ktsp kimia kelas x 2012-2013 jadi

Download KTSP Kimia Kelas X 2012-2013 Jadi

Post on 24-Apr-2015

772 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

teaching for senior high school in Indonesia

TRANSCRIPT

ISO 9001 : 2008 Cert. No. 47484/A/0001/UK/En

KTSPKIMIAX

TAHUN PELAJARAN 2012 - 2013 SMA SANTA ANGELA JL. MERDEKA 24 BANDUNGhttp://\www.santa-angela.sch.id

HALAMAN PENGESAHAN

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan untuk mata pelajaran KIMIA di kelas X ini telah disetujui pada: Hari Tanggal : __________________ : __________________

Yang menyetujui, Kepala Sekolah SMA Santa Angela

Sr. Florentia Mujiati, OSU.

2

A. PendahuluanKita menyadari bahwa kemajuan suatu bangsa akan semakin bergantung pada tingkat sumber daya manusia dan bukan sumber daya alamnya. Oleh karena itu, dalam mengahadapi era globalisasi yang semakin meluas, sistem pendidikan kita harus segera diperbaiki agar dapat menghasilkan manusia cerdas, mandiri, dan dapat bersaing di tingkat internasional. Dalam kaitan itu, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah yaitu membenahi kurikulum sekolah dasar dan menengah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Penididikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 dan 23 Tahun 2006 tentang standar isi dan standar kompetensi lulusan. Dalam kegiatan pembelajaran Kimia di sekolah, siswa harus aktif dalam membangun pengetahuannya, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator. Selain ranah kognitif, dalam pembelajaran Kimia juga menuntut kompetensi siswa dalam ranah psikomotorik dan afektif. Siswa tidak saja harus mengetahui fakta, konsep atau prinsip tetapi juga harus terampil menerapkan pengetahuannya dalam menghadapi masalah kehidupan dan teknologi. Ciri ilmu kimia sebagai ilmu yang berlandaskan praktik dan eksperimen, siswa tidak cukup dengan merasa mengerti tetapi sungguh-sungguh harus dapt mempraktikannya dalam menyelesaikan soal, memecahkan masalah, atau melakukan suatu ketrampilan ilmiah.

B. Visi dan MisiVISI Komunitas pembelajar yang kritis, kreatif, dan inovatif dalam mengintegrasikan ilmu, iman, dan nilai-nilai kemanusiaan seturut semangat Santa Angela. MISI 1. Sebagai lembaga pendidikan ( institute of education ), sekolah Ursulin menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dan terpadu, menyiapkan persertta didik ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan siap bermasyarakat. 2. Sebagai komunitas pembelajar ( community of learning ), sekolah Ursulin mengembangkan potensi dan keterampilan secara kritis, kreatif, dan inovatif. 3. Sebagai sekolah Katolik ( Catholic School), sekolah Ursulin menanamkan semangat Santa Angela pada setiap pribadi agar dapat mengintegrasikan ilmu, iman, dan nilai-nilai kemanusiaan untuk menjawab tantangan zaman dan mewujudnyatakan SERVIAM dalam kehidupan sehari-hari. 4. Sebagai sekolah Ursulin Indonesia ( Ursuline School in Indonesia ), sekolah Ursulin menanamkan kecintaan pada budaya, bangsa, dan tanah air Indonesia dengan menghargai pluraritas budaya dan agama, serta membangun kepedulian terhadap sesama dan alam ciptaan. KTSP Kimia Kelas X 1

5. Sebagai bagian dari Ursulin Internasional, ( International Ursuline ), sekolah Ursulin Indonesia meningkatkan kerja sama dengan alumni dan sekolah-sekolah Ursulin, baik di Indonesia maupun di tingkat Internasional, khususnya di Asia Pasifik.

