cara menyusun ktsp dan model dan teknik penilaian ktsp

Download Cara Menyusun Ktsp Dan Model Dan Teknik Penilaian Ktsp

Post on 27-Oct-2015

144 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

CARA MENYUSUN KTSP DAN MODEL DAN TEKNIK PENILAIAN KTSPhttp://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/06/cara-menyusun-ktsp-dan-model-dan-teknik.html

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.[1] Dikatakan bahwa, KTSP merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencapai keunggulan masyarakat bangsa dalam penguasaan ilmu dan teknologi seperti yang digariskan dalam haluan negara. Hal tersebut diharapkan dapat dijadikan landasan dalam pengembangan pendidikan di Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan, baik secara makro, meso maupun mikro.[2] Dikatakan juga bahwa, KTSP merupakan suatu konsep yang menawarkan otonomi pada sekolah untuk menentukan kebijakan sekolah dalam rangka meningkatkan mutu, efisien pendidikan agar dapat memodifikasikan keinginan masyarakat setempat serta menjalin kerjasama yang erat antara sekolah, masyarakat, industri dan pemerintah dalam membentuk pribadi peserta didik.[3]Namun yang menjadi kendala mengenai KTSP tersebut adalah KTSP belum tersosialisasikan dengan baik dan kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung dan juga para guru belum sepenuhnya memahami KTSP secara utuh, baik cara penyusunannya, model dan teknik penilaian dalam KTSP maupun praktiknya di lapangan. Kejadian ini dapat diidentifikasikan sebagai kurangnya pemahaman terhadap KTSP itu sendiri..Dari beberapa kendala tersebut dapat diambil suatu pertanyaan, Upaya apa yang dilakukan oleh pemerintah sebagai pihakpihak terkait dengan KTSP untuk mengatasi kekurang tahuan mengenai cara penyusunan KTSP maupun model dan teknik penilaian dalam KTSP ? Realitas ini sangat penting untuk dibahas dalam makalah ini.Untuk itu pembahasan makalah ini diangkat untuk mengungkap masalah-masalah tersebut. Berdasarkan pada keterangan-keterangan yang telah ditulis oleh para ahli pendidikan, telah ditemukan upaya terkait dengan sosialisasi KTSP yaitu adanya tulisan-tulisan yang berisi tentang cara-cara penyusunan KTSP maupun model dan teknik penilaian KTSP untuk memudahkan para guru mempelajarinya.Selanjutnya, berangkat dari latar belakang masalah tersebut di atas, maka penulisan makalah ini kami beri judul Cara Menyusun KTSP Dan Model Dan Teknik Penilaian KTSP

B. Rumusan MasalahRumusan masalah yang kami angkat dalam makalah ini adalah :1. Bagaimana cara menyusun KTSP ?2. Bagaimana model dan teknik penilaian KTSP ?

C. Tujuan PenulisanAdapun tujuan penulisan dalam makalah ini adalah agar kita dapat menjelaskan/mendeskripsikan :1. Cara menyusun KTSP2. Model dan teknik penilaian KTSP

BAB II PEMBAHASANA. Cara Menyusun KTSPDalam KTSP mencakup sejumlah kompetensi dan seperangkat tujuan pembelajaran yang dinyatakan sedemikian rupa, sehingga pencapaiannya dapat diamati dalam bentuk perilaku, atau ketrampilan peserta didik menguasai sekurang-kurangnya tingkat kompetensi minimal, agar mereka dapat mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.[4]Adapun landasan penyusunan KTSP dapat merujuk pada :1. Undang-undang RI No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 1 ayat (19), pasal 18 ayat (1), (2), (3), (4), pasal 32 ayat (1), (2), (3), pasal 35 ayat (2), pasal 36 ayat (1), (2), (3), (4), pasal 37 ayat (1), (2), (3), pasal 38 ayat (1), (2).2. Peraturan pemerintah RI No. 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan pasal 1 ayat (5), (13), (14), (15), pasal 5 ayat (1), (2), pasal 6 ayat (6), pasal 7 ayat (1), (2), (3), (4), (5), (6), (7), (8), pasal 8 ayat (1), (2), (3), pasal 10 ayat (1), (2), (3), pasal 11 ayat (1), (2), (3), (4), pasal 13 ayat (1), (2), (3), (4), pasal 14 ayat (1), (2), (3), (4), pasal 16 ayat (1), (2), (3), (4, (5), pasal 17 ayat (1), (2), pasal 18 ayat (1), (2), (3), dan pasal 20.3. Standar Isi.4. Standar Kompetensi Lulusan.[5]Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan disusun dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:1. Peningkatan iman dan taqwa serta akhlaq mulia.2. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik.3. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungannya.4. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional.5. Tuntutan dunia kerja.6. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.7. Agama.8. Dinamika perkembangan global.9. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan.10. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat.11. Kesetaraan gender.12. Karakteristik satuan pendidikan.[6]Berikut bagan cara menyusun KTSP :AspekKTSP/Kurikulum 2006Kewenangan pengembanganPusat hanya mengembangkan kompetensi sebagai standar, sedangkan elaborasi kompetensi diserahkan daerah/ sekolah dalam bentuk silabus.Pendekatan pembelajaranBerbasis KompetensiPenataan isi/konten (struktur program)Terjadi penataan materi, jam belajar, dan struktur program

