askep kom rt 3. part 2

Click here to load reader

Post on 24-Nov-2015

60 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS (PKL PKMD) DI RT 03 DESA PANJEREJO WILAYAH KERJA PUSKESMAS WATES KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU LAMPUNG

Tanggal 25 April 24 Mei 2011

Disusun Dalam Rangka Praktik Klinik KeperawatanPKL PKMD STIKes Muhammadiyah PringsewuProgram Studi DIII Keperawatan

DISUSUN OLEH KELOMPOK III

AHMAD RIFAIANISA SRI UTARIDENI FEBRIANDESTIA HELMI SUSANTIMURSAL EFENDITRI LESTARI YUNINGSIH

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) MUHAMMADIYAHPRODI DIII KEPERAWATANPRINGSEWU LAMPUNG2011DAFTAR KELOMPOK

KETUA: AHMAD RIFAISEKRETARIS: DESTIA HELMI SUSANTIBENDAHARA: DENI FEBRIANANGGOTA: ANISA SRI UTARI MURSAL EFENDI TRI LESTARI YUNINGSIH

LEMBAR PENGESAHAN

Telah disahkan pada tanggal .. Mei 2011Dan disetujui Untuk Disusun sebagai Studi kasus denganJudul:

ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS (PKL PKMD) DI RT 03DESA PANJEREJO WILAYAH KERJA PUSKESMAS WATESKECAMATAN GADINGREJO KABUPATENPRINGSEWU LAMPUNG

Tanggal 25 April 24 Mei 2011

MengetahuiPembimbing Akademik

Ns. NURIA, S.kep

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmad serta hidayah Nya sehingga Penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan kegiatan (PKL PKMD) dengan judul Asuhan Keperawatan Komunitas PKL PKMD di RT 03 Desa Panjerejo Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu. Dalam penulisan laporan studi kasus kegiatan PKL PKMD ini penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami baik secara moril maupun materil dalam pelaksanaan praktik dan penyusunan laporan kegiatan PKL PKMD, terutama kepada:1. Ibu Ns. Arena Lestari, S.Kep, selaku Ketua STIKes Muhammadiyah Pringsewu2. Ns.Nuria S.Kep, Selaku Pembimbing Akademik3. Bapak Sauji, selaku kepala pekon Panjerejo4. Bapak Mustari, selaku Pak RT 03 Desa Panjerejo5. Seluruh staff STIKes Muhammadiyah Pringsewu6. Orangtua kami yang senantiasa mendoakan kami di rumah7. Tokoh masyarakat dan tokoh agama serta masyarakat Desa Panjirejo8. Teman-teman angkatan XIII STIkes Muhammadiyah Pringsewu prodi DIII Keperawatan yang selalu memberikan motifasi dan doa. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam penulisan laporan ini, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari semua pihak yang terkait, sehingga laporan ini menjadi lebih baik atau mendekati sempurna. Akhirnya penulis berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi semua pembaca. Amin..

Pringsewu, Mei 2011

Kelompok III Desa Panjerejo

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDULDAFTAR KELOMPOKLEMBAR PENGESAHANKATA PENGANTARDAFTAR ISIBAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangB. Tujuan PenulisanC. Ruang LingkupD. Manfaat PenulisanE. Metode PenulisanF. Sistematika Penulisan

BAB IITINJAUAN PUSTAKAA. Konsep PKMDB. Konsep Desa SiagaC. Konsep Asuhan keperawatan komunitas

BAB III TINJAUAN KASUSA. PengkajianB. Analisa DataC. Diagnosa keperawatanD. Rencana keperawatanE. Planning Of ActionsF. Implementasi dan Evaluasi

BAB IV PEMBAHASAN A. Pengkajian B. Diagnosa keperawatanC. Intervensi D. ImplementasiE. Evaluasi

BAB V PENUTUPA. Kesimpulan B. Saran

DAFTAR PUSTAKALAMPIRAN LAMPIRAN

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Profesi keperawatan telah memasuki dunia baru dan dituntut untuk mempertahankan prinsip dan prosedur yang ada serta menghubungkan dunia baru lainnya. Saat ini, praktik keperawatan komunitas dan kebanyakan para pekerja komunitas diseluruh dunia dilandasi oleh kemitraan, keja sama dan pemberdayaan. Bersama pihak terkait lainnya dalam komunitasnya mereka berupaya dengan sungguh-sungguh untuk mencapai sehat untuk semua.

Tujuan ini hanya dapat dicapai mana kala hak asasi semua pihak khususnya para wanita, anak-anak serta semua orang yang terpinggirkan dan lemah ditingkatkan dan dilindungi. Dengan kata lain perawat komunitas mengarahkan upaya-upaya mereka untuk mencapai keadilan social dan kesamaan untuk semua. Untuk mencapai tujuan ini, perawat komunitas menyadari bahwa berbagai upaya peningkatan kesehatan seharusnya didasarkan pada kontek yang lebih luas dalam aspek social-ekonomi, untuk masyarakat setempat, regional maupun untuk masalah dan isu global. Peran serta Masyarakat (PSM) dalam pembangunan kesehatan, pada umumnya merupakan proses yang berorientasi pada manusia dan hubungannya dengan manusia yang lain. Proses ini mencakup rekayasa manusia dan rekayasa system social. Rekayasa manusia mencakup pengembangan kemampuan (pengetahuan, sikap dan ketrampilan) sehingga mampu menjadi leader atau pemimpin upaya kesehatan di lingkungannya, sedangkan rekayasa social mencakup pengembangan kemampuan kelembagaan masyarakat untuk kesehatan dalam rangka membina keterpaduan kemandirian dan kelangsungan upaya kesehatan di wilayah tertentu.

