pbl blok 9

Download pbl blok 9

Post on 20-Dec-2015

7 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

mmm

TRANSCRIPT

Struktur dan Mekanisme Saluran PencernaanJulianti Dewisarty Ranyabar*Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta

Pendahuluan Kita manusia sebagai makhluk hidup tentu memerlukan makanan untuk bertahan hidup. Makanan, minuman, dan obat-obatan merupakan sumber energi dan sumber bahan baku untuk membangun tubuh. Sebelu dapat digunakan tubuh, makanan dicerna dalam sistem pencernaan. Sistem pencernaan manusia terdiri atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Makanan yang dimakan masuk lewat mulut kemudian masuk kedalam gaster melewati esofagus lalu dibawa melalui usus halus sampe ke usus besar dan kemudian dikeluarkan lewat anus.Sesuai dengan skenario, seorang laki-laki memiliki tekanan darah tinggi hingga akhirnya terkena stroke dan mengalami dysphagia. Dengan terjadinya dysphagia maka terjadi gangguan dari salah satu organ atau mekanisme pencernaan yang tentu akan mempengaruhi sistem pencernaan secara keseluruhan. Maka dari itu penulis akan mencoba membahas struktur organ pencernaan mulai dari mulut sampai ke anus dan juga akan dibahas mengenai mekanisme kerja sistem pencernaan.Struktur Makro dan Mikro Organ PencernaanSistem pencernaan terdiri dari saluran pencernaan, yaitu tuba muskular panjang yang merentang dari mulut (cavum oris) sampai anus, dan organ-organ aksesoris seperti gigi, lidah, kelenjar saliva, hati, kantung empedu, dan pankreas. Saluran pencernaan yang terletak dibawah area diafragma disebut saluran gastrointestinal.1 Organ-organ yang akan dibahas adalah mulut, esofagus, gaster, hepar & pankreas, usus halus (duodenum, jejunum, ileum), kolon dan rektum.

*Alamat korespondensi: Julianti Dewisarty Ranyabar(102011167)Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Jl. Terusan Arjuna No.6 Jakarta Barat 11510 Telp. 021-56942061 Fax. 021-5631731 Emai : anty_sarty@yahoo.comI. Cavum Oris gambar 1. Cavum orisMulut merupakan bagian awal dari saluran pencernaan yang terdiri atas dua bagian luar (vestibula), yaitu ruang diantara gusi, gigi, bibir, dan pipi, serta bagian dalam yang terdiri atas rongga mulut.2 Selain itu terdapat rima oris yaitu rongga diantara dua bibir. Rima oris disusun atas bibir labium superior dan inferior, kedua labium ini digerakan oleh Mm. orbicularis oris. Sedangkan pipi bagian dalam dapat digereakan oleh m. buccinators. Lalu terdapat lubang besar di selaput pipi bagian dalam setinggi molar kedua atas yang merupakan muara dari kelenjar parotis yang disebut papilla salaivaria buccalis.Mulut digunakan untuk mengunyah makanan, maka dari itu untuk menggerakan mulut dibutuhkan otot-otot pengunyah sebagai berikut:a. M. masseter. Otot ini terletak vertikal dari maxilla sampai ke mandibula. Pars superficialis digunakan untuk kontraksi mulut serta elevasi dan menarik mandibula ke depan (protruda). Sedangkan pars profunda untuk retruda.b. M. temporalis. Otot ini terletak di bagian temporal. Pars anterior untuk mengangkat mandibula. Sedangkan pars posterior untuk retrusi.c. M. pterygoideus lateralis/externus yang berarah horizontal. Berguna untuk membuka mulut. Sedangkan yang medialis/internus terdapat di bagian dalam mandibula dan searah dengan m. masseter, digunakan untuk menutup mulut.Keempat otot ini dipersarafi oleh cabang dari n. trigeminus.Sedangkan secara mikroskopis, Labium oris dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu:a. Area kutanea. Merupakan struktur kulit tipis dengan adnexa kulit yang biasa terdapat.b. Area merah bibir (intermedia). Epitelnya berlapis gepeng tidak bertanduk. Epitelnya berwarna jernih karena mengandung butir-butir eleidin dan banyak terdapat kapiler darah.c. Area oral mukosa. Epitelnya berlapis gepeng tidak bertanduk dan memiliki area propia yang agak kompak. Pada tunika sub mukosa terdapat kelenjar labialis yang bersifat seromukus, dan dibawah sub mukosa terdapat otot lurik (m. orbikularis oris).i. GigiSelain itu, didalam rongga mulut pun terdapat organ-organ aksesoris seperti gigi-geligi. Gigi secara makro terbentuk dari tulang gigi yang disebut dentin. Struktur gigi terdiri atas mahkota gigi yang terletak diatas gusi, leher yang dikelilingi oleh gusi, dan akar gigi yang tertanam dalam kekuatan-kekuatan rahang. Mahkota gigi dilapisi email yang berwarna putih. Gigi dipersarafi oleh Nn. Alveolares superiores & inferiores. Perdarahan gigi dilakukan oleh Rr. Alveolaris Aa. Maxillaris externus dan A. infraorbitalis, A. palatini major serta A. buccalis.Secara mikro dentin membentuk bagian terbesar dari gigi. Dentin berasal dari mesoderm dan dibentuk oleh odontoblas. Lalu email gigi berasal dari ektoderm, mirip bahan terkeras pada tubuh. Email dibentuk oleh ameoblas dan tidak mengandung kolagen, kaya enamelin yaitu protein yang kaya prolin.ii. LidahSelain gigi, organ aksesoris lainnya adalah lidah (lingua). Lidah direkatkan pada dasar mulut oleh frenulum lingua. Lidah berfungsi untuk menggerakkan makanan saat dikunyah atau ditelan, untuk pengecapan dan dalam produksi wicara.3 Secara makro lidah terutama terdiri dari otot-otot ekstrinsik dan intrinsik. Otot-otot ekstrinsik untuk menggerakkan lidah sebagai satu kesatuan sedangkan otot-otot intrisik untuk merubah bentuk lidah.Otot-otot ekstrinsik terdiri dari M. genioglossus untuk menjulurkan lidah, M. Hyoglossus untuk menarik lidah ke bawah, M. Styloglossus untuk mengangkat lidah ke arah postero-cranial dan M. palatoglossus untuk memperkecil isthmus faucium. Sedangkan otot-otot intrinsik terdiri dari M. vertikalis, M. longitudinalis superior, M. longitudinalis inferior, dan M. transversalis. Perdarahan lidah adalah lewat a. lingualis cabang dari a. carotis externa. Persarafan lidah dibagi menjadi dua yaitu, motorik untuk semua otot ekstrinsik dan intrinsik yang dipersarafi oleh N. hypoglossus (XII) kecuali M. palatoglossus yang dipersarafi N. glossopharyngeus (IX). Sedangkan yang sensorik yaitu di bagian 2/3 anterior lidah yang sensibel oleh N. lingualis dan bagian pengecap oleh chorda tympani. Sedangkan bagian 1/3 posterior yang sensibel oleh N. IX & X serta yang pengecap oleh N. IX.