Langkah-langkah pengembangan perangkat kurikulum dalam bentuk silabus terdiri dari :1. Penentuan format dan sistematika silabus. Komponen silabus terdiri dari: identifikasi nama mata pelajaran, jenjang sekolah, kelas, semester, standar kompetensi, kompetensi dasar, standar materi, uraian/rincian dan urutan materi, pengalaman belajar, sumber/bahan, alokasi waktu, dan sumber acuan/rujukan. Format penyajian silabus diwujudkan dalam bentuk matrik agar hubungan antar komponen dapat dilihat dengan jelas. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi, Kompetensi dasar dan indikator ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan pencapaian kompetensi untuk penilaian.Cara menyusunnya :a. KD (Kompetensi Dasar) dituliskan dengan memakai Kata Kerja + Kata Benda, sehingga rumusnya adalah KD=KK + KBb. Indikator dituliskan dengan memakai Kata Kerja Operasional + Materi Essensial.c. Materi Pokok adalah Kata Benda yang ada pada masing-masing Kompetensi Dasar (KD).d. Kegiatan Pembelajaran isinya harus merupakan kegiatan siswa dan life skill yang terkait dengan kegiatan pembelajarannya, dan tidak perlu menggunakan kata-kata siswa dapat, tapi langsung pada kegiatan siswa.e. Penilaian diisikan dengan jelas jika tes tertulis terdiri dari apa sajakah tertulisnya sesuaikan dengan uraian pada kolom indikator, apakah bisa ESSAY, PILIHAN GANDA, PENYUSUNAN LAPORAN atau lainnya yang sifatnya tertulis. Jika Tes-nya berbentuk Lisan demikian pula tes lisan nya apa saja.f. Alokasi Waktu, biasanya menggunakan rumus perbandingan 1 2 4 yaitu pada TM (Tatap Muka) dikalikan 1 pada PS (Praktek di Sekolah) dikalikan 2 dan pada PI (Praktek di Industri) dikalikan 4g. Sumber Belajar wajib dituliskan lengkap Judul Buku, Modul apa, yang ke-berapa serta Pengarang dan Penerbitnya.[7]2. Penentuan kemasan silabus. Yaitu berdasarkan prinsip keterbacaan, kepraktisan dalam menggunakan, dan kemudahan dalam membawa dan menyimpan. Dapat diwujudkan dalam media cetak atau buku, dapat pula disediakan dalam bentuk file-file yang tersimpan dalam disket atau VCD.3. Penentuan kemampuan dasar (kompetensi dasar).4. Penentuan materi pembelajaran dan uraiannya. Terdiri dari a. Identifikasi jenis-jenis materi pelajaran. Yaitu klasifikasi materi pelajaran menjadi pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural, dan materi pelajaran jenis fakta, konsep, prinsip dan prosedur. Materi jenis fakta adalah materi berupa nama-nama obyek, tempat, orang, lambang, peristiwa sejarah, nama bagian atau komponen suatu benda dan lain-lain., materi konsep berupa pengetahuan, definisi, hakikat, inti., materi prinsip berupa dalil, rumus, paradigma dan lain-lain., materi prosedur berupa langkah-langkah mengerjakan sesuatu secara urut., b. Penentuan uraian materi pembelajaran.5. Penentuan pengalaman belajar siswa. Pengalaman belajar yang telah diidentifikasi dalam silabus ini perlu digunakan sebagai acuan oleh guru dalam mengembangkan strategi atau metode pembelajaran.6. Penentuan alokasi waktu.7. Penentuan sumber acuan.8. Pengembangan satuan pelajaran (SP).[8]Adapun format pengembangan satuan pelajaran terdiri dari :1. Identitas mata pelajaran yang terdiri dari jenjang pendidikan, mata pelajaran, kelas/semester, waktu.2. Standar Kompetensi.3. Kompetensi Dasar.4. Materi Pokok.5. Materi Pembelajaran.6. Strategi Pembelajaran.7. Media Pembelajaran.8. Penilaian/Asesmen dan Tindak Lanjut.9. Sumber Bacaan.Dalam setiap penyusunan satuan pembelajaran (SP), sebaiknya dikonsultasikan dengan guru senior untuk melakukan sharing agar tidak terjadi perbedaan, baik format, model maupun perumusan operasional kata / kalimat. Dan seyogyanya dimintakan pengesahan dari kepala sekolah untuk mendapatkan bukti / legalitas sebelum kegiatan belajar mengajar dilakukan.[9]Teknik Dan Prosedur Penyusunan Silabus Berdasarkan KTSP (Sisko 2006) antara lain :1. Mengkaji SKL (Standar Kompetensi Lulusan) masing-masing Mata Pelajaran (Permen 23 Tahun 2006).2. Mengidentifikasi SK (Standar Kompetensi) dan KD (Kompetensi Dasar) (Permen 22 tahun 2006).3. Mengembangkan KD (Kompetensi Dasar) menjadi beberapa indikator. Yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut :a. Langkah (1) : Analisis Kemampuan Aspek Kognitif, Afektif dan Psikomotorik. Setelah Kompetensi Dasar pilih dan rumuskan, maka kita bisa memulai analisis dengan mengajukan pertanyaan dasar " Apa sajakah tanda-tanda bahwa siswa telah menguasai kompetensi KD (Kompetensi Dasar)? ". Dan untuk memperoleh jawaban pertanyaan dasar tersebut , kita gunakan tiga pertanyaan berikut : (1).Pengetahuan apa sajakah yang harus diketahui siswa ? (2).Ketrampilan apa sajakah yang harus dapat ditunjukkan siswa ? (3).Sikap apa/perilaku apa sajakah yang harus dimiliki siswa ?[10] b. Langkah (2) : Setelah memperoleh jawaban untuk masing-masing aspek kognitif, afektif dan psikomotorik, langkah selanjutnya adalah memilih KKO (Kata Kerja Operasional) yang tepat untuk

Recommended

View more >