makalah pbl blok 9 - eva

Click here to load reader

Post on 30-Dec-2015

34 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Pengaruh Batu Empedu pada Gangguan PencernaanEva Yuliana Choandra ( 102012333 )

Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Krida Wacana, JakartaJln. Arjuna Utara No. 6 Jakarta 11510. Telephone : (021) 5694-2061, fax : (021) [email protected] PendahuluanSistem pencernaan terdiri dari saluran pencernaan (alimentar), yaitu tuba muskular panjang yang merentang dari mulut sampai anus, dan organ-organ aksesoris, seperti gigi, lidah, kelenjar saliva, hati, kandung erapedu, dan pankreas. Saluran pencernaan yang terletak di bawah area diafragma disebut saluran gastrointestinal (GI)Fungsi utama sistem pencernaan (sistem alimenter) adalah untuk memindahkan zat gizi atau nutrien (setelah memodifikasinya), air, dan elektrolit dari makanan yang kita makan ke dalam lingkungan internal tubuh. Makanan yang dimakan penting sebagai sumber energi yang kemudian digunakan oleh sel dalam menghasilkan ATP untuk menjalankan berbagai aktivitas bergantung-energi, misalnya transportasi aktif, kontraksi, sintesis, dan sekresi. Makanan juga merupakan sumber bahan untuk perbaikan, pembaruan, dan penambahan jaringan tubuh.Tindakan makan tidak secara otomatis menyebabkan molekul organik yang terdapat di makanan tersedia bagi sel untuk digunakan sebagai sumber bahan bakar atau sebagai bahan pembangun. Mula-mula makanan harus dicerna atau diuraikan menjadi molekul-molekul kecil-ringkas yang dapat diserap dari saluran pencernaan ke dalam sistem sirkulasi untuk didistribusikan ke sel-sel. Dalam keadaan normal, sekitar 95% dari makanan yang masuk tersedia untuk digunakan oleh tubuh.Mula-mula kita akan membahas secara singkat sistem pencernaan, menelaah ciri-ciri umum berbagai komponen sistem, sebelum memulai perjalanan rinci menelusuri saluran tersebut dari awal hingga akhir.1

a. SkenarioBapak B, 56 tahun, dengan perawakan gemuk sering mengalami nyeri perut kanan atas dan mual. Kemudian ia berobat ke dokter. Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa bapak tersebut menderita batu empedu dan harus menjalani pengangkatan kandung empedu.

