konsep produk bank_islam

Click here to load reader

Post on 14-May-2015

1.466 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 1.KONSEP PRODUKBank Islam Ahmad Subagyo

2. SUMBER DANA BANK SYARIAH MODAL WADIAH(TITIPAN) MUDHARABAH(INVESTASI) MUDHARABAH MUQAYYADAH(INVESTASI KHUSUS) 3. TAM W I L MALFUNMANAJERGINVESTOR JASA KEUANGANSOSIALINVESTASISIA Penghimpunan Penyaluran Dana :Jasa Keuangan : Dana Kebajikan :PL Dana : Prinsip Bagi Hasil - Wakalah,Kafalah, Penghimpunan danI Prinsip Wadiah - Mudharabah Hiwalah, f,SharPenyaluran DanaK - Giro - Musyarakah Qard Rahn, ZISAS - Tabungan Prinsip Jual BeliJasa Non Keuangan : Penyaluran DanaI Prinsip Mudharabah - Murabahah- Wadiah YadQardhul Hasan- Tabungan - SalamAmanahPR - Deposito - Istishna Jasa Keagenan :O - Obligasi Prinsip Ijarah - MudharabahD Prinsip Ijarah - Ijarah & IMBTMuqayyadahUK - Obligasi4 4. PENGGUNAAN DANA BANK ISLAM EARNING ASSETS NON EARNING ASSETS al-Mudharabah Cashal assets al-Musyarakah al-Qard al-Bai Premises & equipments al-Ijarah(penanaman dana dalam Surat-surat Berharga Syariahaktiva tetap & & investasi lainnyainvestasi) 5. Bagi Hasil(Profit &Titipan LossJual-Beli(al Wadiah)Sharing) (al Bai) Depository Sale & Purchase Bank Syariah Mekanisme Operasional(Prinsip & Piranti Keuangannya) Jasa Sewa(Ujroh)(Ijarah) Fee-based al-QardLeaseService(Soft &BenevolentLoan) 6. MEKANISME OPERASIONAL BANK ISLAM MENGGUNAKAN PIRANTI-PIRANTI KEUANGANBERDASARKAN PRINSIP-PRINSIP:Bagi Hasil Jual-Beli (al-Qard)SewaJasa Titipan (Profit & (al Bai) Soft & (Ijarah)(Fee-based(al Wadiah) Loss Sale & BenevolentLease Service)Depository Sharing)Purchase Loan Bai al ar-Rahn (Mortgage)1. Wadiah1. Musyara-Murabahah al-Qard al al-Wakalah yad (Deferred Payment Sale) SewakahHasan(Deputyship)al-Amanah Bai as(al-Ijarah)(Trustee Depository)(Joint Venture Operating Lease al-KafalahProfit Sharing)Salam (Sebagai aqd(Guaranty) 2. Wadiah (In-front Payment Sale) Sewa-Beli2. Mudhara- tathawwui al-Hawalahyad Bai al (Ijarah yaitu akad salingbah(Transfer Service) adh- (Trustee Profit Istishna wa Iqtina)membantu / JualahSharing)(Purchase by Order orFinancing Lease bukanDhamanahManufacture) transaksi komersial) Exp.:Bank Reference (Guarantee Dan lain-lain Sharf Depository) Exp.: Moneychanger 7. Produk & Jasa Lembaga Keuangan Syariah WadiahGiro (Yad Dhamanah)PenghimpunanDanaTabungan MudharabahDeposito Operasional Bank Equity FinancingSyariah di Indonesia Penggunaan DanaDebt Financing Wakalah (arranger/agency) ZISHawalah (anjak piutang) SDBJasa Layanan Kafalah (garansi bank) Perbankan Rahn (Gadai) 8. Produk Pembiayaan (Financing) Muthlaqah (tidak bersyarat)Mudharabah Muqayyadah (bersyarat)EquityFinancing Musyarakah Musyarakah(kerjasama dua pihak atau lebih) Khusus untuk produk berbentuk Surat Berharga/Efek dimasukkan sebagai aktiva lancar (Marketable Securities) karena tingkat likuiditasnya di atas pembiayaan current asset 9. Al-WADIAH (Titipan) Adalah titipan murni dari satu pihak ke pihak yang lain,baik individu maupun badan hukum,yang harus dijaga dandikembalikan kapan saja si penitip menghendaki.Memberikan kekuasaan kepada orang lainuntuk menjaga hartanya / barangnyadengan secara terang-terangan atau dengan isyarat yang semakna dengan itu. Adalah akad antara pemilik barang (mudi)dengan penerima titipan (wadi)untuk menjaga harta / modal (ida) dari kerusakan ataukerugian dan untuk keamanan harta. 