C. Tujuan Pendidikan Kimia di SMA Santa AngelaKegiatan pembelajaran kimia di SMA Santa Angela memiliki tujuan pendidikan sebagai berikut: 1. Mempersiapkan peserta didik untuk penguasaan materi yang dibutuhkan di Perguruan Tinggi 2. Membangun motivasi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran kimia di kelas 3. Mengembangkan kompetensi kognitif, psikomotorik dan efektif peserta didik

D. Acuan Operasional Penyusunan KTSP Pendidikan Kimia di SMA Santa AngelaKTSP disusun dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut. 1. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia. 2. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Pendidikan merupakan proses sistematik untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik yang memungkinkan potensi diri (afektif, kognitif, psikomotor) berkembang secara optimal. Sejalan dengan itu, kurikulum disusun dengan memperhatikan potensi, tingkat perkembangan, minat, kecerdasan intelektual, emosional, sosial, spritual, dan kinestetik peserta didik. 3. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Daerah memiliki potensi, kebutuhan, tantangan, dan keragaman karakteristik lingkungan. Masing-masing daerah memerlukan pendidikan sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman hidup sehari-hari. Oleh karena itu, kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan daerah. 4. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Dalam era otonomi dan desentralisasi untuk mewujudkan pendidikan yang otonom dan demokratis perlu memperhatikan keragaman dan mendorong partisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional. Untuk itu, keduanya harus ditampung secara berimbang dan saling mengisi. KTSP Kimia Kelas X 2

5. Tuntutan dunia kerja Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. Oleh sebab itu, kurikulum perlu memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja. Hal ini sangat penting terutama bagi satuan pendidikan kejuruan dan peserta didik yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. 6. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan di mana IPTEKS sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan. Pendidikan harus terus menerus melakukan adaptasi dan penyesuaian perkembangan IPTEKS sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan. Oleh karena itu, kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. 7. Agama Kurikulum harus dikembangkan untuk mendukung peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia dengan tetap memelihara toleransi dan kerukunan umat beragama. Oleh karena itu, muatan kurikulum semua mata pelajaran harus ikut mendukung peningkatan iman, taqwa dan akhlak mulia. 8. Dinamika perkembangan global Pendidikan harus menciptakan kemandirian, baik pada individu maupun bangsa, yang sangat penting ketika dunia digerakkan oleh pasar bebas. Pergaulan antar bangsa yang semakin dekat memerlukan individu yang mandiri dan mampu bersaing serta mempunyai kemampuan untuk hidup berdampingan dengan suku dan bangsa lain. 9. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Pendidikan diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka NKRI. Oleh karena itu, kurikulum harus mendorong berkembangnya wawasan dan sikap kebangsaan serta persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI. 10. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Penghayatan dan apresiasi pada budaya setempat harus terlebih dahulu ditumbuhkan sebelum mempelajari budaya dari daerah dan bangsa lain. 11. Kesetaraan Jender Kurikulum harus diarahkan kepada terciptanya pendidikan yang berkeadilan dan memperhatikan kesetaraan jender. 12. Karakteristik satuan pendidikan Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi, misi, tujuan, kondisi, dan ciri khas satuan pendidikan. KTSP Kimia Kelas X 3

E. Standar Kompetensi dan Kompetensi DasarX, Semester 1 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

1. Memahami struktur atom, 1.1 Memahami struktur atom berdasarkan teori atom sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia. Bohr, sifat-sifat unsur, massa atom relatif, dan sifatsifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui pemahaman konfigurasi elektron. 1.2 Membandingkan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan koordinasi, dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk. 2.Memahami dasar perhitungan (stoikiometri). penerapannya hukum-hukum 2.1 Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan kimia dan kimia organik sederhana serta persamaan reaksinya. hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia. X, Semester 2 Standar Kompetensi 3. Memahami sifat-sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit, serta reaksi oksidasi-redukasi. 4. Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. Kompetensi Dasar 3.1 Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan dalam 2.2 Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya

elektrolit berdasarkan data hasil percobaan. 3.2 Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasireduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya. 4.1 Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. 4.2 Menggolongkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa. 4.3 Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya

F. Penentuan Standar Ketuntasan Minimal Per Kompetensi Dasar Dan IndikatorSatuan Pendidikan KTSP Kimia Kelas X : SMA St. Angela 4

Mata Pelajaran Kelas Tahun Pelajaran

: KIMIA : X : 2012 -2013 2. Penentuan Standar Ketuntasan Belajar Minimal Kriteria Penentuan KKMSumber Daya Pendukung

1.1 Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifat-sifat unsur, massa atom relatif, dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, elektron. 1.2 Membandingkan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan koordinasi, dan ikatan logam serta hubungannya terben