keracunan karbon monoksida (autosaved)

Click here to load reader

Post on 26-Oct-2015

986 views

Category:

Documents

18 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

referat forensik

TRANSCRIPT

INTOKSIKASI KARBON MONOKSIDA

Penyusun:

KELOMPOK UWK SIDOARJO FPERIODE 17 Oktober 2011 27 November 2011Pembimbing:

Drs. Putu Sudjana, Apt. SH.

DEPARTEMEN / INSTALASI ILMU KEDOKTERAN FORENSIK & MEDIKOLEGAL

RSUD Dr. SOETOMO FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

SURABAYA

HALAMAN PENGESAHANReferat dengan judul Keracunan Karbon Monoksida telah disetujui dan disahkan oleh Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK Universitas Airlangga RSU dr. Soetomo Surabaya, pada:

Hari :Jumat

Tanggal:6 Agustus 2010

Tempat:Bagian / SMF Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya / RSU Dr. Soetomo Surabaya

Pembimbing:Drs. Putu Sudjana, Apt., SH.

Departemen / SMF Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal

RSU Dr. Soetomo Surabaya

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga

Penyusun :1. Fita Sibelawati, S.Ked

03700107

2. Andreas Chandra., S.Ked

05700097

3.Christin Natalia, S.Ked

06700019

4. Dian R.Chamora, S.Ked

06700018

5. I Gede Yudha K., S.Ked

06700025

6. Mustika Cakti A., S.Ked

06700127

Pembimbing, Koordinatir Pendidikan,

Drs. Putu Sudjana, Apt., SH. drg.Wieke Lutviandari, DFMDAFTAR ISIHalaman Judul

i

Halaman Pengesahan

ii

Daftar Isi

iiiKata Pengantar

ivDaftar Tabel

viBab I Pendahuluan

1I.1Latar Belakang

1I.2Tujuan

2I.3Manfaat

3Bab II Tinjauan Pustaka

4II.1Biomolekuler CO

4II.2Sifat Fisik dan Kimia

4II.3Sumber dan Distribusi

5II.4Mekanisme Keracunan Karbon Monoksida

7II.5Waktu Kelangsungan Hidup

10II.6Kadar Fetal Karbon Monoksida

10II.7Gejala dan Tanda Keracunan Karbon Monoksida

11II.8Cara Kematian Akibat Keracunan

13II.9Pemeriksaan yang dilakukan

15II.9.1Pemeriksaan Fisik Keracunan Gas Karbon Monoksida

15II.9.2Pemeriksaan Tambahan Pada Karbon Hidup

16II.9.2.1Diagnosis

17II.9.2.2Diagnosis Banding

18II.9.3Pemeriksaan TKP

19II.9.4Pemeriksaan Jenazah

19II.9.5Pemeriksaan Tambahan Korban Mati

24II.9.6Penatalaksanaan Keracunan Karbon Monoksida

25II.9.7Tindakan Pencegahan Keracunan Karbon Monoksida

27II.9.8Aspek Hukum

28Bab III Kesimpulan

33Daftar PustakaKATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan berkat-Nya tugas referat kami yang berjudul Intoksikasi Karbon Monoksida sebagai syarat dalam mengikuti kepaniteraan klinik di Bagian Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga / RSU dr. Soetomo Surabaya dapat terselesaikan dengan baik.

Atas selesainya penyusunan referat ini, penyusun menyampaikan banyak terima kasih kepada:

1. Dr.dr.Ahmad Yudianto, SpF, SH, M.Kes sebagai Kepala Instalasi Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga / RSU dr. Soetomo Surabaya. 2. Dr. Hoediyanto, SpF (K) sebagai Ketua Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga / RSU Dr. Soetomo Surabaya.3. Prof. dr. H. Soedjari Soelichin, Sp.F(K) sebagai Guru Besar Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga / RSU dr. Soetomo Surabaya.

4. Prof. Dr. Med. Dr. H. M. Soekry Erfan Kusuma, Sp.F(K), DFM sebagai Guru Besar Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga / RSU dr. Soetomo Surabaya.

5. Drs. Putu Sudjana, Apt., SH., selaku Dosen Pembimbing dan Pembuatan Referat.

6. Seluruh dosen dan dokter PPDS Bagian Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga / RSU Dr. Soetomo Surabaya atas ilmu yang telah diberikan kepada kami. 7. Rekan-rekan dan pihak-pihak yang telah memberikan pinjaman kepustakaan, dukungan, motivasi dan semangat sehingga referat ini dapat selesai pada waktunya.

Demi kesempurnaan penyusunan referat selanjutnya, saran dan kritik terhadap referat ini sangat kami harapkan. Semoga referat ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.Surabaya, 22 November 2011Penyusun

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Sifat Fisik dan Kimia Karbon Monoksida

Tabel 2.1 Hubungan antara Gejala dengan Kadar COHb dalam Darah

12Tabel 2.2Pengaruh Konsentrasi Karbon Monoksida Terhadap Kesehatan Manusia

13BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Karbon monoksida adalah salah satu jenis gas yang berbahaya. Gas ini tidak berwarna, berbau, maupun berasa. Gas ini tergolong berbahaya karena dapat mengikat hemoglobin dalam darah lebih kuat daripada oksigen. Hal tersebut menyebabkan pengangkutan oksigen ke seluruh tubuh pun berkurang. Selain itu, CO yang beredar dalam darah mengakibatkan proses metabolisme fosforilasi oksidatif tidak terjadi sehingga ATP dalam tubuh tidak terbentuk dan tubuh menjadi lemas. Gas CO yang berbahaya ini bukan merupakan suatu gas yang jarang kita dapatkan dalam kehidupan. Dalam atmosfer bumi, gas CO hadir dalam troposfer bumi dengan konsentrasi sekitar 100 bpm (bagian per miliar; artinya seratus dari tiap satu molekul udara adalah karbon monoksida). Sumber alami lain gas CO adalah gunung berapi dan juga kebakaran hutan.