10. RUKUN WADIAH PIHAK YANG BERAKAD penitip (muwaddi) penerima titipan (wadi)OBYEK YANG DIAKADKAN barang yang dititipkan (wadiah / ida)SIGOT serah (ijab) terima (qabul) 11. SYARAT WADIAHPIHAK YANG BERAKAD cakap hukum sukarela (ridha) tidak dalam keadaan dipaksa / terpaksa di bawah tekananOBYEK YANG DIAKADKAN merupakan milik mutlak penitip (muwaddi) SIGOT jelas apa yang dititipkan tidak mengandung persyaratan- persyaratan lain 12. SIFAT WADIAH PIHAK YANG BERAKAD Para pihak dapat membatalkan perjanjian akad ini setiap saat (karena wadiah termasuk akad yang tidak lazim). Terdapat unsur permintaan tolong dari penitip (muwaddi),sedangkan memberikan pertolongan adalah hak dari penerima titipan (wadi).Kalau wadi tidak mau,maka tidak ada keharusan baginya untuk menjaga titipan. (bersambung ) 13. SIFAT WADIAH PIHAK YANG BERAKAD Namun, apabila wadi mengharuskan pembayaran,misalnya: sejenis biaya administrasi, maka akad wadiahberubah menjadi akad sewa yang mengandung unsur kelaziman. Oleh karena itu wadi harus bertanggung jawab &menjaga terhadap barang yang dititipkan (wadiah). Dalam hal ini,wadi tidak dapat membatalkan akad inisecara sepihak. 14. Keterangan: Penerima simpanan(tangan amanah) = yad al-amanah penitip = muwaddi pemilik barang= mudi penerima titipan= wadi penyimpan = mustawda harta / modal = ida Penerima simpanan(tangan penanggung) = yad adh-dhamanah 15. Al-WADIAH (Titipan)Wadiah yad Amanah Wadiah yad Dhamanah 16. al-Wadiah Yad al-Amanah Adalah akad titipandi mana penerima titipan (custodian) adalahpenerima kepercayaan (trustee), artinyadia tidak diharuskan mengganti segala resiko kehilangan ataukerusakan yang terjadi pada aset titipan (karena akadnya adalah titipan murni),kecuali bila hal itu terjadi karena akibat kelalaian atau kecerobohan yang bersangkutanataubila status titipan telah berubah menjadial-Wadiah Yad adh-Dhamanah.1(bersambung ) 17. al-Wadiah Yad al-Amanah (lanjutan ...) Barang / obyek titipan tidak boleh diubah, ataudiganti dengan jenis yang sama oleh pihak yang menerima titipan(karena akadnya adalah titipan murni). Titipan tersebut akan diambil kembali oleh penitip sebagaimana kondisi, bentuk dan kriteria semula pada saat dititipkan. Untuk jasa titipan ini, pihak penerima titipan mendapat upah, (karena telah menjaga, memelihara, dan mengamankanbarang titipan tersebut sampai diambil kembali oleh pihak penitip. Contohnya dalam dunia perbankan: - Safe Deposit Box - Safe KeepingBank menerima fee (upah). 18. Skema al-Wadiah Yad al-Amanah 1 Titip Barang BANK(Penyimpan /NASABAH Mustawda (penitip /atau muwadi)Penerima titipan /Biaya Penitipanwadi) 2 19. Al-Wadiah Yad adh-Dhamanah Adalah akad titipan di mana penerima titipan (custodian) adalah trustee yang sekaligus penjamin (guarantor)keamanan aset yang dititipkan. Penerima titipan bertanggung jawab penuhatas segala kehilangan atau kerusakan yang terjadi pada aset titipan tersebut. Penerima titipan (custodian) memperoleh izin dari pemilik aset titipan / barang / harta, untuk menggunakannya dalam perniagaan / perdagangan, selama aset tersebut berada di tangannya. serta berhak atas pendapatan yang diperolehdari pemanfaatan aset tersebut. 