responsi prurigo

Download RESPONSI Prurigo

Post on 09-Aug-2015

197 views

Category:

Documents

21 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Prurigo

TRANSCRIPT

RESPONSI

PRURIGO

Oleh : Arifatun Nisa G9911112021

Pembimbing : dr. Muh. Eko Irawanto, Sp. KK

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA 2012

0

STATUS RESPONSI ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN

Pembimbing Nama Mahasiswa NIM

: Dr. Muh. Eko Irawanto, Sp.KK : Arifatun Nisa : G9911112021

PRURIGO

A. DEFINISI Prurigo ialah erupsi papular kronik dan rekurens. Terdapat berbagai macam prurigo, yang tersering terlihat ialah prurigo Hebra. Disusul oleh prurigo nodularis. Sedangkan yang lain jarang dijumpai. Istilah prurigo menunjuk pada suatu lesi kulit sangat gatal yang sampai kini belum diketahui penyebab pastinya. Penyakit ini biasanya dianggap sebagai salah satu penyakit kulit yang paling gatal dan lesinya dapat diikuti dengan timbulnya penebalan dan hiperpigmentasi pada kulit tersebut. 1

B. KLASIFIKASI KOCSARD pada tahun 1962 mendefinisikan prurigo papul sebagai papul yang berbentuk kubah dengan vesikel pada puncaknya. Vesikel hanya terdapat dalam waktu yang singkat saja, karena segera menghilang akibat garukan, sehingga yang tertinggal hanya papul yang berkrusta. Papul berkrusta lebih sering terlihat dibandingkan papul primer dengan puncak vesikel. Likenifikasi hanya terjadi sekunder akibat proses kronik. La membagi prurigo menjadi 2 kelompok: yaitu prurigo simplex dan dermatosis pruriginosa. Namun terdapat juga bentuk prurigo lain yang juga terdeteksi secara klinis, yaitu prurigo nodularis (tergolong dalam neurodermatitis), prurigo pigmentosa, dan prurigo aktinik 1.

1

1. PRURIGO SIMPLEKS SINONIM Nama lain dari prurigo simpleks adalah Prurigo Mitis. Jika warnanya lebih gelap, dapat disebut prurigo pigmentosa.1 EPIDEMIOLOGI Prurigo simpleks bisa mengenai anak-anak maupun dewasa. Prurigo papul tampak dalam macam-macam tingkat perkembangan dan ditemukan paling sering pada orang dengan usia pertengahan.2,3 PREDILEKSI Tempat yang sering terkena ialah badan dan bagian ekstensor ekstremitas, terbanyak pada tungkai dan bokong. Muka dan bagian kepala yang berambut juga dapat terkena tersendiri atau bersama-sama dengan tempat lainnya. 1 MANIFESTASI KLINIS Gambaran klinis dapat bervariasi. Lesi biasanya muncul dalam kelompokkelompok sehingga papul-papul, vesikel-vesikel dan jaringan-jaringan parut sebagai tingkat perkembangan penyakit terakhir dapat terlihat pada saat yang bersamaan. Tampak terdistribusi simetris, kecil, gatal yang terus menerus, dan terlihat sebagai papul beratap seperti kubah dan kadang terdapat lepuh. Gatal yang parah dapat membuat pasien terus menggaruk sehingga memberikan gambaran papul yang ekskoriasi disertai likenifikasi atau penebalan pada kulit. Dapat menyebabkan stres karena rasa sangat gatal hingga sering membuat sulit tidur 1 Prurigo Simpleks Beberapa variasi prurigo pemah dilaporkan. Prurigo

melanotik Pierini dan Borda terjadi pada wanita usia pertengahan berupa pruritus bersamaan dengan sirosis biliaris primer. Lesi berupa hiperpigmentasi retikular, sangat gatal, terutama mengenai badan.1 Pengobatannya simtomatik, diberikan obat untuk mengurangi gatal seperti antihistamin, baik sistemik (sedativa) maupun topikal.1 Lesi juga berespon terhadap pemberian kortikosteroid topikal, dan terapi UVA dan UVB untuk kasus tertentu. Terdapat penelitian pada kasus prurigo simpleks subakut diterapi dengan foil bath 2