Gambar 2. Mikroskopis lidahSedangkan secara mikroskopis, lidah memiliki epitel selapis gepeng bertanduk dan tidak bertanduk. Papilla linguae di 2/3 bagian anterior lidah dan terdiri dari papilla filiformis, papilla fungiformis dan papilla circumvallata. Papilla filiformis dan fungiformis merupakan proyeksi jaringan ikat yang ditutup oleh epitel. 1/3 posterior bagian dorsal lidah bebas dari papilla lidah, disinilah terdapat tonsilla linguae.Papilla filiformis merupakan papil terbanyak yang tersebar diseluruh permukaan dorsal 2/3 anterior lidah bentuknya runcing dan tidak terdapat taste buds. Epitelnya berlapis gepeng bertanduk. Sedangkan papilla fungiformis tersebar diantara papilla filiformis. Memiliki epitel berlapis gepeng tidak/sedikit bertanduk. Memiliki taste buds dan papilla sekunder, permukaannya lebih lebar dari dasarnya. Lalu ada papilla circumvallata yang memiliki epitel berlapis gepeng tidak bertanduk dan bentuknya menyerupai papilla fungiformis.iii. Glandula Salivarius

Gambar 3. Glandula salivaKelenjar saliva mensekresikan saliva kedalam rongga oral. Saliva terdiri dari cairan encer yang mengandung enzim dan cairan kental yang mengandung mukus.1 Terdapat tiga pasang kelenjar saliva pada manusia, yaitu:a. Kelenjar parotid. Merupakan kelenjar saliva terbesar yang terletak agak ke bawah dan di depan telinga dan membuka melalui duktus parotid.b. Kelenjar submaxillaris (submandibular). Kurang lebih sebesar kacang kenari dan terletak di permukaan dalam mandibula serta membuka melalui duktus Wharton menuju ke dasar mulut pada kedua sisi frenulum lingua.c. Kelenjar sublingua. Terletak di dasar mulut dan membuka melalui duktus sublingua kecil menuju ke dasar mulut.

II. Faring dan EsofagusFaring atau tekak terletak dibelakang hidung, mulut dan laring (tenggorokan). Faring berupa saluran berbentuk kerucut dari bahan membran berotot (muskulo membranosa) dengan bagian terlebar di sebelah atas dan berjalan dari dasar tengkorak sampai di ketinggian vertebra cervikal keenam, yaitu ketinggian tulang rawan krikoid, tempat faring bersambung dengan esofagus.4 Pada faring terdapat otot-otot melingkar yaitu, M. levator veli palatini, M. konstriktor faringeus superior, media dan inferior. Sedangkan otot-otot membujur yaitu, M. palatofaringeus, M. stylofaringeus, dan M. salpingofaringeus. Untuk perdarahannya oleh A. thyroidea superior dan A. faringea ascendens, sedangkan persarafannya oleh plexus venosus faringeus dan plexus faringeus (N. IX + N. X).Dinding faring tersusun atas tiga lapisan yaitu lapisan mukosa, lapisan fibrosa dan lapisan berotot. Mukosa faring tidak memiliki muskularis mukosa dan di dalam lamina propria terdapat lapis fibrosa padat tebal kaya serat elastin yang duduk di atas otot faringeal dibawahnya, yang terdiri atas serat-serat longitudinal dalam dan oblik luar atau longitudinal bergaris melintang. Lapis fibroelastis menyatu dengan jaringan ikat interstisial dari otot, menyusupkan juluran-juluran di antara berkas serat otot.5Esofagus merupakan bagian yang menghantarkan makanan dari faring menuju gaster, bentuknya seperti silinder yang berongga. Perjalanan esofagus berawal sebagai struktur cervikal setinggi kartilago krikoid pada C6 di leher. Di dalam toraks, esofagus melewati mediastinum superior di atas dan mediastinum inferior di bawah. Setelah miring sedikit ke kiri di daerah leher esofagus kembali ke garis tengah di toraks setinggi T5. Dari situ esofagus terus turun ke arah bawah dan depan sampai ke pintu esofageal di diafragma Batas-batas esofagus adalah sebagai berikut. Pada pars cervikalis di anterior terdapat trakea dan gl. Tiroidea. Di posterior terdapat vertebra cervikalis dan f. prevertebralis. Di kanan