Karbon monoksida dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna dari senyawa organik yang umumnya terjadi dalam mesin berbahan bakar fosil seperti bensin dan batubara. Di samping itu, dari kegiatan rumah tangga juga turut menyumbang produksi gas CO dari kegiatan masak memasak. Hal lainnya yang sangat sering ditemukan di masyarakat, yaitu kegiatan merokok.(1)Dalam referat kami ini, kami hendak menjelaskan apa itu gas CO secara umum. Mulai dari bagaimana strukturnya, bagaimana cara kerjanya, dan lain sebagainya.Karena referat ini merupakan tugas di bidang Ilmu Kedokteran Forensik, kami akan menjelaskan dengan hubungannya dengan ilmu Kedokteran Forensik terutama dalam hal otopsi toksikologi.

Dalam referat ini, kami hendak menjelaskan mengenai beberapa kasus yang umumnya terjadi di masyarakat sehubungan dengan gas CO. Beberapa kasus ditemukan pada kejadian bunuh diri. Tahun 1994, Kevin Carter, seorang fotografer, ditemukan bunuh diri dengan sengaja mengalirkan gas CO dari knalpot mobil kedalam ruangannya. Dia meninggalkan catatan yang isinya berupa penyesalan dan kesedihan karena tidak menolong si bocah, frustasi akibat terjerat hutang dan kesedihan karena sahabat karibnya tertembak. Foto ini memicu solidaritas dunia akan tragedi kelaparan di Afrika.(3)Selain kejadian bunuh diri, kejadian pembunuhan juga tidak jarang ditemukan. Seorang ibu yang menggunakan gas CO untuk membunuh anaknya. Kasus lainnya yang baru-baru ini terjadi merupakan sebuah kasus kecelakaan yang melibatkan sebuah tempat hiburan malam bernama RedBox. Pada tanggal 25 Juni 2010 dini hari pukul 03.00, tempat hiburan malam itu terbakar dan meninggalkan 11 korban mati. Dalam hal ini, kami hendak menjelaskan bagaimana kita membedakan seseorang meninggal karena keracunan CO yang dihasilkan dari kebakaran atau meninggal karena terbakar.(2)Semoga referat ini dapat berguna bagi pembaca.

I.2 TujuanAdapun tujuan dari referat yang kami susun, yaitu:1. Menjelaskan definisi gas karbon monoksida.

2. Menjelaskan tanda-tanda dan gejala keracunan gas karbon monoksida.

3. Menjelaskan patofisiologi keracunan karbonmonoksida 4. Menjelaskan bagaimana cara mendiagnosa intoksikasi CO.

5. Menjelaskan cara penanggulangan dan pertolongan intoksikasi CO.

6. Menjelaskan tanda-tanda seseorang yang meninggal karena keracunan karbon monoksida.

7. Menjelaskan cara melakukan tes-tes berkaitan dengan mendiagnosa adanya gas karbon monoksida. I.3 Manfaat

Adapun manfaat dari referat ini, diantaranya: 1. Mampu menangani pasien yang keracunan.

2. Mampu mengenali tanda-tanda yang ditinggalkan orang yang meninggal karena keracunan karbon monoksida.

3. Kita dapat mencegah atau memberi penyuluhan mengenai bahayanya gas ini.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

II.1Biomolekuler CO

Karbon dan oksigen dapat bergabung membentuk senyawa karbon monoksida (CO) sebagai hasil pembakaran senyawa organik yang tidak sempurna dan karbon dioksida (CO2) sebagai hasil pembakaran sempurna. Karbon monoksida merupakan senyawa yang tidak berbau, tidak berasa dan pada suhu udara normal berbentuk gas yang tidak berwarna. Karbon monoksida terdiri dari satu atom karbon yang secara kovalen berikatan dengan satu atom oksigen. Dalam ikatan ini, terdapat dua ikatan kovalen dan satu ikatan kovalen koordinasi antara atom karbon dan oksigen.(4)Karbon monoksida terbentuk apabila terdapat kekurangan oksigen dalam proses pembakaran. Gas karbon monoksida mempunyai potensi bersifat racun yang berbahaya karena mampu membentuk ikatan yang kuat dengan pigmen darah yaitu hemoglobin:

Hemoglobin + CO COHb (karboksihemoglobin) (4,5)

Gambar 1. Oksihemoglobin dan KarboksihemoglobinII.2Sifat Fisik dan Kimia

Molekul CO memiliki panjang ikat 0,1128 nm. Perbedaan muatan formal dan elektronegativitas saling meniadakan, sehingga terdapat momen dipol yang kecil dengan kutub negatif di atom karbon walaupun oksigen memiliki elektronegativitas yang lebih besar. Alasannya adalah orbital molekul yang terpenuhi paling tinggi memiliki energi yang lebih dekat dengan orbital p karbon, yang berarti bahwa terdapat rapatan elektron yang lebih besar dekat karbon. Selain itu, elektronegatif karbon yang lebih rendah menghasilkan awan elektron yang lebih baur, sehingga menambah momen dipol. Ini juga merupakan alasan mengapa kebanyakan reaksi kimia yang melibatkan karbon monoksida terjadi pada atom karbon, dan buka