b. Mind Mapping

c. HipotesisBatu empedu disebabkan karena pengendapan lemak di kandung empedu. d. Identifikasi Istilah Batu Empedu timbunan kristal di dalam kandung empedu atau di dalam saluran empedu.e. PembahasanA. Struktur hepar dan empedua. Struktur makroskopis1. Pankreasa.Anatomi(1) Pankreas adalah kelenjar terelongasi berukuran besar di balik kurvatur besar lambung. Sel-sel endokrin (pulau-pulau Langer-hans) pankreas mensekresi hormon insulin dan glukagon. Sel-sel eksokrin (asinar) mensekresi enzim-enzim pencernaan dan larutan berair yang mengandung ion bikarbonat dalam konsentrasi tinggi.(2) Produk gabungan sel-sel asinar mengalir melalui duktus pankreas, yang menyatu dengan duktus empedu komunis dan masuk ke duodenum di titik ampula hepatopankreas, walaupun duktus pankreas dan duktus empedu komunis membuka secara terpisah pada duodenum. Sfingter Oddi secara normal mempertahankah keadaan mulut duktus agar tetap tertutup.b.Kendali pada sekresi pankreas. Sekresi eksokrin pancreas dipengaruhi oleh aktivitas refleks saraf selama tahap sefalik dan lambung pada sekresi lambung. Walaupun demikian, kendali utama terletak pada hormon duodenum yang diabsorbsi ke dalam alirandarah untuk mencapai pankreas.(1)diabsorpsi ke dalam darah untuk mencapai pankreas. Sekretin akan dilepas jika kimus asam memasuki usus dan mengeluarkan sejumlah besar cairan berair yang mengandung natrium bikarbonat. Bikarbonat menetralisir asam dan membentuk lingkungan basa untuk kerja enzim pankreas dan usus.(2) CCK diproduksi oleh sel-sel mukosa duodenum sebagai respons terhadap lemak dan protein separuh tercerna yang masuk dari lambung. CCK ini menstimulasi sekresi sejumlah besar enzim pankreas.c.Komposisi cairan pankreas. Cairan pankreas mengandung enzim-enzim untuk mencerna protein, karbohidrat, dan lemak.(1) Enzim proteolitik pankreas (protease)(a) Tripsinogen yang disekresi pankreas diaktivasi menjadi tripsin oleh enterokinase yang diproduksi usus halus. Tripsin mencerna protein dan polipeptida besar untuk embentuk polipeptida dan peptida yang lebih kecil. (b) Kimotripsin teraktivasi dari kimotripsinogen oleh tripsin. Kimotripsin memiliki fungsi yang sama seperti tripsin terhadap protein.(c) Karboksipeptidase, aminopeptidase, dan dipeptidase adalah enzim yang melanjutkan proses pencernaan protein untuk menghasilkan asam-asam amino bebas.(2) Lipase pankreas menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol setelah lemak diemulsi oleh garam-garam empedu.(3) Amilase pankreas menghidrolisis zat tepung yang tidak tercema oleh amilase saliva menjadi disakarida (maltosa, sukrosa, dan laktosa).(4) Ribonuklease dan deoksiribonuklease menghidrolisis RNA dan DNA menjadi blok-blok pembentuk nukleotidanya.22. Hati dan sekresi empedua.Anatomi hati. Hati adalah organ viseral terbesar dan terletak di bawah kerangka iga. Beratnya 1,500 g (3 lbs) dan pada kondisi hidup berwarna merah tua karena kaya akan persediaan darah. Hati menerima darah teroksigenasi dari arteri hepatika dan darah yang tidak teroksigenasi tetapi kaya akan nutrien dari vena portal hepatika. Hati terbagi menjadi lobus kanan dan kiri.(1) Lobus kanan hati lebih besar dari lobus kirinya dan memiliki tiga bagian utama: lobus kanan atas, lobus kaudatu's, dan lobus kuadratus.(2) Ligamen falsiform memisahkan lobus kanan dari lobus kiri. Di antara kedua lobus terdapat porta hepatis. jalur masuk dan keluar pembuluh darah, saraf dan duktus.(3) Dalam lobus lempengan sel-sel hati bercabang dan beranastomosis untuk membentuk jaringan tiga dimensi. Ruang-ruang darah sinusoid terletak di antara lempeng-lempeng sel. Saluran portal, masing-masing berisi sebuah cabang vena portal, arteri hepatika, dan duktus empedu, membentuk sebuah lobulus portal.b. Fungsi utama hati(1) Sekresi. Hati memproduksi bang berperan dalam emul-sifikasi dan absorpsi lemak.(2) Metabolisme. Hati memetabolis protein, lemak, dan karbo-hidrat tercerna.