referat intoksikasi gas karbon monoksida

Download Referat Intoksikasi Gas Karbon Monoksida

Post on 02-Nov-2015

65 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Intoksikasi CO

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANGKeracunan adalah masuknya zat racun ke dalam tubuh baik melalui saluran pencernaan, saluran nafas, atau melalui kulit atau mukosa yang menimbulkan gejala klinis.1,2Karbon monoksida (CO) adalah gas tidak berbau, tidak berwarna, tidak berasa dan tidak mengiritasi, serta mudah terbakar dan sangat beracun. Gas ini merupakan hasil pembakaran tidak sempurna dari bahan yang mengandung karbon.1,2

Gambar 1. Pembakaran yang sempurna, yang baik dan tidak sempurna(Sumber: Sentra Informasi Keracunan Badan POM, Pedoman Penatalaksanaan Keracunan Karbon Monoksida Untuk Rumah Sakit, Jakarta, 2001.)

ASA (The American Standards Association) memberi batas konsentrasi minimum gas CO yang dapat menimbulkan gejala pada seseorang, yaitu 100 ppm dengan waktu paparan sehari-hari tidak lebih dari 8 jam. Hal tersebut akan menghasilkan saturasi hemoglobin sekitar 10-20%.2Keracunan CO dapat terjadi pada kasus percobaan bunuh diri, pembunuhan ataupun karena kecelakaan. Sumber gas CO ini dapat berasal dari hasil pembakaran tidak sempurna dari senyawa organik (senyawa dengan unsur karbon). Sedangkan dalam penyelaman, sumber gas CO ini dapat berasal dari pemberian lubrikasi kompresor, masuknya asap knalpot kedalam pipa pemasukan udara kompresor, dan produksi manusia seperti asap rokok. Merokok dapat menaikkan kadar COHb darah (Russell et al). Kadar-kadar COHb dapat mencapai 6 9,6 % pada perokok-perokok yang berada dalam ruangan yang mengandung CO 38 ppm, sedang pada bukan perokok kenaikannya hanya sebesar 1,6 2,6%.4,5Kami mengambil judul referat ini karena masih kurangnya perhatian terhadap kasus-kasus intoksikasi / keracunan karbon monoksida ini, padahal insidensinya tidaklah sedikit. Gas CO adalah penyebab utama dari kematian akibat keracunan di Amerika Serikat dan lebih dari separuh penyebab keracunan fatal lainnya di seluruh dunia. Keracunan CO muncul akibat berbagai penyebab. Sumber CO termasuk antara lain adalah perapian, tidak cukupnya ventilasi, terpapar pada proses pembakaran mesin yang tidak sempurna maupun karena asap rokok. Diperkirakan setiap tahunnya di Amerika Serikat kurang lebih 15.200 orang datang untuk mendapatkan perawatan akibat keracunan CO. Menurut CDC terjadi penurunan kasus terpapar CO selama beberapa tahun terakhir. Kebanyakan pasien adalah perempuan, dibawah 17 tahun, dan terjadi pada musim dingin. Pada 2005, terdapat 24.891 kasus masuk rumah sakit yang terkait dengan CO; 17% telah dikonfirmasi, 1% masih kemungkinan dan 82% adalah kasus keracunan CO. Dari kasus yang sudah dikonfirmasi, angka terbesar ada pada korban laki-laki, dan lansia.1Di indonesia belum didapatkan data berapa kasus keracunan gas CO yang terjadi pertahun yang diperiksa.Hal ini dimungkinkan juga oleh karena sulitnya deteksi dini dan kurangnya pengetahuan untuk memberi penatalaksanaan terhadap korban, sehingga pendataan korban keracunan karbon monoksida di Indonesia pun belum tersusun secara baik.