PUVA pada konsentrasi 0.5 mg 8-methoxypsoralen/l. Terapi tersebut dinyatakan aman dan dapat ditoleransi dengan baik untuk prurigo simpleks subakut.9 2. DERMATOSIS PRURIGINOSA 1,3 Pada kelompok penyakit ini prurigo papul terdapat bersama-sama dengan urtika, infeksi piogenik, tanda-tanda bekas garukan, likenifikasi dan eksematisasi. Termasuk dalam kelompok penyakit ini antara lain, ialah : strofulus, prurigo kronik multiformis Lutz, dan prurigo Hebra.1,3 a. Strofulus Penyakit ini juga dikenal sebagai urtikaria papular, liken urtikatus dan strofulus pruri-ginosis, sering dijumpai pada bayi dan anak-anak. Papul-papul kecil yang gatal tersebar di lengan dan tungkai, terutama mengenai bagian ekstensor. Lesi muia-mula berupa urticated papules yang kecil, akibat garukan menjadi ekskoriasi dan mengalami infeksi sekunder atau likenifikasi Lesi-lesi muncul kembali dalam kelompok, biasanya pada malam hari. Tetapi lesi dapat bertahan sampai 12 hari. Semua tingkatan perkembangan dan regresi papul-papul dapat dilihat pada saat yang bersamaan. Serangan dapat berlangsung bulanan sampai tahunan. Biasanya tidak disertai pembesaran kelenjar getah bening maupun gejala konstitusi. 1,3

Urtikaria papular merupakan reaksi hipersensitivitas terhadap gigitan fleas *), gnats **), nyamuk, kutu dan yang tersering ialah kepinding. Gambaran histopatologiknya menyerupai reaksi gigitan artropod. Terdapat sebukan infiltrat perivaskular yang superfisial dan dalam, yang terdiri atas limfosit, histiosit dan eosinofil. 1,3 Pengobatan mencakup pemberantasan serangga yang mungkin dapat mengenai anak, terutama fleas (cat & dog fleas, dan kuman fleas), serta kutu busuk. Tempat-tempat tidur binatang peliharaan harus disemprot dengan insektisida. Juga lemari-lemari, selasela rumah, permadani dan perkakas rumah tangga disemprot dengan semprotan insektisida dua kali seminggu. Secara topikal penderita diberikan losio antipruritus. Krim kortikosteroid dapat dipakai. Antihistamin per oral dapat menghilangkan rasa gatal. 1,3, b. Prurigo kronik multiformis Lutz 3

Kelainan kulitnya berupa papul prurigo, disertai likenifikasi dan eksematisasi. Di samping itu penderita juga mengalami pembesaran kelenjar getah bening (limfadenitis dermatopatik) dan eosinofilia. Pengobatan bersifat simtomatik. 1,3

3. PRURIGO HEBRA Di antara berbagai bentuk, prurigo Hebra merupakan bentuk yang tersering terdapat. 1 DEFINISI Prurigo Hebra ialah penyakit kulit kronik dimulai sejak bayi atau anak. Kelainan kulit terdiri atas papul-papul miliar berbentuk kubah sangat gatal, lebih mudah diraba daripada dilihat, terutama di daerah ekstremitas bagian ekstensor.1,3 EPIDEMIOLOGI Penyakit ini sering terdapat pada keadaan sosial-ekonomi dan higiene yang rendah. Umumnya terdapat pada anak. Di Eropa dan Amerika Serikat penyakit ini jarang.1,3