(a) Hati berperan penting dalam mempertahankan homeostatik gula darah. Hati menyimpan glukosa dalam bentuk glikogen dan mengubahnya kembali menjadi glukosa jika diperlukan tubuh.(b) Hati mengurai protein dari sel-sel tubuh dan sel darah merah yang rusak. Organ ini membentuk urea dari asam amino berlebih dan sisa nitrogen.(c) Hati menyintesis lemak dari karbohidrat dan protein, dan terlibat dalam penyimpanan dan pemakaian lemak.(d) Hati menyintesis unsur-unsur pokok membran sel (lipoprotein, kolesterol dan fosfolipid).(e) Hati menyintesis protein plasma dan faktor-faktor pembekuan darah. Organ ini juga menyintesis bilirubin dari produk pe-nguraian hemoglobin dan mensekresinya ke dalam empedu.(3) Penyimpanan. Hati menyimpan mineral, seperti zat besi dan tembaga, serta vitamin larut lemak (A. D. E, dan K), dan hati menyimpan toksin tertentu (contohnya pestisida) serta obat yang tidak dapat diuraikan dan diekskresikan.(4) Detoksifikasi. Hati melakukan inaktivasi hormon dan dekto-sifikasi toksin dan obat. Hati memfagosit eritrosit dan zat a ing yang terdistintegrasi dalam darah.(5) Produksi panas. Berbagai aktivitas kimia dalam hati menjadikan hati sebagai sumfaer utama panas tubuh, terutama saat tidur.(6) Penyimpanan darah. Hati merupakan reservoar untuk sekitar 30% curah jantung dan, bersama dengan limpa, mengatur volume darah yang diperlukan tubuh. 2c. Empedu(1) Anatomi sekresi empedua. Empedu yang diproduksi oleh sel-sel hati memasuki kanalikuli empedu yang kemudian menjadi duktus hepatika kanan dan kiri.b. Duktus hepatika menyatu untuk membentuk duktus hepatik komunis yang kemudian menyatu dengan duktus sistikus dari kandung empedu dan keluar dari hati sebagai duktusc. Duktus empedu komunis, bersama dengan duktus pankreas bermuara di duodenum atau dialihkan untuk penyimpanah di kandung empedu.(2) Komposisi empedu. Empedu adalah larutan berwarna kuning kehijauan terdiri dari 97% air. pigmen empedu, dan garam-garam empedu.a. Pigmen empedu terdiri dari biliverdin (hijau) dan bilirubin (kuning). Pigmen ini merupakan hasil penguraian hemoglobin yang dilepas dari sel darah merah terdisintegrasi.i. Pigmen utamanya adalah bilirubin yang memberikan warna kuning pada urine dan feses.ii. Jaundice, atau warna kekuningan pada jaringan, merupakan akibat dari peningkatan kadar bilirubin darah. Ini merupakan indikasi kerusakan fungsi hati dan dapat disebabkan oleh kerusakan sel hati (hepatitis), peningkatan dekstruksi sel darah merah, atau obstruksi duktus empedu oleh batu empedu.b. Garam-garam empedu terbentuk dari asam empedu yang berikatan dengan kolesterol dan asam amino. Setelah disekresi ke dalam usus, garam tersebut direabsorpsi dari ileum bagian bawah kembali ke hati dan di daur ulang kembali. Peristiwa ini dikenal sebagai sirkulasi enterohepatika garam empedu.c. Fungsi garam empedu dalam usus halus.i. Emulsifikasi lemak. Garam empedu mengemulsi globulus lemak besar dalam usus halus yang kemudian menghasilkan globulus lemak lebih kecil dan area permukaan yang lebih luas untuk kerja enzim.ii. Absorpsi lemak. Garam empedu membantu absorpsi zat terlarut lemak dengan cara memfasilitasi jalurnya menembus membran sel.iii. Pengeluaran kolesterol dari tubuh. Garam empedu berikatan dengan kolesterol dan lesitin untuk membentuk agregasi kecil disebut micelle yang akan dibuang melalui feses.d. Kendali pada sekresi dan aliran empedu. Sekresi empedu diatur oleh faktor saraf (impuls parasimpatis) dan hormon (sekretin dan CCK) yang sama dengan yang mengatur sekresi cairan pankreas. Saat asam lemak dan asam amino mencapai usus halus, CCK dilepas untuk mengkontraksi otot kandung empedu dan me- relaksasi sfingter Oddi. Cairan empedu kemudian didorong ke dalam duodenum. 2(3). Kandung empedua.Anatomi. Kandung empedu adalah kantong muskular hijau me-nyerupai pir dengan panjang 10 cm. Organ ini terletak di lekukan dibawah lobus kanan hati. Kapasitas total kandung empedu kuranglebih 30 ml sampai 60 ml.b.Fungsi(1) Kandung empedu