut :

a. Faktor keturunan Dari data statistik terbukti bahwa seseorang akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk mendapatkan hipertensi jika orangtuanya adalah penderita hipertensi. b. Ciri perseorangan Ciri perseorangan yang mempengaruhi timbulnya hipertensi aadalah umur jika umur bertambah maka tekanan darah akan meningkat. c. Jenis kelamin dan usia Laki laki berusia 35- 50 tahun dan wanita menopause beresiko tinggi untuk mengalami hipertensi. d. Diet Konsumsi diet tinggi garam atau lemak secara langsung behubungan dengan berkembangnya hipertensi. e. Gaya hidup Merokok dan mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan tekanan darah bila gaya hidup menetap. Untuk mempertimbangkan gerontologi perubahan struktural dan fungsional pada sistem pembuluh perifer bertanggung jawab pada perubahan tekanan darah yang terjadi pada usia lanjut. Perubahan tersebut meliputi aterosklerosis, hilsngnys elastisitas jaringan ikat dan penurunan dalam relaksasi otot polos pembuluh darah, yang gilirannya menurunkan kemampuan distensi dan daya pegang pembuluh darah konsekuensiny, aorta dan arteri besar berkurang kemampuannya dan mengakomodasi volume darah yang dipompa oleh jantung ( volume sekuncup ) mengakibatkan penurunan curah jantung dan meningkatan tekanan perifer ( Brumer dan Suddart, 2002 )

2.3 TANDA DAN GEJALA Tanda dan gejala pada hipertensi dibedakan menjadi ( Edwar dk.C hung) 1. Tidak ada gejala Tidak ada gejala yang spesifik yang dapat dihubungkan dengan peningkatan tekanan darah, selain penentuan tekanan arteri oleh dokter yang memeriksanya. Hal ini berakti hipertensi anterial tidak akan pernah terdiagnosa jika tekanan arteri tidak.. 2. Gejala yang lazim Sering dikatakan bahwa gejala terlazim yang menyertai hipertensi meliputi nyeri kepala dan kelelahan. Juga ada seperti nyeri dada, edema dependen, sakit kepala, tidak nyaman pada tekuk dan disertai mual akibat peningkatan darah intrakranium.

2.4 PEMERIKSAAN PENUNJANG Riwayat dan pemeriksaan fisik secara menyeluruh Pemeriksaan retina Pemeriksaan laboratorium EKG untuk mengetahui hiperteopi ventrikel kiri Foto dada dan CT scan

2.5 PATOFISIOLOGI Mekanisme yang mengontrol kontraksi dan relaksasi pembuluh darah terletak dipusat vasomotor, pada meddula di otak. Dari pusat vasomotor ini bermula saraf simpatis , yang berlanjut ke bawah ke korda spinalis dan keluar dari kolumna medulla spinalis ganglia simpatis di torak dan abdomen. Rangsangan pusar vasomotor di antarkan dalam bentuk impuls yang bergerak kebawah melalui sistim saraf simpatis ke ganglia simpatis pada titik ini, neuroneprin ganglion melepaskan asutil kolin yang akan merangsang serabut saraf pasca ganglion ke pembuluh darah. Dimana dengan dilepaskan neuroneprin mengakibatkan kontriksi pembuluh darah. Berbagai faktor

seperti ketakutan dan kecemasan dapat mempergaruhi respon pembuluh darah terhadap rangsangan neuroneprin, meskipun tidak diketahui dengan jelas mengapa hal tersebut bisa terjadi. Pada saat bersamaan dengan sistem saraf simpatis merangsang pembuluh darah sebagai rangsangan respon emosi, kelentur adrenal juga terangsang mengakibatkan tambahan aktifitas vaso kontriks, medulla adrenal

2.6 Manifestasi klinis Tanda dan gejala yang di temukan pada klien dngan malaria secara umum menurut Mansjoer (1999) antara lain sebagai berikut :

a. Demam

Demam periodik yang berkaitan dengan saat pecahnya skizon matang (sporolasi). Pada Malaria Tertiana (P.Vivax dan P. Ovale), pematangan skizon tiap 48 jam maka periodisitas demamnya setiap hari ke-3, sedangkan Malaria Kuartana (P. Malariae) pematangannya tiap 72 jam dan periodisitas demamnya tiap 4 hari. Tiap serangan di tandai dengan beberapa serangan demam periodik. Gejala umum (gejala klasik) yaitu terjadinya Trias Malaria (malaria proxysm) secara berurutan :

1) Periode dingin. Mulai menggigil, kulit kering dan dingin, penderita sering membungkus diri dengan selimut atau sarung dan pada saat menggigil sering seluruh badan bergetar dan gigi-gigi saling terantuk, pucat sampai sianosis seperti orang kedinginan. Periode ini berlangsung 15 menit sampai 1 jam diikuti dengan meningkatnya temperatur.

2) Periode panas.

Muka merah, kulit panas dan kering, nadi cepat dan p