I.2 TUJUAN 1) Untuk mengetahui angka kejadian keracunan karbon monoksida di dunia dan di Indonesia.2) Untuk mengetahui gejala dan tanda keracunan karbon monoksida.3) Untuk mengetahui kadar fatal karbon monoksida pada tubuh manusia.4) Untuk mengetahui proses terjadinya kematian akibat keracunan karbon monoksida.5) Untuk mengetahui temuan otopsi pada kasus keracunan karbon monoksida

1.3 MANFAATa. Bagi Mahasiswa 1) Sebagai referensi bahan acuan Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal.2) Menambah pengetahuan dalam menghadapi kasus keracunan.3) Mempermudah mengetahui perubahan perubahan pada organ yang disebabkan oleh zat beracun. b. Bagi Institusi Pendidikan Sebagai media pengabdian masyarakat terutama kasus kasus yang berkembang khususnya dalam bidang Kedokteran Forensik.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

I.1PENGERTIANA. Toksik dan Intoksikasi1,2,3,4,6Toksik atau racun adalah suatu zat yang ketika tertelan, terhisap, diabsorpsi, menempel pada kulit, atau dihasilkan di dalam tubuh dalam jumlah yang relatif kecil yang dapat mengakibatkan cedera dari tubuh dengan adanya reaksi kimia. Racun merupakan zat yang bekerja pada tubuh secara kimiawi dan fisiologik yang dalam dosis toksik akan menyebabkan gangguan kesehatan atau mengakibatkan kematian. Racun dapat diserap melalui pencernaan, hisapan, intravena, kulit, atau melalui rute lainnya. Reaksi dari racun dapat seketika itu juga, cepat, lambat atau secara kumulatif.Beberapa toksin dapat menjadi obat yang bermanfaat bila diambil dalamdosisyang tepat, tetapi beracun bila digunakan dalam jumlah berlebih. Kebanyakan toksin yang menyebabkan masalah pada manusia dikeluarkan oleh bakteri.Definisi keracunan atau intoksikasi menurut WHO adalah kondisi yang mengikuti masuknya suatu zat psikoaktif yang menyebabkan gangguan kesadaran, kognisi, persepsi, afek, perlaku, fungsi, dan respon psikofisiologis. Sumber lain menyebutkan bahwa keracunan dapat diartikan sebagai masuknya suatu zat kedalam tubuh yang dapat menyebabkan ketidak normalan mekanisme dalam tubuh bahkan sampai dapat menyebabkan kematian. Intoksikasi atau keracunan adalah masuknya zat atau senyawa kimia dalam tubuh manusia yang menimbulkan efek merugikan pada yang menggunakannya

B. Karbon Monoksida (CO)1)StrukturKarbon monoksida (CO) adalah suatu gas tidak berwarna, tidak berbau dan tidak merangsang selaput lendir, sedikit lebih ringan dari udara sehingga mudah menyebar. Meskipun CO tidak berbau, CO sering bercampur dengan gas-gas berbau lainnya, sehingga CO dapat terhirup bersama dengan gas-gas tersebut tanpa disadari bahwa CO terkandung di dalamnya.2,4,6CO hanya diserap melalui paru dan sebagian besar diikat oleh hemoglobin secara reversibel, membentuk karboksi-hemoglobin. Selebihnya mengikat diri dengan mioglobin dan beberapa protein heme ekstravaskuler lain. CO bukan merupakan racun yang kumulatif. Ikatan CO dengan Hb tidak tetap (reversibel) dan setelah CO dilepaskan oleh Hb, sel darah merah tidak mengalami kerusakan. Bahaya utama terhadap kesehatan adalah mengakibatkan gangguan pada darah. Batas pemaparan karbon monoksida yang diperbolehkan oleh OSHA (Occupational Safety and Health Administration) adalah 35 ppm untuk waktu 8 jam/hari kerja. Kadar yang dianggap langsung berbahaya terhadap kehidupan atau kesehatan adalah 1500 ppm (0,15%). Paparan dari 1000 ppm (0,1%) selama beberapa menit dapat menyebabkan 50% kejenuhan dari karboksihemoglobin dan dapat berakibat fatal.3,4,6

Gambar 2. Struktur dan Sifat Karbon Monoksida(Sumber: U.S. Department of Labor (2002), OSHA FactSheet : Carbon Monoxide Poisoning, USA.)