ETIOLOGI DAN PATOGENESIS Penyebabnya yang pasti belum diketahui. Umumnya ada saudara yang juga menderita penyakit ini, karena itu ada yang menganggap penyakit ini herediter. Sebagian para ahli berpendapat bahwa kulit penderita peka terhadap gigitan serangga, misalnya nyamuk. Mungkin antigen atau toksin yang ada dalam ludah serangga menyebabkan alergi. Di samping itu juga terdapat beberapa faktor yang berperan, antara lain : suhu, investasi parasit (misalnya Ascaris atau Oxyruris). Juga infeksi fokal, misalnya tonsil atau saiuran cerna, endokrin, alergi makanan. Pendapat lain mengatakan penyakit ini didasari faktor atopi. 1 GEJALA KLINIS Sering dimulai pada anak berusia di atas satu tahun. Kelainan yang khas berupa papul-papul miliar tidak berwarna, berbentuk kubah, lebih mudah diraba daripada dilihat. Garukan yang terus menerus menimbulkan erosi, ekskoriasi, krusta, hiperpigmentasi dan likenifikasi. Tak jarang terjadi infeksi sekunder. Jika telah kronik tampak kulit yang sakit menjadi lebih gelap kecoklatan dan berlikenifikasi.1

4

Tempat predileksi pada ekstremitas bagian ekstensor dan simetris, dapat meluas ke bokong dan perut, juga sampai ke wajah. Bagian distal biasanya lebih parah dibandingkan bagian proksimal, dan tungkai biasanya lebih parah daripada lengan.1 Kelenjar getah bening regional biasanya tidak membesar meski disertai infeksi. Tidak nyeri, tidak bersupurasi, dan pada perabaan teraba lebih lunak. Pembesaran ini disebut bubo prurigo. Keadaan umum pasien biasanya pemurung atau pemarah akibat kurang tidur, nafsu makan kadang turun sehingga timbul anemia dan malnutrisi.1 Berdasarkan berat ringannya, ada yang disebut prurigo mitis (ringan), biasanya timbul pada anak-anak dan dewasa muda. Lokalisasi pada ekstensor ekstremitas, dahi dan abdomen. Efloresensi berupa papul merah (urtikaria papular), selanjutnya papul menjadi runcing dan timbul vesikel, ekskoriasi dan likenifikasi. Efloresensi bersifat multiformis dan gatal, akibat garukan timbul jaringan parut dan penebalan kulit. Bentuk yang lain adalah prurigo feroks (berat), efloresensi lebih banyak, papul lebih besar, keras menonjol di atas kulit, hiperpigmentasi dan likenifikasi tampak lebih luas dan menonjol. Lokalisasi lebih luas sampai belakang telinga dan sekitar pusar. Selalu disertai adenopatia (prurigo bubo).3

Prurigo Hebra

HISTOPATOLOGI Gambaran histopatologik tidak khas, sering ditemukan akantosis, hiperkeratosis, edema pada epidermis bagian bawah, dan dermis bagian atas. Pada papul yang masih baru terdapat pelebaran pembuluh darah, infiltrasi ringan sel radang seki-tar papul dan dermis bagian atas. Bila telah kronik infiltrat kronis ditemukan di sekitar pembuluh darah 5

serta deposit pigmen di bagian basal. Reaksi limfohistiositik perivaskular terjadi pada papilla dermis, yang menebal oleh karena serabut kasar kolagen yang tersusun secara vertical. 1 DIAGNOSIS BANDING Diagnosis prurigo Hebra terutama berdasarkan gambaran klinis ialah adanya papul-papul miliar, berbentuk kubah terutama terdapat di ekstremitas bagian ekstensor. Keluhannya ialah sangat gatai, biasanya pada anak. Sebagai diagnosis banding antara lain: 1. Skabies : sering ditemukan lesi papulo-vesikel pada sela-sela jari, pergelangan tangan disertai gatal pada malam hari. 2. Gigitan serangga : biasanya pada tengah lesi tampak ekskoriasi dikelilingi daerah yang oedema dan eritem. 3. Dermatitis herpetiformis : selalu disertai gatal, efloresensi berupa papul atau vesikel dan cenderung berkelompok.3 PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. Pemeriksaan darah untuk mencari penyebab secara imunologik. 2. Pemeriksaan tinja untuk mencari infeksi cacing/parasit. 3