Salah satu bentuk peran serta masyarakat di bidang kesehatan yang sudah melembaga dan tidak asing lagi bagi kita adalah PKMD (Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa). Pembangunan kesehatan masyarakat desa (PKMD) merupakan rangkaian kegiatan masyarakat yang dilaksanakan atas dasar gotong royong dan swadaya dalam menolong diri sendiri dalam memecahkan masalah untuk memenuhi kebutuhanya dibidang kesehatan dan di bidang lain yang berkaitan agar mampu mencapai derajat kesehatan yang optimal. Tujuan PKMD adalah untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.Perkembangan pembangunan kesehatan masyarakat desa dapat dilihat dari beberapa indicator, yang meliputi infant mortality rate (IMR), mother mortality rate (MMR), gizi kurang pada balita dan umur harapan hidup (UHH). Dimana, bila kita lihat dari data pada tahun 2004 menunjukan angka kematian ibu per 100.000 lahir hidup adalah 321, kemudian angka kematian bayi per 1000 lahir hidup mencapai 43,4, usia harapan hidup 66,07, pada tahun 2004 angka gizi buruk sebesar 7,2% menurun hingga 5,4% pada 2007. Dari angka tersebut dapat kita simpulkan bahwa masih tingginya masalah kesehatan di masyarakat.

Dengan IMR dan MMR yang masih tinggi serta berbagai masalah kesehatan yang terus berkembang maka sangat sulit bagi Indonesia untuk mencapai the millennium development goals (MDGs) pada akhir tahun 2015 yakni IMR menjadi 25% dan MMR menjadi 150/100.000 KH. Dimana kualitas kesehatan Indonesia pada periode 2010-2015 membaik dilihat dari usia harapan hidup yang semakin meningkat.

Untuk menanggulangi masalah tersebut pemerintah menetapkan srategi pembangunan kesehatan berupa peningkatan akses dan kualitas pelayanan, peningkatan sumberdaya kesehatan, pemberdayaan masyarakat dan pembangunan pembiayaan kesehatan. Dalam hal ini peran serta masyarakat sangat menentukan keberhasilan kemandirian dan kesinambungan pembangunan kesehatan. pentingnya peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan telah diakui oleh semua pihak. Hal ini tertuang dalam GBHN, Rencana Pembangunan Lima Tahun dan UU No.23 Tahun 1992.

Paradigma sehat merupakan modal pembangunan kesehatan yang nantinya mampu mendorong masyarakat yang bersifat mandiri dalam menjaga kesehatan mereka sendiri dengan mengutamakan kegiatan preventif dan promotif.

RT 03 pekon panjerejo kecamatan Gadingrejo dengan jumlah penduduk 351 jiwa. Mayoritas penduduknya adalah petani dan pada umumnya tingkat pendidikannya adalah SD (47%). Presentasi penduduk yang mata pencahariannya sebagai petani 20,5% sedangkan presentasi penduduk yang pendidikannya SD 47%. Dari hal tersebut di atas dapat menjadi factor penghambat dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya di RT 03 Pekon Panjerejo. Selain itu juga terdapat data sebagai berikut yaitu : 75,3% warga mempunyai sumber pencemaran lingkungan seperti kolam ikan yang ada, tobong gendeng, WC cemplung dan SPAL terbuka, terdapat 55,3% warga BAB dikolam/disungai, terdapat 92,1% jarak sumur dengan septi tank 12kg tidak ada.

3.15 Jumlah Makan Ibu HamilNo Jumlah makan ibu hamiljumlah

13x makan pokok + selingan4

23x makan pokok tanpa selingan0

Diagram 3.15 distribusi penduduk RT 03 Pekon Panjerejo berdasarkan jumlah makan Ibu hamil perhari

Berdasarkan data diatas menunjukkan bahwa ibu yang hamil tersebut makan 3x/hari makanan pokok ditambah makanan selingan (100%).

3.16 Pemeriksaan Kehamilan No Pemeriksaan kehamilanJumlah

1Ya 4

Diagram 3.16 distribusi penduduk RT 03 Pekon Panjerejo berdasarkan memeriksakan kehamilan

Berdasarkan data diatas menunjukkan bahwa semua ibu hamil memeriksakan kehamilannya.3.17 Tempat memeriksakan kehamilanNo Tempat memeriksakan kehamilanJumlah

1Pelayanan kesehatan4

Diagram 3.17 distribusi penduduk RT 03 Pekon Panjerejo berdasarkan tempat memeriksakan kehamilan

Berdasarkan data diatas menunjukkan bahwa seluruh ibu hamil memeriksakan kehamilannya ke pelayanan kesehatan (100%)

3.18 Beberapa kali memeriksakan kehamilanNo Beberapa kali memeriksakan kehamilanJumlah

11 kali 0

22 kali0

33 kali1

44 kali0

5> 4 kali3

Diagram 3.18 distribusi penduduk RT 03 Pekon Panjerejo berdasarkan berapa kali memeriksakan kehamilan

Berdasarkan data diatas menunjukkan bahwa ibu hamil memeriksakan kehamilannya 1 x sebanyak 0, 2 x sebanyak 0, 3 x 1 orang (25%), 4 x sebanyak 0, >4 x sebanyak 3 orang (75%).

3.19 Mendapatkan imunisasi TT

NoImunisasi TTJumlah

1Ya3

2Tidak1

Diagram 3.19 distribusi penduduk RT 03 Pekon Panjerejo berdasarkan mendapatkan imunisasi TT

Berdasarkan data diatas menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil melakukan imunisasi TT yaitu sebanyak 3 orang (75 %).

3.20 Berapa kali mendapatkan imunisasi TTNoBerapa kali imunisasi TTJumlah

11 kali1

22 kali2

Diagram 3.20 distribusi penduduk