2)Sumber Karbon Monoksida (CO)5Sumber karbon monoksida di bedakan menjadi 2, yaitu:a. Karbon monoksida endogenPaparan internal untuk karbon monoksida yang terjadi sebagai akibat dari produksi karbon monoksida yang diproduksi dari prekursor endogen (misalnya, degradasi heme, auto-oksidasi fenol, foto-oksidasi senyawa organik , dan peroksidasi lipid lipid membran sel ) dan dari metabolisme oksidatif dari prekursor eksogen (misalnya, karbon tetraklorida, diklorometana, dan dihalomethanes lainnya).Namun, banyak faktor fisiologis dan penyakit mempengaruhi tingkat produksi endogen karbon monoksida, termasuk siklus menstruasi, kehamilan, penyakit, dan rangsangan yang meningkatkan katabolisme Hb atau protein heme lain, termasuk hemolisis, hematoma, anemia hemolitik, thalasemia, dan sindrom Gilbert .Karbon monoksida endogen menjadi agen signaling sel yang memberikan kontribusi untuk pengaturan berbagai sistem fisiologis, termasuk otak dan penyimpanan oksigen otot dan pemanfaatan (myoglobin, neuroglobin), relaksasi pembuluh darah dan otot polos pembuluh darah ekstra, modulasi sinaptik neurotransmisi, anti-inflamasi, anti-apoptosis, anti- proliferasi, dan anti thrombosis.Karbon monoksida yang diproduksi di dalam tubuh tidak terkait dengan toksisitas; Toksisitas karbon monoksida terjadi dengan diikuti paparan karbon monoksida eksogen.b. Karbon monoksida eksogenKarbon monoksida yang di dapat di luar tubuh baik secara alami maupun buatan, antara lain:1) Karbon monoksida dilepaskan dari pembakaran kayu/gunung berapi/ kebakaran hutan.

2) Lalu lintas kendaraan Semua orang terkena karbon monoksida pada tingkat yang beragam melalui penghirupan udara. Kapanpun dan dimanapun tempat yang setiap hari memiliki banyak lalu lintas kendaraan umumnya memiliki tingkat yang lebih tinggi karbon monoksida dibandingkan dengan daerah yang lalu lintasnya tidak ramai.3) Karbon monoksida dari asap rokok, baik sebagai perokok aktif atau dari perokok pasif.4) Terkena paparan karbon monoksida dengan menggunakan peralatan gas atau kompor kayu terbakar dan perapian. 5) Orang-orang yang terkena karbon monoksida di dalam kendaraan.6) Mesin kecil bertenaga bensin dan alat kerja (misalnya, kompresor bertenaga gas atau mesin cuci tekanan) dapat menghasilkan karbon monoksida dalam waktu singkat.

3.Peran Karbon Monoksida (CO)5Karbon monoksida adalah gas industri utama yang memiliki banyak kegunaan dalam produksi bahan kimia pukal (bulk chemical). Sejumlah aldehida dengan hasil volume yang tinggi dapat diproduksi dengan reaksi hidroformilasi dari alkena, Karbon Monoksida, dan H2. Metanol di produksi dari hidrogenasi CO. Pada reaksi yang berkaitan, hidrogenasi CO diikuti dengan pembentukan ikatan C-C, seperti yang terjadi pada proses Fischer-Tropsch, CO dihirogenasi menjadi bahan bakar hidrokarbon cair. Teknologi ini memungkinkan batu bara dikonversikan menjadi bensin.Pada proses Monsanto, karbon monoksida bereaksi dengan methanol dengan keberadaan katalis rodium homogeny dan HI, menghasilkan asam asetat. Proses ini digunakan secara meluas dalam produksi asam asetat berskala industri. Karbon monoksida merupakan komponen dasar dari gas yang sering digunakan untuk tenaga industri. Karbon monoksida juga digunakan pada proses pemurniannikel.

II.2INTOKSIKASI KARBON MONOKSIDAA.TOKSIKOKINETIK1,5,61) Ambilan dari Paru-paruWalaupun CO bukanlah salah satu gas yang be