1 (bersambung ) 20. Al-Wadiah Yad adh-Dhamanah(lanjutan ) Penitip / penyimpan mempunyai kebebasan mutlak untuksewaktu-waktu menarik kembali sebagian atau seluruh asetnya. Semua keuntungan yang dihasilkan dari penggunaan /pengelolaan harta tersebut (selama dalam status simpanan)menjadi hak custodian. Custodian boleh memberikan bonus kepada pemilik aset atas kehendaknya sendiri, tanpa diikat oleh perjanjian. Dalam dunia perbankan al-Wadiah Yad adh-Dhamanahmemanfaatkannya dalam bentuk:- Current Account - Saving AccountCatatan: Di beberapa negara seperti Iran, produk giro berdasarkan prinsip Qard al-Hasan. Di Malaysia Saving Account tidak berdasarkan prinsip Wadiah, melainkan atas dasar prinsip Mudharabah. 2 21. Skema al-Wadiah Yad adh-DhamanahBANK (Penyimpan / 1Mustawda Titip DanaNASABAH atau(penitip / Penerimamuwadi)titipan / wadi) 4 Beri BonusBagi Hasil32 Pemanfaatan Dana Pengguna Dana(Dunia Usaha) 22. AL-MUSYARAKAH (JOINT VENTURE PROFIT SHARING)Adalah akad kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentudi mana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana atau amal / expertise dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan resiko akan ditanggung bersamasesuai dengan kesepakatan 23. AL-MUSYARAKAH RUKUNSigot (ucapan), ijab & qabul (penawaran & penerimaan). Pihak yang berkontrak. Obyek kesepakatan: modal / dana & kerja. 24. AL-MUSYARAKAH SYARAT Tidak ada bentuk khusus dari kontrak. Berakad dianggap sah jika diucapkan secara verbal atau ditulis. Kontrak dicatat dalam tulisan dan disaksikan. Mitra harus kompeten dalam memberikan atau diberikan kekuasaan perwalian. Modal harus uang tunai, emas, perak atau yang nilainya sama. Dapat terdiri dari aset perdagangan, hak yang tidak terlihat (mis.lisensi, hak paten, dsb.) Partisipasi para mitra dalam pekerjaan, adalah sebuah hukum dasar,dan tidak dibolehkan bagi salah satu dari mereka untuk mencantumkan tidak ikut sertanya mitra lainnya. Namun porsi melaksanakan pekerjaan tidak perlu harus sama,demikian pula dengan bagian keuntungan yang diterima. 25. Jenis-jenis al-Musyarakah Musyarakah pemilikan Musyarakah akad (kontrak) Tercipta karena: Tercipta dengan carawarisan, wasiat, atau kesepakatan kondisi lainnya,di mana dua orang atau lebihyang mengakibatkansetuju bahwa pemilikan satu aset tiap orang darioleh dua orang atau lebih.mereka memberikan modal musyarakah. Kepemilikan dua orang atau lebih, berbagi dalam sebuah Mereka juga sepakat aset nyata & berbagi pula berbagi dari keuntungan yangkeuntungan & kerugiandihasilkan aset tersebut. 26. Jenis-jenis al-MusyarakahMusyarakah pemilikan Musyarakah akad (kontrak)Terbagi menjadi al-inan al-mufawadhah al-amaal al-wujuh, dan al-mudharabah Sebagian ulama menganggap bahwa al-mudharabah tidak termasuk sebagai al-musyarakah.(meskipunmemenuhi rukun & syarat sebuahakad / kontrak musyarakah). 27. SKEMA AL-MUSYARAKAHBANK NASABAH Proyek / UsahaKeuntungan Bagi Hasil sesuai porsi kontribusi modal(nisbah) 28. Al-Musyarakah, Aplikasi dalam perbankan Al-Musyarakah lazimnya diaplikasikan untukpembiayaan proyek di mana nasabah & bank sama-sama menyediakan danauntuk membiayai proyek tersebut. Setelah proyek tersebut selesai,nasabah mengembalikan dana tersebut bersama bagi hasilyang telah disepakati untuk bank. Pada lembaga keuangan khusus yang dibolehkan melakukan investasi dalam kepemilikan perusahaan, al-musyarakah diterapkan dalam sekema modal ventura.Penanaman modal dilakukan untuk jangka waktu tertentu & setelah itu ba

View more